NovelToon NovelToon
Slaughtering The Heavens

Slaughtering The Heavens

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi Timur
Popularitas:87.5k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Seorang pemuda yang sejak lahir telah ditakdirkan menderita. Bakatnya dicuri, keluarganya dihancurkan, ia dijual sebagai budak. Namun dari abu kehancuran itu, ia bangkit sebagai api yang membakar segalanya.

Xu Hao bukan pahlawan biasa. Ia adalah pemberontak sejati, seseorang yang menolak takdir, menentang kehendak Langit, dan menempuh jalannya sendiri: Dao Pemberontakan. Dengan kekuatan ini, ia mampu melampaui batas-batas kultivasi konvensional, menghancurkan hukum alam, dan bahkan melukai makhluk yang dianggap dewa.

Namun di balik keganasannya, tersimpan luka yang tak pernah sembuh. Cintanya pada Lianxue, gadis yang setia menanti ribuan tahun, menjadi satu-satunya cahaya dalam kegelapan. Dan saat cahaya itu padam, Xu Hao kehilangan segalanya. Enam ribu tahun ia terpuruk dalam kegilaan, hanya mampu menyebut satu nama: Xue'er.

"Ayah ibuku dibunuh. Cintaku mati di pelukanku. Takdir telah mempermainkanku! Kini giliranku mempermainkan takdir."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertempuran Di Domain Salju

Mendengar perkataan Xu semua orang merasa kesal. Merasa Xu Hao terlalu melebih lebihkan kekuatan nya.

"Tidak tahu diri!"

Wanita di pihak Raja Dewa itu berteriak dengan wajah merah padam. Amarahnya memuncak setelah dihina Xu Hao. Ia bersiap menyerang.

Namun Mei Mei lebih cepat. Tubuhnya melesat seperti anak panah biru, langsung menuju wanita itu. Pedang pendek di tangannya berkilat.

"Kau yang tidak tahu diri!" balas Mei Mei dengan kesal. "Berani menghina orang lain, tapi tidak terima dihina balik? Dasar munafik!"

Kedua wanita itu bentrok di udara. Pedang bertemu pedang, energi biru bertabrakan dengan energi merah. Percikan api berhamburan di mana-mana.

Sementara itu, Xu Hao tidak membuang waktu. Ia langsung muncul di depan Raja Dewa. Tinjunya melesat, penuh dengan kekuatan Dao Pemberontakan. Energi ungu pekat membungkus kepalan tangannya, meninggalkan jejak cahaya di udara.

"Heepp!"

Xu Hao menggeram. Pukulan itu menghantam telapak tangan Raja Dewa yang terangkat untuk menahan.

Dess!

Suara benturan keras terdengar. Dan yang terjadi selanjutnya membuat semua orang terkejut.

Raja Dewa itu terpental. Tubuhnya melesat ke belakang seperti bola meriam, melewati sungai lebar, hingga mencapai seberang. Ia jatuh di pasir seberang, terguling beberapa kali sebelum berhenti.

Semua orang yang berniat menyerang Xu Hao langsung ragu. Langkah mereka terhenti. Mata mereka membelalak tidak percaya.

"Dewa Langit bintang satu bisa memukul mundur Raja Dewa bintang dua? Ini mustahil!"

Namun pria tua dari kelompok kedua, pemimpin dua puluh orang itu, berteriak lantang, "Jangan takut! Dia hanya satu! Kita serang bersama! Jangan beri dia kesempatan!"

Seruan itu membangkitkan semangat mereka. Dua puluh enam Dewa Langit bintang sembilan dan sepuluh mulai bergerak. Energi ilahi berkumpul di tangan mereka, berbagai teknik siap dilancarkan.

Jin Bao dan Jin Yuji pun beraksi.

Jin Bao melompat ke tengah kerumunan. Tinjunya menghantam ke kiri dan kanan. Setiap pukulan menghancurkan pertahanan lawan. Seorang Dewa Langit bintang sembilan mencoba menangkis, tapi tinju Jin Bao langsung meremukkan lengannya. Tulang-tulang hancur, daging tercabik. Lawan itu terpental dan mati seketika.

Jin Yuji tidak kalah mengerikan. Patung giok di tangannya menjadi senjata pamungkas. Dari bagian belakang patung itu, cahaya ilahi menyembur tanpa henti. Cahaya itu mampu menembus pertahanan lawan dengan mudah. Dua orang yang terkena semburan itu langsung roboh, tubuh mereka berlubang.

Mereka(Mei Mei, Jin Bao, dan Jin Yuji) bertempur dengan kekuatan tidak wajar. Meskipun kultivasi mereka hanya bintang tiga dan empat, mereka mampu membunuh lawan yang levelnya jauh di atas mereka.

Xu Hao sendiri mulai bergerak. Ia melesat di antara lawan-lawannya, tinjunya menghantam ke segala arah. Setiap pukulan Dao Pemberontakan merenggut nyawa. Kepala hancur, dada tembus, tubuh terbelah.

Dan setiap kali seorang lawan tewas, Xu Hao meraih jiwanya. Bola cahaya redup itu ia tekan ke telapak tangan, lalu menyimpannya di dimensi ruang khusus yang ia ciptakan. Ia tidak punya waktu untuk menyerapnya sekarang. Tapi nanti, jiwa-jiwa ini akan menjadi makanannya.

Kultivasinya mulai bergerak. Meskipun belum naik ke bintang dua, ada peningkatan. Energi di dalam Dantiannya semakin padat, semakin kuat.

Pertempuran semakin mengerikan. Area sekitar hancur seluas berkilo-kilometer. Pasir putih terbang ke mana-mana. Air sungai tersedot ke udara membentuk pusaran raksasa. Tebing-tebing di sekitar runtuh. Pepohonan tercabut dari akarnya.

Serangan-serangan besar terjadi silih berganti. Ledakan energi memenuhi langit.

Tiba-tiba, dari seberang sungai, Raja Dewa itu bangkit. Ia tidak terluka parah, hanya sedikit berdebu. Matanya menyala marah. Ia membentuk segel tangan dengan cepat.

Seketika, area sekitar berubah.

Tanah di bawah mereka berubah menjadi rawa berlumpur. Lumpur hitam pekat mendidih, mengeluarkan gelembung-gelembung beracun. Dari dalam lumpur, ular-ular raksasa muncul. Puluhan, mungkin ratusan. Tubuh mereka sebesar naga, dengan sisik hitam dan mata merah menyala. Mereka melesat ke arah Xu Hao dan kelompoknya.

Xu Hao tetap tenang. Ia baru saja meraih jiwa seorang Dewa Langit bintang sembilan. Ia menekan jiwa itu ke telapak tangannya, menyimpannya di dimensi ruang.

"Hanya segitu?"

Ia tersenyum tipis. Jari-jari tangannya mulai bergerak. Gerakannya lembut, seperti sedang memainkan alat musik. Setiap jari bergerak dengan ritme tertentu, menciptakan harmoni yang aneh.

Dari ujung jarinya, pedang-pedang spiritual kecil muncul. Sepuluh buah. Masing-masing hanya sebesar jari, tapi memancarkan cahaya ungu yang tajam.

Xu Hao mengarahkan jarinya ke ular-ular raksasa itu.

Sepuluh pedang kecil melesat. Mereka melesat di antara ular-ular itu, menusuk, memotong, menghancurkan. Satu pedang mampu membunuh puluhan ular dalam hitungan detik. Ular-ular itu roboh, tubuh mereka hancur menjadi lumpur hitam.

Namun serangan belum berakhir. Dari segala arah, puluhan serangan melesat menuju Xu Hao. Pedang terbang, segel api, tinju energi, semuanya datang bersamaan.

Mei Mei, Jin Bao, dan Jin Yuji yang melihat itu langsung bereaksi. Mereka meninggalkan lawan mereka dan melesat ke arah Xu Hao. Di udara, mereka menghancurkan serangan-serangan itu satu per satu. Pedang terbang patah, segel api padam, tinju energi hancur. Setelah itu mereka kembali menuju lawan lawannya lagi, bertarung dengan kekuatan mengerikan.

Xu Hao tersenyum melihat itu. "Bagus."

Matanya beralih ke Raja Dewa yang kini membentuk segel tangan lagi. Kali ini lebih rumit, lebih lambat, tapi lebih berbahaya.

Pemandangan di sekitar berubah lagi.

Mereka kini berada di pegunungan bersalju. Salju turun lebat, angin dingin menderu. Di kejauhan, puncak-puncak gunung menjulang tertutup es. Udara dingin menusuk tulang.

Xu Hao bergumam, "Raja Dewa sangat mudah membuat Domainnya sendiri. Bahkan jika serangannya dihancurkan, dampaknya tidak besar. Berbeda dengan Domainnya kultivator Soul Formation di dunia fana. Secara tampilan mirip, tapi secara kualitas dan kuantitas sangat berbeda. Tentu saja serangan balik tidak seburuk Domain milik kultivator dunia fana. Ini sangat menarik."

Raja Dewa tidak membuang waktu. Di Domainnya, kekuatannya berlipat ganda. Tangannya membentuk segel, dan ribuan es muncul dalam sekejap. Es itu tajam, sebesar tombak, memancarkan cahaya dingin yang membekukan. Dalam sekejap, ribuan es itu meluncur ke arah Xu Hao.

Mei Mei, Jin Bao, dan Jin Yuji kini berbalik dan bergerak cepat. Mereka meleset ke arah Xu Hao, berusaha melindunginya. Tapi jarak terlalu jauh. Serangan terlalu cepat.

Dess! Dess! Dess!

Ribuan es itu menembus tubuh Xu Hao. Mereka menusuk dari segala arah, menembus dada, perut, lengan, kaki. Darah muncrat, lalu membeku. Dalam hitungan detik, tubuh Xu Hao tertutup es. Ia menjadi patung es berwarna merah, darah membeku di sekelilingnya.

"TIDAAAAK!!!"

Jerit Mei Mei memecah kesunyian. Matanya merah, air mata hampir jatuh.

"Senior!!" teriak Jin Bao.

Jin Yuji hanya terpaku, patung di tangannya hampir jatuh.

Mereka berbalik, menatap Raja Dewa dengan kebencian membara. Tanpa komando, mereka melesat ke arahnya, siap membunuh atau mati.

"Akan ku bunuh kau!" teriak mereka.

1
Bagas Jionju
👍👍👍👍
Fajar Fathur rizky
bikin xuemo mempunyai semua kekuatan primordial yin
Fajar Fathur rizky
cepat sentuh primordial yin thor bikin xuemo melakukan hal kejam dan sadis kepadanya
Fajar Fathur rizky
bikin xuemo kalau perlu sentuh primordial yin thor sebelum di bantai
Fajar Fathur rizky
cepat bantai primordial yin thor bikin lagi 3 bab bikin xuemo tunjukkan tubuh primordial yin yang sudah tidak bernyawa bikin alam dewa kaget dan ketakutan bikin dewi yueling dan 4 anak xuhao kaget bikin xuhao tertawa puas
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor 3 bab lagi thor ceritanya seru
Sarip Hidayat
waaah
Fajar Fathur rizky
apakah siniang akan jatuh cinta kepada Haoran
Duan Iwan
mataaaaaap lanjoooootken ceritamu Thor
YAKARO: Okey... Terimakasih bro🙏/Determined//Determined/
total 1 replies
Duan Iwan
Lanjoooooooooot
Wadi Pribadi
tulisan yang sempurna
Dragon🐉 gate🐉
sayang bngt sebenernya sm keluarga Xu Hao di dunia Tianxu, Tianxi, tp bagus sih biar gak bercabang terlalu banyak,plotnya jg biar ringkas, kl keluarga Xu Hao di alam fana masih ada,nanti kl di ceritain bakal gak nyambung, udah beda jalurnya... gw cm ngerasa sakit hati keinget sm ayang Minlie, Ratu Duan ,Ratu Huan Jie,trs Anak mereka bertiga yg lahir dr Batu (gak inget namany) 😁
Dragon🐉 gate🐉
emang pantas si Primordial Yin di hina, dilecehkan & di musnahkan, gila aja dia ngelahap dunia, gw dukung Lo Xue Mo, kasih faham sm dia (walau dia ras terkuat) dia gak bisa seenak jidat ngelahap dunia kyk kacang telur /Determined//Cleaver//Bomb//Skull/
Dragon🐉 gate🐉: Xue Mo dah tau kl dia itu bagai ngengat menuju api, alias cari mati, tp dia kan dah gak peduli ..moga aja ada keajaiban 'kehendak Author' 😁
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor .. kenapa Xu Hao gak pake tehnik dimensi & ruangnya buat ketemu sm Haoran, secara kan dah tau titik koordinat nya🤔
YAKARO: Dia gak ngerasain secara pasti. Soalnya Haoran di dalam dimensi yang kacau. Bahkan jika Haoran manggil Xu Hao, transmisi jiwa gak akan sampai. Xu Hao bisa merasakan karena efek akar primordial, membuat dia lebih peka dan sensitif.
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor itu penegak itu kapan di bantai oleh xuhao thor dan juga xiogu beserta klanya kapan di bantai
YAKARO: nanti ada scene nya. sabar🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor di tunggu babnya xuemo membantai primordial yin dengan cara paling kejam thor ingin liat alam dewa ketakutan begitu juga pengen liat juga dewi yueling dan keempat anaknya xuhao kaget xuhao berbicara xuemo tubuh klonya bikin xiogu yang melihat itu ketakutan
YAKARO: Masih dalam perjalanan. Soalnya sungai waktu penuh misteri.
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor di tunggu babnya xuemo membantai primordial yin dengan cara paling kejam thor ingin liat alam dewa ketakutan begitu juga pengen liat juga dewi yueling dan keempat anaknya xuhao kaget xuhao berbicara xuemo tubuh klonya bikin xiogu yang melihat itu ketakutan
Fajar Fathur rizky
cepat bikin 4 bab lagi thor cepat bantai mereka jangan bebasin
YAKARO: Xu Hao harus tepati omongan bro🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
pria tua dan wanita itu ketipu itu Haoran bukan xuhao hahahaha
Fajar Fathur rizky: artefak pakaian xuhao apakah tingkat tinggi
total 4 replies
Fajar Fathur rizky
kirain xuhao orangnya dingin ternyata hahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!