Angel mencintai Malvin dengan sepenuh hati. Sampai dia menghabiskan waktunya hanya untuk mendapatkan perhatian Malvin. Dia bahkan memaksa orang tuanya untuk menjodohkan mereka. Pernikahan yang dia impikan bisa berakhir bahagia nyatanya berakhir tragis.
Dia terbunuh di tangan Malvin dan sepupunya sendiri. Arwah nya keluar dari tubuh nya. Rahasia - rahasia yang tidak di ketahui perlahan terungkap. Bahkan dia melihat seseorang yang mencintainya dengan tulus padahal dulu dia menghina pria itu demi seorang Malvin.
---------
"Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu! Aku bersumpah jika aku akan membalas mereka semua. " --- Langit Al Ghassal.
"Jika aku di berikan kesempatan kedua, aku berjanji akan mencintaimu." --- Angelina Chloe Dominic.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih Hidup
Grep!
"HUWAAAAAAAAA!!!
Tangisan Agatha pecah dalam pelukan Ibunya. Malam itu dia sudah memejamkan mata pukul 6 malam karena terlalu mengantuk. Biasanya Agatha memang tidur lebih awal bahkan terkadang melewatkan makan malam nya. Lalu terbangun tengah malam untuk mencari cemilan.
Malam itu saat sedang tidur dia mendapatkan panggilan telfon dari Ayah nya yang beberapa kali memanggil Agatha tapi tidak di jawab. Setelah panggilan ke 10 barulah Agatha merasa terusik dalam tidur nya dan menerima panggilan itu dengan suara lirih. Tapi seketika matanya langsung terbuka dengan kesadaran penuh saat dia mendapatkan kabar kecelakaan Ibunya.
Agatha menangis histeris ketika melihat kondisi tubuh Ibunya sudah tidak berbentuk dan tidak di kenali. Tapi karena pihak polisi menemukan tas dan mobil yang terbakar memang milik keluarga Shiva membuat asumsi mereka bahwa yang kecelakaan itu memang Alena sangat kuat.
Wanita yang dia pikir tidak akan pernah merasakan pelukan nya lagi. Sekarang wanita itu masih berdiri memeluk nya. Tangan hangat nya membelai surai rambut nya.
"MAMAAAAA!!!
Agatha masih enggan melepaskan pelukan itu. Di belakang nya Gaza berdiri terpaku dan air mata yang sejak tadi tertahan akhirnya terjun bebas. Istrinya.. Iya benar, dia adalah Istrinya.. Istri yang dia sangka sudah meninggal bahkan jasad nya di masukkan ke dalam peti nyatanya malah muncul di pemakaman nya sendiri.
"Alena.. " suara Gaza lirih. Kakinya secara perlahan melangkah maju mendekat sampai tidak ada jarak. Alena menguraikan pelukan Agatha dan menatap Suaminya. Dia maju satu langkah menghapus air mata Suaminya dan memeluk nya.
Barulah Gaza sadar bahwa yang berdiri di depan nya bukan sebuah fatamorgana atau ilusi tapi memang Istrinya. Gaza memeluk erat tubuh Alena dengan kuat dan saking kuat nya membuat Alena sesak nafas sehingga memukul - mukul punggung Suaminya agar pelukan nya longgar.
"Kamu disini? Hemm, kamu benar - benar disini? Please jangan tinggalkan aku sendirian." Gaza mencium kening Istrinya dengan lembut dan penuh kerinduan. Rasa takut kehilangan seolah terobati. Semua rekan kerja dan sahabat yang hadir masih terdiam dengan tatapan tidak percaya. Jika Alena berada disana dan berdiri dengan tubuh sehat. Lalu siapa yang tertidur di dalam peti mati?
Sementara Malvin masih berdiri dengan tubuh gemetar. Bagaimana mungkin wanita yang seharusnya mati berdiri tanpa luka sedikit pun. Malvin menggeleng, ini bukan rencananya. Kemudian pemandangan nya beralih pada peti mati, siapa yang tertidur di dalam nya?
Alena menatap Malvin yang masih berdiri dengan keterkejutan nya. "Malvin.. Kamu tidak mau memeluk Mama?" Malvin tersadar dan memaksakan senyum nya. Perlahan dia mendekat dan semakin dekat.
"Aku senang Mama baik - baik saja." aneh! Kenapa reaksi anak nya seperti itu. Ini firasatnya ataukah mungkin dia yang salah. Tapi tatapan mata Malvin seolah berkata... Kenapa dia masih hidup? Alena mengusir pikiran itu. Hei! Malvin adalah anak nya, putra yang di lahirkan nya jadi tidak mungkin Malvin melakukan nya.
Malvin memeluk tubuh Alena dengan erat dan kuat bukan karena bahagia. Tapi karena rasa amarah yang memuncak karena rencananya gagal.
Dari pintu muncul dua orang yang mengalihkan perhatian semua orang. Zayn dan Aryani yang berada di sana melihat kedatangan Angel dengan kekasih nya terkejut. Sepasang Suami Istri yang baru saja merasa lega karena Alena ternyata masih hidup kembali di buat penasaran dengan kedatangan anak nya. Apa lagi ekspresi nya menunjukkan ketidak terkejutan nya.
00000000000000000
Para tamu yang datang dengan membawa kesedihan dan rasa kehilangan pulang dengan membawa kebahagiaan. Ternyata Alena masih hidup dan itu membuat mereka lega. Setelah berbincang-bincang satu per satu para tamu pergi meninggalkan kediaman keluarga Shiva. Yang tinggal disana hanya Zayn, Aryani, Langit dan Angel. Jika ada yang bertanya kemana Azam. Dia memiliki pekerjaan di perusahaan. Karena meskipun masih muda tetapi Azam sudah mengambil tugas penting di dalam perusahaan.
"Sekarang bisa Mama jelaskan semuanya? Bagaimana ini semua bisa terjadi? Dan mobil.. Itu mobil yang membawa Mama pergi kan?" semua sudah menunggu cerita Alena. Dengan suara bergetar menahan sedikit kemarahan akhirnya Alena menceritakan semuanya.
Meskipun dia tidak tau bagaimana Angel menyelamatkan nya yang pasti jika bukan karena Angel dia mungkin sudah mati. Semua yang mendengar itu terkejut dan memandang Angel yang dengan santainya memakai cemilan yang ada.
Agatha berpindah posisi duduk di samping Angel kemudian memeluk nya. "Makasih Kak.. Kakak bukan hanya menyelamatkan nyawa satu orang tetapi seluruh jiwa satu keluarga."
"Tapi Angel.. Bagaimana kamu bisa ada disana?" tanya Aryani ikut penasaran.
"Cuma kebetulan lewat aja, aku lihat sesuatu yang aneh makanya aku menghampiri mobil Tante Alena. Ternyata dugaan aku benar bahwa seseorang mencoba membunuh Tante Alena." jawab Angel tidak sepenuhnya berbohong. Tidak mungkin juga dia katakan jika dia mengetahui semuanya karena pernah mengalami kehidupan sebelum reinkarnasi.
"Kurang ajar.. Siapa yang berani mencoba membunuh Istriku? Aku bersumpah akan membunuh dan mencabik - cabik tubuh orang itu.. " wajah Gaza memerah antara rasa marah dan juga geram.
"Jadi.. " Zayn membuka suara. " Orang yang tewas itu adalah pelaku yang mencoba membunuh Nyonya Alena.. Tunggu dulu! Jika kamu yang melakukan itu, bukankah itu berarti kamu yang membunuh nya? " UHUK.. Angel tersedak mendengar penuturan Ayah nya. Dia hanya nyegir kuda tanpa rasa bersalah.
"Aku pernah mendengar istilah ini.. Lebih baik membunuh dari pada di bunuh.. Jika di lepaskan bukanlah itu berarti memberi kesempatan bagi orang itu untuk melakukan kejahatan nya sekali lagi." Zayn dan Aryani menghela nafas. Mereka tidak tau apakah perubahan Angel ini memberikan dampak positif atau negatif.
"Dan lagian, " Angel kembali membuka suara. "Orang yang tewas itu hanya seekor tikus kecil.. Artinya pelaku utama masih hidup." Angel melirik Malvin yang berdiri tak jauh dari ruang tamu.
"Jadi maksud kamu dalang utamanya masih berkeliaran.. Apa kamu tau siapa dia?" tanya Aryani menatap serius wajah anak nya.
Angel menundukkan kepalanya tapi lirikan mata jelas tertuju pada Malvin yang berdiri tak jauh dari mereka. "Mungkin.. Dia ada di sekitar kalian." semua saling pandang dan menerka - nerka siapa kiranya orang tersebut. Tapi memang musuh yang paling berbahaya adalah orang terdekat. Tapi siapa?
"Sial! Apa Angel mengetahui sesuatu?"
00000000000000000
PLAK!
Di tempat lain tepat nya di belakang Mansion keluarga Shiva. Langit mendapatkan tamparan yang tidak pernah dia duga. Dia memang sering mendapatkan kekerasan dari orang tuanya tapi hari ini dia tidak mengerti kenapa orang tuanya menamparnya.
"Mau apa kamu kesini, haa? Ibu sudah bilang beberapa kali jangan pernah datang ke tempat Ibu bekerja tapi kenapa kamu datang.. Kamu mulai membangkang ya? Mau jadi anak durhaka?" suara Anjani terdengar pelan. Matanya terus mengintai ke sekitar memastikan tidak ada yang melihat mereka.
Jaka ikut menimpali. "Tempat mu bukan disini! Jangankan masuk, kakimu itu tidak pantas menginjak lantai rumah ini.. Seharusnya kamu sadar dong."
"Lalu bagaimana dengan kalian?
" Kami ini bekerja, wajar kalo kami ada disini.. Yang tidak wajar itu kalo kami tidak bekerja tapi ada disini, seperti kamu.. " tekan Anjani, jari telunjuk nya terus mengarah ke wajah Langit penuh rasa kesal.
Langit yang biasanya hanya akan menunduk, kali ini kesabaran nya benar - benar sudah habis. Dia menatap orang tuanya dengan wajah dingin." Apa salah nya sih kalo aku datang ke sini? Toh aku juga nggak ganggu Bapak sama Ibu tapi kenapa kalian begitu sensitif kalo aku mau datang kesini.. Waktu itu juga saat aku ingin mengantarkan makanan buat kalian. Hanya sekedar sampai gerbang tapi kalian langsung marah dan memukuli ku.. Apa yang salah dengan rumah ini? Kenapa kalian seolah takut kalo aku berada di rumah ini? Apa kalian menyembunyikan sesuatu tentang rumah ini makanya kalian selalu marah setiap kali aku datang kesini? Atau.. Kalian memiliki rahasia yang tidak boleh siapapun tau?"
Jaka dan Anjani kelabakan, dia tidak ingin rahasia nya terungkap. Belum sempat Anjani membantah suara dari samping mengejutkan mereka semua.
"Kamu kenal dengan Langit?"
DEG
Jantung Jaka dan Anjani serasa mau melompat keluar. Belum juga mereka menetralkan perasaan marah karena ternyata Alena masih hidup dan sekarang mereka harus berusaha bersikap normal meskipun reaksi tubuh mereka bertolak belakang. Rupanya.. Langit sudah bertemu dengan Ibu kandung nya.
"Aku bertanya apa kamu mengenal Langit?" tanya Alena sekali lagi dengan mata tajam.
"I Iya, Nyonya! Langit anak kami!"
DEG
•
•
•
BERSAMBUNG