NovelToon NovelToon
Cleaning The Thorne'S Empire

Cleaning The Thorne'S Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Action
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: Chi Chi chantika

Alistair Thorne, bos mafia London yang kaku dan perfeksionis, bertemu dengan Sloane Sterling, gadis jalanan galak yang ahli bersih-bersih tapi ceroboh luar biasa. Pertemuan mereka terjadi di tengah baku tembak, di mana Sloane justru memarahi Alistair karena mengotori lantai yang baru ia pel.

Terpikat oleh keberaniannya, Alistair membawa Sloane pulang sebagai asisten rumah tangga. Hidup sang bos dingin pun berubah jadi kacau: ia terus diteriaki karena menaruh jaket sembarangan dan terpaksa turun tangan ke dapur setiap kali Sloane hampir membakar rumah saat memasak. Di antara desingan peluru dan omelan sehari-hari, dimulailah kisah cinta yang lucu, kaku, dan penuh aksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chi Chi chantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

khwatir dan tembakan

Suasana di dalam Mansion Thorne kini benar-benar menjadi medan perang. Suara tembakan bergema di lorong-lorong marmer yang biasanya hanya mendengar suara mesin vakum. Alistair Thorne bergerak dengan presisi yang mematikan di balik pilar-pilar ruang tamu, sementara Elena Vost melakukan tembakan perlindungan dari balik piano grand hitam.

"Tuan Thorne! Sektor barat telah ditembus! Mereka menggunakan granat asap!" teriak Elena melalui headset.

Beberapa orang berusaha menerobos masuk dari beberapa sisi mansion.

Alistair melepaskan dua tembakan secara akurat yang menjatuhkan seorang penyerang berpakaian taktis hitam di dekat pintu masuk. "Elena, pertahankan posisi. Jangan biarkan satu pun dari mereka mendekati sektor dapur. dengan mudah... itu adalah zona merah yang paling kritis!"Terus Lindungi sloane, Elena.janga biarkan tangan tangan kotor itu menyentuh nya.

Sementara itu, di bawah dapur, di dalam ruang aman yang sempit, Sloane Sterling sedang mondar-mandir seperti harimau lapar yang dikurung. Ia bisa mendengar suara dentuman keras dari arah luar, kaca pecah, dan teriakan dari lantai atas mengema. Setiap kali ia mendengar suara sesuatu yang pecah, hatinya terasa seperti disayat sembilu—bukan karena takut mati, tapi karena ia tahu itu adalah barang-barang yang baru saja ia poles sampai mengkilap.semuanya terdengar pecah dengan suara yang menganggu telinga nya.tangan terasa gatal mengingat banyak debu di mansion indah itu.

"Vas porselen abad ke-18 itu... pasti sudah jadi debu sekarang!" Sloane menggerutu sambil meremas gagang sikat kuningannya. "Dan karpet Persiaku! Pasti penuh dengan noda sepatu bot dan selongsong peluru! juga debu debu dari ledakan"Sial!, mereka menghancurkan seluruh kerja keras ku dalam sekejap.

Sloane melihat ke arah monitor keamanan di dalam ruang aman. Ia melihat Alistair sedang bertarung

sengit dengan beberapa orang. Namun, matanya membelalak saat melihat seorang penyusup berhasil merangkak melalui lubang ventilasi sempit dan mendarat tepat di area dapur yang sudah ia bersihkan sebelum nya. walaupun saat itu keadaan dapur sudah berantakan.pria itu turun hanya beberapa meter di atas kepalanya.

"Beraninya dia masuk lewat ventilasi tanpa membersihkan sarang laba-laba di dalam sana!" menyaksikan itu Sloane tidak bisa menahan diri lagi. "Bajingan! itu! ,dia menginjak meja dapurku dengan sepatu kotor?!"Sepertinya dia sudah bosan hidup".

Sloane pun keluar dari persembunyiannya.

Sloane mengabaikan perintah "administratif untuk terus bersembunyi" Alistair. Ia membuka pintu rahasia di lantai dapur dengan sangat pelan. Ia merangkak keluar dan melihat si penyusup—seorang pria kekar dengan masker hitam—sedang bersiap melempar granat ke arah ruang tengah tempat Alistair berada.

Sloane tidak punya pistol. Tapi ia punya sesuatu yang lebih berbahaya bagi orang yang sedang terburu-buru: Konsentrat Sabun Pel Dosis Tinggi.

Tanpa suara, Sloane menyemprotkan cairan bening yang sangat licin itu ke seluruh area lantai di sekitar kaki si penyusup.

Si penyusup yang baru saja akan melompat dari meja dapur ke lantai untuk melempar granat tiba-tiba merasakan dunia di bawah kakinya menghilang.Ia tidak bisa meletakkan kakinya dengan benar.

SRET! BRAKK!

Pria itu tergelincir hebat, kakinya meluncur ke depan, sementara tubuhnya menghantam lantai dengan keras. Granat yang sudah dicabut pinnya terlepas dari tangannya dan menggelinding ke arah sudut ruangan yang kosong.hingga beberapa saat kemudian.

BOOM!

Ledakan itu menghancurkan lemari piring dan sebagian ruang itu, namun si penyusup sudah pingsan karena kepalanya menghantam kaki meja marmer.

Sloane segera berdiri, berkacak pinggang di depan pria yang pingsan itu. "Rasakan itu, Dasar Penjahat Kotor! Kau pikir kau bisa masuk ke dapurku tanpa izin?!" Tentu tidak semudah itu, selama aku masih hidup.

Alistair yang mendengar ledakan di dapur segera berlari masuk, wajahnya penuh dengan debu dan di liputi kecemasan. Ia tertegun melihat Sloane sedang berdiri di atas tubuh penyerang yang pingsan seperti mayat, tangannya memegang botol semprotan.ekpresi wajahnya tampak senang. walaupun keadaan dapur sudah hampir hancur.

"Nona Sterling! Apa yang Anda lakukan di sini?! Saya sudah memerintahkan Anda untuk tetap di bawah!" teriak Alistair, napasnya memburu.ia begitu mengkhawatirkan sloane, namun wanita itu terlihat tenang dengan senyuman kemenangan di wajahnya.

"Dia mengotori meja dapurmu, Alistair! Dan dia membawa granat! Kau tahu berapa banyak debu mesiu yang dihasilkan oleh bledakan tadi?!" Sloane membalas dengan teriakan yang tak kalah kencang. "Dan lihat jasmu! Ada noda debu putih di bahumu! Kau benar-benar ceroboh!"

Alistair menatap bahu jasnya, lalu menatap Sloane kembali. Di tengah hujan peluru, ia merasa ingin tertawa sekaligus ingin mengunci Sloane di dalam brankas selamanya agar tetap aman.

"Elena! Dapur telah disterilkan secara... unik oleh Nona Sterling," lapor Alistair melalui interkom. "Berapa Sisa penyerang?"

"Sudah dilumpuhkan, Tuan. Tapi sepertinya ini hanyalah gelombang pertama. Ayah Anda tidak akan berhenti sampai 'noda' itu hilang," jawab Elena dingin.

Alistair mendekati Sloane dan menariknya ke dalam pelukan singkat yang sangat erat. "Terima kasih, atas kerja keras mu Sloane. Tapi tolong... jangan pernah lakukan itu lagi. Jantung saya tidak memiliki parameter untuk menangani keberanian ceroboh Anda." jantung saya nyaris jatuh, melihat kecerobohan Anda.

Sloane terdiam melihat pria dihadapannya,tampak khawatir. ia bisa mencium aroma mesiu dan keringat dari tubuh Alistair. Ia menepuk punggung Alistair dengan kasar. "Makanya, cepat bereskan ayahmu itu! Aku tidak mau setiap minggu harus mengepel darah orang-orang jahat di rumah ini!"kau tahu betapa menyebalkan nya itu bukan?.

Alistair melepaskan pelukannya, matanya kini berkilat dengan tekad baru. Ia melihat ke arah pintu utama yang hancur. "Ayah saya ingin membersihkan noda? Baiklah. Saya akan menunjukkan padanya bahwa 'noda' ini adalah satu-satunya hal yang membuat rumah ini layak dihuni."

Ia menoleh pada Sloane. "Nona Sterling, bersiaplah. Kita tidak bisa tinggal di sini. Mansion ini sudah tidak aman secara taktis. Kita akan menuju rumah persembunyian di pesisir. Dan ya... di sana juga banyak debu yang menunggu Anda untuk dibersihkan."

Sloane menyipitkan mata. "Pesisir? Banyak debu? Oke, aku pasti ikut! Tapi kau harus membawa semua stok sabun terbaikku! Dan jangan berani-berani menaruh jaketmu di kursi mobil selama perjalanan!"

Alistair tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh arti. "Saya akan menaati protokol Anda, Sloane. Selamanya."

Namun, jauh di London pusat, Silas Thorne menatap layar monitor yang menunjukkan kegagalan pasukannya. Ia menghancurkan gelas kristalnya dengan tangan kosong. "Alistair telah memilih jalannya. Kirim unit 'Black Rose'. Kali ini, tidak perlu ada tawanan." Mari kita lihat sampai mana dia akan memberontak.

To be continued.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!