Tak pernah mendapatkan cinta dari siapapun termasuk ibu kandungnya, Cinderella Anesya seorang gadis yang biasa di sapa Ella itu berharap ada setitik cinta dari tunangannya.
Sayangnya pria yang menjadi tunangannya itu tak pernah menganggapnya ada dan lebih cenderung pada adik tirinya yang selama ini selalu di sayang oleh keluarganya.
Merasa ketulusannya di khianati, Ella akhirnya menerima pinangan pria yang selama ini diam-diam mencintainya..
Akankah hidupnya berubah setelah bersama pria itu? Atau justru sebaliknya??
•••••
"Berjanjilah untuk selalu mencintaiku.." Cinderella Anesya
"Aku akan selalu mencintaimu, Baik sekarang, Nanti dan selamanya.." Davin Anggara Sanjaya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga Pula
"Pak.. Sepertinya semua ini hanya kesalahpahaman saja.. Suami saya tidak pernah melakukan perbuatan yang melanggar apapun.." Ucap Dewi menahan para aparat itu untuk tidak membawa Hendra. Bukan dia mendukung kejahatan namun sebelum ada bukti Dewi belum sepenuhnya percaya. Bisa jadi kan kalau semua itu hanya fitnahan mantan suaminya.
"Tapi semua bukti sudah ada di tangan kami Bu.. Suami ibu ini memakai uang yang bukan haknya selama ini.. " Ucap komandan itu dengan tegas.
"Lagi pula kita tidak mungkin asal menangkap tanpa adanya bukti.." Mata komandan itu lagi. Dewi jadi bingung sekarang, Bukti sudah ada si tangan tapi Hendra sepertinya akan terus mengelak.
"Pak.. Saya tidak salah. Saya hanya memakai uang milik anak tiri saya.. Saya yang merawat dan membesarkannya selama ini. Wajar dong kakau saya yang makai. " Akhirnya Hendra bekata jujur, Namun pria itu tetap tidak mau di salahkan sama sekali. Dewi menatap sang suami, Jadi benar kalau selama ini Amran selalu mengirimkan nafkah untuk Ella. Namun semua itu tidak Dewi ketahui karena saking cintanya pada Hendra, Apapun yang pria itu katakan Dewi selalu percaya.
Salah satunya ini. Hendra berkata kalau Amran tak pernah mengirimkan uang untuk Ella sehingga kartu ATM milik Dewi telah mati karena tak ada sama sekali transaksi keluar masuk.
Tapi nyatanya, Uang itu selalu mengalir setiap bulan dengan jumlah yang tak sedikit. Ella tak pernah tahu seperti apa bentuk dan jumlah uang itu karena memang Hendra memakainya tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Dewi sendiri.
Uang dari Amran Hendra gunakan untuk memenuhi kebutuhan Lentera agar anak gadisnya tidak bisa kalah dari anak orang kaya yang lain. Terkadang Hendra juga menggunakan uang tersebut untuk bisnis cafe nya bahkan di buat untuk membayar cicilan kredit mobil. Selain itu masih banyak kegunaan lainnya.
Dan semua itu memakai uang milik Ella. Sementara Ella sendiri hidup dalam kesederhanaan. Uang jajan seadanya, Tak pernah punya barang mewah. Kuliah pun Ella menggunakan beasiswa dan semua itu karena Ella memakai kepintarannya.
Tidak seperti Lentera yang selalu hidup hedon. Minta apapun di turuti, Ini itu bahkan barang yang harganya selangit pun mampu kebeli. Entah itu memakai uang Ella yang di kirimkan Amran atau bukan yang jelas sebagai seorang ayah tiri Hendra tak berhak memakai uang Ella tanpa izin.
"Pak.. Tolong jangan bawa suami saya.. Yang di katakan suami bukankah ada benarnya juga? Tidak salah bukan kalau ayah tiri memakai uang anak tirinya.." Sudah jelas bersalah tapi tetap saja Dewi membenarkan apa yang di lakukan oleh Hendra.
" Perlu saya jelaskan, Secara hukum maupun norma, ayah tiri tidak diperbolehkan mengambil atau mencuri uang anak tiri secara sewenang-wenang. Tindakan tersebut melanggar hak milik pribadi, kecuali dalam kondisi darurat dan terbatas yang diatur hukum. Dan yang di lakukan oleh sodara Hendra ini. Dia memakai uang milik anak tirinya secara sewenang-wenang bahkan tanpa sepengetahuan anak tirinya.. Dan ini dia lakukan bukan sekali dua kali bu.. Tapi bertahun-tahun..
"Ta..Tapi Pak..
"Bawa dia.. " Tak punya pilihan lain lagi. Hendra harus di bawa, Dewi tidak dapat berbuat apapun. Di sisi lain kalau dia ikut suaminya, Siapa yang akan menjaga Lentera disini? Begitupun dengan sebaliknya. Sungguh Dewi bingung sekarang ini..
...****************...
PLAAAK!
"Maa...
"Puas kamu! Udah puas kami bikin malu Mama sama Papa hah!!?" Teriak Dewi di ruang rawat putrinya yang paling dia sayangi itu. Tak peduli dia sekarang ada dimana yang jelas dia sungguh merasa kecewa dengan Lentera.
Putri yang selalu dia bela, Dia sayangi, Putri yang dia kira gadis baik nyatanya hamil di luar nikah bersama pria yang entah siapa ayah dari bayi itu.
"Kamu lihat kan sekarang? Dengan percaya diri kamu mengatakan kalau kamu akan di nikahi oleh Araka. Akan di jadikan seorang istri oleh pria itu tapi apa? Setelah tahu kalau wanita yang akan di nikahinya hamil duluan Araka dan keluarganya langsung enggan dan pergi begitu saja.
"Tapi aku hamil anak Araka Ma..
"Bohong!! Araka bilang dia tidak pernah menyentuh kamu sama sekali.. Bahkan Araka bilang kalau selama ini kamulah yang terang-terangan menggodanya, Minta di sentuh oleh Araka tapi Araka menolak. Araka juga menantang untuk di lalukan tes DNA, Seperti itu saja sudah membuktikan kalau anak yang kamu kandung itu bukan anak Araka, Lentera!!.. "
"Mama gak tahu ya.. Kamu cari pria dari bayi itu dan suruh dia untuk tanggung jawab.. Mama malu kalau akhirnya kamu hamil tapi tanpa suami.. " Dewi keluar dari ruangan itu setelah meluapkan rasa kecewanya.
Kini hanya ada Lentera yang berada di ruang rawat itu. Ia meremas perutnya yang masih rata lalu berteriak..
"Aaaaaaaagggggrrhhhh! Ini semua gara-gara kamu Ella!! Sia-lan kamu! Aaaaarrrrggghh!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, Di kediaman Nenek Cahya. Wanita tua itu juga meluapkan rasa kecewanya pada sang cucu. Dia yang seorang nenek merasa di khianati oleh cucunya sendiri.
Andai Ella tidak memberikan bukti tentang perselingkuhan Araka serta niat jahat cucunya itu. Mungkin saat ini Araka telah menguasai semuanya.
Dia bukannya tega pada Araka, Lagipula siapa yang tega dengan cucunya sendiri. Nenek Cahya hanya memberikan sedikit pelajaran pada Araka. Surat yang ada pada pengacara tersebut bukanlah surat yang asli. Hanya saja terlihat seperti asli agar Araka sadar kalau niatnya telah salah dan merubah segalanya.
"Bagaimana? Bukankah sejak tadi kau selalu membangkang Araka? Nenek larang kau untuk menikahi Lentera tapi kau tetap kekeuh ingin menikahinya.. Lentera itu memang cucu kandung Nenek Tami. Tapi kenapa justru Cinderella yang dia jodohkan dengan mu? Karena Nenek Tami tahu mana yang terbaik untuk kamu.. Kamunya saja yang to-lol, Yang O-on dan bo-doh! Di kasih foto palsu saja langsung percaya.. Percuma dong kamu sekolah tinggi-tinggi, Kuliah jauh-jauh keluar negeri kalau gak bisa bedakan mana yang benar mana yang salah.. Mata kamu juga, Lebih baik bawa ke dokter sana.. Periksa! Barang kali ada virus di matamu itu. Nenek yang udah tua begini saja bisa tahu itu foto editan kok kamu yang muda malah langsung percaya.. Dasar bocah sableng!!
Araka hanya diam saja saat Neneknya itu marah-marah padanya. Bina pun juga tak berani menyela, Karena dia disini juga salah. Dia yang paling antusias ingin menikahkan putranya dengan Lentera dan dia juga yang paling membenci Ella. Sekarang, Wanita yang dia benci itu telah menjadi istri pria lain, Mana lebih kaya lagi.
"Ella itu gadis baik-baik.. Tapi kamu dan Mama kamu malah buang berlian demi Lentera yang batu kali. Nama Lentera, Bagus, Cantik. Tapi kelakuaaan.. Naudzubillahi mindzaliiikkk!!! Astagfirullah.. Bisa-bisanya kamu jatuh cinta sama wanita kayak dia, Ya Allah.." Nenek Cahya mengelus dada.
"Ya Allah! Dosa apa yang hamba lakukan sehingga hamba Engkau berikan cucu macam ini Ya Allah.. Dan kamu juga Bina. Makanya kalau orang tua larang wanita hamil gak boleh ini itu ya jangan di lakuin. Kalau kamu enggak, Gak nurut. Bilang mitos apalah inilah.. Ya gini nih hasilnya.. Dapat anak punya otak udang. Tahu udang kan? Udang tuh, Koto-rannya ada di otaknya.. Pantas kamu gak bisa mikir Araka. Gak bisa bedain yang baik dan yang enggak.. Otak udang soalnya.." Araka dan Mamanya hanya saling melirik. Sementara Riski hanya diam tak berani menyela, Biarkan saja dulu kanjeng ratu ini meluapkan emosinya.
"Tuh nikahi saja wanita yang hamil itu.. Katanya kamu cinta sama Lentera? Nikahi sana! Anggap saja anak yang di kandung nya itu anak kamu.. Tapi jangan harap kamu tinggal disini lagi.. Gak sudi Nenek punya cucu menantu modelan yang suka tidur sama pria sana sini.. " Nenek Cahya menggelengkan kepalanya. Dia merasa pusing dengan apa yang terjadi hari ini.
Tak di sangka kalau hari ini banyak kejutan. Salah satu nya tentang kehamilan Lentera.
"Namanya Lentera, Tapi sikapnya kayak ratu medusa, Kayak tukang sihir..Dasar.." Bina merangkul sang putra yang ikut pusing juga. Bukan hanya sekedar pusing tapi juga malu lah yang paling utama.
"Sudah, Lebih baik sekarang kalian istirahat... Lupakan dulu masalah tentang hari ini.." Ucap Riski dan berlalu pergi meninggalkan sepasang ibu dan anak yang penuh dengan penyesalan itu.
•
•
•
TBC
....Maklum Guys... Nenek2 kalo lagi ngomel emang gitu🤭🤣