NovelToon NovelToon
Buku Harian Sang Antagonis

Buku Harian Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:469
Nilai: 5
Nama Author: Wirabumi

Jaka Utama adalah seorang "Antagonis" profesional. Tugasnya sederhana: menjadi tunangan jahat yang menyebalkan, dipermalukan oleh sang pahlawan, lalu mati secara tragis agar cerita berakhir bahagia. Namun, di reinkarnasinya yang ke-99, sebuah kesalahan fatal terjadi. Kalimat puitis yang ia ucapkan saat sekarat justru membuat sang Heroine (pahlawan wanita) jatuh hati padanya, membantai sang jagoan utama, dan merusak seluruh alur dunia!
​Kini, Jaka terbangun kembali di Joglo miliknya untuk kesempatan ke-100—kesempatan terakhirnya. Kali ini, ia dibekali sebuah sistem baru: Buku Harian Ajaib. Cukup dengan menuliskan keluh kesah dan rencana jahatnya setiap hari, ia akan mendapatkan kekuatan luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirabumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Pemandangan di depannya, meskipun Jaka sudah pernah mengintipnya beberapa kali di reinkarnasi sebelumnya, tetap saja membuatnya terperangah.

Di dalam kamar mandi yang penuh uap panas itu, Naningsih sedang bersandar di tepi bak mandi kayu. Kepalanya terkulai lemas, dan air di dalam bak tampak bergejolak hebat. Setelah waktu yang cukup lama, terdengar suara air yang tumpah deras.

Naningsih berdiri, namun posisinya membelakangi Jaka. Jari-jemarinya yang lentik bergerak cepat membentuk sebuah segel gaib. Seketika, air di dalam bak seolah memiliki nyawa; air itu menyatu menjadi beberapa pilar air yang meluncur keluar bak, membasahi seluruh lantai kamar mandi hingga merendam mata kaki Jaka.

Lantai ruangan itu kini dipenuhi air bercampur lendir sisa racun yang licin luar biasa. Naningsih kembali membentuk segel tangan. Beberapa pilar air bersih memancar keluar dari cincin pusakanya, mengisi kembali bak mandi yang kosong.

Jaka melihat asistennya itu hanya sedang mengganti air mandi. Merasa tidak ada lagi adegan "menarik" yang bisa ditonton, Jaka merasa bosan dan berniat untuk segera angkat kaki.

Namun, saat ia melangkah mundur, kakinya mendadak kehilangan tumpuan.

Sial! Lupa kalau lantainya licin gara-gara lendir!

Jaka terpeleset dan jatuh tersungkur ke lantai dengan bunyi Gubrak! yang cukup keras. Suara itu seketika mengejutkan Naningsih.

"SIAPA ITU!!!"

Tekanan batin yang dahsyat meledak dari tubuh Naningsih. Aura tenaga dalam itu menyelimuti seluruh ruangan, menghimpit dada Jaka yang masih dalam mode menghilang. Jaka merasa sesak napas dan hampir pingsan.

Untungnya, dia punya [Ajian Kebal Pukulan] yang meniadakan 50% tekanan tersebut. Jika tidak, dia pasti sudah pingsan dan wujudnya akan terlihat kembali—yang mana akan menjadi bencana besar bagi keselamatannya.

Jaka hanya bisa berbaring mematung di lantai. Dia tidak berani bernapas keras, apalagi bergerak. Dia berencana menunggu sampai Naningsih menurunkan kewaspadaannya.

Detik berikutnya, dia melihat Naningsih yang sudah terbalut jubah mandi ungu melesat keluar dengan Keris Teratai Air terhunus. Dia berdiri tanpa alas kaki di tengah ruangan, matanya yang dingin menyapu sekeliling dengan waspada.

Naningsih diam mematung, mencari keberadaan penyusup untuk waktu yang cukup lama. Setelah tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan, dia sedikit mengernyit.

"Apa cuma halusinasi?" gumamnya.

"Tapi kenapa tadi aku merasakan ada getaran tenaga dalam?"

"Rasanya seperti... ada orang lain yang menggunakan ilmu serupa..."

"Apa ini efek samping Racun Tirta yang membuat sarafku terlalu sensitif?"

Dia tidak bisa menemukan jawaban dan akhirnya berasumsi itu hanya pengaruh racun yang membuat batinnya tidak tenang.

Naningsih menarik kembali auranya, menyimpan kerisnya, lalu kembali ke kamar mandi untuk melanjutkan ritual pembersihan racun elemen air sialan itu.

Byur! Suara air yang dimasuki terdengar lagi. Naningsih sudah kembali berendam.

Fiuh~

Jaka Utama menarik napas lega dalam-dalam. Dia segera menenangkan diri dan perlahan bangkit berdiri. Tanpa memedulikan baju dan celananya yang basah, dia melangkah dengan sangat hati-hati menuju pintu.

Dia keluar dengan diam-diam, sama seperti saat dia datang tadi. Begitu sampai di luar kapal, dia menghirup udara segar pegunungan dan kembali bersyukur dalam hati.

[Yah, setelah kupastikan sendiri, Naningsih tidak melakukan hal-hal yang aneh.]

[Sifatnya juga sepertinya masih normal, tidak melenceng.]

Setelah meninggalkan kapal udara pribadi, Jaka mencatat buku hariannya sambil terus melesat menuju arah Lembah Sunyi untuk menonton pertunjukan Langgeng Sakti

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!