NovelToon NovelToon
Kala Takdir Menyapa Lagi

Kala Takdir Menyapa Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Janda / Teman lama bertemu kembali / Menikah Karena Anak
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Cinta romantis, dua kata yang tidak semua orang mendapatkannya dengan mudah.

Hari itu Alena Mahira menolak Alex dan menegaskan akan tetap memilih suaminya, Mahendra. Tak ingin terus meratapi kesedihan, hari itu Alex Melangkah pergi meninggalkan kota yang punya sejuta kenangan, berharap takdir baik menjumpai.

8 tahun berlalu...

"Mama, tadi pagi Ziya jatuh, terus ada Om ganteng yang bantu Ziya. Dia bilang, wajah Ziya nggak asing." ujar Ziya, anak semata wayang Alena dengan Ahen.


"Apa Ziya sempat kenalan?" tanya Alena yang ikut penasaran, Ziya menggeleng pelan sembari menunjukkan mata indahnya.

"Tapi dia bilang, Mama Ziya pasti cantik."

*******

Dibawah rintik air hujan, sepasang mata tak sengaja bertemu, tak ada tegur sapa melalui suara, hanya tatapan mata yang saling menyapa.


Dukung aku supaya lebih semangat update!! Happy Reading🥰🌹
No Boom like🩴

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KTML024~ Panti Asuhan

Tidak ingin terus menerus mengunyah makanan, Ziya mengajak Axan untuk bermain di sekitar danau. Ziya membawa satu tas kecil berisi mainan masak-masakan. Mata Axan berkedip beberapa kali dengan cepat.

"Xan, temenin Ziya main. Xan jadi pembeli, Ziya yang jualan."

Axan kaku, ia tidak pernah bermain seperti ini.

"Kenapa tidak main yang lain?" tanya Axan.

"Ziya bawanya ini. Nanti kalau bosen kita main yang lain." jawab Ziya dengan tangan yang sedang sibuk menata peralatan masaknya.

"Bapak mau beli apa?" tanya Ziya yang sudah masuk ke mode jualan.

"Eee saya beli bakso," Mau tidak mau Axan hanya bisa pasrah dan mengikuti alur.

"Waduh, saya nggak jualan Bakso Pak. Bapak kan bisa baca, saya jualan rujak sama nasi goreng."

"Tidak ada banner, tidak ada informasi mau jualan apa, mana aku tahu." batin Axan.

"Bapak beli nasi goreng aja ya,"

"Oke, terserah penjual saja."

"Bapak duduk dulu, saya gorengin nasinya. Mau pedes apa enggak?"

"Tidak pedas."

"Oke tunggu. Ini masih ambil nasi."

Mulut Ziya terus berbunyi menirukan suara sutil yang beradu dengan wajan.

"Ludahnya muncrat di wajannya itu."

"Sstt diem, Pak. Jangan cerewet, ludah saya itu bikin panjang umur."

Alena yang mendengar percakapan mereka berdua langsung tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha, bikin panjang umur nggak tuh?"

"Ibu yang disana kalau nggak mau beli jangan komen, berisik." kata Ziya dengan ketus. Mendapati anaknya yang benar-benar serius memainkan peran sebagai penjual membuat Alena semakin tertawa.

Ziya mencabut rumput disekitarnya sebagai sayur, ia menaburkan diatas wajannya.

"Minumnya apa, Pak?" tanya Ziya.

"Air putih saja."

Ziya berdiri, ia berjalan ke arah tepi danau dengan gelas mini di tangannya, Ziya benar-benar mengambil air danau dan diserahkan pada Axan.

"Ziya, air ini benar harus diminum?" tanya Xan dengan ekspresi wajah terkejut.

"Iya dong, habisin."

Tawa Alena pecah melihat kedua anak itu. Axan yang tidak lancar memainkan peran dan Ziya yang sudah masuk mode serius.

Pak Alex tidak ingin diam saja, ia menghampiri Axan dan duduk disebelahnya.

"Bu saya mau beli juga, jual apa ini?" tanya Pak Alex.

"Bapak nggak liat tulisannya? Jualan nasi goreng sama rujak."

"Jangan galak, Bu. Nanti cantiknya hilang."

Ziya sedikit tersipu malu.

"Bapak jangan gitu ya, saya nggak mau sama kamu karena udah tua."

Alena semakin tidak bisa menahan tawanya, ia sampai memegangi perutnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hari mulai sore, Ziya sudah puas bermain, kini mereka kembali duduk di tikar dengan makanan yanh selesai di tata ulang oleh Alena.

"Saatnya makan." kata Ziya sambil menerima piring dari Ibunya.

"Oh iya, tangannya Om masih sakit?" tanya Ziya.

"Sudah sembuh, soalnya kemarin diobati Ziya." jawab Pak Alex.

"Kemarin Kak Alex kenapa? Kok bisa luka-luka?" tanya Alena.

"Aku yang ceroboh, karena buru-buru mau jemput Axan, aku tidak melihat sekitar dan menyebrang, siapa sangka aku disenggol mobil, untungnya tidak melaju kencang, hanya luka kecil. Sayangnya HP-ku terlempar dan dilindas truk, jadi aku tidak bisa menerima telponmu kemarin."

"Om harus hati-hati."

"Iya."

Alena menatap Pak Alex dengan tatapan kasihan, menjadi orang tua tunggal memang tidak semudah itu, terlebih tidak menggunakan jasa tenaga orang lain untuk membantu merawat anak.

"Jangan khawatir," ucap Pak Alex dengan lembut pada Alena.

"Aku tau rasanya jadi orang tua tunggal tanpa bantuan pengasuh, rasanya aku lagi lihat perjuanganku." balas Alena.

"Nanti pas Mama tua, Ziya bakalan rawat Mama pakek tangan Ziya sendiri juga."

Alena tersenyum dan mengelus kepala Ziya.

"Baiklah ayo makan,"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Besoknya, setelah mengantar Ziya ke sekolah, Alena langsung pergi ke panti asuhan bersama Mira dan Ali sesuai kesepakatan.

Setibanya di panti, anak-anak menyambut Alena dengan hangat.

"Kakak cantik datang."

"Kakak..."

Beragam sapaan memenuhi telinga Alena, di panti ini Alena menjadi salah satu donatur yang paling sering berkunjung dan memberi dana. Tidak heran jika Alena lebih akrab dengan penghuni panti dibanding donatur lainnya.

"Alena." sapa Ayu, teman Alena yang sekaligus menjadi penanggung jawab di panti.

"Bu Ajeng mana?" tanya Alena.

"Bu Ajeng masih sakit, aku ditunjuk menjadi penanggung jawab panti selama Bu Ajeng belum sembuh."

"Oh... Nanti aku mau jenguk."

"Iya, boleh. Oh iya, ini yang kamu bilang kemarin?" tanya Ayu sembari menatap Ali dan Mira.

"Iya, ini adik iparku."

"Oke, kita ke kantor aja yuk, ngobrol disana." Ayu menggandeng tangan Alena.

Di kantor...

"Emmm jadi Bapak dan Ibu ini berniat mengadopsi anak kami disini ya?" tanya Ayu.

"Iya." jawab Mira dengan sedikit tidak bersemangat.

"Disini anak-anak beragam usianya, silahkan lihat daftar ini." Ayu menyerahkan dokumen terbaru terkait data usia anak-anak panti.

"Yang paling kecil usianya 2 tahun?" tanya Ali.

"Betul, Pak."

"Yang bayi itu udah ada yang bawa, Yu?" tanya Alena.

"Iya. Baru aja kemarin lusa."

"Setelah 7 tahun berlalu, ada seorang bayi yang terlantar di depan gerbang lagi, beruntung satu minggu setelah itu ada sepasang orang tua yang mengadopsinya, jadi sekarang ini di panti belum ada bayi lagi."

"7 tahun lalu kayaknya masih banyak bayi disini ya,"

"Iya, tapi mendadak banyak yang datang mengadopsi, alasannya sih ada yang pengen punya anak tanpa hamil dan sebagainya. Setelah itu selama 7 tahun ini baru ada bayi lagi minggu lalu."

Alena merasa lega, setidaknya angka bayi yang dibuang ke panti berkurang, bukan kekurangan dana melainkan menurut Alena semakin sedikit bayi yang terlantar maka semakin sedikit pula angka bayi yang bernasib malang.

"Jadi gimana? Kalian mau lihat-lihat dulu?" tanya Alena pada Mira dan Ali.

"Iya, kita mau lihat-lihat dulu."

"Baiklah, aku temani kalian berkeliling." Ayu berdiri.

"Aku mau jenguk Bu Ajeng, Yu. Kamu nggak apa-apa kan anterin mereka sendirian?"

"Iya Alena, aman."

Ayu mengajak Mira dan Ali ke ruangan yang lebih dalam, mereka akan menuju kamar khusus anak kecil.

"Di ruangan ini kalian bisa lihat anak-anak yang usianya 2 tahun, ada juga yang 3 tahunan. Setelah itu saya akan mengantar kalian melihat anak-anak yang usianya diatas 4 tahun."

Disisi lain Alena pergi ke kamar Bu Ajeng namun tidak menemukan keberadaan Bu Ajeng, ia berjalan mencari ke tempat lain, bahkan di halaman belakang pun tidak dapat menemukan Bu Ajeng.

Alena kembali berkeliling mencari Bu Ajeng, ia khawatir terjadi apa-apa padanya, terlebih kondisinya sekarang sedang sakit.

Di lorong setelah pintu utama langkah Alena terhenti, ia melihat kedatangan orang yang tidak asing.

1
M S Abdl
pejuangan tidak akan menghianati akan hasil 💪semangat toor aq padamu pokoknya ....salangheyoo❤❤❤
Siti Musyarofah
belum up
aku baca dulu
Siti Musyarofah
buat Alena trima a
lex kak
Siti Musyarofah
langsung baca
🍒⃞⃟🦅•§¢•𝓛𝓲𝓵𝓲𝓽𝐀⃝🥀
maaf teman², hari ini lambat up nya, author lagi kurang sehat🙏🙏🙏
Suanti
kenapa mira ngak adopsi ank aja di panti asuhan buat pancingan supaya cpt hamil 😂😂😂
Siti Musyarofah
2x up kak
Suanti
sehari up 2 bab🙏🙏🙏
Suanti
kayak nya axan ank adopsi, pak alex belum nikah 🤣🤣🤣
Sundel Bolonk _Lilit: Belum tentu, siapa tau Axan anak kandungnya. Bisa jadi emaknya selingkuh, mangkanya Pak Alex ogah ngakuin dan kasih tau Axan tentang Ibunya
total 1 replies
kalea rizuky
hmmm aq dr awal uda g setuju soalnya ahen iku bodoh plin plan mending ma Alex akhirnya doa ku di denger author/Curse//Curse//Curse/
kalea rizuky
si ahen mana mati kaj
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
ngakak akuu 😭😂😂
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
yaampun yaampun mulutnya belum di cocolll sambel yak 😤
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
hadeeuhh esdeh udah pd juliiddd
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
jgn mikir pengen jd anaknya, ziyaa
Yoona
masih nyimak duli
Abel Incess
jadi makin ber tny" apa yg udh terjadi sm ahen
Abel Incess
hah knp bisa ahen ngk sm alena???
jadi pinisirin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!