NovelToon NovelToon
Dua Sisi Sangkar Emas

Dua Sisi Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Lampu kristal yang menggantung di ruang tengah kediaman keluarga Arkatama tidak pernah benar benar mampu menghangatkan dingin yang membeku di antara Kyna dan Julian. Lima tahun pernikahan seharusnya menjadi perayaan tentang kesetiaan namun bagi Kyna itu adalah lima tahun pengabdian dalam sunyi yang mencekam. Tepat pada malam peringatan pernikahan mereka sebuah kebenaran pahit terkuak melalui celah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Di sana di bawah kucuran air yang menderu Kyna mendengar suaminya menggumamkan satu nama yang selama ini menjadi hantu tak kasat mata dalam hidup mereka yakni Elara sang cinta pertama yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Julian adalah pria yang membangun tembok es di sekeliling hatinya namun bagi Elara pria itu bersedia menjadi api yang menghangatkan. Setiap kali Julian pergi dengan alasan membantu seorang teman yang sedang kesulitan Kyna hanya mampu menjawab dengan seulas senyum tipis dan kata kata pendek yang menyembunyikan luka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

Bisik-bisik yang tadinya berupa gumaman halus, dalam sekejap berubah menjadi gemuruh konfrontasi yang mematikan. Kata-kata Eldric yang dilontarkan dengan nada polos namun teramat presisi itu bagaikan sebuah bom yang meledak tepat di tengah-tengah harga diri Aldrian.

Aula pesta yang megah itu mendadak sunyi senyap, menyisakan ketegangan yang begitu pekat hingga rasanya mencekik leher. Semua pasang mata—mulai dari para pengusaha, kurator seni, hingga jajaran pemegang saham Wibowo Group—kini serempak mengalihkan pandangan mereka. Dari layar ponsel Eldric, lalu menatap lurus ke arah wajah Aldrian yang dalam hitungan detik berubah drastis dari lega menjadi pucat pasi sekuning kertas.

"Eldric, jangan membuat lelucon yang tidak lucu di acara Pak Evan," suara Aldrian bergetar hebat, mencoba menggunakan otoritasnya untuk menekan junior Kyna itu. Namun, getaran di rahangnya dan urat-urat lehernya yang menegang sama sekali tidak bisa menyembunyikan kepanikan yang teramat sangat.

Anara yang berdiri di sampingnya bahkan lebih mengenaskan. Tangannya yang memegang lengan baju Aldrian gemetar begitu kuat hingga gelas sampanye yang dipegangnya di tangan lain berdenting pelan, sebelum akhirnya tergelincir dan jatuh, pecah berantakan di atas lantai marmer. Prang!

Suara pecahan kaca itu seolah menjadi tanda dimulainya kehancuran mereka.

"Eh? Saya tidak sedang bercanda, Pak Aldrian," Eldric menaikkan alisnya, dengan sengaja membalikkan layar ponselnya ke arah para tamu yang berdiri paling dekat dengannya. "Lihat ini. Video dokumentasi ujian akhir lima tahun lalu, di bagian penutupnya ada kompilasi ucapan selamat pernikahan untuk Kak Kyna dari para dosen. Dan pria di foto pernikahan ini... bukankah benar-benar Anda, Pak Aldrian Wibowo?"

"Ya ampun, benar! Itu memang Pak Aldrian!" seorang tamu wanita berseru spontan setelah ikut mengintip layar ponsel Eldric. "Lalu... kalau wanita yang kakinya pincang karena menyelamatkan Anda ini adalah istri sah Anda... siapa wanita di sebelah Anda yang tadi mengaku sebagai istri yang Anda tunggu dari luar negeri?"

Tatapan para tamu yang tadinya penuh kekaguman dan sanjungan terhadap kisah cinta fiktif Aldrian dan Anara, kini dalam sekejap berubah menjadi tatapan penuh kejijikan dan penghinaan.

"Ternyata... merebut posisi istri sah di depan umum?"

"Menjijikkan sekali. Membawa selingkuhan ke pesta resmi dan menyembunyikan istri sah yang sudah cacat demi menyelamatkan nyawanya sendiri?"

"Orang sekejam ini bagaimana bisa dipercaya untuk memimpin proyek investasi besar?"

Setiap bisikan dan kalimat penghakiman yang keluar dari mulut para tamu terasa bagaikan tamparan bertubi-tubi yang menghantam wajah Aldrian. Ego lelaki dan reputasi bisnis yang ia bangun dengan susah payah selama lima tahun ini hancur lebur di tempat, justru di hadapan lingkaran sosial yang paling ingin ia impresi.

Aldrian mengepalkan tinjunya dengan sangat erat hingga buku-buku jarinya memutih. Dia menatap Kyna dengan mata yang memerah penuh amarah, mengira bahwa semua ini adalah skenario yang sengaja dirancang oleh istrinya untuk mempermalukannya.

"Kyna! Kamu puas sekarang?!" bentak Aldrian dengan suara rendah yang sarat akan kebencian, melangkah maju seolah ingin mencengkeram bahu Kyna. "Kamu sengaja membawa gurumu dan anak ini kemari untuk mengacaukan bisnisku, 'kan? Hanya karena kecemburuanmu yang tidak masuk akal?!"

Kyna berdiri dengan tenang, perlahan melepaskan genggaman tangan Sonia dan Eldric yang melindunginya. Ia melangkah satu kali ke depan—langkah kakinya yang pincang sengaja ia tunjukkan tanpa ragu di bawah benderangnya lampu aula. Tidak ada lagi rasa takut, tidak ada lagi rasa rendah diri.

"Aku tidak pernah mengacaukan bisnismu, Pak Aldrian," ucap Kyna, suaranya mengalun sangat jernih dan datar, tanpa ada riak emosi sedikit pun di dalamnya. "Bukannya kamu sendiri yang memintaku datang hari ini? Kamu bilang kamu ingin memberiku kejutan, dan kamu ingin aku bersikap gembira agar orang-orang tidak mengira istri Pak Aldrian sedang marah."

Kyna mengulas sebuah senyuman tipis yang teramat dingin, menatap lurus ke dalam manik mata Aldrian yang bergetar.

"Sekarang aku sudah datang. Aku juga sudah melihat kejutanmu—menyaksikan suamiku sendiri memamerkan wanita lain sebagai istrinya yang 'sembuh dari luar negeri'. Jadi, di bagian mana dari tindakanku yang kamu sebut sebagai kecemburuan picik?"

Tepat setelah Kyna menyelesaikan kalimatnya, pintu ruang VIP di ujung aula terbuka lebar. Evan, suami Sonia sekaligus investor tunggal yang memegang keputusan akhir atas pendanaan Wibowo Group, berjalan keluar dengan langkah tegap ditemani oleh dua orang pengacara korporat. Wajah Evan tampak sedingin es saat ia melemparkan sebuah map dokumen hitam ke atas meja bundar di depan Aldrian, lalu mengumumkan dengan suara lantang bahwa seluruh kontrak kerja sama dibatalkan secara sepihak karena pihak pengadilan baru saja menerbitkan surat penyitaan aset atas seluruh portofolio desain proyek milik Aldrian yang ternyata murni merupakan hak paten atas nama pribadi Kyna.

1
falea sezi
sejauh ini. muter doank ini novel🤣 pret rugi baca nya gue😒
falea sezi
jahat bgt si bangsat😒
falea sezi
bukannya Julian kok jd andrian
Emi Sudiarni
bgusvsib ceritanya. tpi bingung bacanya kerna bolak balik dsk beraturan
Emi Sudiarni
sdih bngat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!