NovelToon NovelToon
Cinta Tanpa Merek

Cinta Tanpa Merek

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan
Popularitas:24.2k
Nilai: 5
Nama Author: Net Profit

Hidup yang dijalaninya mungkin impian semua orang, tapi nyatanya bagi Ziano terasa membosankan. Hal itu membawanya pergi tanpa tujuan, berharap bisa hidup seperti orang lain. Alih-alih bahagia, dunianya malah jungkir balik terjungkal bahkan guling-guling karena bertemu Ara, gadis yang membuat hidupnya berubah total.

"Gue nggak mau makan beginian, bisa mati." Graziano Argantara Rahardian.

"Ya udah kalo gitu Aa mati aja, tinggal makan kok ribet." Elara Seraphi Nareswari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesempatan

"Perhatiin! di neraca saldo akunnya beban sewa sedangkan di penyesuaian muncul sewa yang sudah terpakai, ini berarti dulu sewa dibayar dimuka yang dicatat sebagai beban pas ngejurnal, kalo kayak gini penyesuaiannya pake nominal yang belum terpakai." malam ini Ziano kembali mengajari Ara setelah sebelumnya lebih dulu menemani Lusi bermain.

"Ra!" pensil yang dipengang Ziano mendarat lumayan keras di kepala Ara hingga gadis itu langsung mengusap pelan kepalanya dengan tatapan cemberut.

"Kalo belajarnya nggak serius gue mending tidur aja dah!"

"Ajarin dulu, A!" Ara menarik tangan Ziano yang sudah beranjak berdiri.

Ziano kembali duduk, menatap leka-lekat gadis yang rambut panjangnya di cepol asal itu. Keduanya duduk bersila saling berhadapan.

"Lo sebenernya mikirin apa sih, Ra?"

"Mikirin Marcel?" tebak Ziano, "gue kan udah bantu lo berdua tetep bisa jalan. Kurang apa lagi coba? sekarang lagi mau ujian, fokus dulu!"

"Bersihin kepala lo ini dari cowok atau apa pun itu. fokus!" kali ini bukan pensil lagi yang mendarat di kepala Ara melainkan kertas latihan soal yang digulung dan dipukulkan pelan.

"Iya, maaf, A. Jangan galak-galak atuh." keluh Ara.

Ziano melempar kertas latihan soal itu ke meja, "sebenernya lo mikirin apa hah?"

"Mikirin Aa..." jawab Ara lirih sambil menatap Ziano.

Ziano menahan senyum, "ehm. Jangan bilang lo mulai suka sama gue?" tangannya reflek merapikan rambut yang sama sekali tak berantakan.

Ara tersenyum mengejek, "kepedeaan!" Walaupun jauh di dalam hati, jujur saja menatap Ziano sangat memanjakan matanya.

"Lebih ke mikir apa yang sebenernya Aa rencanain sampe mau bantu segala hal yang dibutuhin keluarga ini. Takutnya ada udang dibalik batu gitu." lanjutnya.

Ziano mengambil buku latihan Ara, mulai menulis beberapa soal di sana kemudian memberikannya pada Ara.

"Kerjain ini, nggak usah mikir aneh-aneh."

"Tapi kalo nggak dijawab aku malah jadi kepikiran terus, A. Apalagi ada yang bilang kalo mungkin Aa punya niat terselubung ke keluarga aku."

"Niat apa? ngerampok duit?" tebak Ziano.

"Maaf maaf aja bukannya sombong tapi gue nggak butuh."

"Tapi A-" sela Ara.

Ziano mengilangkan tangannya di depan dada, menatap Ara tajam. "emang tampang gue ada aura-aura rampoknya?"

"Mungkin kalo ngerampok hati lo sih iya." lanjutnya meledek.

"Ih!" Ara mendelik sebal.

"Kerjain buru! gue udah mulai ngantuk ini!" keluh Ziano.

"A, kalo emang Aa orang kaya kenapa keluarga Aa nggak nyariin?"

Ck! Ziano berdecak lirih. "gue minggat berizin." jawab Ziano. Ia yakin kakeknya pasti berhasil menahan mama dan papa nya supaya tak mencari. Andai tak ditahan pasti sekarang dirinya sudah ketahuan. Tak sulit bagi mereka untuk melacak keberadaannya.

"Minggat berizin?" bukannya mengerjakan soal Ara malah mikir seperti apa minggat yang disertai izin itu. Apa sebelum minggat harus bilang dulu gitu?

"Bukan urusan lo! buruan kerjain!"

Lama Ziano menunggu Ara mengerjakan soal hingga ia ketiduran di depan TV. Ara yang sudah selesai kini bahkan tak enak hati membangunkan Ziano. Ia malah mengambil bantal dan menyangga kepala Ziano.

Pagi harinya Ziano mengantar Ara ke sekolah dengan keadaan kepala yang sulit untuk menengok akibat salah posisi tidur semalaman.

"Do'ain ujian aku hari ini lancar dan dapat nilai bagus yah, A." Ara mengulurkan tangannya. Karena Ziano tak mengulurkan tangan, Ara mengambil tangan Ziano dengan paksa.

Ck! Ziano berdecak lirih, "kayak bapak-bapak aja gue disalamin." gumamnya.

"Yah kan A Ano udah ngajarin aku, jadi Aa tuh guru aku. Do'ain yah."

"Iya, semoga ujiannya lancar, nilainya juga bagus." Jawab Ziano.

"Ra, ayo!" teriakan Marcel dari parkiran membuat Ara segera beranjak dari sana. Ia sempat melampaikan tangan sebelum bergi.

Satu persatu tahap uji kompetensi eksternal dari mulai wawancara dan mengerjakan siklus akuntansi perusahaan dagang sudah ia selesaikan dengan semaksimal mungkin. Tak ada kesulitan yang berarti berkat tips dan trik yang diajarkan Ziano semalam. Bahkan pertanyaan-pertayaan saat wawancara sesuai dengan apa yang diprekdisi oleh guru dadakannya. Ingin sekali rasanya sekarang ia menghubungi Ziano untuk menceritakan ujian yang sudah dilaluinya, sayangnya Ziano tak punya HP.

Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore tapi masih sisa satu ujian lagi yang harus ia kerjakan yakni komputer akuntansi. Ara sudah lebih dulu menghubungi Abah supaya Ziano tak menjemputnya sesuai jadwal karena ia akan pulang telat.

"A Ano bawa ke puskesmas aja kalo gitu abah." ucap Ara saat abah bilang Ziano mungkin tak bisa menjemputnya karena abis di urut dan disuruh istirahat dulu. Dirinya nanti akan di jemput oleh Yudi.

"Iya, Abah." Ara mengakhiri panggilannya.

"Nelpon abah?" tanya Marcel yang sedari tadi memang duduk di sampingnya.

"Iya. Nanti aku pulangnya dijemput A Yudi, soalnya A Ano sakit, abis diurut." wajah khawatir tercetak jelas disana.

"Kasihan, gara-gara ngajarin aku sampe ketiduran terus aku biarin tidur di depan TV. Malah jadi sakit leher nggak bisa nengok." Jelas Ara.

"Kalo gitu hubungin A Yudi, bilang kita mau main dulu, tungguin di pangkalan ojeg aja." masa bodo akan kondisi Ziano, Marcel malah memanfaatkan waktu untuk berduaan dengan Ara. Sejak ada Ziano jarang sekali mereka bisa berduaan, yang ada malah dirinya menjadi obat nyamuk. Mumpung lelaki itu tak ada, saatnya membalikan keadaan seperti semula.

.

.

.

Yuk semua merapat... bantu Marcel membalikan keadaan.

Semangat Marcel! Author bersamamu love love wkwkwkkwk

Guys jangan lupa follow tiktok aku netprofit2704

1
Shee_👚
tar ra kalau tau keluar nono datang kamu bakalan gak percaya kalau dia anak ceo yang nyasar🤣🤣🤣
Shee_👚
betul banget, kadang udah tinggal bareng bertahun² aja susah di pahami. masih harus tetep belajar untuk saling memahami, mengerti dan percaya
Shee_👚
astaga aku salfok sama kata nyangsang🤣🤣🤣

dah lama banget itu kata² gak aku denger semenjak tinggal di kota🤭
jadi rindu kampung halaman🥹
Rita
wah bkln seru
Ami Aja
bner2 udah GK sabar keluarga Ziano Dateng,pasti seru banget,apalagi si jelly😍
Linda Ayu Tong-Tong
iiih jelly pasti heboh denger kakaknya mau merit..uuuh gk sabar..kara sama dirga shock tiba² dapat mantu🤣🤣🤣
Silvie Dpurple
boleh nambah 1 part lg ga sih thor. seruuuu
nifta Afifah
bagus bangetttt
Ummah Intan
jeli dan Ara pasti jd bestie
Maria Kibtiyah
rumahtangga emang tempatnya belajar ara.. beljar menerima kekurangan pasangan belajar sabar menghadapi cobaab dlm rumah tangga🤭
hiro_yoshi74
di tunggu bngt kk reaksi kaleng sama micin 🤭
sum mia
ya ampuuunnnn.....udah gak sabar aku thor saat keluarga Ziano datang , dan orang kampung tuh tahu siapa dan bagaimana keluarganya Ziano , cowok yang selalu di ejek dan di sangka penipu itu . dan saat itu baru terbuka mata mereka , karena semua yang dinomongin oleh Ziano itu benar adanya .
dan bagaimana juga reaksi Raizel , yang tahu kakaknya mau nikah sama cewek seumuran dia karena kena gerebek 🤭😅😅😅 . bakalan seru abis nih ...

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍 😍 😍
Febri Nayu
demi apapun aku gak sabar ndelok mereka nikah. demi apapun Iki serius
Ummah Intan
skrg belum cinta entar jd istri nanti jd bucin
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
rumah tangga itu tempat nimba ilmu yg g ada habisnya dan kita lulus ya itu byk levelnya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
nah ini yg g akan tau takdirnya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hus g boleh gitu itu namanya berkah ya bukan sial
Samsung A12
lanjut...ga sabar seheboh apa mama kara sama Oma Jesi
titissusilo
laaah kmu bkal kaget Ara gmn ziano lahir dri kluarga tajir turun temurun...tetngga mu apalagi tuh si kucel bkal mringis🤭🤭🤭
Esther
bakalan heboh tuh kalau keluarga Ziano datang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!