NovelToon NovelToon
Back To Us, Zehar & Alesha

Back To Us, Zehar & Alesha

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Mengubah Takdir / Romantis
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Tujuh tahun lalu, kerasnya hidup memaksa sepasang kekasih berpisah jalan. Kini, mereka kembali dipertemukan di puncak kesuksesan. Alesha seorang Direktur wanita yang tangguh, dan Zehar telah menjadi perwira polisi yang mapan.
Kesempatan kedua pun diambil. Namun tepat saat hubungan mereka kembali bertaut, sebuah utang budi dari masa lalu datang menagih.
Alesha dihadapkan pada dua pilihan, antara harus berbakti pada perjodohan orang tua, atau mempertahankan cinta sejatinya.
Saat pangkat dan jabatan sudah di tangan, mampukah mereka memenangkan takdir yang dulu sempat gagal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak Karier, Hati Tetap Terkunci

☘️ FLASHBACK

Waktu berlalu begitu cepat, membawa perubahan besar dalam kehidupan Alesha.

Lima tahun sejak ia diterima mengikuti program manajemen trainee di Argantara Investama, kerja keras, ketekunan, dan kecerdasannya telah membawanya melangkah naik tangga kesuksesan dengan kecepatan yang mengejutkan banyak orang.

Bagi sebagian rekan kerja, kemajuannya dianggap terlalu cepat dan mungkin didukung oleh hubungan khusus dengan pemilik perusahaan.

Namun bagi mereka yang melihat secara langsung, pencapaian itu adalah bukti dari dedikasi yang tak kenal lelah.

Alesha selalu datang ke kantor satu jam lebih awal sebelum jam kerja dimulai, dan baru meninggalkan ruang kerjanya setelah semua orang sudah pulang.

Ia mempelajari setiap divisi perusahaan secara mendalam, memahami seluk‑beluk keuangan, alur distribusi, hingga strategi pemasaran yang diterapkan.

Ia tidak segan turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi operasional, mendengarkan keluhan staf di tingkat terbawah, dan mencari solusi atas setiap masalah yang muncul.

Sikapnya yang profesional, tegas namun tetap adil, membuatnya dihormati meski masih tergolong muda.

Setelah melewati berbagai posisi, mulai dari staf administrasi, kepala bagian, hingga manajer cabang, Alesha akhirnya dipercaya menduduki jabatan Direktur Operasional.

Jabatan itu menempatkannya sebagai salah satu orang paling berpengaruh di perusahaan, setelah keluarga Argantara sendiri.

Pengumuman kenaikan jabatannya disambut dengan rasa bangga oleh keluarga Reyhan, namun bagi Alesha sendiri, pencapaian itu terasa seperti tonggak perjalanan yang harus ia lalui, bukan alasan untuk bersantai.

Di ruang kerjanya yang luas dan tertata rapi, dengan pemandangan kota yang terbentang dari balik jendela kaca besar, Alesha duduk memeriksa laporan keuangan bulanan.

Wajahnya terlihat lebih matang, tatapannya tajam, dan pembawaannya penuh wibawa. Namun bagi mereka yang mengenalnya lebih dekat, ada satu hal yang tidak berubah sedikit pun, hatinya tetap tertutup rapat, tak tersentuh oleh siapa pun.

“Sekarang kamu sudah memegang kendali besar di perusahaan ini, Alesha. Aku sangat bangga melihat perkembanganmu,” ujar Argantara suatu hari saat bertemu di ruang rapat.

“Tapi ingat, jabatan ini bukan hanya kekuasaan, tapi juga kepercayaan yang harus dijaga dengan baik.”

“Aku mengerti, Pak. Aku akan menjalankan tugas ini sebaik mungkin dan memastikan operasional perusahaan berjalan lancar,” jawab Alesha singkat dan tegas.

“Selain urusan pekerjaan,” lanjut Argantara sambil tersenyum tipis,

“lima tahun sudah berlalu dari kesepakatan kita. Masih ada waktu lima tahun lagi. Semoga selama ini kamu dan Erhan bisa saling memahami dengan lebih baik.”

Mendengar kalimat itu, ekspresi Alesha tidak berubah.

Ia hanya mengangguk sopan.

“Kita masih sesuai dengan kesepakatan awal, Pak. Aku akan menjalani semuanya sebagaimana mestinya.”

Memang, selama lima tahun itu, Erhan tidak pernah berhenti berusaha mendekati Alesha, meski ia melakukannya dengan sangat sabar dan penuh pengertian.

Ia sadar betul bahwa gadis itu memiliki dinding pertahanan yang sangat tinggi, sehingga ia tidak pernah memaksakan kehendak atau mengajukan permintaan lebih. Ia datang hanya sebagai teman, rekan kerja, dan pendukung yang siap ada saat dibutuhkan.

Setiap minggu, Erhan akan menjemput Alesha untuk makan siang jika jadwal mereka bertepatan, atau mengantarnya pulang jika hari sudah larut.

Ia selalu mengingatkan agar Alesha tidak memaksakan diri bekerja terlalu keras, membawakan makanan sehat, atau sekadar mengajak berjalan‑jalan sebentar untuk melepas penat.

Sikapnya yang lembut, pengertian, dan tidak pernah menuntut membuat siapa pun akan luluh, namun tidak dengan Alesha.

Suatu sore, saat hujan turun deras dan jalanan macet parah, Erhan menunggu di depan gedung kantor dengan membawa payung dan secangkir cokelat hangat.

Begitu Alesha keluar, ia segera menyambutnya dengan senyum.

“Kamu pasti lelah seharian di ruangan ber‑AC. Minum ini dulu untuk menghangatkan tubuh,” ujarnya sambil menyodorkan cangkir itu.

Alesha menerima dengan sopan, namun matanya tidak menunjukkan kehangatan apa pun.

“Terima kasih, Mas Erhan. Kamu tidak perlu menunggu seperti ini terus. Aku bisa pulang sendiri dengan taksi.”

“Aku tahu kamu bisa, tapi aku ingin melakukannya. Bagiku, melihatmu pulang dengan selamat sudah cukup,” jawab Erhan dengan nada lembut.

“Aku tidak meminta balasan apa pun, Alesha. Aku hanya ingin kamu tahu, ada seseorang yang selalu ada untukmu, meski kamu tidak mau membuka hatimu.”

Kata‑kata itu menyentuh sedikit hatinya, namun Alesha segera menepisnya.

Ia tahu, jika ia memberi sedikit celah, maka ia akan semakin terikat dan sulit melepaskan diri nanti.

Selain itu, di sudut paling dalam ingatannya, masih tersimpan nama dan kenangan yang pernah ia janjikan untuk dijaga, meski secara resmi hubungan itu sudah berakhir bertahun‑tahun yang lalu.

Ia memilih membiarkan hatinya tetap kosong, tak tersentuh oleh perasaan apa pun, baik itu rasa suka, sayang, maupun keinginan untuk membangun hubungan baru.

Tidak hanya terhadap Erhan, Alesha juga menutup diri dari semua pria lain yang mencoba mendekat.

Sebagai wanita muda yang cerdas, sukses, dan berpenampilan menarik, tentu saja banyak yang tertarik padanya.

Mulai dari rekan kerja di kantor, pengusaha muda, hingga kenalan keluarga yang berusaha melamarnya.

Namun setiap kali ada yang mencoba mendekat atau menyampaikan perasaan, jawaban Alesha selalu sama, tegas, sopan, namun menutup segala kemungkinan.

“Aku belum punya keinginan untuk menjalin hubungan apa pun saat ini. Fokusku sepenuhnya pada pekerjaan dan keluarga,” ucapnya kepada seorang manajer perusahaan mitra yang pernah menyatakan perasaannya.

“Mohon maaf, aku tidak bisa memberi harapan lebih.”

Reyhan dan Zaskia sering kali membicarakan hal ini di antara mereka sendiri, khawatir melihat putri tunggalnya itu hidup seolah tanpa emosi.

“Zaskia, melihat Alesha seperti ini membuat hatiku terasa sesak. Ia sudah sangat sukses secara karier, tapi hatinya terasa membatu. Apakah ini benar‑benar jalan yang terbaik untuknya?” tanya Reyhan suatu malam.

Zaskia menghela napas panjang, matanya berkaca‑kaca.

“Aku juga khawatir, Reyhan. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Ia menutup dirinya sendiri. Ia menganggap pekerjaan sebagai tameng untuk melindungi hatinya yang pernah hancur. Setidaknya dengan cara ini, ia tetap kuat dan berdiri tegak. Biarkan saja, mungkin seiring berjalannya waktu, dinding itu akan perlahan runtuh dengan sendirinya.”

Namun Alesha tahu alasannya sendiri.

Baginya, menutup hati adalah satu‑satunya cara untuk tetap bertahan sesuai kesepakatan yang dibuat.

Jika ia membuka hati untuk Erhan, lalu di akhir masa sepuluh tahun itu mereka tetap tidak cocok, ia akan merasa telah menyia‑nyiakan waktu dan perasaan orang lain.

Jika ia membuka hati dan justru jatuh cinta, maka ia akan merasa telah mengkhianati sisa perasaannya sendiri dan terjebak selamanya tanpa pilihan.

Maka, menjaga hatinya tetap terkunci adalah keputusan paling aman dan paling adil, baik untuk dirinya maupun orang lain.

Hari‑hari terus berjalan dengan pola yang sama, bekerja, pulang, istirahat, lalu kembali bekerja.

Kesuksesan terus menumpuk, nama Alesha semakin dikenal di dunia bisnis, namun kehidupan pribadinya tetap sepi dan tertutup.

Ia telah membuktikan bahwa ia bisa bangkit dari keterpurukan, berdiri di kakinya sendiri, dan mencapai puncak karier hanya dengan kemampuannya.

Namun ia juga sadar, ada harga lain yang dibayarkan untuk semua itu, kebahagiaan hati yang masih terpendam, menunggu nasib akan membawanya ke arah mana saat lima tahun ke depan itu tiba.

Di tengah kesibukannya sebagai direktur, Alesha sering kali memandang ke luar jendela pada malam hari, memikirkan satu hal yang tak pernah hilang dari benaknya.

Apakah keputusan yang ia ambil bertahun‑tahun yang lalu itu sudah benar?

Dan apakah di ujung masa sepuluh tahun itu, ia akan mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya, atau justru terjebak selamanya dalam janji yang dibuat karena keadaan?

 

1
Siti Sarfiah
cinta yg lama hilang akhirnya tersambung kembali👍💪
Siti Sarfiah
lancar kan urusannya kalau mengalah dari egois lanjutkan lagi cinta yg terputus dan perbaiki kembali
Siti Sarfiah
maju pakpol , buang jauh" egomu bisa nyesal kalau d ambil orang
Siti Sarfiah
itulah sama" egois🤭💪
Siti Sarfiah
pakpol yg buang" waktu , bilang saja ingin mengenang masa lalu😄👍
Siti Sarfiah
cinta lama bersemi kembali😍👍💪
Siti Sarfiah
dengan bertugasnya AKP zehar d daerah yg d tuju akan aman selalu👍💪
Siti Sarfiah
mantap ibu Dirut yg jenius👍
Elisabeth Ratna Susanti
semoga pak Zehar beneran tulus ya
Rosella
udh, 🙏
kalah saing kmu erhan
Rosella
baguss
Rosella
Zaskia sadar krna di bayarin tuh utang, coba kalau ga d bayarin, apa masih Nerima Zehar 😏
Rosella
sepakat din🙏
Rosella
keren juga Dinda 😍.
real sahabat ini mah😍
Elisabeth Ratna Susanti
harus tetap tegak berdiri 👍🥰
Rosella
aku paling suka karakter Zehar. apa yang dia ucapkan pasti positif. keren thor.
kalau bisa up banyak y. plis 🙏
Rani: tengkyu.

siapp,😍
demi readers rela up banyak kok😍
total 1 replies
Rosella
sudah pasti terpecah belah lah. gila aja anak sendiri di jadikan bahan untuk balas Budi.😏
Rani: sabar😭
total 1 replies
Rosella
ibu aja yg nikah sama erhan noh. kehormatan apaan, ngorbanin anak
Rani: sabar😭
total 1 replies
Rosella
egois bnget si ibu
Rani: sabar😭
total 1 replies
Rosella
idih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!