NovelToon NovelToon
Penyihir Gila Dari Jurang Hantu

Penyihir Gila Dari Jurang Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Balas Dendam
Popularitas:736
Nilai: 5
Nama Author: AbdulRizqi60

Cakrawala Dirga Samudra adalah seorang Pangeran kerjaan Nirlata yang dibuang kedalam jurang saat umurnya baru menginjak 6 tahun. namun bukannya mati, di dalam sana ia justru bertemu sosok misterius yang membuat dirinnya menjadi penyihir gila. 7 tahun berlalu ia kembali dengan kekuatan baru untuk menuntut balas, merebut takhta yang seharusnya menjadi miliknya, dan mengungkap rahasia di balik tembok istana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AbdulRizqi60, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Battel IQ Samudra

Kepala Rajekwesi jatuh dan tercebur kedalam sungai disusul dengan tubuhnya.

"AAAAARRRGGGHHH....!!!!" Teriakan Mahesapati terdengar sangat keras.

Samudra menoleh, ia melihat Mahesapati kini terselimuti energi sihir kegelapan yang berkobar kobar dan membentuk siluet wajah monyet dengan mata merah menyala terang.

Tampak akar akar pohon yang hendak melilit Mahesapati langsung remuk ketika menyentuh aura hitam tersebut.

SLAAAAATT....!!!!

Mahesapati tiba tiba melesat cepat dan dalam satu detik ia sudah berada di depan Samudra sambil melancarkan tendangan memutar ke kepala Samudra.

BAAAAMMM...!!!!

Claaaakk...!!!!

Namun ketika kaki Mahesapati menghantam kepala Samudra, Tubuh Samudra justru berubah menjadi air danau.

"Apa? Kloning air?" Batin Mahesapati.

Grooooaaaarrr....!!!!

Dari bawah air tampak tiga naga air terbang ke arah Mahesapati.

Mata Mahesapati mengeluarkan laser merah bagaikan supermen yang langsung menembus dan menghancurkan tiga naga air tersebut kemudian mengubahnya menjadi ledakan air di udara.

Namun siapa sangka ledakan air di udara itu bergerak secara serentak dan membentuk paus raksasa yang langsung membuka mulutnya dan menelan Mahesapati.

Tubuh Mahesapati berhasil tertelan, tak sampai di situ paus yang terbuat dari air itu tiba tiba membeku menjadi paus es dan mengurung Mahesapati.

Didasar sungai tampak energi sihir hijau bercahaya dileher Rajekwesi, daging-daging dileher Rajekwesi merayap sendiri bagaikan lintah-lintah hitam panjang yang langsung mendekati kepalanya dan berusaha menyambungkannya.

"Keparat! Lilitan kain ini sangat sulit dilepas!" Ucap Datuk Ringgih yang tampak kesusahan diudara melepaskan kain perak tersebut.

Tiba tiba akar-akar pohon melesat dari arah utara melilit Datuk Ringgih.

Datuk Ringgih terkejut...

Brug!!!

Ketika Datuk Ringgih mendarat ia justru langsung disambut oleh Samudra yang mengarahkan telapak tangannya ke arah dadanya.

"Segel pemutus kontrak!" Ucap Samudra ketika tangannya menempel didada Datuk Ringgih.

"Lepas...!!!!" Samudra memutar telapak tangannya didada datuk ringgih, seketika pola sihir didada datuk ringgih berputar bagaikan roda dalam beberapa detik.

"Aaaarrrgghhh...!!!" Datuk Ringgih berteriak kesakitan seiring berputarnya pola sihir didadanya. kontrak jiwanya dengan Rajekwesi diputuskan secara paksa oleh Samudra.

Pola sihir didada Datuk Ringgih terus berputar cepat dan perlahan menghilang seolah terbakar oleh api kecil.

Ketika pola sihir didada Datuk Ringgih semakin menghilang teriakan kesakitan Datuk Ringgih pun kini berhenti.

Brug!

Tubuhnya ambruk pingsan begitu saja karena tak kuat menahan sakit. Samudra langsung menggotongnya...

Swuussshh....

Swuussshhhh...

Dua tangan besar Rajekwesi keluar dari sungai dan mengarahkan cakarnya ke arah Samudra.

TRAAAANGGG...!!!

TRAAAAAANGGG...!!!!

dua tameng emas Samudra berhasil menangkis.

Diudara tampak paus raksasa itu hancur berkeping keping menjadi bongkahan es, Mahesapati melayang disana dengan tangan yang memegang gumpalan energi sihir kegelapan.

"MAAAATIIIIII...!!!" Teriak Mahesapati menembakan bola energi sihirnya ke arah Samudra yang langsung berubah menjadi laser hitam panjang bagaikan jurus kamekameha goku.

Laser sihir kegelapan tersebut tidak terlalu cepat, dua tameng emas Samudra yang tersisa tampak menyatu membentuk tameng emas yang lebih besar dan menangkis laser sihir kegelapan tersebut.

Bentrokan tersebut membuat tekanan luar biasa yang membuat tubuh Samudra terdorong hingga bermeter meter.

Byur!

Rajekwesi tampak keluar dari dalam air dan menjulurkan 20 tangannya sekaligus ke arah tempat Samudra terdorong.

Namun siapa sangka bongkahan-bongkahan es di udara pecahan dari paus raksasa sebelum ini berubah menjadi tombak tombak es runcing yang langsung melesat dan menusuk tangan-tangan dari Rajekwesi membuat kedua puluh tangannya terpaku ditanah.

Bersamaan dengan itu puluhan pepohonan disekitar Samudra bergerak melayang dan berkumpul ditubuh Samudra hingga membuat tubuhnya tak terlihat.

Mahesapati melesat secepat mungkin menuju ke tempat Samudra yang tertumpuk pohon.

PRAAAALL...!!!!

namun ketika Mahesapati berhasil sampai disana ia justru tidak menemukan adanya Samudra.

"Sialan! Aku tidak dapat merasakan energi sihirnya...." batin Mahesapati.

Daun-daun disekeliling Mahesapati tiba tiba terbang mengelilingi Mahesapati hingga menutupi pandangan Mahesapati.

"Disini kau rupanya!!!"

Mahesapati menendang Samudra yang datang dari belakang namun justru tubuh Samudra berubah menjadi butiran pasir yang semakin menghalangi pandangan mata Mahesapati.

"Kloning pasir.... sialan! Sihir alam ini benar benar merepotkan!"

Rajekwesi terbang diudara mengawasi dari atas mencoba mencari keberadaan Samudra, namun ia tak kunjung menemukannya.

"Keparat!! Bocah itu benar benar merepotkan! Dia petarung yang sangat cerdik..." batin Rajekwesi.

Sementara itu di celah bebatuan dasar sungai Samudra tampak berdiri terengah engah, ia sudah menyimpan tubuh Datuk Ringgih dicincin penyimpanan pemberian Nyi Randa Lembayung.

"Hah.. hah... hah... jadi begitu, karena sihir penyembuhan dari Datuk Ringgih membuat tubuh monster itu sulit mati." Batin Samudra.

"Sepertinya kepalanya tadi menyambung dengan sendirinya bukan beregenerasi... hmm... kalau begitu akan aku coba memotong motong tubuhnya dan membawa pergi jauh kepalanya apakah tubuhnya masih akan tetap hidup."

Swuuussshhh....

Dari bawah Rajekwesi kain perak terjulur dan langsung mengikat kakinya kemudian menariknya hingga kembali masuk kedalam sungai.

Tubuh Rajekwesi terseret hingga masuk kedalam celah bebatuan didasar sungai.

"Keparat! Dia ada disana!"

WUUUSSS...!!!!

Rajekwesi menembakan sihir kegelapan dari mulutnya namun tameng emas Samudra kembali melindungi dan menangkis sihir tersebut yang justru menyebar dan menghancurkan bebatuan disekeliling Samudra kemudian membuat air sungai tersebut berubah menjadi sangat keruh.

Rajekwesi meraskan jeratan dikakinya terlepas, ia tolah toleh karena disini sangat sulit melihat air sungai tersebut terlalu keruh.

Samudra melesat cepat seraya melemparkan topi capingnya, dengan mata Dewanya ia bisa melihat keberadaan Rajekwesi walaupun keadaan air disini sangat keruh.

PRAAALLL...!!!!

PRAAAAALLL...!!!!

PRAAAALLL...!!!!

Samudra tiba tiba sudah didekat Rajekwesi kemudian langsung memotong kepala dan tangan kanan Rajekwesi, sementara topi caping Samudra juga langsung memotong tangan kiri dan kedua kaki Rajekwesi..

"Aarrrggh...!!!" Rajekwesi sempat terkejut dan merintih namun ia tak sempat bereaksi.

Lima Kloning air tercipta dan masing masing kloning air membawa pergi tubuh Rajekwesi yang terpotong.

Kelima kloning tersebut sudah berada didaratan dan melesat pergi dengan arah yang berbeda.

Swuuzzzhhh...

CLLAAAAKK.... CLAAAAKKK..

Mahesapati tiba tiba datang dan menghancurkan dua kloning air Samudra yang membawa kaki dan tangan Rajekwesi, namun sisanya berhasil lolos.

"Disana kau rupanya...!!!" Ucap Mahesapati ketika melihat kepala Samudra yang keluar dari permukaan air.

Mahesapati sontak langsung menerjang ke arah itu. Sementara Samudra kembali masuk kedalam air.

Ketika Mahesapati sudah berada didalam air ia bisa melihat jelas tubuh Samudra berenang kebawah. Mahesapati langsung mengejarnya dan tidak butuh waktu lama ia sudah berada di samping Samudra dan memukul kepalanya.

Claaakk...

Namun lagi-lagi itu hanya kloning air...

Mahesapati menggertakan giginya dengan geram, "bajingan pengecut...!!!" Teriaknya dengan geram.

Sementara itu daging-daging dikaki dan tangan Rajekwesi kembali bergerak bagaikan lintah-lintah panjang dan berusaha menyatukan kaki dan tangan mereka membentuk tubuh baru.

Blaarr..!!

Namun bola api raksasa langsung membakar daging tersebut. Ya Samudra berada didaratan, ia sengaja mengecoh Mahesapati masuk kedalam air agar ia bisa membakar kaki dan tangan Rajekwesi yang tersisa.

1
anggita
nama ilmu yg keren. mantra api jiwa👏
anggita
ikut dukung ng👍like, 2x☝☝iklan. moga novelnya lancar.
anggita
novel laga lokal👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!