NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Penyesalan yang Terlambat

Bahkan bukan hanya rumah itu hadiah yang diberikan oleh Jendra untuk Sheza. Begitu pintu rumah terbuka, banyak sekali barang yang ada di ruangan kosong sebelum ruang tamu. Boneka besar, set perhiasan mewah, barang-barang branded dari mulai gaun, sepatu, tas bahkan syal semuanya tersusun rapi di atas meja kaca di kanan dan di kiri ruangan itu.

"22 hadiah, ketika aku tidak bisa merayakan 22 kali ulang tahunmu!"

Sheza kembali memeluk Jendra. Dia tidak bisa berkata-kata.

"Sekarang aku hanya akan memberikan kebahagiaan padamu!" kata Jendra yang menggendong Sheza menuju ke kamar utama mereka.

Sementara itu di tempat berbeda, di sebuah rumah besar. Seorang pria tua yang menerima laporan dari seorang wanita yang membawa banyak sekali foto dan juga banyak nota yang dia dapatkan dari mengikuti anak buah Jendra. Tampak mendengus kasar.

"Jadi dia sudah merasa tak perlu berdiskusi dengan siapapun lagi tentang masa depannya?" gumam pria tua itu.

"Kakek, pasti wanita itu yang sudah menghasut Jendra. Jika tidak, bagaimana bisa Jendra menikahi wanita itu diam-diam!" kata wanita itu.

Seorang wanita paruh baya di sampingnya juga mendengus pelan.

"Itulah, paman. Sejak dulu aku sudah bilang, sebaiknya pertunangan antara Monica dengan Jendra di percepat. Lihat bagaimana sekarang? iya kalau wanita itu dari keluarga yang setara dengan kita. Jendra itu berbeda dengan orang kebanyakan. Kita bukan dari keluarga biasa. Wanita biasa seperti wanita perayu itu, pasti hanya akan menjadi kelemahan bagi Jendra!" tambahnya.

Pria tua itu melemparkan semua foto yang dia pegang ke atas meja.

Brakk

"Ferdinand!" panggil pria itu pada penjaga kepercayaannya.

Seorang pria yang sebenarnya tidak bisa di katakan tua, tapi juga tidak muda lagi. Segera datang menghampiri pria tua itu.

"Panggil anak nakal itu kemari! katakan aku ingin bicarakan hal penting dengannya. Kalau masih anggap aku kakek, maka dia harus datang!" seru pria tua itu.

"Baik, tuan besar!" sahut pria itu dengan cepat.

"Paman, ini teh herbal hangat buatan Monica. Dia bahkan kursus seni meramu teh, supaya bisa menyiapkan teh herbal terbaik untuk paman!" kata wanita itu menyanjung setinggi langit putrinya sendiri.

Sementara itu, di rumah baru Jendra dan Sheza. Keduanya masih berada di kamar dengan canggung. Setelah mandi dan ganti pakaian keduanya duduk di tepi tempat tidur.

Jendra perlahan meraih pinggang Sheza.

"Jika kamu lelah..."

"Aku tidak..." Sheza menjeda ucapannya, ketika Jendra perlahan mendorongnya ke tempat tidur.

Tatapan pria itu begitu dalam, sampai Sheza merasa tak bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Kalau begitu, akan mengambilnya malam ini!"

Jendra langsung mencium bibir Sheza, pria itu sudah menunggu cukup lama. Dia sudah menahan diri cukup lama.

Kedua tangan Sheza di arahkan ke atas, dan ditahan oleh satu tangan Jendra. Sementara tangan yang lain, sudah menelusup di bagian bawah lingerie yang di kenakan Sheza.

Sheza bergerak tak karuan, suaranya serak, meminta Jendra menghentikan gerakan tangan dan bibir pria itu yang mengabsen serupa inchi tubuh Sheza. Namun tubuhnya justru semakin bergerak lincah, memberikan jalan pada Jendra untuk mempermudah apapun yang dia ingin lakukan.

"Kamu milikku, Sheza"

Suara serak Jendra, membuat Sheza membungkam mulutnya sendiri dengan tangan. Karena hentakan keras dari Jendra yang membuat tubuhnya menegang.

**

Sementara itu di kediaman Hadiwinata. Nella masih terlihat begitu sedih. Sejak kembali dari hotel, wanita paruh baya itu terus berada di kamar yang dulunya di tempati oleh Sheza.

Wajahnya basah oleh jejak air mata yang belum benar-benar kering. Matanya merah, sembap, dan terus berkedip cepat seolah menahan tangis baru yang sewaktu-waktu bisa pecah lagi.

Hidungnya memerah, napasnya berat dan tersendat, kadang diselingi isakan kecil yang tak bisa ia tahan.

Namun yang paling jelas di wajahnya bukan hanya kesedihan, melainkan penyesalan yang menghantam begitu dalam.

Bibirnya bergetar pelan. Rahangnya mengeras lalu melemah lagi, seperti ia terus menggigit rasa bersalah yang menusuk dari dalam dada. Kedua tangannya saling meremas erat di pangkuan, sampai buku-buku jarinya memutih.

Sesekali jemarinya naik menutup mulut, menahan suara tangis yang pecah bersama bisikan lirih penuh sesal.

Pandangannya kosong, tetapi sesekali matanya terpejam rapat, seakan bayangan kata-kata kasar yang tadi ia lontarkan pada anak kandungnya terus terulang di kepalanya.

Setiap mengingat wajah Sheza, yang ternyata tidak bersalah sama sekali untuk sesuatu yang sudah dia judge pada anaknya itu selama belasan tahun, dadanya terasa sesak.

Nafasnya tercekat, bahunya bergetar, lalu air mata kembali jatuh tanpa bisa dicegah.

Ia merasa seperti seorang ibu yang baru menyadari telah melukai orang yang paling seharusnya ia lindungi, berkali-kali Sheza mengatakan hal yang sama 'Kenapa ibu tidak percaya padaku? sebenarnya anak ibu itu aku atau Karen?'

Setiap kali mengingat itu, bukan hanya tubuhnya yang lelah setelah menangis lama, jiwanya pun terasa remuk. Ada rasa bersalah yang menekan kuat di dada, membuat punggungnya semakin membungkuk.

Kepalanya tertunduk dalam, seolah tak sanggup menatap siapa pun. Dalam benaknya hanya ada penyesalan, kenapa ia begitu cepat menuduh, kenapa ia tak mendengar penjelasan anaknya, kenapa justru mulutnya lebih dulu melukai daripada memeluk. Dan kenapa dia terus melukai hati anaknya.

"Sheza..." lirih Nella yang benar-benar merasa begitu menyesali apa yang sudah terjadi.

Sekarang, anaknya bahkan tidak mau menatapnya. Tidak mau lagi mendengarkannya. Meski dia sadar semua ini salahnya, tapi rasanya sangat sakit di dadanya.

Di celah pintu kamar itu, Karen melihat dengan tatapan penuh kemarahan dan kebencian ke arah Nella.

'Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi. Bibi sudah sangat menyesal. Kalau begitu, aku benar-benar tidak akan dapat apapun!' batinnya yang merasa keberadaannya sudah mulai terancam oleh penyesalan bibinya itu.

Karen tidak mau semua hal yang dia takutkan terjadi. Dengan cepat Karen masuk ke dalam kamarnya. Merapikan asal pakaiannya. Dan keluar dari kamar menuju kamar bekas pakai Sheza itu dengan koper sedang yang dia tarik di belakangnya.

"Bibi..."

Nella yang masih memeluk foto Sheza menoleh ke arah pintu. Pandangannya tertuju pada Karen, lalu pada koper yang ada di belakangnya.

"Karen, koper itu? kamu..."

Sebelum masuk ke kamar, Karen bahkan sudah menggunakan obat tetes mata. Hingga ketika dia masuk, matanya sudah basah.

Karen hanya menambahkan senyum pahit lalu menghampiri bibinya.

"Bibi, aku sungguh minta maaf. Aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi saat itu. Ternyata ibuku lah yang nyaris menculik Sheza. Aku berterima kasih untuk semua kasih sayang bibi. Meski dengan seluruh darahh dan hidupku, aku tahu aku tidak akan bisa membalas semua kebaikan paman dan bibi. Aku akan membujuk Sheza, aku akan mengatakan padanya. Aku bersedia pergi dari rumah ini, asal dia mau kembali pada paman dan bibi hiks hiks..."

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Karen mendrama lagi😡
Noer: sabar kak, sabar
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan kan dasar tak tau diri 😡
Noer: ho'oh ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cari muka dong namanya 🤭
Noer: mungkin mukanya mau expired
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
dari pihak Jendra siapa namanya ya 🤔
Noer: Suketi kak
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
muncul sekutunya Karen 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mantap hadiahnya, dirapel bukan sih namanya 🤭🤔
Noer: aseeekk
total 1 replies
vj'z tri
barang apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh barang
total 1 replies
Ariany Sudjana
Nella, kamu bodohnya kebangetan, masih percaya sama akting pelacur murahan kesayangan kamu itu? bodoh kamu
Noer: terlalu memang itu ibu²
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar kakek tua bodoh, minuman itu sudah dicampur racun sama cucu kesayangan kamu, supaya kamu cepat mati 🤣🤣😂😂
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahahaha kalian orang tua yang bodoh Pras dan Nella, kalian sudah menyakiti hati putri kandung kalian sendiri, dan lebih memilih percaya dengan omongan pelacur murahan Karen 🤣🤣😂😂
Noer: menyedihkan ya orang tua begono
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga bahagia selalu Sheza 🤲
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali 🤣
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ulang tahun hadiahnya rumah, apa gak pengen ulang tahun tiap jam itu biar banyak rumahnya 🤭
Noer: eaaaa mau juga
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hitam dan merah, belum pernah lihat kayaknya 🤭
Noer: kek gitulah kak, list list merah gitu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enak aja minta maaf 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan 🤭
Noer: kapok ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Karen 🤔
Noer: nah itu dia kak, dia gak bisa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya nyonya, sama kamu disia-siakan sama Jendra diratukan🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudahlah Nella jangan dikejar, jangan bikin masalah sama Vins , dia kan orang nya Jendra 🤭
Noer: nanti di dor
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tapi gimana, dia kan ibunya 😔
Noer: dilema ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!