Di tengah kemegahan Klan Naga Api, Ren hanyalah aib dan sampah masyarakat. Dilahirkan dengan meridian yang tertutup rapat, ia dianggap tidak memiliki bakat sama sekali. Hinaan, pukulan, dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya, hingga akhirnya ia diusir dengan kejam dari klannya sendiri, dibiarkan mati di alam liar.
Namun, takdir memiliki rencana lain. Di ambang kematian, darah nenek moyang yang terpendam di dalam tubuhnya akhirnya berdenyut. Meridian yang dianggap cacat itu ternyata adalah Ruang Suci Naga, tempat bersemayamnya kekuatan purba yang telah tertidur ribuan tahun!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12: Meridian yang Berdenyut Tanda-tanda Kebangkitan
Malam telah turun dengan cepat. Langit di atas Hutan Rimba Hitam kini gelap pekat, tanpa bulan maupun bintang, seolah alam sedang menahan napas menyaksikan sesuatu yang luar biasa.
Ren dan Xue Ying telah berhenti beristirahat di sebuah gua kecil yang terlindungi. Setelah makan malam sederhana, Xue Ying tertidur pulas karena kelelahan, namun Ren justru duduk bersila di dekat mulut gua, matanya terpejam namun keningnya berkerut dalam.
Dug... dug... dug...
Bukan suara jantung, tapi suara denyutan aneh yang berasal dari dalam tubuhnya sendiri.
Sejak tadi sore, saat ia mengalahkan kelompok perampok itu, Ren merasakan perubahan yang aneh. Seluruh pembuluh darah dan urat-urat nadinya terasa panas, berdenyut kencang seperti ada ribuan sungai kecil yang sedang meluap airnya.
"Leluhur... apa yang terjadi padaku?" tanya Ren dalam hati, sedikit panik. "Rasanya... rasanya tubuhku mau meledak. Energi ini terlalu padat!"
Hahaha! Tenanglah bocah! Jangan melawannya! Biarkan ia mengalir! suara Naga Emas bergema riang dan antusias. Ini bukan bahaya. Ini adalah Penyesuaian Tubuh!
"Penyesuaian?"
Ya! Selama ini, teknik kita bekerja keras mengubah struktur daging dan tulangmu. Dari tubuh manusia biasa, menjadi wadah yang layak menampung energi Naga. Dan sekarang... setelah kau menyerap energi dari Lembah Api dan bertarung tadi, proses itu mencapai puncaknya!
Ren merasakan lagi getaran itu. Kali ini lebih kuat. TARRRRR... Kulitnya terasa tegang, otot-ototnya berkedut-kedut sendiri seolah ada makhluk hidup yang bergerak di bawah sana.
Lihatlah ke dalam dirimu. Buka mata batinmu.
Ren memejamkan mata lebih erat, memusatkan kesadarannya.
Seketika, pandangannya berubah. Ia bisa melihat "bagian dalam" tubuhnya sendiri.
Apa yang dilihatnya membuatnya ternganga.
Dulu, meridiannya terlihat sempit, gelap, dan banyak bagian yang putus atau tersumbat. Kini... semuanya berubah!
Saluran-saluran itu kini membesar berkali-kali lipat, dindingnya bersinar keemasan dan tampak kuat seperti tembok baja. Dan di dalamnya, energi yang mengalir bukan lagi seperti air bening seperti orang lain, melainkan cairan kental berwarna merah keemasan yang berputar kencang!
"Ini... ini luar biasa..." bisik Ren takjub.
Itu darah Naga yang mulai murni kembali. Denyutan yang kau rasakan itu adalah tanda bahwa tubuhmu mulai "mengingat" asal-usulnya. Sel-sel tubuhmu berevolusi!
Tiba-tiba...
BUUUUMMMM!!!
Sebuah ledakan hebat terjadi di pusat dantian Ren!
Energi yang tadinya stabil tiba-tiba meledak keluar, menyerang seluruh penjuru tubuh!
"AAAAAAHHHHHH!!!"
Ren tidak bisa menahan teriakan kesakitan. Rasanya seperti ribuan jarum panas menusuk-nusuk setiap inci kulitnya. Tulang-tulangnya seakan dipukul palu raksasa, remuk lalu disusun kembali menjadi lebih kuat.
"Ren?!"
Di sudut gua, Xue Ying terbangun kaget mendengar teriakan itu. Ia melihat Ren yang tubuhnya mengeluarkan asap putih, wajahnya memerah padam, dan keringat bercucuran deras.
"Ren! Apa yang terjadi?! Kau sakit?!" Xue Ying berlari menghampiri, ingin menyentuhnya.
"Jangan dekati!!" Ren berteriak menahan napas. "Panas... tubuhku sangat panas! Aku takut membakarmu!"
Namun Xue Ying tidak mundur. Mata gadis itu justru berkaca-kaca melihat kekasihnya menderita.
"Aku tidak peduli! Kita janji susah senang bersama kan? Biarkan aku bantu!"
Xue Ying tetap maju, lalu dengan cepat ia meletakkan kedua tangannya di punggung Ren.
WUSH!
Energi dingin dan sejuk mengalir masuk dari tangan Xue Ying, bertemu dengan energi panas yang mengamuk di tubuh Ren.
SSSSSSSS!!!
Suara mendesis keras terdengar, seperti air menyiram bara api. Anehnya, energi dingin itu justru menjadi penyeimbang. Ia menahan energi api agar tidak meledak keluar secara tak terkendali, membiarkannya tetap terkurung di dalam tubuh untuk melakukan penempaan.
"Fokus Ren... ikuti napasku... hirup dalam... hembus pelan..." bisik Xue Ying lembut di telinga Ren, suaranya seperti mantra penenang.
Dengan bantuan kehangatan dan ketenangan yang dipancarkan Xue Ying, Ren berhasil menguasai dirinya kembali.
"Terima kasih... Xue Ying..." Ren mengatupkan gigi. "Ini... ini prosesnya sangat menyakitkan. Tapi aku merasa... aku menjadi lebih kuat."
Benar bocah! Rasakan itu! Rasakan setiap denyutan! Itu adalah detak jantung dari leluhur-leluhur kita yang sedang bersorak! seru Naga Emas. Sekarang, cobalah gerakkan energi itu ke arah tangan kananmu!
Ren mencoba mematuhi perintah. Ia memfokuskan pikiran ke telapak tangan kanannya.
DOR!
Tiba-tiba, telapak tangan Ren bersinar terang. Sebuah pola aneh, seperti tato naga kecil yang terbentuk dari cahaya api, muncul dan berputar-putar di kulitnya.
Pola itu hidup! Ia bergerak naik turun mengikuti aliran darah.
"Wah... itu apa?" Xue Ying membelalakkan mata takjub. "Tato itu... bergerak!"
"Ini... ini tanda kebangkitan," Ren menatap tangannya sendiri dengan napas memburu. "Leluhur bilang... meridianku sudah tidak lagi cacat. Mereka sudah berevolusi menjadi Meridian Naga Sejati!"
Ren mengepalkan tangannya yang bersinar itu. Kekuatan yang ia rasakan sekarang berbeda total. Jika dulu kekuatannya seperti air sungai yang deras, sekarang rasanya seperti samudra yang tenang namun dalam dan tak bertepi.
Level kultivasinya... Naik!
Dari Perbaikan Qi tingkat menengah, ia melesat langsung menembus batas dan mendarat stabil di Perbaikan Qi tingkat atas!
Dan ini belum selesai! Energi masih terus berputar liar, mencoba mendorong lagi!
"Gila... ini terlalu cepat..." Ren ternganga. "Dalam waktu seminggu aku melompat dua level? Orang biasa butuh bertahun-tahun!"
Karena kau bukan orang biasa! jawab Naga Emas bangga. Mereka menanam benih di tanah kering, kau menanamnya di ladang emas! Denyutan ini akan terus terjadi setiap kali kau mencapai batas baru. Itu artinya... sang Raja di dalam darahmu semakin sadar.
Perlahan, cahaya di tangan Ren mereda, pola naga itu menghilang kembali ke dalam kulit, namun jejaknya masih terlihat samar sebagai garis-garis emas tipis di bawah kulit.
Rasa sakit pun hilang seketika, digantikan oleh rasa ringan dan nyaman yang luar biasa. Tubuh Ren terasa segar seperti baru lahir kembali.
Ren membuka matanya. Dua sinar cahaya emas melintas cepat di pupilnya sebelum menghilang.
Ia berdiri perlahan. Tanpa melakukan apa pun, angin di sekitar gua berputar mengelilinginya secara alami.
"Ini rasanya... luar biasa," Ren menggerakkan tangan dan kakinya, sendi-sendi berbunyi nyaring dan sehat. "Aku merasa bisa memecahkan gunung batu dengan satu tangan saja sekarang."
Ia menoleh ke arah Xue Ying yang masih duduk di tanah, menatapnya dengan wajah takjub dan bangga.
"Xue Ying, lihat ini!"
Ren berjalan ke arah dinding batu gua yang keras. Ia tidak mengangkat senjata, tidak bersiap serangan khusus. Hanya mengayunkan telapak tangan secara santai.
BOOM!
Tembok batu yang tebal itu langsung hancur berkeping-keping, berlubang besar seukuran kepala manusia!
Xue Ying menutup mulutnya kaget. "Kau... kau benar-benar monster, Ren!"
Ren tertawa lepas, tawa yang penuh kegembiraan dan kepercayaan diri. Ia berlari kecil mendekati Xue Ying, lalu mengangkat tubuh gadis itu berputar-putar di udara!
"Wah! Hahaha! Taruh aku!" Xue Ying tertawa renyah.
Ren meletakkannya kembali, lalu memegang kedua bahu gadis itu erat-erat.
"Kau lihat kan Xue Ying? Tubuh yang mereka sebut cacat, tubuh yang mereka buang... kini menjadi tubuh terkuat! Denyutan ini... adalah suara kemenangan! Suara kebangkitanku!"
"Ya! Aku melihatnya!" Xue Ying mengangguk bahagia, air mata haru mengalir lagi. "Aku tahu kau akan menjadi besar, Ren. Sangat besar."
"Dan ini baru permulaan," Ren menatap keluar gua, menatap kegelapan malam dengan mata yang berapi-api. "Mereka yang ada di Klan Naga Api... mereka yang menghinaku... tunggu saja. Saat denyut naga ini benar-benar menggema seluruh benua... saat itulah aku akan kembali dan mengambil segalanya!"
Di langit luar, tiba-tiba awan hitam bergulir cepat, dan sebuah kilat menyambar disusul suara guntur yang menggelegar.
GLEDDDUBBB!!!
Seolah langit sendiri sedang menyambut kelahiran seorang pendekar baru yang akan mengubah tatanan dunia.
.🙏🏾🙏🏾🙏🏾 maafkan saya sedikit sok tau🤭