NovelToon NovelToon
Suamiku Selingkuh

Suamiku Selingkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Atul Maronge

Renata seorang istria dan ibu rumah tangga, dia mengabdikan hari-harinya untuk sang suami tercintanya Raditya dan anak semata wayang mereka Rindiani.
Dulunya Renata merupakan seorang direktur diperusahaan yang saat ini dipegang oleh suaminya tapi karena dia sudah memiliki anak jadi memilih untuk menyerahkan jabatan ke Raditya suaminya dan akan mengurus anaknya saja dirumah.
Tapi sepertinya keputusan dia salah, karena sang suami ternyata berselingkuh dibelakangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atul Maronge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Kesedihan Rindiani

"Sayang maafin papa ya sudah harus pulang, soalnya papa masih ada urusan kerjaan nak" Ucap Raditya pada Rindiani pagi ini.

"Katanya papa udah gak kerja lagi?" Tanya Rindiani.

"Iya sayang, ini papa masih mencari pekerjaan" Jawab Raditya, dia tidak mau bilang jika akan membuka restoran karena disana ada Renata dan keluarganya.

Biarlah mereka tahu jika Raditya sudah berhasil membuka usaha sendiri saja.

"Kasihan sekali papa, kenapa gak kerja ditempatnya opa sama oma aja paham?" Tanya Rindiani dengan wajah polosnya.

"Gak bisa sayang, disana belum ada lowongan. Kemarin papa udah tanya kesana" Jawab Raditya dengan sedikit berbohong.

"Hmm gitu pa, yaudah semoga papa cepat dapat pekerjaan ya" Ucap Rindiani.

"Iya sayang makasih ya, yaudah papa pulang dulu. Rindiani jangan natal yaa" ucap Raditya dan mencium kening sang putri.

"Iya pa hati-hati dijalan" Ucap Rindiani dan melambaikan tangan pada papanya yang akan keluar dari dalam rumah.

Setelah sang papa sudah pergi dari rumah opanya, Rindiani segera masuk kedalam rumah dan menemui keluarganya yang sedang bersantai diruang keluarga.

Hari ini weekend jadi mereka masih santai dirumah.

"Ma, kasihan ya papa biasanya weekend kita jalan-jalan bersama.

Sekarang malah papa masih mencari pekerjaan" Ucap Rindiani dan duduk disamping mamanya.

"Gak apa sayang jangan sedih begitu, kan papa cari pekerjaan agar dapat uang biar bisa belikan mainan buat kakak. Nah sekarang tugas kakak mendoakan papa agar segera dapat pekerjaan ya nak" Ucap Renata dan mengusap pelan kepala anaknya.

"Iya ma, hari ini kita kemana?" Tanya Rindiani.

"Kakak mau kemana memangnya?" Kini opanya yang bertanya.

"Hmm kita dirumah aja deh opa, kakak mau renang aja. Oh ya ma nanti buatkan kakak asinan kayak waktu itu ya" Ucap Rindiani.

"Iya sayang, yaudah mama habis ini mau belanja buat asinan. Nah kakak berenang di temani opa ya" Ucap Renata.

"Oma gak menemani kakak?" Tanya Rindiani dengan menoleh kearah omanya.

"Maunya sih oma menemani cucu oma yang cantik ini, tapi kasihan mama kalau harus belanja sendirian sayang" Jawab sang oma.

"Hmmm iya deh oma menemani mama saja, biar kakak sama opa" Ucap Rindiani.

"Aku siap-siap dulu ma" Ucap Renata dan naik ke lantai dua dimana kamarnya berada.

"Iya, mama juga mau siap-siap" Jawab sang mama dan meninggalkan ruang keluarga.

"Terus kita bagaimana opa?" Tanya Rindiani.

"Kita jalan-jalan di komplek aja ayok, kakak mau kan naik sepeda?" Tawar opa.

"Mau opa, kan kalau renang sepagi ini masih dingin" Jawab Rindiani.

"Yaudah ayoo lets go" Ucap Ronald dan menggandeng cucunya ke garasi mengambil sepeda miliknya dan sepeda milik Rindiani.

Biasanya kalau masih pagi seperti ini memang dikomplek sana masih banyak orang yang bermain sepeda disekitaran komplek sampai taman, pasti Rindiani menyukainya karena jarang-jarang mereka bisa bersepeda bersama seperti ini.

******

Raditya kini sudah sampai diapartemen miliknya tapi sang istri sudah tidak disana, padahal sekarang masih pagi karena jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi.

Biasanya Ratih kalau weekend seperti ini akan bangun siang, tak mungkin sepagi ini keluar.

"Kemana ya, bukannya mulai bekerja katanya jam sepuluh pagi?" Gumam Raditya.

Dia lantas mencoba menghubungi Ratih, panggilannya berdering tapi tidak diangkat olehnya.

Raditya tetap menghubungi Ratih sampai sepuluh kali tapi tetap saja nihil, membuatnya jadi berfikir macam-macam kepada istrinya itu.

Ditempat berbeda Ratih mulai terbangun karena cahaya yang masuk lewat ventilasi jendela apartemen miliknya, membuat matanya sedikit silau dan juga bunyi ponselnya yang terus-terusan berdering.

"Enghh jam berapa ini" Gumam Ratih dan merenggangkan otot-ototnya yang kaku setelah bangun tidur.

"Hmm Rara??" Gumam Ratih dan melihat sahabatnya masih molor diatas ranjang, dia menoleh ke sekeliling ternyata ada di apartemen miliknya.

"Duh pasti mas Raditya udah pulang ini" Lanjut Ratih dan melihat ponselnya ada beberapa puluh panggilan tak terjawab dari sang suami.

"Bangun...Rara bangun udah siang" Ucap Ratih dan beberapa kali menggoyangkan lengan Rara agar segera bangun.

"Hmmm apa siihh, bentar lagi masih ngantuk ini" Jawab Rara dengan masih menutup mata.

Ratih hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan temannya, lantas dia mencoba menghubungi Raditya dan memberitahu jika dia bermalam diapartemen miliknya bersama para sahabatnya.

"Ayoo dong angkat mas" Ucap Ratih sambil tetap menempelkan ponsel ditelinganya karena Raditya belum juga mengangkat panggilan darinya.

Hingga beberapa kali menelepon akhirnya panggilan Ratih diangkat oleh Raditya.

[hallo mas] Ucap Ratih.

[hmm kamu dimana!!?] Tanya Raditya.

[aku masih di apartemenku mas, semalam aku bermalam disini bersama teman-teman]Jawab Ratih.

[teman-teman yang mana?] Tanya Raditya.

[alihkan ke panggilan video aja mas biar kamu tahu] Ucap Ratih.

Kini mereka berganti menjadi panggilan video, dengan segera Ratih mengarahkan kearah Rara yang masih terlelap.

[tuh kan, aku bermalam sama dia mas] Ucap Ratih.

[coba kamu keluar, siapa tahu ada teman laki-laki juga disana] Ucap Raditya.

[kamu gak percaya sama aku mas?] Tanya Ratih.

[bukannya aku gak percaya sama kamu, hanya ingin memastikan saja. Apa salah?] Kini Raditya balik bertanya pada Ratih.

Karena tak mau berdebat akhirnya Ratih keluar dari kamar dan mendapati Ria serta Rere masih tidur disofa.

[bagaimana mas? Apa kamu percaya?] Tanya Ratih.

[hmm baiklah aku percaya sama kamu, terus kapan kamu pulang?] Tanya Raditya.

[aku gak pulang deh mas kayaknya mau berangkat ke tempat pemotretan langsung dari sini saja. Soalnya kalau pulang dulu waktunya terlalu mepet] Jawab Ratih.

[hmmm yaudah aku juga mau mengurus renovasi resto] Ucap Raditya.

[iya mas, yaudah aku matikan dulu panggilannya mau siap-siap] Ucap Ratih dan hanya dijawab deheman oleh Raditya serta langsung mematikan panggilan telepon.

"Huuhh dasar, gak ada romantis-romantisnya beda sama sebelum ketahuan istrinya dulu..!" Umpat Ratih dan menaruh ponselnya diatas meja rias.

Dia lantas kekamar mandi untuk melakukan ritual paginya dengan mandi dan berendam sebentar serta luluran agar badannya wangi apalagi ini hari pertamanya bekerja meskipun belum melakukan pemotretan tapi dia ingin menampilkan penampilan dirinya yang wow.

Selama satu jam dia habiskan didalam kamar mandi, ternyata diluar para sahabatnya sudah bangun dan menikmati makanan yang mereka beli lewat aplikasi.

"Duh gak nungguin nih" Ucap Ratih saat melihat mereka sedang sarapan didepan tv.

"Habisnya mandi lama bener, keburu laper. Nih makanan lo habisin" Jawab Rere dan memberikan satu kotak makanan untuk Ratih.

"Thanks, habis ini gue mau ke tempat pemotretan. Hari pertama kerja" Ucap Ratih dan mulai memasukkan makanan kedalam mulutnya.

"Bukannya lo jadi sekretaris Raditya?" Tanya Rara.

"Itu dulu, kini kita berdua udah dipecat dari sana. Mas Raditya masih mau membuka usaha restoran" Jawab Ratih.

"Waah keren nih jadi punya usaha sendiri" Celetuk Rara.

"Ya gitu deh, tapi masih tahap renovasi ini. Kalian doain aja lancar" Ucap Ratih.

"Iyaa itu mah pasti, yaudah kalau lo mau berangkat ya berangkat aja kita mau disini dulu. Ngantuk banget ini" Ucap Rara.

"Terserah kalian aja, habis ini gue langsung berangkat" Jawab Ratih saat melihat ke arah jam yang ada di dinding ternyata sudah pukul sembilan pagi.

1
Lee Mba Young
karma raditya otewe, semoga resto bankrut Dan ratih selingkuh.
Lee Mba Young
resto ne gk laku biar tau rasa tu laki tukang selengki
Ma Em
Wah Ratih bakal recokin lagi hubungan Renata dgn David karena Ratih sdh menyukai David , bakal ada persaingan lagi nih antara Renata dgn Ratih .
Lee Mba Young
masih enak saja hidup radtya blm dpt karma ya..
Ma Em
Renata hrs cepat cari gantinya Raditya dong jgn lama lama nanti dikira si Ratih msh mengharapkan Raditya lagi , semoga Renata dapat penggantinya Raditya lelaki yg lbh baik yg mapan juga ganteng .
Ma Em
Ratih ketakutan Raditya direbut orang soalnya Ratih juga dapat Raditya hasil merebut dari Renata jadi sekarang Ratih sdh ketakutan saja .
Ma Em
Raditya setelah berpisah baru perhatian sama anak .
Atul Maronge: baru dia menyesal setelah terlambat
total 1 replies
Lee Mbaa Young
Raditya blm mnerima karma. masih enak hidup nya. tukang selingkuh korupsi.
Suhadi
langsung talak 3 ya thor..?
Atul Maronge: biar gak bisa rujuk lagi,
total 1 replies
Ma Em
Semoga Renata segera dapat pengganti Raditya .
Atul Maronge: orang baik pasti dapat yang baik juga
total 1 replies
Ma Em
Dasar ibunya Raditya tdk tau malu masa minta uang sama mantan menantu dan tdk dikasih malah ngomel2 , semoga Renata semakin sukses dgn perusahaan yg Renata pimpin dan Raditya dgn Ratih tdk akan bisa dapat kerjaan lagi dan untuk buka restoran nya gagal biarkan Raditya dan Ratih merasakan pahitnya hdp jadi orang susah .
Lee Mbaa Young
Sombong banget mau bikin usaha baru, modal juga pas pas an. jual perhiasan gk Ada semilyar masih kurang banyak buat nutup utang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!