NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:491
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENCARI JEJAK MASA LALU

Setelah tiga hari perjalanan melalui jalan raya yang bergelombang dan daerah pedesaan yang terpencil, tim Patti akhirnya mencapai perbatasan hutan yang mengelilingi lokasi rumah lama keluarga Patti. Udara di sini terasa berbeda lebih segar dan penuh dengan energi magis yang kuat yang bisa dirasakan bahkan oleh mereka yang tidak memiliki kemampuan sihir khusus.

“Kita sudah dekat,” ucap Corviniann sambil memeriksa peta kuno yang dia bawa. Dia mengangkat kristal informasi yang menerangi dengan cahaya kebiruan, menunjukkan jalur yang tersembunyi di antara pepohonan yang lebat. “Menurut peta ini, ada jalan setapak yang dulu digunakan untuk mencapai pemukiman tua di sini. Kita harus berhati-hati jalan ini mungkin penuh dengan jebakan alami dan magis.”

Borthworgiann mendekati semak-semak yang lebat, menggunakan kekuatan fisiknya untuk membersihkan jalan. “Aku akan berada di depan untuk membersihkan jalur dan mendeteksi bahaya yang mungkin ada,” katanya sambil menggenggam tongkat pertahanannya yang kuat. “Luminarianna, kamu berada di belakangku untuk memberikan cahaya dan perlindungan api. Patti dan Corviniann, kalian berada di tengah untuk menangani segala sesuatu yang mungkin muncul.”

Mereka memasuki hutan dengan langkah yang hati-hati, dengan Borthworgiann yang memimpin jalannya. Pepohonan di sini menjulang tinggi hingga hampir menutupi langit, membuat suasana sekitar terasa sejuk dan sedikit misterius. Mereka bisa mendengar suara burung yang beragam dan suara air yang mengalir dari kejauhan, menciptakan irama alam yang menenangkan namun juga sedikit mengganggu karena ketenangan yang luar biasa.

Setelah berjalan sekitar satu jam, mereka menemukan reruntuhan sebuah gerbang batu besar yang jelas pernah menjadi pintu masuk ke pemukiman tua. Gerbang tersebut sudah sangat tua dan sebagian tertutup oleh lumut dan akar pepohonan, tapi masih bisa dilihat dengan jelas bentuknya yang megah.

“Ini pasti pintu masuknya,” ucap Luminarianna dengan mata yang bersinar kagum. Dia menyalaikan nyala api di telapak tangannya lebih terang, menerangi prasasti yang ada di atas gerbang. “Ada tulisan di sini itu adalah bahasa kuno yang saya pelajari di akademi. Ini mengatakan ‘Tempat di mana Cahaya Menyembuhkan Kegelapan’.”

Patti merasa getaran yang kuat mengalir melalui tubuhnya saat mendengar kata-kata tersebut. Dia mendekati gerbang dan menyentuh batu yang dingin dengan jari-jarinya, merasakan energi yang kuat yang masih tinggal di sana. “Aku merasakan sesuatu,” katanya dengan suara yang lembut. “Seolah-olah keluarga ku masih ada di sini, menunggu aku datang.”

Corviniann menggunakan sihir informasinya untuk memeriksa area sekitar gerbang. “Ada jebakan magis yang masih aktif di sini,” peringatkannya dengan suara yang serius. “Tapi mereka tidak berbahaya jika kita tahu cara melewatinya. Jebakan ini dibuat untuk melindungi pemukiman dari orang yang tidak diinginkan, bukan untuk menyakiti mereka yang datang dengan niat baik.”

Dengan bimbingan Corviniann, mereka berhasil melewati gerbang dengan aman dan memasuki area yang dulunya menjadi pemukiman tua. Di sana, mereka menemukan reruntuhan rumah-rumah batu yang sudah sangat tua, sebagian tertutup oleh alam yang mulai mengambil alih kembali. Namun meskipun dalam keadaan rusak, masih bisa dilihat betapa megah dan indahnya pemukiman ini pada masa kejayaannya.

“Lihat itu,” ucap Borthworgiann dengan suara yang penuh dengan kagum, menunjukkan pada reruntuhan sebuah bangunan besar di tengah area pemukiman. “Itu pasti adalah rumah utama mungkin rumah keluarga Patti.”

Mereka berjalan menuju reruntuhan tersebut dengan langkah yang semakin cepat, penuh dengan antisipasi. Saat mereka mendekati, Patti merasakan energi yang semakin kuat mengalir melalui tubuhnya. Dia bisa melihat bayangan-bayangan yang tidak jelas dari masa lalu orang-orang yang sedang bekerja di kebun, anak-anak yang sedang bermain, dan keluarga yang sedang berkumpul dengan bahagia.

“Ini benar-benar rumahku,” bisik Patti dengan suara yang penuh dengan emosi, mata nya sedikit berkaca-kaca karena air mata. “Aku bisa merasakannya ini adalah tempat di mana aku dilahirkan dan tumbuh kecil sebelum kebakaran terjadi.”

Mereka memasuki reruntuhan rumah dengan hati-hati, berhati-hati untuk tidak menyentuh puing-puing yang tidak stabil. Luminarianna menyalaikan beberapa bola api kecil yang terapung di udara, menerangi setiap sudut ruangan dengan cahaya hangatnya. Di tengah ruangan utama, mereka menemukan apa yang dulunya menjadi perapian besar, sekarang hanya tinggal reruntuhan batu yang dingin.

“Ada sesuatu di sini,” ucap Corviniann dengan suara yang penuh dengan fokus, mengikuti sinyal dari kristal informasinya. Dia berjalan ke arah salah satu dinding yang masih berdiri, menyentuh bagian tertentu yang tertutup oleh lumut dan debu. “Ada sesuatu yang tersembunyi di balik dinding ini.”

Borthworgiann segera membantu membersihkan dinding dan memeriksa struktur nya dengan cermat. “Ada ruang tersembunyi di balik sini,” katanya setelah beberapa saat. “Dinding ini dibuat dengan cara khusus sehingga bisa dibuka dari dalam jika kamu tahu cara yang benar.”

Dengan bantuan kekuatan fisik Borthworgiann dan keahlian sihir Corviniann, mereka berhasil membuka bagian dinding yang tersembunyi, mengungkap lorong gelap yang mengarah ke bawah. Udara yang keluar dari dalam terasa dingin namun bersih, tanpa rasa bau yang tidak sedap seperti yang mereka harapkan dari ruang yang tertutup selama bertahun-tahun.

“Kita harus masuk,” ucap Patti dengan suara yang penuh dengan tekad. “Aku merasa bahwa buku yang kita cari ada di dalam sana.”

Mereka memasuki lorong dengan hati-hati, dengan Luminarianna yang berada di depan untuk memberikan cahaya. Lorong tersebut membawa mereka ke ruang bawah tanah yang luas dan terawat dengan baik, jauh dari kondisi reruntuhan di atasnya. Di dinding-dinding ruangan tersebut terdapat lukisan dinding kuno yang menggambarkan kehidupan di pemukiman tua dan cerita tentang keluarga Patti dan kemampuan penyembuhan mereka.

“Ini luar biasa,” ucap Luminarianna dengan suara yang penuh dengan kagum, melihat lukisan-lukisan tersebut dengan cermat. “Lukisan-lukisan ini menunjukkan bagaimana keluarga mu menggunakan kemampuan mereka untuk membantu orang lain, menyembuhkan penyakit, dan melindungi pemukiman dari bahaya.”

Di tengah ruangan tersebut terdapat sebuah meja batu besar yang sudah sangat tua, dan di atas meja tersebut terletak sebuah kotak kayu yang indah dengan ukiran rumit yang menggambarkan bunga-bunga penyembuhan. Kotak tersebut tampak seperti baru saja dibuat, meskipun jelas sudah ada selama berabad-abad.

Patti mendekati meja dengan langkah yang lambat dan penuh dengan rasa hormat. Dia merasakan energi yang sangat kuat dari kotak tersebut energi yang penuh dengan cinta, kebaikan, dan pengetahuan kuno. Dengan tangan yang sedikit gemetar, dia membuka tutup kotak dengan hati-hati.

Di dalam kotak tersebut terletak sebuah buku dengan kulit sampul yang sudah tua namun masih utuh. Sampul buku tersebut memiliki tulisan dalam bahasa kuno yang sama seperti yang ada di gerbang pemukiman: “Buku Hati Sejati”. Di samping buku tersebut terdapat sebuah kalung dengan liontin kristal biru yang bersinar dengan cahaya sendiri.

“Ini dia,” bisik Patti dengan suara yang penuh dengan emosi, mengambil buku dengan hati-hati. Saat dia membuka halaman pertama, cahaya lembut menyebar ke seluruh ruangan, dan dia merasakan pengetahuan kuno mengalir ke dalam pikirannya pengetahuan tentang penyembuhan, perlindungan, dan cara mengendalikan energi magis dengan cara yang benar.

Corviniann mendekati untuk melihat buku tersebut dengan lebih dekat. “Ini benar-benar buku yang kita cari,” katanya dengan suara yang penuh dengan kagum. “Di dalamnya harusnya terdapat semua pengetahuan tentang kemampuan keluarga mu dan cara untuk melawan sihir gelap.”

Sementara itu, Luminarianna melihat kalung dengan hati-hati. “Kalung ini juga memiliki energi yang kuat,” katanya. “Ini pasti adalah artefak keluarga mu mungkin digunakan untuk mengendalikan dan memperkuat kemampuan penyembuhan.”

Patti mengenakan kalung dengan hati-hati, dan segera merasakan perubahan yang signifikan dalam dirinya. Kemampuan penyembuhannya terasa lebih kuat dan lebih terarah, dan dia bisa merasakan hubungan yang lebih dalam dengan alam sekitarnya.

“Kita tidak bisa tinggal lama di sini,” ucap Borthworgiann dengan suara yang penuh dengan waspada, setelah beberapa saat memeriksa area sekitar. “Aku merasakan keberadaan makhluk lain di dalam hutan mereka tidak datang dengan niat baik.”

Seperti untuk membuktikan kata-katanya, mereka mendengar suara deru yang datang dari arah atas. Suara tersebut semakin dekat dengan cepat, disertai dengan suara kayu yang retak dan batu yang bergeser.

“Kita harus pergi sekarang juga!” perintah Corviniann dengan suara yang jelas. “Mereka menemukan kita!”

Mereka segera menyimpan buku dan barang-barang lain yang mereka temukan, kemudian berlari keluar dari ruang bawah tanah melalui lorong yang sama dengan cara yang mereka masuk. Saat mereka mencapai lantai atas, mereka melihat bahwa reruntuhan rumah mulai roboh karena adanya kekuatan besar yang menyerangnya dari luar.

Dengan kecepatan maksimal, mereka berlari keluar dari rumah yang sedang roboh, hanya beberapa detik sebelum seluruh bangunan runtuh menjadi puing-puing besar. Di luar, mereka menemukan diri mereka dihadapkan pada sekelompok penyihir gelap berjas hitam dengan jumlah sekitar sepuluh orang, dipimpin oleh sosok yang sama yang Patti lihat di dalam dunia bawah sadarnya.

“Kamu tidak akan kabur kali ini, Pattiwisiana Klobahrgeevinik,” suara pemimpin mereka terdengar dengan penuh kemarahan. “Buku itu milik kita, dan kamu tidak punya hak untuk memilikinya!”

“Buku itu tidak milik siapapun,” jawab Patti dengan suara yang tegas dan penuh dengan keyakinan, mengeluarkan energi penyembuhan yang kuat dari dalam dirinya. “Ia dibuat untuk membantu orang lain dan melindungi mereka dari bahaya seperti kamu!”

Pertempuran segera pecah. Luminarianna melepaskan serangan api yang kuat ke arah musuh, sementara Borthworgiann menggunakan kekuatan fisik dan sihir tanahnya untuk membela kelompok. Corviniann menggunakan sihir ilusi dan informasi untuk membingungkan musuh dan menemukan kelemahan mereka, sementara Patti bekerja di belakang garis depan untuk menyembuhkan teman-temannya yang terluka dan memberikan perlindungan energi positif.

Dengan bantuan kekuatan baru dari kalung dan pengetahuan yang dia dapat dari buku, kemampuan penyembuhan Patti menjadi jauh lebih kuat. Dia bisa membuat bidang pelindung yang kuat untuk melindungi teman-temannya dan bahkan menggunakan energi penyembuhan untuk melumpuhkan serangan sihir gelap tanpa menyakiti musuh mereka secara permanen.

Setelah beberapa menit pertempuran yang sengit, jelas bahwa tim Patti memiliki keunggulan. Pemimpin penyihir gelap menyadari bahwa mereka tidak bisa mengalahkan mereka dan memberikan sinyal untuk mundur. “Ini belum selesai,” jeritnya dengan penuh kemarahan sebelum menghilang bersama dengan pengikutnya ke dalam hutan yang lebat.

Mereka berdiri di sana selama beberapa saat, menyesap napas dan memastikan bahwa tidak ada musuh yang tersisa. Meskipun sedikit terluka, mereka semua dalam kondisi baik dan berhasil menyelamatkan buku serta artefak yang berharga.

“Kita harus segera pergi dari sini,” ucap Corviniann dengan suara yang penuh dengan waspada. “Mereka pasti akan kembali dengan pasukan yang lebih banyak. Kita perlu kembali ke guild dan mulai mempelajari isi buku tersebut sebelum mereka punya kesempatan untuk menyerang lagi.”

Dengan hati yang penuh dengan rasa pencapaian dan sedikit kelelahan, mereka mulai perjalanan pulang dari pemukiman tua. Mereka tahu bahwa bahaya belum berlalu kelompok penyihir gelap pasti akan terus mengejar mereka untuk mendapatkan buku tersebut. Tapi dengan kekuatan baru yang mereka miliki dan persahabatan yang kuat di antara mereka, mereka merasa siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.

Saat mereka meninggalkan hutan dan memasuki jalan raya kembali ke guild, matahari mulai tenggelam, memberikan warna keemasan yang indah pada langit. Patti melihat ke arah langit yang penuh dengan warna-warni, merasakan rasa syukur yang mendalam karena mereka berhasil menemukan buku dan artefak yang berharga, serta menemukan kebenaran tentang masa lalunya.

Dia tahu bahwa perjalanan mereka baru saja dimulai masih banyak yang perlu mereka pelajari dari buku tersebut, dan masih banyak pekerjaan yang perlu mereka lakukan untuk melindungi kerajaan dari bahaya sihir gelap. Tapi dengan teman-temannya yang setia di sisinya dan pengetahuan kuno yang mereka miliki sekarang, dia merasa bahwa mereka memiliki kesempatan yang baik untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang.

1
Blue
BLA BLA bla, bikin males baca namanya lah😭
djase: 🥺...............🥺
total 1 replies
Blue
setelah baca namanya jadi malas lanjut baca
djase: 🥺........
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!