Kaelen Voss, pemuda yang dianggap sampah karena tak memiliki kekuatan apa pun seketika mendapatkan kekuatan legendaris Sistem Penguasaan Elemen. Dia mampu mengendalikan segala elemen, dari dasar hingga yang terkuat. Melalui perjalanan dan pertempuran, dia bangkit dari keterpurukan, mengungkap rahasia masa lalu, dan akhirnya mengalahkan penguasa kegelapan untuk menjadi sosok terhebat yang menguasai segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Organisasi Bayangan
Kondisi kembali kritis. Bahkan jauh lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya. Namun bagi Kaelen, pemandangan di hadapannya ini adalah sebuah wahyu baru.
Kaelen mengamati setiap gerakan. Setiap kilatan cahaya, dan setiap aliran energi yang berdenyut teratur di dalam tubuh Golem Kristal itu. Berkat pemahaman resonansi yang baru saja dia kuasai, ditambah kemampuan analisis Sistem yang tak tertandingi, dia mulai melihat pola yang berbeda.
“Kristal ini bukan sekadar batu yang keras. Ini adalah struktur energi yang sangat teratur. Sangat rapi, dan sangat murni. Dia seperti wadah yang dibentuk secara sempurna untuk menampung dan memusatkan kekuatan. Kerasnya bukan karena kepadatan sembarangan, tapi karena susunan atom dan energinya tersusun rapat satu sama lain dalam pola geometris yang indah.”
[ANALISIS ELEMEN BARU TERDETEKSI: KRISTAL.]
[SIFAT: KEKERASAN EKSTREM, KEMURNIAN TINGGI, PEMANTULAN ENERGI, PEMUSATAN DAYA.]
[PERINGATAN: TIDAK BISA DIHANCURKAN DENGAN KEKUATAN KASAR ATAU ELEMEN DASAR BIASA. NAMUN, KERAPIAN STRUKTURNYA MEMBUATNYA SANGAT MUDAH DIPENGARUHI OLEH FREKUENSI SPESIFIK.]
Mata Kaelen berbinar terang. Dia menemukan kuncinya.
“Dimas, Sari, Raka! Semua mundur ke belakang! Lindungi Lira dan Guru Hanes!” perintah Kaelen dengan suara berwibawa yang tidak bisa dibantah.
“Tapi Kaelen… kau sendirian? Itu terlalu berbahaya!” seru Lira cemas.
“Percayalah! Sama seperti sebelumnya. Aku hanya perlu berbicara dengan mereka,” jawab Kaelen sambil melangkah maju sendirian, lalu berdiri di hadapan puluhan Golem Kristal yang mengancam.
Kaelen tidak lagi menggunakan resonansi sederhana seperti saat melawan Golem Batu. Struktur kristal jauh lebih kompleks dan murni. Dia butuh pendekatan yang lebih halus dan lebih mendalam.
Kaelen memejamkan matanya. Membiarkan aliran energi di dalam tubuhnya yaitu Tanah, Api, Angin, Petir bahkan percikan Gelap yang tersembunyi berputar menyatu menciptakan getaran unik miliknya sendiri. Dia mengirimkan getaran itu keluar, lalu menyebar ke udara, ke tanah hingga menyentuh permukaan berkilauan dari musuh-musuhnya.
Kaelen tidak menghancurkan struktur mereka. Kali ini, dia menyelaraskan dirinya sepenuhnya dengan struktur itu. Dia menjadi "bagian" dari Kristal itu sendiri.
“Kalian indah… sempurna. Tapi terperangkap dalam kaku yang diam,” bisik Kaelen. “Biarkan aku yang mengajarkan kalian untuk berubah.”
Perlahan Kaelen mengulurkan kedua tangannya ke depan. Telapak terbuka menghadap ke arah kerumunan makhluk kristal itu. Dia kemudian mengaktifkan kemampuan utamanya yaitu Penyerapan Mutlak, namun diubah menjadi bentuk yang lebih halus yaitu Penyerapan dan Transformasi.
Partikel-partikel cahaya berwarna putih keperakan mulai terlepas dari permukaan tubuh Golem Kristal. Awalnya hanya sedikit seperti debu bercahaya, lalu semakin banyak. Semakin deras. Golem-Golem itu meraung pelan, tubuh mereka bergetar hebat karena energi Inti mereka ditarik keluar secara paksa namun teratur.
Mereka mencoba bergerak. Mencoba menyerang, tapi setiap gerakan justru mempercepat proses itu. Semakin banyak mereka bergerak, maka semakin banyak energi murni itu mengalir keluar melayang di udara, dan berputar kencang menuju tubuh Kaelen. Masuk melalui pori-pori kulitnya. Masuk ke dalam aliran darah dan Inti energinya.
Para pengamat terpaku diam. Napas mereka tertahan. Mereka melihat makhluk yang tak terkalahkan itu perlahan kehilangan kilauannya. Tubuh bening itu perlahan menjadi kusam, buram, dan rapuh. Yang tadinya sekeras berlian, kini berubah menjadi kaca buram yang mudah hancur.
Satu per satu Golem Kristal itu berhenti bergerak, lalu tubuh mereka runtuh berubah menjadi debu halus yang berkilauan. Meninggalkan sisa Inti Kristal murni yang indah dan jernih di tengah tumpukan debu.
Dalam hitungan menit, pertempuran yang tampak mustahil dimenangkan itu berakhir sepenuhnya.
Kaelen berdiri tegak di sana. Dikelilingi kabut energi yang perlahan masuk ke dalam dirinya. Dia membuka matanya, dan kali ini di balik manik matanya ada kilatan cahaya kristal yang berkedip sebentar sebelum menghilang.
[SERAPAN SELESAI. ELEMEN BARU DIPEROLEH: KRISTAL.]
[TINGKAT PENGUASAAN: DASAR → LANJUTAN 25%.]
[PERUBAHAN BESAR TERDETEKSI: ELEMEN TANAH, API, ANGIN, DAN PETIR TELAH MENCAPAI TINGKAT MAHIR 100%. FONDASI ELEMEN DASAR TELAH SEMPURNA.]
Kaelen merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Empat pilar utama kekuatannya kini berdiri kokoh hingga batas tertinggi yang bisa dicapai siapa pun. Energi mereka berputar harmonis. Saling mengisi. Saling menguatkan. Menciptakan cadangan kekuatan yang begitu besar hingga dia merasa mampu membelah gunung atau mengeringkan sungai hanya dengan satu gerakan tangan. Ditambah dengan elemen Kristal yang baru saja menjadi miliknya, pertahanan dan daya serangnya kini meningkat berkali-kali lipat.
Namun di tengah rasa puas itu. Indra tajamnya menangkap sesuatu yang lain. Di sudut gelap jauh di belakang tumpukan puing kristal, di tempat yang tidak terjangkau cahaya mereka ada sepasang mata merah yang bersinar redup.
Mata itu bukan milik makhluk buas. Mata itu cerdas. Penuh perhitungan, dan memancarkan hawa dingin yang mengerikan. Sosok itu mengamati segalanya. Mulai dari cara dia bertarung. Cara dia menguasai resonansi hingga momen dia menyerap Energi Kristal murni itu.
Kaelen menatap tajam ke arah itu, namun seketika itu juga sosok itu menghilang, menyatu sempurna dengan kegelapan yang pekat. Meninggalkan jejak samar energi Gelap yang hanya bisa dirasakan oleh Kaelen seorang.
"Organisasi Bayangan," batin Kaelen, genggaman tangannya mengerat penuh tekad. "Jejak kalian semakin jelas. Kalian mengawasiku, bukan? Kalian ingin tahu seberapa kuat aku? Tunggu saja saat aku keluar dari tempat ini aku akan memastikan kalian tahu bahwa keputusan kalian untuk memperhatikanku adalah kesalahan terbesar yang pernah kalian buat."
"Kaelen... Kaelen!" panggil Guru Hanes mendekat. Suaranya bergetar karena campuran rasa takjub dan kewalahan. "Apa yang baru saja kau lakukan itu... itu melampaui batas pemahamanku. Menguasai struktur kristal semurni itu. Bahkan penyihir tingkat tinggi pun butuh puluhan tahun untuk memahaminya, dan kau... kau baru saja melakukannya dalam sekejap mata."
Guru Hanes menatap Kaelen dengan pandangan yang sama sekali berbeda. Penuh rasa hormat yang mendalam.
"Aku tidak lagi tahu apa yang harus diajarkan kepadamu, muridku. Kau sudah melampaui diriku sendiri. Bahkan aku rasa kau sudah melampaui batas kemampuan yang dianggap mungkin bagi seorang manusia."
Kaelen tersenyum kecil, lalu menoleh ke arah lorong yang semakin dalam dan gelap di hadapan mereka. Lorong yang menuju ke jantung terowongan, tempat di mana energi tertua dan terkuat bersemayam.
"Perjalanan ini baru saja dimulai, Guru. Dan aku... aku baru saja menyentuh permukaan kekuatan sesungguhnya."
"Kita lanjutkan perjalanan. Ada banyak lagi yang menunggu untuk aku pelajari dan kuambil di bawah sana."
seperti biasa kakak selalu putus tengah jalan😩...suasananya seru+ kepo tau..../Scream/