WARNING!!! BIJAKLAH MEMBACA!!! NOVEL 21+!!! JIKA TIDAK SUKA SKIP SAJA . MARI SALING MEMPERMUDAH URUSAN ORANG LAIN MAKA HIDUP ANDA PASTI JUGA AKAN DI MUDAHKAN OLEH TUHAN.
Laura Elsabeth Queen tidak menduga ia akan bertemu kembali dengan Zafran Volkofrich mantan kekasihnya, di acara ulang tahun teman sekelas mereka, 10 tahun yang lalu mereka berpisah dengan tidak damai, orang tua Laura menentang keras hubungan mereka karena Zafran pria miskin. Zafran masih sakit hati pada Laura dan ingin membalas dendam.
Di sisi lain Laura mengetahui rahasia kedua orang tuanya setelah mereka meninggal, dan kini beban berat berada di pundak Laura.
Sedangkan Zafran pria miskin itu kini telah berubah menjadi penguasa dunia bisnis.
Bagaimana kisahnya yuk baca kelanjutannya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 24
Laura tersenyum melihat bagaimana Jane puas dengan apa yang ia sampaikan, meski dalam hatinya ia tidak percaya bisa berkata seperti itu, padahal kisah cintanya sendiri sangat rumit dan pelik, Laura sendiri tidak bisa memastikan perasaannya. Namun kini ia justru memberikan petuah yang entah dari mana otaknya bisa bermunculan kalimat seperti itu.
"Dengan tak tahu malunya aku seolah menjadi peri cinta yang memberikan nasihat permasalahan tentang hubungan asmara orang lain, padahal kisah cintaku sendiri di masa lalu hampir membuatku bunuh diri." Laura mengolok-olok dirinya sendiri dalam hati, sembari tetap tersenyum lebar pada Jane.
Tak terasa waktu semakin sore, matahari semakin tenggelam Laura dan juga Jane melihat matahari tenggelam bersama-sama di tepi pantai.
Cahaya yang berwarna orange dan bayangan matahari yang kian tenggelam terlukis jelas di permukaan pantai. Laura kemudian mengeluarkan ponselnya dan mereka berfoto bersama beberapa kali.
"Apa kau sudah punya gaun untuk acara nanti malam?" Tanya Jane pada Laura, yang saat itu sedang tersenyum melihat-lihat foto mereka.
"Emm... Entahlah.. Biasanya Zafran sudah menyiapkannya." Laura berfikir sekilas.
"Aku akan memberikan gaun yang cocok untukmu." Kata Jane sembari menarik tangan Laura mengajaknya pergi.
"Tapi... Zafran akan marah saat dia tahu aku tidak memakai gaun yang ia siapkan. Kata Laura sedikit ragu.
"Tenanglah, aku yang akan bicara padanya, aku ingin mengubahmu menjadi gadis paling cantik." Jane sangat bersemangat.
***
Malam acara ulang tahun Philip pun tiba, kapal pesiar mewah yang akan membawa para undangan untuk menikmati lautan bebas telah di persiapkan. Mereka akan menaiki kapal pesiar setelah acara inti yang di laksanakan di Resort telah selesai.
Jane mengetuk kamar Laura, dan saat gadis itu membuka kamarnya, Jane mengajak Laura ke ruangan VVIP lainnya, dimana Jane bisa leluasa mendandaninya.
Beberapa menit yang lalu Laura sempat di buat terpana dengan kecantikan Jane, tubuh nya yang ramping dengan rambut panjang lurus yang halus tertata rapi, wanita ramah itu memakai gaun panjang berwarna biru muda, dengan lengan ramping dan bahu putih yang tereskpose.
"Kau seperti bidadari yang baik hati." Kata Laura tak berkedip.
"Tidak ada waktu ayo ikut denganku." Kata Jane tersenyum dan menggandeng Laura menuju kamar VVIP lain.
Setelah beberapa menit lamanya, dan tak butuh waktu lama bagi Jane mendandani Laura, gadis itu berubah menjadi secantik bidadari.
Jane memang memiliki banyak ketrampilan, merias, melukis, bahkan menanam bunga, bagi Laura benar-benar wanita sempurna dengan segala sifat dan sikap nya yang ramah dan juga anggun.
Laura memakai gaun pemberian Jane, gaun sepanjang lutut berwarna dusty pink dengan bentuk model gaun sedikit mengembang, gaun itu memiliki warna yang lembut dan kalem, lengan kecil model sabrina dan hanya menutupi sebagian bahunya, namun tetap memperlihatkan bahu Laura yang kurus dan indah.
Kali ini Jane membuat Laura menggerai rambut ikal panjangnya dan memakai hiasan rambut di sisi kanannya.
"Laura kau sangat cantik, padahal aku tidak meriasmu terlalu tebal, tapi kau benar-benar sangat cantik, kecantikan naturalmu akan membuat semua orang terpikat." Kata Jane kagum.
"Terimakasih, kau terlalu memuji ku Jane." Laura tersipu dan merasa tidak enak.
"Bersenang-senanglah, kau pantas untuk bahagia Laura... Dan berhati-hatilah dengan mata para lelaki, aku sangat yakin mereka akan mencoba mendekatimu, jangan percaya dengan mulut para laki-laki." Kata Jane mengingatkan dengan tertawa.
"Aku tahu Jane..." Di ikuti Laura yang juga tertawa.
"Aku akan selalu berhati-hati." Sahut Laura lagi.
"Sudah waktunya, aku harus kembali ke kamarku, Philip sudah menelfon, acara nya ada di aula belakang, dekat pantai." Kata Jane tergesa-gesa.
Resort memang sangat luas, bangunan mewah milik Philip itu di bangun untuk kado pernikahan nya dengan Jane.
"Baiklah, hati-hati Jane jangan berlari, kau memakai heels yang tinggi." Laura mengingatkan.
Di sambut dengan kedipan mata Jane tanda bahwa ia setuju dan jangan mengkhawatirkannya.
"Baiklah, ayo berangkat Laura." Kata Laura berkata pada dirinya sendiri di depan cermin.
Ketika Laura berjalan, ia teringat bahwa ponselnya tertinggal di kamar, kemudian gadis itu berbalik ke kamar nya sendiri untuk mencari ponselnya dan seperkian detik ekor matanya melihat pintu penghubung kamarnya dengan kamar milik Zafran, berfikir sejenak apa Zafran masih di kamar atau sudah berada di Aula.
Seharian Zafran tidak mencarinya, pria itu masih dingin dan menghindarinya. Laura masih tidak mengerti kenapa Zafran bersikap seperti itu setelah mereka mengobrol saat malam acara amal di prancis.
Laura kemudian mengibaskan pikirannya dan kembali mencari ponselnya.
"Ya ampun dimana tadi ku taruh ponselku." Kata Laura mencari-cari di laci bahkan di semua sudut kamarnya namun tidak ketemu.
"Tok-Tok-Tok." Pintu di ketuk, kemudian Laura membukanya, terlihat Stark berdiri dengan membawa gaun mewah panjang yang cantik, berwarna Pink.
"Nona, Tuan Zafran sudah menyiapkan gaun untuk anda." Kata Stark sopan dan tanpa ekspresi.
"Katakan pada Zafran aku sudah memakai gaun ku sendiri."
"Tapi Nona, tuan Zafran akan..."
"Pukul berapa acara ulang tahun Philip Stark." Kata Laura mengalihkan pembicaraan.
"Tuan Zafran sudah menunggu anda di bar mini dekat dengan pantai, dan acara nya akan segera di mulai di dekat bar tersebut."
"Aku akan kesana." Laura kemudian menutup pintu kamarnya dan berjalan dengan anggun menuju tempat dimana Zafran sudah menunggu.
Sedangkan Stark tidak dapat membujuk Laura untuk mengganti pakaian yang sudah gadis itu kenakan.
"Semoga Tuan Zafran tidak akan memarahi Nona Laura." Kata Stark.
Di Kamar yang lain Jane datang dengan terengah, karena panggilan ponsel dari Philip yang berulang kali.
"Dari mana saja sayang?" Kata Philip mencium pipi Jane.
"Aku mendandani seorang teman." Jane tersenyum.
Philip mengerutkan alis dan dahinya.
"Ceritanya panjang." Sahut Jane lagi.
"Kau memiliki teman di sini?" Tanya Philip tak percaya.
Jane tersenyum dan kemudian mencium pipi Philip.
"Aku memiliki teman yang baik, dan dia gadis sederhana yang polos."
"Aku senang jika kau senang." Jawab Philip.
"Ku pikir kau akan sedih ketika aku memutuskan acar ulang tahunku di adakan secara terbuka dengan para teman-temanku."
"Awalnya aku merasa seperti itu Phil, tapi seorang temanku berkata sesuatu dan aku juga merasa lebih lega, apapun yang terjadi aku akan tetap mencintaimu." Kata Jane setenang mungkin.
"Apa maksudmu apapun yang terjadi?" Philip penasaran dengan sikap istrinya.
Tak berapa lama Edward pun datang dan mereka pergi bertiga.
bersambung~