Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Mobil sport mewah yang gue kemudikan akhirnya membelas lurus gerbang besi tinggi menuju halaman luas rumah gedong milik keluarga Amanda. Suasana di sekitar area kediaman konglomerat ini beneran tampak sangat ramai dan dipenuhi oleh jajaran mobil-mobil super mewah kelas dunia milik para taipan dan pengusaha kelas atas yang menghadiri jamuan privat malam ini.
Gue turun dari mobil dengan setelan jas formal hitam yang sangat pas membungkus tubuh tegap berotot dari efek Fisik Level Tiga gue. Bella langsung keluar dari pintu sebelah, melangkah anggun dengan gaun malam merah marun yang sangat mewah, lalu dengan cepat menggelayutkan kedua tangan halusnya di lengan kanan gue dengan tatapan penuh kebanggaan mutlak sebagai pasangan resmi gue malam ini.
Begitu kami melangkah memasuki aula utama rumah gedong yang sangat megah itu, sosok Amanda langsung berjalan cepat menyambut kehadiran kami. Amanda tampak luar biasa menawan dengan gaun hitam elegannya, namun sepasang matanya sempat berkilat cemburu saat melihat betapa mesranya Bella menggandeng lengan gue.
"Raka, terima kasih kamu sudah datang tepat waktu," ucap Amanda dengan senyuman profesional yang dipaksakan mengabaikan tatapan sinis dari Bella. "Mari, aku perkenalkan kamu dengan para kolega bisnis bank sentral di meja utama."
Gue hanya mengangguk tenang dan berjalan mengikuti Amanda menuju ke area tengah pesta di mana para pengusaha kelas kakap sedang berkumpul. Namun, baru saja kami mendekati meja bundar utama, langkah kaki kami mendadak dihadang oleh sesosok pria muda bertubuh tinggi dengan setelan jas putih parlente yang menatap gue dengan pandangan mata yang sangat meremehkan dan penuh rasa permusuhan.
Pria sombong ini adalah Kevin, salah satu pengusaha muda terkaya di kota ini yang juga merupakan mantan tunangan Amanda yang cintanya diputus sepihak karena Amanda lebih memilih berbakti pada kemajuan perusahaan keluarga yang sekarang saham besarnya gue pegang.
"Oh, jadi ini yang namanya Raka? Bocah ingusan dari latar belakang keluarga miskin yang beruntung bisa merebut saham sisa keluarga Dion?" ucap Kevin dengan nada suara yang sengaja dikeras-keraskan hingga memancing perhatian seluruh taipan bisnis di dalam ruangan tersebut untuk menatap ke arah kami.
Kevin tertawa meremehkan sambil menenggak minuman di gelasnya, menatap penampilan gue dari atas sampai bawah dengan penuh penghinaan mutlak. "Amanda, Amanda... seleramu beneran sudah merosot tajam ya. Bagaimana bisa kamu membawa seorang bocah bau kencur yang tidak punya silsilah keluarga konglomerat sama sekali ke dalam lingkaran jamuan elit internasional seperti ini? Dia ini tidak lebih dari sekadar parasit keberuntungan yang tidak punya modal apa-apa di dunia bisnis nyata!"
Mendengar penghinaan kasar yang dilontarkan secara terang-terangan di depan umum itu, wajah cantik Bella dan Amanda beneran langsung memerah padam menahan rasa amarah yang luar biasa besar. Bella bahkan sudah bersiap untuk memaki Kevin demi membela pria dominannya, namun gue langsung menahan pundak Bella dengan cengkeraman tangan yang lembut namun penuh ketegasan mutlak.
Gue menatap Kevin dengan senyuman paling dingin dan tenang yang pernah ada di dunia ini. Di dalam kepala gue, layar hologram biru milik sistem mendadak muncul terang benderang memberikan notifikasi misi tamparan wajah finansial yang sangat memicu adrenalin sore ini.
"Misi Utama Finansial Diaktifkan! Hancurkan, bangkrutkan, dan runtuhkan total seluruh nilai saham perusahaan milik Kevin dalam waktu kurang dari lima menit menggunakan fitur Bursa Saham Gaib Level Tiga. Tunjukkan dominasi modal Tuan Rumah di depan seluruh taipan bisnis. Hadiah Penyelesaian: Peningkatan Fitur Bursa Saham Gaib Level Tiga secara permanen, Tambahan Saldo Lima Ratus Juta Rupiah, dan Poin Sistem bertambah Lima Ratus Poin. Hukuman Jika Gagal: Seluruh poin sistem Tuan Rumah saat ini akan dikunci selama satu bulan penuh."
Gue tertawa kecil di dalam hati membaca notifikasi dari sistem dewa gue. Tanpa membuang waktu satu detik pun, gue langsung memberikan perintah batin untuk menggunakan seluruh tiga ribu delapan ratus poin sistem gue guna mengaktifkan kekuatan penuh dari fitur Bursa Saham Gaib Level Tiga malam ini juga.
"Sistem, deteksi seluruh kode emiten saham perusahaan milik keluarga Kevin di bursa pasar modal internasional, lalu lakukan aksi jual kosong massal secara gaib dan hancurkan nilai likuiditas mereka sampai ke titik nol sekarang juga!" perintah gue di dalam hati dengan kejam tanpa ampun.
"Perintah Diterima. Mengaktifkan Fitur Bursa Saham Gaib Level Tiga. Memulai serangan finansial gelap berskala internasional terhadap aset perusahaan Kevin Group. Estimasi waktu kehancuran total: Tiga menit dari sekarang."
Gue melangkah maju satu langkah, menatap lurus ke dalam sepasang mata Kevin dengan menggunakan kekuatan penuh Aura Intimidasi Raja Level Satu yang seketika membuat bulu kuduk pengusaha sombong itu meremang hebat tanpa sebab di tempatnya berdiri.
"Kevin, lu beneran terlalu banyak bacot untuk ukuran seorang pria yang perusahaannya akan hancur lebur dalam hitungan menit ke depan," ucap gue dengan nada suara bariton yang sangat berat, tenang, namun mengintimidasi kuat mentalnya di hadapan semua orang.
Kevin yang mendengar gertakan gue justru tertawa terbahak-bahak penuh kesombongan tingkat dewa. "Hahaha! Membangkrapkan perusahaan gue dalam hitungan menit?! Lu beneran sudah gila ya bocah miskin! Perusahaan keluarga gue memegang kapitalisasi pasar sebesar lima ratus miliar rupiah, tidak ada satu pun orang di ruangan ini yang bisa menyentuh aset gue!"
Namun, belum sempat tawa sombong Kevin mereda, tiba-tiba terdengar suara dering ponsel yang beneran sangat nyaring dan serempak dari beberapa saku jas para asisten pribadi pengusaha di sekitar ruangan tersebut.
Dritttt... Dritttt...
Ponsel pintar milik Kevin sendiri yang berada di saku jas putih mahalnya mendadak bergetar hebat dengan nada panggilan darurat yang sangat bising. Kevin dengan dahi berkerut bingung langsung merogoh ponselnya dan mengangkat telepon dari direktur keuangan utamanya.
"Halo?! Ada apa telepon gue di tengah acara penting?!" bentak Kevin dengan nada kasar.
Suara dari seberang telepon beneran terdengar sangat histeris, panik setengah mati, dan dipenuhi oleh suara tangisan ketakutan yang luar biasa parah hingga bisa terdengar samar-samar oleh orang-orang di sekitar meja utama.
"Tuan Besar Kevin! Gawat Tuan! Perusahaan kita sedang diserang secara gaib oleh entitas modal raksasa misterius di bursa saham internasional! Seluruh investor asing melakukan aksi jual massal tanpa henti! Nilai saham kita anjlok drastis sebesar delapan puluh persen dalam waktu dua menit ini, dan seluruh aset likuiditas bank kita dibekukan secara total karena dugaan manipulasi pasar! Kita... kita dinyatakan bangkrut total malam ini, Tuan Kevin!"
Mendengar laporan mengerikan dari teleponnya sendiri, wajah sombong Kevin beneran langsung berubah menjadi sangat pucat pasi seperti mayat seketika. Ponsel pintar di tangan kanannya langsung terlepas jatuh ke atas lantai marmer mewah dengan suara debuman keras, sementara kedua lututnya mendadak menjadi sangat lemas tak bertulang hingga Kevin refleks jatuh berlutut bersimpuh tepat di depan ujung sepatu sepatu gue dengan tubuh yang bergetar hebat menahan syok gila yang luar biasa dahsyat.
Seluruh taipan bisnis dan kolega bank sentral di dalam aula pesta beneran langsung melongo kaku dengan sepasang mata yang terbuka sangat lebar sekali menyaksikan fenomena kehancuran finansial tercepat di dalam sejarah dunia nyata. Bella dan Amanda menatap gue dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh kilatan takjub, kagum, dan pemujaan tingkat dewa karena mereka tahu betul bahwa kehancuran instan Kevin adalah mutlak akibat perbuatan dari kekuatan gaib pria dominan mereka.
Gue berdiri tegap menatap Dion yang kini sudah kehilangan segalanya dari atas dengan senyuman paling dingin yang pernah ada. "Jadi... siapa sekarang yang tidak punya modal apa-apa di dunia bisnis nyata, Kevin, hm?" tanya gue dengan nada suara bariton rendah yang sangat menggema penuh wibawa penguasa mutlak.
Layar hologram keemasan milik sistem langsung muncul terang benderang di depan pandangan mata gue memberikan notifikasi kemenangan besar yang sangat luar biasa indah malam ini.
"Misi Utama Finansial Sukses Sempurna! Perusahaan Kevin dihancurkan total dalam waktu tiga menit di depan seluruh target harem dan kolega elit bisnis. Mencairkan hadiah baru: Fitur Bursa Saham Gaib Level Tiga terbuka permanen, Tambahan Saldo Lima Ratus Juta Rupiah masuk ke rekening pribadi, dan Poin Sistem bertambah Lima Ratus Poin. Total Poin Sisa Sistem Tuan Rumah saat ini adalah Lima Ratus Poin!"
Gue tersenyum sangat puas membaca notifikasi tersebut di dalam hati. Dominasi finansial gue malam ini beneran sudah mengunci posisi gue sebagai penguasa tertinggi yang sesungguhnya di hadapan seluruh kasta elit kota ini tanpa ada satu pun orang yang berani meragukan kharisma dewa gue lagi.