NovelToon NovelToon
Aku Buat Suamiku Menyesal

Aku Buat Suamiku Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Kalau bukan karena gajiku, kamu nggak akan bisa makan enak, Ningsih!”

Tujuh tahun menikah, Ningsih rela meninggalkan dunia bisnis demi mendukung karier suaminya. Ia mengurus rumah, membantu pekerjaan Hendra dari belakang layar, bahkan diam-diam menjadi otak di balik kesuksesan pria itu tanpa sepengetahuannya.

Namun semakin Hendra berada di puncak, semakin besar pula egonya.
Tak ada yang tahu, pria yang dipuji semua orang itu sebenarnya tidak akan menjadi siapa-siapa tanpa Ningsih.

Sayangnya, pengorbanan tulus itu justru dibalas dengan hinaan, pengkhianatan, dan wanita lain.

Sampai akhirnya Ningsih lelah.
Ia berhenti membantu. Dan sejak saat itu, kehidupan Herman mulai runtuh perlahan.

Barulah Hendra sadar, perempuan yang selama ini ia rendahkan ternyata adalah alasan dirinya bisa berdiri di puncak.

Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Saat Hendra ingin kembali, Ningsih justru memilih pergi dan membalas sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23

Setelah diusir dengan sangat tidak terhormat oleh petugas keamanan dari gedung kantor Ningsih, Hendra sadar bahwa pintu maaf dan pintu kemewahan dari mantan istrinya telah tertutup rapat untuk selamanya. Ia tidak mendapatkan sepeser uang pun, apalagi kesempatan untuk kembali menjadi bagian dari PT Adiwangsa.

Dengan perut yang melilit karena lapar dan dompet yang hanya menyisakan beberapa lembar uang ribuan kusut, Hendra harus realistis. Ia tahu, dengan reputasinya yang hancur dan statusnya sebagai mantan narapidana kasus pengoplosan material, tidak akan ada satu pun perusahaan kantoran yang sudi menerimanya sebagai karyawan.

Hendra memandangi kemeja kerjanya yang kini sudah kusam dan basah oleh keringat. Akhirnya, ia memutuskan untuk menurunkan gengsinya sedalam mungkin. Ia melangkah masuk ke sebuah bengkel mobil yang cukup besar di pinggir jalan raya, berniat melamar pekerjaan apa saja, bahkan menjadi montir atau tukang cuci mobil sekalipun.

"Maaf, Mas, di sini tidak ada lowongan untuk montir baru. Semua posisi sudah penuh," ucap kepala mekanik bengkel tersebut setelah melihat penampilan Hendra yang tampak berantakan.

Hendra menghela napas berat, bahunya merosot lesu. "Baik, Pak. Terima kasih," sahutnya pelan.

Saat Hendra baru saja melangkah keluar dari area bengkel dan berjalan di trotoar, sebuah jeritan melengking yang penuh kepanikan memecah riuh rendah suara klakson kendaraan di jalan raya.

"Tolong! Copet! Tolong, tas saya dicopet!" teriak seorang perempuan muda dari kejauhan sembari menunjuk-nunjuk ke arah seorang pria berjaket hitam yang berlari kencang.

Pria berjaket hitam itu memegang sebuah tas tangan bermerek yang cukup mahal. Kebetulan yang luar biasa, jalur lari si copet mengarah tepat ke tempat Hendra berdiri.

Naluri Hendra yang sedang dalam kondisi frustrasi dan penuh amarah mendadak bangkit. Tanpa berpikir panjang, Hendra langsung memasang posisi pasang kaki dan memasang badan.

Bruk!

Saat si copet melintas di depannya, Hendra langsung menerjang tubuh pria itu dengan kuat hingga keduanya bergulingan di atas trotoar. Si copet yang bertubuh kurus seketika mengaduh kesakitan karena terhantam tubuh kekar Hendra.

Tak mau kehilangan buruannya, Hendra langsung mengunci pergerakan tangan si copet dan merebut kembali tas mewah yang dicurinya.

"Lepas, bangsat!" umpat si copet sembari mencoba memberontak.

"Diam kamu! Jangan macam-macam!" bentak Hendra dengan suara baritonnya yang tegas. Beberapa warga dan montir bengkel yang melihat kejadian itu langsung berlarian mendekat dan mengamankan si copet sebelum massa bertindak lebih jauh.

Hendra berdiri sembari mengusap sikunya yang sedikit lecet. Ia mengambil tas tangan tersebut, lalu berbalik menatap seorang perempuan muda yang berlari terengah-engah menghampirinya dengan wajah yang pucat pasi. Perempuan itu berpenampilan sangat modis, mengenakan pakaian mahal, dan memancarkan aura sebagai anak orang kaya raya. Namanya adalah Nawang.

"Ini tas anda, Mbak. Tolong diperiksa dulu barang-barangnya, apakah ada yang hilang?" ucap Hendra sembari menyodorkan tas tersebut dengan sopan.

Nawang menerima tasnya dengan tangan yang masih gemetar. Namun, begitu ia mendongak dan menatap wajah Hendra, kalimat makian untuk si copet yang sudah ada di ujung lidahnya mendadak menguap begitu saja. Mata Nawang membelalak kecil, terpaku menatap sosok pria di hadapannya.

Meskipun pakaian Hendra tampak kusam dan wajahnya sedikit kotor, postur tubuh Hendra yang tinggi tegap, bahunya yang lebar, serta otot-otot lengannya yang tampak kekar di balik kemeja yang ketat benar-benar membuat jantung Nawang berdegup kencang secara tidak wajar.

Ada aura kelaki-lakian yang sangat matang dan gagah dari diri Hendra yang langsung membuat Nawang jatuh cinta pada pandangan pertama.

"Ya Tuhan... ini orang apa pahlawan di film aksi? Gagah banget!" batin Nawang menjerit histeris, wajahnya seketika merona merah.

"Mbak? Halo? Mbak tidak apa-apa?" tanya Hendra membuyarkan lamunan Nawang, sembari melambaikan tangannya di depan wajah perempuan itu.

Nawang tersentak, lalu buru-buru membenahi sikapnya yang salah tingkah. "Eh! Iya, iya! Saya tidak apa-apa, Mas! Astaga, terima kasih banyak ya, Mas... Mas siapa namanya?"

"Nama saya Hendra," jawab Hendra tersenyum tipis.

"Aku Nawang. Mas Hendra, makasih banyak ya! Di dalam tas ini ada dokumen penting perusahaan Papa aku. Kalau sampai hilang, aku bisa habis dimarahi," ucap Nawang dengan nada suara yang mendadak dibuat menjadi manja dan lembut, sangat kontras dengan statusnya sebagai anak konglomerat yang biasanya angkuh.

Nawang melirik ke arah bengkel di belakang Hendra, lalu menatap map dokumen yang dipegang Hendra. "Ngomong-ngomong, Mas Hendra tadi sedang ada urusan apa di bengkel ini? Mas kerja di sini?"

Hendra menggelengkan kepalanya dengan senyum getir. "Bukan, Mbak Nawang. Saya tadi berniat melamar pekerjaan di sini, tapi sayangnya lowongannya sudah penuh."

Mendengar hal itu, mata Nawang langsung berbinar cerah. Ini adalah kesempatan emas baginya untuk bisa terus dekat dengan pria kekar idamannya ini.

"Kebetulan sekali! Mas Hendra bisa menyetir mobil, kan?"

"Bisa, Mbak. Saya punya SIM A aktif dan dulu biasa menyetir mobil-mobil mewah," jawab Hendra jujur, mengingat masa lalunya saat masih menjadi direktur.

Nawang langsung tersenyum lebar, menepuk tangannya dengan gembira.

"Bagus! Kalau begitu, mulai hari ini Mas Hendra tidak usah cari kerja ke mana-mana lagi. Mas Hendra kerja sama aku saja, jadi sopir pribadi aku! Kebetulan sopir pribadiku yang lama baru saja berhenti minggu lalu karena mudik. Bagaimana? Soal gaji, tenang saja, aku bisa bayar Mas Hendra tiga kali lipat dari gaji sopir biasa!" tembak Nawang tanpa ragu.

Hendra tertegun, tidak percaya dengan keberuntungan yang tiba-tiba datang di tengah keterpurukannya. Menjadi sopir pribadi seorang gadis kaya raya tentu jauh lebih baik daripada menganggur atau menjadi kuli bangunan.

"Mbak Nawang serius? Mbak tidak sedang bercanda, kan?" tanya Hendra memastikan dengan mata berkaca-kaca.

"Aku serius, Mas Hendra ganteng," goda Nawang dengan kedipan mata yang super centil, membuat Hendra agak salah tingkah. "Mulai besok Mas sudah bisa bekerja. Ini kartu namaku, besok langsung datang ke alamat rumahku yang tertera di sini, ya?"

Hendra menerima kartu nama berlapis emas itu dengan tangan bergetar karena haru. "Terima kasih... terima kasih banyak, Mbak Nawang. Saya berjanji akan bekerja dengan sangat baik dan menjaga Mbak dengan taruhan nyawa saya."

Nawang tersenyum manis, memandangi bentuk dada bidang Hendra dengan tatapan yang penuh kekaguman dan rencana-rencana greget di kepalanya.

"Sama-sama, Mas Hendra. Aku tunggu ya besok pagi. Jangan sampai terlambat!"

Nawang pun melangkah masuk ke dalam mobil mewahnya yang terparkir tak jauh dari sana dengan hati yang berbunga-bunga, sementara Hendra berdiri di trotoar dengan secercah harapan baru yang kembali tumbuh di dalam hidupnya yang sempat hancur.

"Kalau aku kaya lagi suatu saat, aku akan membalas perbuatan Arumi dan Ningsih!" batin Hendra tak ada kapoknya.

1
Sri Rahayu
Luna ga tau aja kl papa mu uda ditendang oleh si tante genit Arumi /Facepalm//Facepalm//Facepalm/...tp skrg papa mu uda dpt tante genit baru adik tiri mu🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Yeni..Nawang...ketemu Hendra kyknya bakal seru nih...lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
kamu mau memanfaatkan Hendra 😇😇😇...yg ada kamu yg akan dimanfaatkan Hendra🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ hei sawang sinawang lu gak tahu ajj kelakuan Hendra .... bukan nya cek latar belakang dulu
Nice1808
🤣🤣🤣luna pinter ya bilng arumi tante genit kyk ulat bulu menempel pd papanya👍👍👍
Nice1808
nawang sat set bbgt mau menikah dgn hendra demi aset dr adiwangsa🤣
Nice1808
parah yudha melihara ular juga😃bego bngt😃😃😃
Nice1808
nawang milih hendra kyk apa ntar anknya bersaudara dgn luna kandung🤣🤣
Susma Wati
hendra dan nawang sama-sama ular, yang akan saling mematuk dan akan hancur bersama
tinie
hendraq jangan sombong dulu
ingat ya Luna sangat cerdas ,,

ooh kalau soal Ningsih mungkin dia akan di incar oleh CEO aditama🤣🤣
tinie
intinya sama sama memanfaatkan
Nawang kepengen punya anak agar bisa
dapat warisan
dan Hendra numpang hidup supaya bisa kaya lgi🤣🤣🤣
tinie
makanya kalo gak bisa cari harta sendiri ya jangan mancing emosi orang
cari tau dulu
emang orang kere kepingin kaya hanya mengandalkan omongan manis merayu orang😁😁
bermulut tajam merayu orang
tinie
bener sebentar lgi akan dikuras sama hendra
tinie
eeh kamu salah
justru Hendra yang membuat hidup Ningsih hancur
jangan kau pungut
Susma Wati
nawang kalau memilih hendra bakalan nyesel gak yah, soalnya hendra tuh sampah yang di buang ningsih, Kalau hendra menikahi nawang dan dia merasa sudah kaya lagi pasti dia buat ulah lagi, ehh tuh si pelakor tahu hendra kaya lagi pasti dia rayu si hendra, kalau hendra kena rayu lagi sama sia arumi, memang hendra goblok, masuk ke ĺbang yang sama, mungkin nawang sebenarnya baik, tapi kena pengaruh ibunya yang gila kuasa, jadi kalau nawang salah dengan pilihan nya mungkin dia menendang hendra ke jalanan, kalau belum terlambat, tapi tetap kalah kalau sudah berhadapan dengan ningsih pasti dibikin busuk di penjara kalau dia menguasai kekayaan pak yudha, ningsih pasti rebutan lagi, walau mungkin yeni dan nawang juga merasakan sengsara, tapi itu buah yang di petik mereka karena serakah 🤣🤣
Senja: Hehehe kita lihat coba nanti kak🤭
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ sampah di buang Ningsih mau di pungut Nawang ???gi dah ambil sana 🤣🤣🤣
Dede Maesaroh
lah amsyong🤣
Susma Wati
nawang anaknya yeni, ketemu hendra, bersatu melawan ningsih, kata kebetulan orang 2 yang membuat ningsih sakit hati bersatu, dan ningsih menghadapi mereka dan kehancuran yang mereka dapatkan karena ningsih benar-benar membalas semua sakit hatinya pada orang-orang ang pantas mendapatkan kehancuran
vj'z tri
eh dodo eeee kirain mah dah insaf 🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
yeni manusia gila harta dia lupa ningsih ank yudha yg skrg kaya hidup sendiri 🤣🤣harta yudha juga akn di wariskn ke ningsih 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!