NovelToon NovelToon
KAMAR KOSONG

KAMAR KOSONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:907
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .

Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .

Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .

Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?

Ikuti kisahnya sampai selesai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Perseteruan Antara Samsuri Dan Pamungkas

Pak Hasan merasa ada yang memperhatikan dirinya , segera menoleh ke arah pintu melihat keluar namun tidak ada sesuatu yang mencurigakan lalu masuk ke dalam kamar dan beristirahat .

"Bapak kenapa sih mukanya kok serius sekali dari tadi ?" tanya Sari istri Pak Hasan . "Tadi aku melihat seorang pria berada di dalam rumah Samsuri padahal pemilik rumah sedang di rumah sakit , kira-kira siapa pria itu ?" jawab Pak Hasan sambil berpikir .

"Saudaranya kali sedang berkunjung ke rumahnya atau menunggu rumahnya karena sedang di tinggal pergi menjenguk Alif ,“ jawab Sari duduk di meja rias sambil menyisir rambut panjangnya .

“Semoga saja begitu , soalnya aku curiga kalau dia bukan manusia ," sahut Pak Hasan . Istrinya terkejut mendengarnya menepuk tangan suaminya agak kasar .

"Bapak ini ada-ada saja bisa-bisanya berpikiran seperti itu , ini jaman sudah modern masih saja ada makhluk berkeliaran di rumah orang , jangan aneh deh ,Pak ," kata Sari kemudian merebahkan tubuhnya di tempat tidur bersebelahan dengan suaminya .

Pak Hasan tidak bisa tidur memikirkan pria yang ada di rumah Samsuri . "Besok aku harus bicara dengan Samsuri ini tidak bisa dibiarkan begitu saja ," gumam Pak Hasan lalu berusaha memejamkan mata .

Di rumah Samsuri semua perabotan rumah berserakan seperti kapal pecah dan ada sebagian yang terbakar karena ulah Amir si makhluk astral . ia sudah tidak peduli lagi dengan siapapun yang menghalangi jalannya untuk menghantui manusia serakah dan berbuat semena-mena di muka bumi .

Bukan tanpa sebab Amir melakukan semua itu , sekarang rumah Samsuri sudah tidak lagi terbentuk karena sudah terbakar walaupun tidak semuanya . Ia merasa puas dan selanjutnya ia akan membuat perhitungan dengan keluarganya .

Pagi hari semua warga dikejutkan oleh kondisi rumah Samsuri yang terbakar separuh dan menyisakan asap di beberapa bagian .

"Ulah siapa ini ?" tanya tetangga dekat rumah Samsuri ketika keluar dari rumah terkejut melihat kondisi rumah tersebut terbakar .

"Apakah semalam tidak ada yang mendengar atau melihat suara api yang membakar rumah Samsuri ?" tanya Tetangga yang lainnya .

"Kita kan jauh mana tahu ," jawab orang di sebelahnya . Banyak warga yang melihat kondisi rumah Samsuri . Banyak yang menduga karena Samsuri mempunyai musuh dan ada yang menduga karena listrik konslet .

Sesorang pergi ke rumah sakit dimana Alif di rawat . Begitu sampai di rumah sakit ia masuk ke ruang rawat Alif , di sana Samsuri dan istrinya juga ketiga anaknya sedang sarapan .

"Assalamualaikum, Samsuri maaf mengganggu sebentar ," sapa tetangga bernama Warto . "Wa'alaikum Salam ," jawab mereka serempak .

"Ada apa , War ?" tanya Samsuri penasaran melihat Warto datang seorang diri dengan wajah serius . " Begini em ... Rumah mu ... Terbakar ," jawab Warto terbata .

Semua yang ada diruangan itu terkejut mendengar jawaban Warto ."Kapan kejadiannya ?" tanya Samsuri berusaha bersikap tenang padahal hatinya sangat marah ia sudah menduga ini bakal terjadi namun siapa sangka sekarang benar-benar terjadi nyata .

"Baiklah aku akan pulang , kalian berangkat sekolah saja ya , tidak usah mikirin kondisi rumah nanti biar bapak yang atasi masalah rumah kita ," kata Samsuri kepada kedua anaknya .

’Iya ,Pak ," jawab Abdul dan Manaf kemudian keluar pergi ke sekolah berangkat berdua .

"Pak aku ikut ," kata Murni dengan wajah panik .

"Jangan , lebih baik jaga Alif , dia butuh teman ngobrol ," sahut Samsuri . Murni melihat kondisi Alif lalu kembali melihat suaminya . "Baiklah nanti kalau ada apa-apa beritahu ibu ," kata Murni menangis sedih .

Samsuri dan Warto pulang ke rumah dengan mengendarai motor milik Warto . Sampai di depan rumah Samsuri terkejut melihat rumahnya hampir semuanya ludes terbakar hanya menyisakan kamar mereka saja itupun tinggal ruangan sedangkan atapnya tidak ada terlihat barang-barangnya hangus berwarna hitam .

Samsuri berjalan masuk ke area rumahnya melihat semua barang-barang yang masih bisa digunakan kemudian di pilah dan di ambil lalu di pisahkan di luar rumah .

"Aku yakin ini ulah Pamungkas , siapa lagi kalau bukan dia ," gumam Samsuri . Rasa amarahnya kian memuncak , ia pergi ke suatu tempat dimana Pamungkas tinggal .

"Keluar kamu , Pamungkas kita selesaikan dengan akal sehat bukan dengan cara pecundang ," teriak Samsuri dengan lantang .

Pamungkas keluar dengan tersenyum mengejek Samsuri . "Tidak semudah itu Samsuri , maaf aku sudah tidak berminat dengan rumahmu itu lebih baik kamu berikan kepada warga sekitar untuk dijadikan tempat apa sajalah terserah mereka ," kata Pamungkas sambil bertepuk tangan .

Tidak lama kemudian asap tebal mengepul diantara mereka dengan sorot mata menyala membuat Samsuri terkejut melihatnya . Asap tebal itu lambat laun berubah menjadi sosok pria tampan dengan wajah tersenyum kepada Samsuri .

"Amir ," kata Samsuri setelah mengetahui siapa sosok misterius tersebut . Amir tertawa dengan suara lantang dan mengerikan sampai memekakkan telinga .

Samsuri menutup telinganya dengan kedua tangannya sambil meringis kesakitan merasakan telinganya sakit . "Hentikan teriakanmu itu jelek sekali suaramu ," bentak Samsuri .

Amir menghentikan tertawanya lalu menatap tajam kearah Samsuri . "Kamu mengingatku , Pak tua ,“ kata Amir . Samsuri menghembuskan napas membalas tatapan Amir .

"Tentu saja aku ingat kamu yang mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu , tapi kenapa kamu bisa jadi seperti itu apa yang sudah terjadi padamu ?" tanya Samsuri heran .

"Kamu benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?" tanya Amir menahan amarah . "Aku tidak tahu apapun setelah kecelakaan waktu itu karena setahu ku , kamu akan menikah itu saja ," jawab Samsuri dengan jujur .

Samsuri dulu pernah menjadi pekerja di rumah Amir dan sempat mengenal Amir meskipun sebentar karena Samsuri di usir karena sudah berkhianat kepada ayah Amir padahal tidak begitu cerita sebenarnya .

"Aku bisa menjelaskan masalah yang sebenarnya , dulu waktu kedua orang tuamu sedang masa jaya orang kepercayaannya telah berkhianat dengan membocorkan rahasia ayahmu . Saat membangun sebuah pabrik uangnya diambil oleh orang kepercayaan lalu di limpahkan kepadaku yang tidak tahu apapun dengan perusahaan ayahmu itu . Aku bekerja baru satu bulan sudah di pecat hanya karena ulah orang kepercayaan ayahmu sungguh tidak tahu berterimakasih dia ,"kata Samsuri menjelaskan masalah yang sebenarnya .

"Amir nampak tertegun memikirkan hal itu sedangkan Pamungkas masih tidak terima karena tanah rumah milik Samsuri bukan menjadi miliknya tapi milik Samsuri itu membuatnya murka .

"Sok benar saja kamu , aku ingin tanah itu kembali padaku karena itu hakku ," kata Pamungkas dengan berteriak .

"Aku sudah pernah bilang berkali-kali, kalau masalah tanah sudah menjadi hakku sedangkan rumah itu di bangun oleh kakek dan nenekku karena orang tuaku sudah meninggal lebih dulu ," jawab Samsuri .

"Jadi kamu merasa kaya begitu mendapat warisan yang bukan hakmu , serakah sekali kamu ," Pamungkas marah mendengar pengakuan Samsuri .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!