Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.
Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
'Apakah aku sudah gila karena stres habis dipecat?' batin Reza.
"Host tidak sedang mengalami kegilaan, keberadaan saya adalah nyata," balas Sistem.
"Sistem dapat membaca gelombang pikiran Host."
"Lalu apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Reza.
"Sistem telah mendeteksi bakat memasak Host yang tinggi," jelas Sistem.
"Sistem juga mendeteksi Host baru saja kehilangan pekerjaan."
Layar biru di depan Reza berubah tampilan.
Kini muncul gambar sebuah bangunan kecil dan sebuah kunci.
"Sistem telah menyediakan sebuah bangunan restoran untuk Host," kata Sistem.
"Bangunan ini terletak tidak jauh dari lokasi Host saat ini."
Sebuah benda logam tiba-tiba jatuh dari udara dan mendarat di pangkuan Reza.
Reza mengambil benda itu dan melihatnya.
Itu adalah sebuah kunci pintu dengan gantungan kayu kecil.
Di atas kayu itu terukir tulisan Kedai Persimpangan.
"Ini sungguhan?" tanya Reza memegang kunci yang terasa dingin itu.
"Silakan ikuti peta yang ada di layar untuk menuju lokasi restoran Host," perintah Sistem.
Layar transparan itu kini menampilkan sebuah peta rute.
Jaraknya hanya sekitar lima ratus meter dari halte bus tempat dia berteduh.
Reza menggenggam kunci itu erat-erat.
Dia tidak punya pilihan lain dan tidak punya tempat tujuan.
"Baiklah, aku akan pergi melihatnya," ucap Reza.
Reza menerobos hujan yang mulai mereda.
Dia berjalan menyusuri trotoar mengikuti garis merah pada peta di layar biru.
Layar itu terus melayang di depan sudut pandangnya ke mana pun dia melihat.
Lima belas menit kemudian, Reza tiba di sebuah jalan kecil yang sepi.
Di ujung jalan itu terdapat sebuah bangunan satu lantai dengan gaya klasik.
Dinding depannya terbuat dari batu bata merah yang terlihat bersih.
Pintu utamanya terbuat dari kayu jati berwarna cokelat tua.
Di atas pintu terdapat papan nama bertuliskan Kedai Persimpangan.
"Apakah ini tempatnya?" tanya Reza.
"Benar, silakan gunakan kunci itu untuk membuka pintu," jawab Sistem.
Reza melangkah maju ke teras bangunan itu.
Dia memasukkan kunci ke dalam lubang kunci di pintu kayu.
Klek.
Pintu itu terbuka dengan mudah.
Reza mendorong pintu dan masuk ke dalam.
Lampu di dalam ruangan langsung menyala secara otomatis.
Reza terdiam melihat isi bangunan tersebut.
Ruangan itu sangat bersih dan hangat.
Ada empat meja kayu bundar dengan masing-masing empat kursi di area makan.
Di bagian belakang terdapat meja konter yang memisahkan area makan dan dapur.
Dapur itu sangat luas dan dilengkapi dengan peralatan memasak berbahan besi tahan karat yang mengkilap.
"Ini sangat luar biasa," ucap Reza berjalan mendekati area dapur.
Pisau, wajan, kompor, dan oven semuanya terlihat seperti barang kualitas paling tinggi.
Dia menyentuh permukaan meja dapur yang sangat bersih tanpa debu sedikit pun.
"Restoran ini sekarang adalah milik Host sepenuhnya," kata Sistem.
"Host dapat memulai kehidupan baru di sini."
Reza tersenyum tipis.
Perasaan sedihnya karena dipecat perlahan mulai menghilang.
'Aku punya dapur sendiri sekarang,' batin Reza.
'Aku tidak perlu lagi bekerja di bawah perintah orang serakah seperti Hendra.'
"Namun Host harus mengingat aturan utama restoran ini," suara Sistem kembali terdengar.
"Pintu restoran ini akan terhubung ke dunia yang berbeda setiap harinya."
Layar biru kembali muncul dan menampilkan jadwal.
"Hari ini adalah hari Senin di Bumi," jelas Sistem.
"Besok pada hari Selasa, saat Host membuka pintu utama, pintu itu tidak akan mengarah ke jalanan ini lagi."
"Lalu mengarah ke mana?" tanya Reza.
"Besok pintu restoran akan terhubung ke Dimensi Kultivasi Timur," jawab Sistem.
"Pelanggan Host besok bukanlah manusia biasa, melainkan para kultivator."
Reza menelan ludah.
"Kultivator? Maksudmu orang-orang yang bisa terbang dan menggunakan pedang terbang?" tanya Reza memastikan.
"Benar, Host bertugas menyajikan makanan untuk mereka," jawab Sistem.
"Host akan mendapatkan poin sistem dan uang rupiah dari setiap makanan yang terjual."
"Tunggu dulu, bukankah mereka itu berbahaya," protes Reza.
"Bagaimana jika mereka bertarung di dalam restoranku dan membunuhku?"
"Host tidak perlu khawatir," jawab Sistem dengan tenang.
"Restoran ini adalah Zona Aman."
Sistem menampilkan keterangan lebih lanjut di layar.
"Siapa pun yang memiliki niat membunuh di dalam restoran akan langsung dinetralkan kekuatannya," jelas Sistem.
"Di dalam ruangan ini, Host adalah pihak yang tidak bisa dilukai oleh pelanggan."
Reza mengangguk paham.
Aturan ini membuatnya merasa jauh lebih tenang.
"Lalu bagaimana dengan bahan masakannya?" tanya Reza.
"Aku tidak punya uang untuk membeli beras atau daging."
"Sistem telah menyediakan bahan dasar darurat di dalam lemari pendingin untuk hari pertama," ucap Sistem.
"Host bisa memeriksanya sekarang."
Reza berjalan menuju kulkas besar bersudut dua di pojok dapur.
Dia membuka pintunya.
Di dalamnya terdapat beberapa potong daging unggas yang sudah bersih, sayuran segar, dan beras.
"Misi utama pertama Host telah aktif," kata Sistem.
Ting.
Sebuah kotak pesan muncul di layar.
Misi Utama Buka restoran dan layani pelanggan pertama.
Hadiah Misi Poin Sistem dan hak akses penuh ke menu darurat.
"Baiklah, aku akan beristirahat malam ini," ucap Reza.
"Besok pagi aku akan membuka pintu itu dan melihat dunia kultivator."
Reza menatap pantulan dirinya di kaca oven.
Dia berjanji pada dirinya sendiri akan membuat restoran ini sukses.
Dia akan membuktikan bahwa masakan yang jujur dan enak akan selalu menang.