NovelToon NovelToon
Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang tidak diinginkan, di tuntut untuk selalu mengalah dalam segala hal, menyerahkan apapun yang dimiliki untuk orang lain bahkan orang yang di cintai sekalipun harus ia lepaskan? Selalu salah dan di anggap pembawa sial.

Itulah penderitaan yang di rasakan oleh seorang wanita bernama Ayla, ia tumbuh di keluarga yang serba berkecukupan, punya dua kakak laki-laki dan orang tua yang masih lengkap, namun sayang sekali, meskipun memiliki semua itu Ayla sama sekali tidak memiliki kasih sayang dan kebahagiaan.

Di mata keluarga Ayla adalah pembawa sial, sosok yang selalu salah dalam segala hal, berbanding terbalik dengan Alena yang selalu menerima kasih sayang penuh dan selalu di utamakan oleh semua orang.

Siapa Alena? Dan kenapa Ayla memiliki nasip berbeda dengan nya? Cus baca kisah mereka di sini, bersama author Nadia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24# Ipar Kecil Tukang Bela

Di sisi lain, Leo dan Valen baru saja kembali dari ruang kerja setelah membahas beberapa hal penting. Namun percakapan mereka menjadi terganggu dan hati terasa gelisah mendengar suara teriakan dan keributan yang berasal dari luar ruangan.

Ayla terus mengejar tanpa menyerah, sedangkan Gavin tetap berlari menjauh agar tidak tertangkap. Hingga akhirnya sebuah insiden tak terelakkan pun terjadi.

Karena sudah kelelahan, tiba-tiba kaki Ayla tersandung pinggiran meja. Valen yang berdiri tidak jauh dari sana bereaksi sangat cepat—ia langsung menarik lengan istrinya sehingga Ayla tidak jatuh ke lantai, melainkan tepat jatuh ke dalam pelukannya.

"Auh…" keluh Ayla pelan saat kepalanya menabrak dada bidang Valen yang kokoh.

"Tuan Muda Gavin, Anda kembali membuat keributan saat Tuan Besar sedang tidak ada di rumah," ucap Leo sambil menatap tajam ke arah pemuda itu dengan rasa kesal.

"Maaf…" jawab Gavin pelan, lalu berusaha menyembunyikan buku itu di belakang punggungnya.

"Tempat ini bukan arena bermain kejar-kejaran. Jika kalian benar-benar ingin bermain, aku boleh meminjamkan halaman belakang rumah yang luas. Tapi ingat, permainan itu baru boleh berhenti setelah tiga jam penuh," ucap Valen, posisinya masih belum berubah—ia masih memeluk Ayla yang belum sadar sepenuhnya akan apa yang terjadi.

"Maaf, Kak…" jawab Gavin dengan nada takut, ia tahu betapa berbahayanya jika Valen sudah mulai marah.

"Dan kau… sampai kapan akan tetap di posisi itu?" tanya Valen kepada Ayla.

Barulah gadis itu tersentak kaget dan segera bangkit berdiri dari pelukan suaminya. Wajahnya memerah padam persis seperti udang rebus, karena rasa malu yang luar biasa.

"Gavin, kembalikan barang miliknya. Dan kau dihukum: bersihkan seluruh halaman depan rumah sendirian, seperti aturan yang biasa berlaku," perintah Valen dengan nada tegas.

Ayla menatap Gavin dengan pandangan penuh rasa iba. Ia paham betapa sakit dan sepi rasanya jika dimarahi sendirian tanpa ada satu pun yang mau membela.

"Jangan… Ini juga salahku. Aku terlalu kikir dan pelit barang," ucap Ayla dengan tegas, kini ia berdiri tegak di hadapan Valen seolah sedang melindungi Gavin.

Ipar kecil ini… berani-beraninya membela aku? gumam Gavin dalam hati. Ini pertama kalinya ia dimarahi Valen namun ada orang lain yang berani maju membela dirinya. Biasanya, jika Valen sudah marah besar, bahkan Papa Hans pun tidak berani membela Gavin—namun kali ini, Ayla justru bertindak seberani itu.

Valen menatap tajam ke arah Ayla sambil sedikit mengerutkan keningnya. Ia sama sekali tidak menyangka gadis yang bertubuh kecil dan terlihat begitu lemah ini berani mengambil sikap demikian. Padahal biasanya, hanya dengan berhadapan berdua saja di kamar pun Ayla sudah tampak sangat takut dan gugup.

"Astaga… Nona Muda justru melindungi Tuan Muda Gavin. Bukankah seharusnya dia merasa lega karena ia tidak ikut dihukum oleh Tuan Muda Valen?" batin Leo. Ia mengerutkan kening, masih tak percaya melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.

"Baiklah, Gavin. Kali ini kau beruntung lolos. Ayla, ikut aku ke rumah sakit," ucap Valen. Ia memilih tidak memperpanjang pembicaraan karena ada hal jauh lebih penting yang harus diselesaikan hari itu.

"Baik," jawab Ayla dengan patuh.

Sementara itu, Gavin masih berdiri diam terpaku. Ia takjub—ini pertama kalinya ia berhasil terhindar dari hukuman kakaknya.

Satu jam berlalu.

Kenapa tiba-tiba aku dibawa ke rumah sakit? batin Ayla sambil berjalan mengikuti langkah Leo yang mendorong kursi roda Valen.

Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di sebuah ruangan periksa. Di sana, dokter yang ditugaskan khusus menangani Ayla sudah menunggu kedatangan mereka.

Awalnya Ayla mengira dirinya hanya ikut serta untuk menemani Valen menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Namun siapa sangka, justru dialah yang akan diperiksa secara mendalam oleh dokter tersebut.

Satu jam kembali berlalu. Dokter memeriksa kondisi tubuh Ayla dengan sangat teliti, tidak melewatkan satu bagian pun—terutama kepalanya.

"Nona, sebelumnya apakah Anda pernah memeriksakan kesehatan ke dokter saraf atau psikiater?" tanya dokter itu dengan nada bingung. Ia menemukan banyak hal yang mengkhawatirkan pada tubuh gadis itu, terutama jejak-jejak bekas luka lama.

"Belum pernah," jawab Ayla singkat.

Di keluarga Gunawan, perhatian selalu tertuju penuh kepada Alena. Bagaimana mungkin Ayla pernah mendapatkan perawatan khusus? Bahkan saat ia hampir kehilangan nyawanya dulu, tidak ada satu pun anggota keluarga yang peduli sedikit pun.

"Baiklah, bolehkah Anda menunggu sebentar di luar? Ada hal yang ingin saya bicarakan berdua saja dengan Tuan Muda Valen," ucap dokter itu.

"Baik," jawab Ayla. Sebenarnya banyak pertanyaan berdesakan di dalam kepalanya, namun ia memilih menyimpannya sendiri dan berjalan keluar ruangan.

Setelah Ayla pergi, Valen langsung bertanya, "Apa yang sebenarnya Anda temukan, Dokter?"

"Tubuhnya sangat kurus, mengalami kekurangan gizi parah, dan terlihat banyak bekas luka di kaki, punggung, serta lengan. Ia juga membawa trauma berat akibat kejadian tertentu. Namun mengenai kondisi kepalanya, saya belum bisa memberikan kesimpulan pasti. Beri waktu satu minggu lagi, Tuan Muda. Saya akan segera menelepon begitu hasil lengkap pemeriksaan sudah keluar," jelas dokter itu dengan wajah serius dan tegang.

"Baiklah. Saya meminta bantuan penuh Anda untuk menangani Ayla sampai kondisinya benar-benar pulih kembali," ucap Valen penuh harap.

"Saya mengerti tugas saya," jawab dokter itu tegas.

Setelah semua urusan selesai, mereka pun beranjak meninggalkan rumah sakit. Valen sengaja belum menjelaskan apa pun kepada Ayla; ia khawatir hal itu justru akan membuat gadis itu semakin tertekan. Ia sudah paham betul: Ayla sama sekali tidak pernah memikirkan kesehatan dirinya sendiri, bahkan gadis itu sendiri tidak sadar bahwa tubuhnya menyimpan banyak masalah serius.

Di tempat lain, tepatnya di kediaman keluarga Gunawan…

Sudah tiga hari sejak pulang dari rumah sakit, Adnan hanya bisa bergerak terbatas di atas kursi roda. Ia merasa sangat bosan dan jenuh, namun tidak bisa berbuat banyak hal untuk mengalihkan waktu.

Kakaknya sibuk seharian mengurus urusan perusahaan, sedangkan Ibu dan Ayah juga sama sibuknya dengan urusan bisnis masing-masing.

"Alena, aku lapar. Bisakah kau buatkan aku bubur? Aku sangat ingin makan bubur," ucap Adnan memanggil adiknya.

"Apa? Kak Adnan minta aku memasak? Kak, apa Kakak sudah gila? Aku sama sekali tidak pernah menyentuh dapur," jawab Alena santai sambil tetap asyik memainkan ponselnya.

Deg…

Adnan seketika terdiam. Rasanya detak jantungnya berhenti berdetak sejenak mendengar jawaban itu.

1
Soraya
lanjut thor
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
putmelyana
next Thor ceritanya
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
Valen Angelina
jgn jdi lemah ok....
Author Nadia🪷: okeee
total 1 replies
Adi Sudiro
salah satu cerita dgn segala kebodohan dan ketololan pemeran utama
bukan satu atau dua alur cerita begini jadi udah malas ma ceritanya
Author Nadia🪷: iya maaf ya kak 🙏
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Author Nadia🪷: iya kak makasih ya
total 1 replies
Valen Angelina
semoga ayla cepat sembuh😍
Author Nadia🪷: udah gak sabar yaaa🤭🤭🤭🤭 btw sekarang aku juga punya Kanaya, ramekan ya kak, meskipun baru satu bab aja wkwkwkwkw
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛𝚒𝚗 𝚎𝚖𝚐 𝚎𝚗𝚊𝚔
Author Nadia🪷: terkapar deh🤭🤭
total 1 replies
Valen Angelina
𝚝𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚋𝚞𝚌𝚒𝚗 𝚖𝚞 𝚠𝚔𝚔𝚠
Valen Angelina
tenang aylia... suamimu ganteng bbgt lo wkkwk😂
Author Nadia🪷: kalau aku jadi Ayla udah gas Ken banget 🤣🤣🤣
total 1 replies
Valen Angelina
𝙷𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚢𝚕𝚒𝚊... 𝚘𝚛𝚝𝚞𝚊 𝚋𝚘𝚍𝚘𝚑 𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚌𝚘𝚋𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒𝚙𝚍𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒
Author Nadia🪷: betul dan itu sakit banget, kita kalau dibedain orang tua sama saudara kandung sendiri aja sakit hati apalagi sama saudara angkat
total 1 replies
Valen Angelina
𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜
Author Nadia🪷: makasih kak
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚊𝚢𝚕𝚊..... 𝚜𝚊𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚊𝚕𝚊𝚜 𝚍𝚎𝚗𝚍𝚊𝚖
Author Nadia🪷: makasih kak🥰
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚟𝚊𝚕𝚎𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚢𝚊... 𝚗𝚊𝚖𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚘𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚠𝚔𝚠𝚔𝚔𝚠🤣
Author Nadia🪷: awokawok ngakak, mana iya lagi sama nama nya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ulfah Fiza
luar biasa
Author Nadia🪷: terimakasih kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!