NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak Sama CEO Es, Malah Hamil Anaknya

Nikah Kontrak Sama CEO Es, Malah Hamil Anaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kentos46

Aluna butuh 3M buat nebus utang kakaknya. CEO es batu Arsen Asmara nawarin nikah kontrak setahun. Syaratnya gampang: Tidur pisah ranjang, dilarang jatuh cinta.

Tapi semua berantakan gara-gara satu malam salah kamar. Aluna hamil anak CEO paling ditakuti se-Indonesia.

Pas foto mereka satu selimut viral + saham anjlok 12%, Arsen bukannya marah malah pasang badan hajar mantanku. Katanya ini cuma kontrak... tapi kenapa ciumannya bikin jantungku mau copot?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kentos46, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontrak Itu Bocor

Suasana ruang VIP rumah sakit berubah kacau setelah ucapan Daniel barusan.

“Mereka bilang bakal nyebarin bukti kontrak pernikahan itu malam ini.”

Semua orang langsung bicara bersamaan.

“Apa maksudnya kontrak bocor?!”

“Kalau media lihat itu habis kita!”

“Siapa yang berani main belakang?!”

Sedangkan Aluna…

diam.

Tubuhnya terasa dingin.

Karena dirinya tahu persis isi kontrak itu.

Kalau sampai tersebar—

semuanya benar-benar selesai.

Bukan cuma reputasi Arsen.

Tapi juga perasaan mereka.

Karena orang-orang akan menganggap semua yang terjadi cuma sandiwara.

Termasuk kehamilannya.

Tatapan Aluna perlahan jatuh ke arah Arsen.

Dan laki-laki itu sekarang terlihat sangat dingin.

Terlalu dingin.

Sampai suasana di sekitarnya ikut terasa menekan.

“Cari siapa yang bocorin.”

Nada suaranya rendah.

Namun jelas menahan amarah.

Daniel langsung mengangguk.

“Kami lagi cek semua akses file internal perusahaan.”

Ayah Arsen tertawa kecil pahit dari tempat tidur.

“Aku udah bilang dari awal.”

Tatapan pria itu tajam ke arah Aluna.

“Perempuan ini cuma bawa kehancuran.”

Napas Aluna langsung terasa berat lagi.

Karena meski dirinya ingin membela diri…

semuanya memang terlihat seperti itu sekarang.

Namun sebelum suasana makin buruk—

Arsen langsung menoleh dingin.

“Jangan salahin dia buat semua hal.”

“Kamu masih ngebela dia?”

“Aku bela orang yang nggak salah.”

Ayahnya langsung emosi.

“Karena perempuan itu kamu sekarang jadi bahan hinaan satu negara!”

Ruangan kembali sunyi.

Sedangkan Arsen terlihat makin lelah sekarang.

Karena dirinya harus menghadapi media, perusahaan, keluarga…

dan ketakutan kehilangan Aluna sekaligus.

“Ayah istirahat aja dulu.”

Nada suaranya mulai dingin penuh jarak.

Namun ayahnya justru membentak.

“Kamu pikir aku masih bisa tenang?!”

Tatapan pria itu berubah tajam.

“Kamu rela hancurin semuanya demi perempuan biasa?”

Aluna refleks menunduk lagi.

Kalimat itu terus diulang orang-orang sampai dirinya mulai percaya.

Perempuan biasa.

Tidak pantas.

Penghancur.

Dan semakin lama berada di sana…

semakin dirinya merasa memang seharusnya pergi.

Namun tiba-tiba Arsen menggenggam tangannya pelan.

Kuat.

Seolah tahu dirinya mulai goyah lagi.

“Saya nggak pernah nganggep dia biasa.”

Kalimat itu keluar pelan.

Tapi cukup membuat ruangan diam.

Tatapan Arsen lurus ke arah ayahnya sekarang.

“Dan saya nggak akan ninggalin dia.”

Dada Aluna langsung terasa sesak.

Karena di tengah situasi seperti ini…

Arsen masih memilih berdiri di samping dirinya.

---

Satu jam kemudian—

media benar-benar meledak.

Judul berita langsung memenuhi internet.

“Pernikahan CEO Arsen Asmara Diduga Hanya Kontrak!”

“Dokumen Rahasia Bocor!”

“Aluna Diduga Hanya Alat Penyelamat Reputasi!”

Foto mereka tersebar di mana-mana.

Bahkan potongan isi kontrak mulai viral.

Netizen langsung brutal.

“Pantes aja aneh.”

“Ternyata settingan.”

“Kasihan juga ceweknya dibayar buat nikah.”

“Jangan-jangan hamilnya juga palsu.”

Dan komentar terakhir itu langsung membuat Aluna mematikan ponselnya dengan tangan gemetar.

Dadanya sakit banget.

Karena sekarang semua orang bukan cuma menghina dirinya.

Tapi juga anaknya.

“Aku nggak kuat…”

Suara perempuan itu kecil banget.

Dirinya duduk sendiri di lorong rumah sakit sambil menahan tangis.

Sedangkan Arsen masih sibuk di dalam ruangan bersama pengacara dan keluarga perusahaan.

Dan untuk pertama kalinya…

Aluna benar-benar merasa dirinya tidak cocok berada di dunia laki-laki itu.

“Luna.”

Suara familiar tiba-tiba terdengar.

Aluna langsung mengangkat wajah.

Dan dalam satu detik—

raut wajahnya berubah.

“Bima?”

Laki-laki itu berdiri beberapa meter dari dirinya dengan wajah berantakan dan mata lelah.

Namun kali ini tidak ada ekspresi marah seperti biasanya.

Justru terlihat kacau.

“Kamu ngapain ke sini?”

Nada suara Aluna langsung waspada.

Bima berjalan mendekat pelan.

“Aku mau ngomong.”

“Aku nggak mau dengar apa-apa lagi.”

“Aku tahu siapa yang bocorin kontrak kalian.”

Kalimat itu langsung membuat Aluna membeku.

“Apa?”

Tatapan Bima berubah serius.

“Dan ini lebih bahaya dari yang kamu pikir.”

Napas Aluna langsung terasa nggak tenang.

Karena untuk pertama kalinya sejak semua kekacauan ini—

Bima terlihat benar-benar takut.

“Siapa?”

Bima menelan ludah pelan.

Lalu menjawab dengan suara rendah.

“Orang dalam keluarga Arsen sendiri.”

Tubuh Aluna langsung dingin.

“Hah…?”

“Ada yang emang dari awal nggak mau kamu sama Arsen.”

Tatapan Bima berubah rumit.

“Dan mereka bakal bikin kamu ninggalin dia dengan cara apa pun.”

Pikiran Aluna langsung kacau.

Karena selama ini dirinya pikir semua serangan berasal dari luar.

Ternyata…

orang dalam keluarga Arsen sendiri juga ikut menghancurkannya.

Namun sebelum Aluna sempat bertanya lagi—

suara langkah cepat terdengar dari ujung lorong.

Dan beberapa detik kemudian—

Arsen muncul dengan wajah dingin total.

Tatapan matanya langsung jatuh ke arah Bima.

Udara rumah sakit terasa berubah dalam satu detik.

“Apa yang dia lakuin di sini?”

Nada suara Arsen rendah banget sekarang.

Bima langsung berdiri tegak.

“Aku cuma mau kasih tahu sesuatu.”

“Saya nggak butuh apa pun dari kamu.”

Tatapan Arsen tajam banget.

Namun Bima justru menatap balik.

“Keluarga lo sendiri yang lagi main kotor.”

Sunyi.

Aluna langsung menegang.

Sedangkan Arsen perlahan mengeras.

“Apa maksud lo?”

Bima tertawa kecil pahit.

“Lo pikir semua ini kebetulan?”

Tatapannya berubah serius.

“Kontrak lo bocor. Media nyerang terus. Rumah keluarga Aluna dilempar batu.”

Bima mendekat sedikit.

“Semua terlalu rapi buat cuma permainan media.”

Napas Arsen terdengar berat.

Karena sebagian dari ucapan itu benar.

Dan dirinya juga mulai curiga.

“Siapa?”

Bima menggeleng pelan.

“Aku belum tahu pasti.”

Tatapannya kemudian jatuh ke Aluna.

“Tapi satu hal yang aku tahu…”

Suara laki-laki itu mengecil.

“Orang itu nggak bakal berhenti sebelum Luna pergi dari hidup lo.”

Kalimat itu sukses membuat suasana makin dingin.

Dan entah kenapa…

untuk pertama kalinya Aluna merasa sangat takut.

Karena sekarang dirinya sadar—

semua ini bukan lagi soal skandal.

Seseorang benar-benar sedang mencoba menghancurkan hubungan mereka perlahan.

Namun sebelum siapa pun sempat bicara lagi—

ponsel Arsen tiba-tiba bergetar keras.

Daniel menelepon.

Arsen langsung mengangkatnya cepat.

“Iya?”

Namun beberapa detik kemudian—

raut wajah laki-laki itu berubah mengerikan.

“Apa?!”

Aluna langsung panik.

“Ada apa?”

Tatapan Arsen perlahan berpindah ke arah dirinya.

Dan untuk pertama kalinya…

Aluna melihat ketakutan nyata di mata laki-laki itu.

“Ibu kamu hilang.”

1
T28J
/Rose//Rose//Rose/
MayAyunda
keren kak👍👍
kentos46: makasih kak kalau sukaa 😍
total 1 replies
Suhirno Cilok
Lanjut.👍
kentos46: sudahh yaa kak
total 1 replies
kentos46
makasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak yaa
kentos46
punya cerita lain ga kak
Clarice Diane
semangat kak💪
kentos46: makasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!