NovelToon NovelToon
Dalam Dekapan Istri Muda

Dalam Dekapan Istri Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

Elizabeth Zamora atau yang biasa di panggil dengan Liz telah terjebak dalam pernikahan kontrak yang membawa dia pada titik terendah dalam hidupnya.

Akankah Liz bisa melalui takdir yang telah digariskan semesta untuknya ??

Happy Reading 💜
Enjoy 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

Pelukan itu hanya sesaat sebelum Liz mendorong dada Tama menjauh.

"Nenek sudah memperingatkan, tidak boleh ada perasaan dalam pernikahan kontrak ini, aku tidak ingin mengecewakan nenek dengan rasa yang sepenuhnya belum ku yakini." Liz menarik nafas panjang, mencoba mengendalikan diri. "Pulanglah! Besok aku akan kembali kerumah mewahmu." Liz menutup pintu, pelan namun membuat Tama justru merasa seperti menabrak tembok es yang menjadi benteng pertahanan yang kokoh. Sulit sekali menaklukan hati wanita itu.

Yang Tama tidak tahu, Liz trauma akan pernikahan. Ibunya ditinggalkan oleh orang yang paling dia cintai. Ibunya memendam hingga tubuhnya merespon dengan cara berbeda. Kanker. Sistem pertahanan tubuh ibu melemah karena stres yang berkepanjangan.

Liz menyandarkan punggung di balik pintu. Disana Liz terisak pelan, "Biarkan semesta yang bekerja. Aku yakin, apapun yang diciptakan untuk ku, tidak akan pernah hilang dariku,"

Hujan semakin deras ketika mobil Tama meninggalkan pekarangan rumah Liz.

Sampai dirumahnya lagi, Tama langsung menemui Nenek dikamar nya.

"Astaga, Tama. Kenapa kamu hujan-hujanan malam-malam begini ??" Nenek mendengus lalu mengambil handuk untuk Tama.

Tama tidak segera mendongak, dia menunduk menatap kosong ke lantai marmer dikamar Nenek.

"Ini, keringkan rambutmu! Kamu ini sudah kepala tiga masih saja tidak bisa menjaga kesehatan diri," Omel Nenek namun Tama hanya diam saja, membuat Nenek semakin khawatir.

"Kenapa ? Ada apa ?" tanya Nenek

"Nek, kenapa Nenek memberi syarat yang tidak masuk akal pada kami ??"

"Syarat yang tidak masuk akal ?! Apa maksud mu, nenek tidak mengerti," tatapan Nenek mulai bercampur bingung dan tanya.

Tama duduk di sofa kamar, bahunya merosot, tak bersemangat.

"Ketika aku membawa Liz pertama kali kerumah ini, kenapa Nenek memberi syarat jangan sampai ada perasaan yang tumbuh di hati kami berdua, tidak masuk akal!"

"whats whats whats ?" Suara Nenek jelas terdengar seperti orang yang sedang terkejut.

"Maksudnya kamu sudah tertarik dengan Elizabeth ? Astaga, Tama. Kamu ingat apa yang kamu katakan hari itu, huh ?! 'Tidak mungkinlah, Nek. Aku tidak tertarik pada wanita bar-bar seperti dia'," Ucap Nenek sambil menirukan gaya bicara sang cucu.

"Ck! Nenek tidak tahu!" desis Tama.

Tawa Nenek pecah hingga nyaris keluar air mata, membuat Tama mendelik kesal.

"Baru juga kenal satu bulan, lemah sekali hatimu," Goda Nenek yang sengaja telah membuat wajah cucunya semakin ditekuk,

"Ck! Sudahlah, bicara dengan Nenek bukannya dapat solusi malah dapat ledekan!" Tama menarik handuk dari kepalanya lalu melemparnya ke atas sofa yang lain, kemudian dia beranjak hendak keluar dari kamar sang Nenek.

Tangan Tama sudah memegang handle pintu, sebelum suara Nenek kembali menghentikan gerakkannya.

"Sesuatu yang lepas dari genggamanmu memang bukan takdir atau porsi yang ditetapkan untukmu. Tapi apapun yang sudah digariskan dan diciptakan untukmu pasti akan menemukan jalannya kepadamu, entah cepat atau lambat."

Tama tersenyum tipis sebelum akhirnya benar-benar keluar dari ruangan itu. Namun senyum itu langsung hilang ketika melihat Yurike duduk di sofa ruang keluarga.

Karena kemarahan Tama siang tadi, Yurike menatap Tama dengan rasa takut.

"Mas," Ucapnya. Yurike menghampiri Tama.

"A-aku.... aku minta maaf." Sambung Yurike penuh penyesalan.

Tatapan Tama dingin, tidak ada lagi tatapan hangat penuh cinta, yang ada hanya tatapan mata orang yang sudah asing.

"Aku tau aku salah. Sudah menyuruhmu menikah dengan Liz tanpa memikirkan akibatnya," Yurike menggenggam tangan Tama. Dingin. "Aku takut kehilangan kamu, Mas. Aku takut kamu memiliki perasaan lebih pada sahabatku. Aku nggak mau sampai hal itu terjadi. Aku mohon, ceraikan Elizabeth sekarang juga. Aku janji akan berhenti mengurus bisnis dan fokus padamu, sayang." Yurike memeluk Tama, tapi hati Tama sudah mati. Bahkan melihat Yurike menangis saja sama sekali tidak membuatnya luluh.

Dulu, jika Yurike meneteskan air mata, Tama akan langsung meminta maaf meskipun dia tidak yakin dirinya bersalah.

Tama mendorong tubuh Yurike, tidak kasar namun jelas menampar harga diri wanita itu.

"Sudah ku katakan padamu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan Elizabeth. Dia hamil atau tidak, aku tidak akan meninggalkannya!"

Yurike menjerit, mencengkram kedua bahu Tama dengan kuat, "Kenapa, Mas ? Kenapa ?? Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi, hah ?? Aku sudah mengalah untuk berhenti berbisnis, apa kamu belum puas ??"

"Benar. Aku memang sudah tidak mencintaimu lagi. Dan aku rasa kau sudah tahu tentang perubahan sikap ku ini sejak setahun belakangan. Aku sudah selesai denganmu, Yurike, dan aku akan membuka lembaran baru bersama dengan Elizabeth!" Ucap Tama.

"Ma-mas..." Suara Yurike hilang, hanya mulutnya yang bergerak.

"Aku akan mengajukan gugatan dalam waktu dekat, tidak perlu repot-repot untuk mediasi, tunggu saja akta cerainya dikirim ke alamat kekasihmu!" Ucap Tama dengan senyum miring yang mematikan.

Yurike melotot, nyaris tersedak ludahnya sendiri. Cengkraman di bahu Tama mengendur seiring jantungnya yang seakan berhenti berdetak selama beberapa detik.

Tama meninggalkan Yurike yang terlihat sangat shock. Dan lebih parahnya, Tama masuk ke kamar tamu, kamar yang dipakai Elizabeth selama dia tinggal dirumah ini.

Dia langsung menutup pintu kamar. Suara dentuman pintu yang keras seolah menjadi penegas bahwa batas antara mereka telah ditarik permanen.

"T-tidak mungkin. Dia tidak mungkin tahu soal Daffa." Gumam Yurike, suaranya bergetar. "Ini pasti salah. Mas Tama pasti salah bicara. Tidak mungkin dia mau menceraikan aku, Mas Tama sangat mencintaiku."

Lalu perlahan, rasa tidak nyaman merayap masuk ke dalam pikirannya, seolah tiba-tiba saja dirundung ketakutan.

Yurike masih berdiri diam diruang tengah yang kini terasa asing. Langkahnya goyah. Belum sempat wanita itu berpegangan pada apapun, dia jatuh, tubuhnya luruh di lantai. Lutut Yurike menghantam karpet dengan keras.

Surti, Art yang tak sengaja lewat langsung menghampiri dengan panik saat melihat Yurike duduk di lantai dengan pandangan lemah.

"Nyonya.. Nyonya kenapa ?" Surti memeriksa keadaan Yurike, namun Yurike langsung mengangkat tangan, memberi isyarat kecil agar Surti berhenti bicara.

"Antar aku ke kamar," Kata Yurike dengan suara nyaris tak terdengar. Wajah cantiknya pias tak berdarah. Bibirnya membiru menahan pasokan oksigen yang kian menipis ke jantungnya.

Surti memapah Yurike untuk naik ke lantai dua. Setelah membaringkan Yurike di ranjang nya, Surti pun keluar.

"Daffa... aku harus menghubunginya," Yurike mencoba menggapai ponsel diatas nakas dengan tangan yang gemetar.

Daffa 📞 Halo, baby.. Kangen ya ?! Kamu tahu aku selalu siap kapan saja kamu butuh kehangatan,

Suara Daffa manja, pikirnya Yurike menghubungi untuk mengajak bertemu seperti biasanya.

Yurike 📞 Daffa.. Gawat! Sepertinya suamiku sudah mengetahui tentang kamu.

Daffa 📞......

Yurike 📞 Aku tidak mau bercerai dari Tama. Aku mencintainya, Daf.

Daffa 📞 Cuih! Persetan dengan cintamu, Yurike. Dengar! Aku tidak perduli Tama tahu atau tidak soal hubungan kita. Yang aku tahu, aku tidak mau kamu sampai mengurangi jatah bulananku. Mengerti ?!

Tutttt....

1
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
hadeh Yurike kudu diapain yaa 🤨 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh kasihan Liz KK 🙄 KK cantik kereen 😘 kereen 😘
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
asyik..asyik.. mereka mau bersatu ... 🫠 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Fitria Syafei
semoga mereka selalu bersama dan bersatu 🤲 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
nahloo Yurike...senjata makan tuan ...🙄 KK cantik mantaf 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍 kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
kasihan kau Liz 🥺 KK cantik kereen 😘 kereen 😘
Fitria Syafei
yang sabar yaa Liz 🥺 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh ngancem nya... jahat juga yaa ..kaya rentenir 😜 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
mungkin kah mereka bersatu 😔 KK cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
hadeh Yurike Yee kalau ngomong nyakitin orang 😡 kk cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Fitria Syafei
aneh yaa mereka 🙄 KK cantik pinisirin 😘
Fitria Syafei
semangat KK cantik 😘 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
waduh KK mungkinkah mereka bersatu 🙄 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😘 kereen 😘 terimakasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!