NovelToon NovelToon
TERSESAT DI DESA MISTERIUS

TERSESAT DI DESA MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TKP / Hari Kiamat
Popularitas:74.7k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Semua bermula saat regu berjumlah enam anggota mahasiswa hendak bertolak ke sebuah perkampungan pelosok demi tugas KKN, mereka menolak ikut rombongan bus kampus, memilih menaiki mobil pribadi.

Sampai pertengahan jalan, sang sopir berbelok arah, mencari jalur alternatif agar cepat sampai tujuan, tapi malah memasuki wilayah tidak terdaftar pada peta digital maupun konvensional.

Keanehan, kejanggalan mulai terjadi kala sang waktu merambat memasuki malam hari. Langit berangsur-angsur berubah warna layaknya api menyala.

Ada apa sebenarnya? lantas bagaimana dengan nasib para mahasiswa, termasuk Candra Kanti, gadis pendiam yang dapat merasakan aura mistis disekitarnya ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan rebusan : 25

Perut Kanti seperti diremas-remas, mual luar biasa sampai dia tidak bisa menahan rasa mau muntah.

"Lu apaan sih? Ngerti jijik gak? Orang mau makan malah lu muntah!" bentak Abeer masih memegang pinggiran baskom.

"Buang! Makanan yang kamu bawa itu bukan daging Rusa maupun hewan lainnya, tapi daging manusia yang udah difermentasi!" katanya pelan. Susah payah Kanti turun dari ranjang, badannya masih lemas, wajah berkeringat.

"Ngaco lu! Mabok atau gimana? Mana mungkin ini daging orang, jelas-jelas teksturnya mirip daging hewan!" tentu dia tidak percaya, menganggap Kanti sudah gila.

Ahwaya terkesiap, wajahnya pucat pasi, kesulitan berpikir jernih, terbayang-bayang bagaimana dia sangat menikmati menyantap daging pada malam pertama tinggal di sini, dan hari-hari berikutnya sebelum diperingati Candra Kanti.

"Kamu bohongkan, Kanti? Kalimatmu tadi cuma candaan bukan beneran kan?" suaranya bergetar, kedua tangan menekan perut.

Kanti bersandar pada pintu lemari, kepalanya masih didera rasa pusing hingga pandangan sedikit memburam. "Aku serius. Dua ekor Rusa yang kita lihat waktu itu, aslinya manusia tengah diikat layaknya hewan. Mereka orang yang terjebak, sengaja dijebak masuk ke wilayah terkutuk ini."

"Bercanda lu gak lucu, Kanti!" Sambara meradang, daripada belajar mempercayai, dia menolak mentah-mentah pemikiran tidak masuk akal itu. Rasanya sangat mengerikan kalau sampai benar daging sangat lezat sudah beberapa kali disantapnya, berasal dari mahkluk jenis sama seperti ia.

Aji pasang badan, berdiri tepat di depan Candra Kanti, melindunginya dari kemarahan Abeer dan Sambara. "Dia perempuan, jangan main kasar!"

"Tapi dia sinting! Seenaknya saja ngomong kalau daging ini manusia, apa gak gila?!" jerit Abeer, baskom dalam pegangannya setengah dibanting ke lantai.

Ahwaya beranjak, melesak ke samping lalu menarik Kanti, membawanya duduk di atas ranjang. Ia setengah membungkuk dengan kedua tangan mengguncang tubuh terasa sedikit dingin. "Lu gak serius kan, Kanti? Tolong jawab!"

Gelangan kepala disambut jeritan histeris, lalu seketika Aya muntah-muntah, meskipun cuma cairan bening yang keluar.

"Sialan ni cewek! Cari perkara terus!" Abeer kehilangan rasa sabar, maju secepat yang dia bisa, tapi badannya langsung mundur di dorong sekuat tenaga oleh Aji Sardi.

"AKU SERIUS! JUJUR!" Kanti memekik, teriakannya bergetar sampai dada terasa nyeri.

Ia pandangi bergantian Abeer dan Sambara. "Apa untungnya aku bohong? Menakuti kalian, sama sekali gak ada dalam anganku. Coba deh berpikir logis, daging apa yang rasanya bikin nagih sampai yang makan jadi kayak orang rakus? Itu bukan sekadar bagian tubuh manusia, tapi juga sudah dibacain mantra yang membuat siapapun menyantapnya jadi ketagihan, pikiran kacau, sama seperti pengguna barang haram."

"Tolong kali ini percaya sama aku_"

"Gak akan!" Abeer tidak terpengaruh, tapi wajahnya pucat pasi.

"Terserah kamu! Jangan menyesal nanti kalau aku bisa membuktikannya!" tantang Kanti.

"Gimana caranya elu buktiin?" Sambaran termakan omongan gadis yang dianggap lugu, penampilan tidak ada seksi nya.

"Besok, sewaktu langit tidak lagi merah, kita geledah salah satu tempat di hunian luas ini. Aku akan buktikan kalau pradugaku bukan sebatas bualan!" ujarnya tegas.

Terdengar suara tangis Ahwaya, dia duduk di pojok dinding kamar. Wajahnya bersembunyi di lipatan lengan. "Sebenernya apa yang udah terjadi? Kenapa bisa kita terdampar ditempat mengerikan ini?"

Sambaran menjambak rambutnya sendiri, menahan gejolak perut yang tiba-tiba mual. Ia usir bayang-bayang menikmati hidangan lezat sampai seperti orang kehilangan akal.

Abeer duduk berselonjor, termenung, sesekali menggelengkan kepala. Menolak percaya, tapi sesuatu membuatnya harus berpikir kritis, menyatukan potongan kejadian satu dengan lainnya.

Badan Kanti menegang, jari telunjuknya menutup bagian tengah bibir. Husst .... "Ada yang sedang mencoba menguping pembicaraan kita. Kalian jangan sekalipun bahas hal tadi!"

Mereka saling pandang, Aji mengangguk meyakinkan Abeer dan Sambara agar percaya apa yang Kanti katakan.

Seberapa keras keempat orang itu mencoba mencari suara seperti derap kaki, helaan napas, tapi hasilnya nihil.

Namun, Kanti mendengarnya. Ia memejamkan mata, mata batinnya dapat merasakan tiga sosok manusia serigala mengendus-endus pintu kamarnya.

"Apa selezat itu dagingnya, Aya? Dari tadi kamu gak udah-udah mengunyah?" Aji mengeraskan suara, memandang gadis masih berusaha mencerna.

Ahwaya menarik menghela napas panjang, dengan berlinang air mata mengimbangi sandiwara ini. "He um, rasanya buat nagih. Enggak mau berhenti makannya."

Sambaran memandang jijik daging dalam baskom yang sama sekali belum tersentuh. Ia menahan napas demi mencegah muntah sudah mencapai tenggorokan.

Di balik pintu, Anjing berkepala coklat gelap menjulurkan lidah sampai air liurnya menetes. Iris mata merah dengan pupil hitam mengedip, mengode kawanannya untuk pergi dari sana.

"Mereka sudah pergi. Malam ini kita aman, tapi gak tahu malam-malam berikutnya." Kanti membuka mata, hembusan napasnya terdengar kasar, rasanya seperti tidak sanggup menghadapi semua ini.

Wajah-wajah ketakutan, frustasi saling lirik. Perasaan cemas menyergap, bayang-bayang mengerikan menghantui – langit merah, suara auman dari dalam tebing, mobil terperosok, ponsel kehilangan jaringan internet, jam tidak berdetak, mati.

"Siapa sebenarnya dirimu?" tanya Sambara tiba-tiba.

Kanti membalas dengan sorot mata biasa saja. "Percuma aku jelasin, kamu gak bakalan percaya. Sebaiknya kita tidur, isi tenaga agar memiliki energi cukup untuk melindungi atau melarikan diri."

Suara perut Abeer terdengar berisik, dia kelaparan, dan memang mereka belum ada yang makan sedari siang, sibuk memikirkan bagaimana caranya membangunkan Kanti.

"Aku ada nyimpen rebusan jagung, kacang tanah. Tadi pagi sempat mencuri di dapur sewaktu semua orang udah pergi, tinggal pak Aan saja. Ayo makan itu saja untuk mengganjal perut." Kanti turun dari tempat tidur, lalu membuka lemari pakaian, mengambil buntalan baju putih.

Tiga buah jagung rebus, satu plastik ukuran sedang kacang tanah, di taruh pada lantai beralas pakaian putih.

Aji memotong jagungnya menjadi dua, memberikan satu ke Kanti.

"Lu yakin ini aman? Gak ada terkontaminasi sama anggota tubuh manusia, kan?" Sambara ketakutan sendiri, jadi paranoid.

"Ini aman untuk makan. Kalau ada waktu dan gak membahayakan kita, ayo pergi ke hutan, siapa tahu ada pohon buah liar yang bisa dijadikan makanan," ajak Kanti.

"Gak ada rasanya," keluh Abeer.

Aya sama sekali tidak menyentuh, dia masih kepikiran daging manusia. Namun ditegur Sambara, dipaksa makan agar memiliki tenaga.

Setelah menghabiskan rebusan tadi, mereka mencoba tidur dalam satu kamar, melewatkan ritual gosok gigi.

"Kekasihku ...." seorang pria mencium lembut bibir wanita. Tangannya ikut bergerilya .....

.

.

Bersambung.

1
myPuspa
SEMANGATTT kk Cublik up nya...🥰🥰🥰
Siti Umaroh
semangat thor jangan BKIN peran Sambara jdi jhatt
AFPA
kamar akyu..semalam 🤣
Siti Umaroh
thor jangan ada korban lgi aku BCA novel ini karna suka Sambara SMA aya
Siti Umaroh
semangat upnya thorr jangan satu bab Thor suka bgt sma Sambara wloupun sering marah TPI baik plis tetep satuin SMA Aya thorr
Monica Lora
ngeriii🤭
Eli Rahma
lihat aja besok...siapa salah satu keluarga bu sasmita yg kakinya cidera..atau orang lain..
Aisyah 🐾
cepet up thor nanggung bener
Betri Betmawati
siapa yg dincar sama siluman anjing itu
lanjut Thor
Teh Qurrotha
sereeeemmmmmm ihhh
Secret Admire
Aksata.. siapakah dirimu Aksata?🤭
Monica Lora
demi apa kanti menikmati sentuhan si kekasihku 🤭
Engkar Sukarsih
iih... takut...
Secret Admire
😭 semoga segera ada pertolongan buat Kanti dan teman temannya 😭
Secret Admire
🥹 semoga Kanti dan teman temannya selamat 😭 meskipun sedikit harapan 😭
Aprisya
huuuufffff ati2 kanti🥰🥰
𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀🍉
mana ? ga ada yang jaga yak?
𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐊𝐈𝐓𝐀🍉
waduh 😳
Iis Dawina
ya Allah aku kebangun JM 3..ada notif langsung bc..tp bc nya sumpah deh ikut tegang tahan napas
Siti Umaroh
thor bikin mreka ber 5 kompak dan jangan ada korban lgi thorrrrr semangat upnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!