Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menjelang hari h
Buk Yanti dengan perasaan kesal langsung meninggal rumah Iqram tanpa pamit.
Cahaya menatap suami nya setelah kepergian tamu mereka. " Abang nggak kasihan sama Vania" tanya Cahaya.
Iqram tersenyum mendengar pertanyaan istri nya itu. " Untuk apa kasihan sama dia. Abang tau kalau Vania itu sebenarnya bukan lagi payah hati karena di tinggal nikah. Dia itu lagi marah dan kesal karena apa yang di inginkan nya tidak tercapai" jawab Iqram.
" Sudahlah, nggak usah di pikir kan. Abang yakin dia tidak benar benar mau bunuh diri. Dia hanya ingin mencari perhatian dari kita saja. Beberapa hari lagi dia juga bakal akan kembali seperti dia yang dulu lagi" ucap Iqram sambil menggenggam tangan istrinya.
**
Seminggu setelah kejadian itu, Iqram sibuk di kantor nya untuk bisa cepat menyelesaikan semua kerjaan nya karena dia akan kembali pulang kampung untuk mengurus pernikahan adik nya dengan Haris,bos nya sendiri.
Saat sedang berjalan menuju ruangan Haris,Iqram terkejut karena berpapasan dengan Vania yang juga sedang berjalan bersama wakil direktur perusahaan itu.
" Selamat siang pak Danu " sapa Iqram pada wakil direktur itu.
" Selamat siang juga pak Iqram " jawab pak Danu sambil tersenyum.
" Anda mau ke ruangan pak Haris " tanya pak Danu pada Iqram
Iqram langsung mengangguk," benar pak. Barusan pak Haris memanggil saya" jawab Iqram dengan sopan tanpa melihat ke arah Vania yang tampak sedang memegang beberapa buah map.
" Saya juga baru saja dari ruang pak Haris. Saya kembali ke ruangan saya dulu" ucap pak Danu yang kemudian kembali berjalan ke ruangan dia.
Iqram tampak berusaha berjalan santai tanpa menghiraukan keberadaan Vania. Tapi tangan Vania tampak berusaha mencolek lengan Iqram, Iqram yang tau akan hal itu langsung dengan cepat mengelak sambil mempercepat langkah kaki nya.
Sesampainya Iqram di depan ruangan Haris,dia langsung di sapa oleh Mona, sekretaris bos nya.
" Pak Iqram langsung masuk saja. Pak Haris udah nunggu di dalam" ucap Mona. Iqram mengangguk dan langsung masuk ke dalam ruangan itu
" Selamat siang pak" sapa Iqram
Haris melihat ke arah Iqram sambil tersenyum. " Tutup pintu nya" ucap Haris langsung.
Iqram melakukan apa yang di perintahkan oleh Haris.
Haris kemudian berdiri dan mengajak Iqram duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
" Pesta pernikahan ku dengan Aisyah semakin dekat. Perasaan ku tidak tenang,selalu deg degan" ucap Haris.
Iqram langsung tersenyum," itu hal yang biasa menjelang pernikahan. Saya dulu juga begitu" jawab Iqram.
Haris mengerutkan keningnya," jangan terlalu sungkan kalau kita hanya berdua. Kamu itu Abang ipar aku" ucap Haris.
Iqram kembali tersenyum," benar juga. Nanti kamu harus panggil aku Abang,sama seperti panggilan Aisyah pada ku" ucap Iqram.
. " Bos ku adik ipar ku" ucap Iqram lagi. Haris langsung tertawa mendengar ucapan Iqram.
" Semua kerjaan udah beres? Kalau bisa dua hari lagi kita berangkat ke kampung mu" tanya Haris.
Iqram langsung mengangguk," semuanya sudah aku selesaikan. Pekerjaan Ilham pun tampak hampir rampung" jawab Iqram.
" Untuk berangkat ke kampung,aku mungkin berangkat sepuluh hari lagi. Ngapain cepat cepat " ucap Iqram yang membuat Haris terkejut.
" Kamu jangan bercanda Iqram. Hari pernikahan ku dengan Aisyah tinggal lima hari lagi. Kalau kamu pulang kampung sepuluh hari lagi,siapa yang bakal jadi wali nikah kamu" ucap Haris.
Iqram langsung tertawa mendengar pertanyaan Haris," ya tunggu sampai aku datang, simple kan" jawab Iqram.
" Jangan becanda,apa kamu nggak lihat kalau ku lagi" ucap Haris.
Iqram kembali tertawa mendengar ucapan Haris," aku bercanda. Aku udah berencana mau pulang besok. Makanya aku udah buru buru nyiapin semua kerjaan aku dan meminta Mita sebagai wakil aku untuk menghandle kerjaan yang tertinggal" ucap Iqram.
" Kok nggak barengan sama aku dan mami" tanya Haris.
Iqram langsung menggeleng," nggak bisa. Aku ini akan jadi tuan rumah ,maka nya harus cepat datang. Kamu kalau mau ikut besok boleh boleh saja" ucap Iqram.
" Oke,kira berangkat besok. Tiket biar aku yang nyiapin. Kamu dan kakak ipar tinggal terima beres" ucap Haris penuh semangat.