Seina adalah gadis cantik yang bercita-cita menjadi aktris terkenal. Setelah lulus sekolah, hidupnya terasa sempurna ketika dia berhasil debut di dunia hiburan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Di puncak awal kariernya, Seina justru dibunuh oleh seorang haters yang iri padanya.
Saat membuka mata, Seina tidak lagi berada di tubuhnya sendiri. Dia terbangun di tubuh Serina Elvano, seorang wanita egois yang dibenci banyak orang. Lebih mengejutkannya lagi, dia berpindah tubuh saat Serina sedang berjuang melahirkan anaknya.
Serina harus menjalani kehidupan baru sebagai istri Cristian Elvano, pria dingin dan berkuasa yang sama sekali tidak mencintai istrinya. Tidak hanya diabaikan oleh sang suami, Serina juga diperlakukan rendah oleh keluarga Elvano karena sikap buruknya di masa lalu.
Dia bertekad mengubah hidupnya, merebut kembali harga dirinya, dan membuat semua orang yang meremehkannya menyesal, terutama Cristian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Suasana di meja makan keluarga Elvano tampak tenang, mereka semua sedang menikmati hidangan yang tersaji di atas meja makan.
Beberapa saat berlalu, akhirnya acara makan malam itu pun berakhir. Sebagai penutup mereka menenggak air putih, lalu mengambil buah apel yang sudah di potong-potong oleh pelayan.
"Masakan Bibi selalu enak," puji Mariam senang.
Dulu dia dan pelayan bernama Retno itu merupakan satu angkatan ketika duduk di bangku SMA, kala itu Mariam yang melihat Retno kesusahan mencari pekerjaan akhirnya menawarkan diri untuk mengajaknya ke kediaman Elvano sebagai juru masak.
Mariam pikir Retno akan menolak, tapi wanita itu menyetujuinya dengan alasan sangat butuh biaya untuk operasi anaknya.
"Saya tidak memasaknya sendiri Nyonya," kata Retno.
Meski sudah berkali-kali Mariam menyuruhnya untuk memanggil namanya saja, tapi Retno selalu menolak dan berkata jika itu tidak sopan karena mau bagaimana pun Mariam adalah majikannya bukan temannya.
"Maksud Bibi?" Tanya Jesika yang merasa aneh, sebab selama ini Retno selalu memasak sendiri demi menjamin keamanan untuk keluarga Elvano.
"Nona Serina membantu saya memasak, Nona Jesika," jawab Retno.
Mereka terdiam sambil menatap Serina yang sedang meminum jus dengan tenang.
"Tidak mungkin, Bi!" seru Jesika tidak terima. Dia bahkan hampir memuntahkan makanannya kembali karena tidak sudi memakan masakan buatan Serina.
"Jesika! Jaga tata kramamu di hadapan kami," tegur Robin sambil menatap putrinya dengan tajam.
Meskipun dia tidak terlalu menyukai menantunya, Robin hanya memilih mengabaikan keberadaan Serina, tidak seperti Mariam dan Jesika yang sering memakinya dengan kata-kata kasar.
"Maaf, Pa," lirih Jesika. Meskipun dikenal pemberontak, dia sangat takut kepada ayahnya.
Berbeda dengan Cristian yang menatap Serina dengan sorot mata intens. Diam-diam pria itu tersenyum kecil. Pantas saja tangannya terluka, pikir Cristian.
"Kenapa kamu melakukan itu?" Kini Mariam menatap Serina dengan tatapan tidak suka.
Entah karena kejadian sebelumnya yang menyebabkan banyak pelayan dipecat atau karena wanita itu telah menikah dengan putranya.
"Seperti yang aku ucapkan kepada suamiku..."
Uhuk! Uhuk!
Semua orang menoleh ke arah Cristian yang tiba-tiba terbatuk. Serina menatap suaminya dengan senyum tipis. Dia sengaja menyebut "suamiku" di depan semua orang sebagai bentuk penghormatan kepada suaminya.
Sial! Lagi-lagi aku mendengar kata itu dari mulutnya. Tapi kenapa reaksiku jadi seperti ini? pikir Cristian merasa aneh dengan reaksi tubuhnya sendiri.
"Lanjutkan," titah Cristian setelah menenangkan pikirannya.
"Seperti yang dulu Mama katakan kepadaku, aku harus melakukan kewajibanku sebagai seorang istri. Aku juga sudah mengatakan kepada Cristian bahwa aku ingin berubah dan hidup bersamanya lebih lama la–"
"Tidak bisa! Aku tidak mau kamu jadi kakak iparku!" seru Jesika lagi memotong ucapan Serina.
Wajah Serina seketika berubah datar. Dia memang tidak suka saat pembicaraannya dipotong, dan sekarang Jesika sudah melakukannya untuk kedua kalinya.
Mariam menatap Serina dengan tatapan tidak percaya. Serina memasak demi putranya? Pandangannya lalu jatuh pada tangan Serina yang terluka. Bahkan telapak tangan yang dulu selalu terawat kini dipenuhi luka gores kecil.
"Jesika, diam! Kamu sangat tidak sopan. Jika kamu terus bersikap seperti ini, Nenek akan membawamu ke desa," ancam Abigail kepada cucunya yang keras kepala.
"Tapi, Nek...."
"Diam atau Nenek benar-benar membawamu?"
"Iya-iya, aku diam," jawab Jesika kesal.
Serina hampir tertawa melihat wajah gadis itu yang kusut seperti pakaian belum disetrika.
"Lanjutkan, Serina," ucap Abigail.
"Intinya, aku ingin bersama Cristian dan aku akan berjuang untuknya," jawab Serina cepat. Dia takut kembali dipotong sehingga memilih berbicara singkat dan langsung pada intinya.
Tidak ada seorang pun yang membantah ataupun berkomentar. Kehadiran Abigail membuat mereka memilih diam. Serina sendiri tidak tahu apakah mereka diam karena takut atau memang tidak mempermasalahkannya.
"Bagus, Serina. Sekarang Nenek lega karena kamu sudah berubah dan mau bersama Cristian lagu," ucap Abigail. "Nenek berharap rumah tangga kalian rukun sampai tua nanti."
Serina tersenyum tipis. "Aku juga berharap seperti itu, Nek."
.. pelan pelan sajaaaaa 🎵🎶🎵
mulai berpihak ke serin kamu cris🫶
novel kmrin blm selesai thor
cerita mu makin seruuu
ada sistem aseekkkk... bisa bantu seina menjinakkan Cristian 😁😁😁😁
ayoooo semangat update. aku maraton nih bacanya😁
lama lama kalau diperlakukan baik lemah lembut Cristian juga akan luluh yaa gaaakkkk😄😄😄
bagus si Serina, ambil hati suamimu. kalau ga bisa cara halus cara kasar aja. terjang 🤣🤣🤣