NovelToon NovelToon
MASUK KE DUNIA NOVEL

MASUK KE DUNIA NOVEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.

Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.

Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.

"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.

Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )

Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.

"Sial!"

Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Rencana Renovasi

Keesokan harinya, Nan Wei sudah ke kota seorang diri. Dan dia tetap meminta yang lainnya untuk mengupas kentang dan ubi.

Dan untuk masalah pembelian kentang, dia meminta Zhao Xu dan Kakak keduanya untuk menanganinya, karena hanya mereka berdua yang lumayan pandai berhitung.

Nan Wei juga masih memperkerjakan Bibi Tao dan keluarganya. Setelah pulang nanti, dai baru akan mencari sekitar 5 orang lagi, agar anak-anak tidak terlalu banyak membantu, Nan Wei ingin mereka lebih fokus belajar.

Nan Wei ke kota naik gerobak Paman Tao, dia kembali menyewanya karena buru-buru ingin sampai ke kota.

***

"Bagaimana penjualan kemarin?" tanya Nan Wei pada Tuan Ma.

Tuan Ma tersenyum cerah, dia menatap Nan Wei seolah-olah melihat harta karun yang dia temukan tanpa sengaja.

"Nyonya! Anda pasti sudah tahu jawabannya! Para pelanggan bahkan sudah ada yang memesan untuk disimpankan!"

"Hmm.. Ini pesanan kemarin, 100 kg" tunjuk Nan Wei pada keranjangnya.

"Bagus!" Tuan Ma segera meminta Manager Guang untuk membawanya turun agar pelanggan bisa membelinya.

Nan Wei menerima sisa bayarannya lalu berkata. "Kayaknya saya harus meminta bantuan Tuan Bai!"

"Oh apa itu? Katakanlah?"

"Saya tidak bisa mengantar pesanan setiap hari, karena di rumah ada banyak pekerjaan. Kalau bisa, Tuan Ma menugaskan seseorang untuk datang ke Desa mengambilnya!"

Tuan Ma mengangguk lalu terdiam sejenak, dia juga sudah memikirkan hal ini. "Nyonya Xia, Anda tenang saja! Saya akan mengurusnya.!"

"Baik. Kalau begitu saya pamit, mau antar pesanan ke Restoran Bai Ming!"

"Ya ya.. Silahkan!"

Nan Wei beranjak, dan saat tiba di lantai bawah, dia melihat para pelanggan sedang antri untuk membeli kentang goreng.

Bahkan ada yang sampai berdebat dengan alasan sudah antri sebelum Restoran buka. Tapi yang sudah membayar setengahnya tidak mau kalah, mereka meminta Manager Guang mengutamakan mereka lebih dulu.

Dan Manager Guang langsung setuju, karena menurutnya, orang yang sudah bayar setengah sudah antri sejak kemarin.

***

Tiba di Restoran Bai Ming, Nan Wei bertemu Managernya yang ternyata seorang wanita paruh baya.

"Nyonya Xia. Silahkan ikut saya, Tuan Bai sudah menunggu di atas!" pintanya dengan sopan sambil tersenyum.

Dia tidak datang ke Restoran selama dua hari karena mertuanya yang dari luar kota datang berkunjung.

Dia juga sudah mendengar kejadian salah satu pelayan yang dipecat karena sudah menyinggung Nan Wei.

Manager yang baru masuk hari ini, diminta untuk menunggu Nan Wei yang akan datang membawa pesanan Keripik ubi. Dia benar-benar penasaran dengan rasanya, karena makanan itu sudah jadi pembicaraan orang-orang kota.

"Baik!" Nan Wei juga membalas dengan senyum.

Tiba di lantai atas, Nan Wei segera masuk ke ruangan Tuan Bai, dan di dalam ruangan ternyata ada seorang pemuda yang terlihat sangat menghormatinya.

Nan Wei meletakkan keranjang yang berisi keripik ubi. Kemudian dia mengatakan hal yang sama seperti apa yang dia katakan pada Tuan Ma.

"Oh tidak masalah! Saya juga akan mengutus seseorang untuk datang ke Desa mengambil pesanan.!"

"Baik!"

"Saya dengar Tuan Ma memesan 1000 kg untuk dijual ke cabang di kota lain.!" ucap Tuan Bai.

"Ya. Tuan Ma juga ingin mencobanya di Ibu Kota!" jelas Nan Wei.

"Tidak perlu percobaan. Saya yakin, di Ibu Kota akan lebih laris, karena di sana penduduknya lebih ramai dan orang-orang kaya sangat suka sesuatu yang baru!"

"Benar! Makanya, saya hanya menjual dengan jumlah sedikit. Karena orang-orang kaya makin suka dengan barang yang langkah!"

Tuan Bai mengangguk setuju, begitulah sifat para orang Bangsawan. Makin langkah dan makin mahal barangnya, maka mereka makin tamak dan rakus.

Demi ingin terlihat kaya, mereka rela mengeluarkan uang banyak. Apalagi bisnis Nan Wei tergolong mewah, karena cara pembuatannya menggunakan minyak goreng yang sangat mahal.

"Hmm. Kalau begitu, setiap Minggu sekali saya pesan 1000 kg keripik ubi, dan untuk pesanan setiap hari, cukup 100 kg saja.!"

"Baik. Kalau begitu saya permisi!"

"Eh tunggu dulu.. Perkenalkan, ini cucu laki-laki saya, dia akan menetap di kota ini untuk beberapa bulan ke depan. Jika ada sesuatu yang Nyonya Xia ingin sampaikan kepada saya, Nyonya bisa mencarinya, karena Minggu ke depan Saya dan Tuan Ma akan kembali ke Ibu Kota!"

Pemuda itu segera beranjak dan membungkuk sebagai salam pertemuan, dan dia juga memperkenalkan diri.

"Nama saya Tian Bai!" ucapnya dengan sopan. Dia sudah diperingatkan oleh Kakeknya, jika Nan Wei memiliki pemahaman yang luas tentang bisnis. Dan itu yang membuatnya tertarik, sehingga dia lebih memilih untuk tidak kembali ke Ibu Kota.

"Kamu, bisa memanggilku Bibi Xia!" pinta Nan Wei. "Dan Tuan Bai, Anda bisa memanggilku Xia Nan Wei. Anda juga seumuran dengan Ayah saya.

Mata Tian Bai berbinar, dia kembali menunduk lalu berkata. "Senang berkenalan dengan Bibi Xia!"

"Xia Nan Wei.. Nama yang sangat indah!" kata Tuan Baik sambil mengangguk-angguk kecil, dia akhirnya tahu siapa nama wanita yang membuatnya sangat terkesan pengetahuannya yang luas.

Setelah berbincang sejenak, Nan Wei segera berpamitan. Dia harus segera kembali ke Desa untuk melihat situasi.

***

Dalam perjalanan, Nan Wei sedang memikirkan minyak gorengnya yang tinggal sedikit.

Dia berencana ingin membuatnya lagi, tapi di rumah orang tuanya sudah ramai dengan orang-orang yang bekerja.

Sedangkan di rumahnya tidak ada sumur, sangat merepotkan jika harus dibawa bolak balik.

"Kayaknya harus gali sumur, dan rumah itu di renovasi dijadikan bengkel, atau pabrik minyak. Dan aku akan membeli tanah dan membangun rumah baru." gumamnya.

Saat ini dia sudah memiliki uang sekitar 10.300 tael. Atau setara dengan 1 tael emas di tambah 300 tael perak.

"Sistem! Untuk bulan ini, aku masih ada dua kali kesempatan untuk belanjakan?" tanya Nan Wei dalan hati.

[ Ya. Tersisa dua kali kesempatan! ]

Nan Wei membuka toko Sistem dan langsung melihat harga minyak. Yang ternyata harganya sangat murah yaitu 1 kg hanya 200 koin tembaga.

"Hmm baguslah,, aku bisa beli untuk stok sampai renovasi selesai. Tapi sayang sekali, batasnya sampai 5 teal saja!"

5 tael hanya bisa menghasilkan 25 kg minyak. Tapi Nan Wei tiba-tiba kepikiran, jika dia membuat pabrik minyak dan memperkejakan warga Desa, bukankah mereka akan jadi tahu cara pembuatannya.?

Dan mereka akan lebih memilih untuk membuat minyak sendiri, daripada harus menjual kelapa kepadanya.

"Hmm jadi bingung. Sistem, apa kau punya cara?" otak Nan Wei benar-benar buntu..Dia bukan pelit ilmu, tapi ini adalah Bisnis yang sangat menguntungkan, dia ingin menghasil uang banyak dan hidup enak, baru ingin memberi tahu mereka cara pembuatannya.

[ Toko sistem tersedia alat-alat canggih. Silahkan lihat dan pilih!"

Mata Nan Wei berbinar terang, tapi kemudian dia syok saat melihat harganya yang sangat mahal.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat berkarya ya 💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor yg bnyak😍😍😍💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo komen yaa..🙏
Chen Nadari
Buat )
Chen Nadari
semangat up thora
Chen Nadari
mampir thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!