NovelToon NovelToon
Second Half: Velix The Next Legend

Second Half: Velix The Next Legend

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

Velix Purnama umur 26tahun seorang pekerja kantoran tanpa sengaja kembali ke masa lalu saat dia masih menduduki bangku SMP.

"Dengan sistem aku akan mengejar apa yang menjadi mimpiku", ujar Velix

bagaimana kisah Velix menjadi legenda sepakbola mari kita saksikan bersama sama!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 Gerbang Perak yang Terbuka

BAB 26: Gerbang Perak yang Terbuka

[Notifikasi Sistem: Proses Kalkulasi Hadiah Misi Utama Selesai!]

[Selamat kepada Tuan Rumah! Anda telah menyelesaikan Misi Utama: Juara Kecamatan dengan Nilai Sempurna (S+).]

[Mendistribusikan Hadiah Utama:]

+100 System Points (SP) -> Total SP Anda saat ini: 130 SP.

Peningkatan Fisik Massal (+5.0 untuk Semua Atribut Fisik).

Akses Toko Tier Perak RESMI TERBUKA!]

Wusssss.

Sebuah gelombang energi murni yang teramat dahsyat—jauh lebih kuat daripada efek ramuan premium kemarin malam—mendadak meledak dari pusat dada Velix. Energi itu menjalar ekstrem ke seluruh jaringan biologisnya.

Di tengah keriuhan rekan-rekan setimnya yang sedang melompat kegirangan dan saling menyiramkan air, Velix tertegun di tempatnya. Dia bisa merasakan dengan sangat jelas bagaimana kepadatan tulang keringnya meningkat, serat-serat otot paha dan betisnya meregang lalu memadat kembali, serta paru-parunya mendadak terasa jauh lebih lapang.

[Optimalisasi Biologis Diaktifkan Berdasarkan Paket Hadiah Massal:]

[Tinggi Badan: 163.5 cm -> 165.0 cm (+1.5 cm instan!). Batas pertumbuhan tetap terkunci menuju target alami maksimal: 184 cm.]

[Stamina: 42.0 -> 47.0 / 100]

[Kecepatan (Speed): 46.0 -> 51.0 / 100]

[Kekuatan (Strength): 38.5 -> 43.5 / 100]

Velix mengepalkan kedua tangannya. Sensasi ringan namun bertenaga ini benar-benar luar biasa. Dengan atribut fisik yang rata-rata sudah menembus angka 45-50, dia tahu tubuh remajanya kini sudah setara dengan standar fisik pemain akademi elit tingkat nasional.

"Velix! Angkat trofinya, Vel!" Teriak Danu histeris, menarik lengan Velix menuju podium darurat yang didirikan di tengah lapangan Stadion Mini.

Pak Joko berdiri di sana dengan mata yang berkaca-kaca menahan haru, memegang trofi berbahan kuningan setinggi setengah meter. Begitu Velix dan Danu selaku duo kapten menerima trofi tersebut dan mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara, seluruh suporter Merah Marun di tribune berteriak kompak, merontokkan dedaunan pohon di sekitar stadion.

We are the champions!

Di sela-sela jepretan kamera ponsel genggam para guru dan orang tua, Velix melihat Reyhan berjalan mendekatinya. Striker monster itu tampak sudah jauh lebih tenang, meski sisa-sisa kekecewaan masih membekas di wajahnya.

Velix menurunkan trofi, memberikan senyuman hangat khas dirinya. Sisi dewasanya sangat menghargai talenta besar seperti Reyhan.

"Permainan yang hebat, Rey. Lu bener-bener bikin lini belakang gua kewalahan di awal babak kedua tadi," ucap Velix tulus, mengulurkan tangan kanannya.

Reyhan menatap uluran tangan itu, lalu mengembuskan napas panjang sebelum menjabatnya dengan erat. "Lu nggak perlu menghibur gua, Vel. Gua tahu gua kalah total hari ini. Bukan karena fisik, tapi karena visi main lu yang aneh... Lu kayak bisa ngeliat masa depan di lapangan."

Reyhan mendekatkan wajahnya, berbisik serius, "Dua minggu lagi Turnamen Regional Tingkat Provinsi dimulai. Semua juara kecamatan bakal kumpul di Stadion Cendrawasih. Gua denger tim pencari bakat dari Elite Pro Academy (EPA) klub-klub Liga 1 bakal mantau langsung di sana. Jangan sampai lu kalah sebelum ketemu gua lagi."

Velix menatap mata Reyhan yang kembali menyala penuh ambisi. Sisi serius dan antusiasnya ikut tergelitik. "Gua nggak punya rencana buat kalah, Rey. Sampai ketemu di provinsi."

Malam harinya, setelah pesta makan bakso bersama seluruh tim di sekolah usai, Velix mengunci diri di kamarnya. Suasana sunyi malam hari selalu menjadi waktu favoritnya untuk mengevaluasi progres.

Dengan tinggi badan yang kini menyentuh $165\text{ cm}$ di pertengahan tahun 2026 ini, postur tubuh Velix mulai terlihat proporsional dan atletis. Langkah pertamanya telah sukses besar.

'Sistem, buka Toko Tier Perak. Aku punya 130 SP sekarang,' perintah Velix penuh antisipasi.

Ting!

Layar hologram biru di depannya pecah, digantikan oleh pendaran cahaya keperakan yang jauh lebih elegan dan mewah. Deretan skill legendaris tingkat menengah kini terpampang nyata di depan matanya:

[TOKO SKILL - TIER PERAK (Dana Anda: 130 SP)]

[Skill Aktif: Operan Melengkung Jarak Jauh Andrea Pirlo] - Harga: 100 SP

[Skill Pasif: Penempatan Posisi Defensif N'Golo Kanté] - Harga: 120 SP

[Skill Aktif: Dribel Magnetis Jarak Dekat Lionel Messi (Fase 1)] - Harga: 150 SP (Poin Kurang)

Matanya langsung tertuju pada pilihan nomor satu dan dua. Keduanya adalah skill tingkat dewa yang bisa mengubah jalannya pertandingan di level regional yang pastinya akan jauh lebih taktis dan kejam.

Velix menopang dagunya dengan tangan kanan, mode dewasanya mulai menimbang-nimbang dengan sangat logis. 'Turnamen provinsi nanti, lawan-lawannya bukan lagi anak sekolah kompleks. Mereka adalah tim-tim dengan organisasi taktik yang matang. Aku butuh senjata baru untuk menghancurkan mereka.'

Cetak biru itu kini telah menyelesaikan fondasi dasarnya. Gerbang perak telah terbuka, dan sang komandan lapangan tengah siap memilih senjata barunya untuk mengguncang panggung yang jauh lebih besar.

1
Riyanganz
semangat thor💪
Riyanganz
bagus 👍
Riyanganz
ringan ceritanya mengalir, semoga aja kedepannya ga boring ceritanya
Alia Chans
lanjut🌹✍️🤭
Wawan
Salam kenal buat Velix✍️
aldo
seru sekali 🙏🙏🙏🙏
aldo
ayo lanjut author 🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
NoxVeil
Ayok like dan komen guys biar tambah smngt up nya💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!