tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Prang!
Prang!
Prang!
Prang!
Pedang Arthur saling beradu dengan pedang milik Marcelino.
Kedua nya satu pun tidak ada yang mengalah, mereka mengerahkan seluruh tenaga mereka untuk memenangkan pertandingan.
"Apa kemampuan pendekar pedang keluarga Vesper hanya segini?,, tanya Marcelino dengan senyuman manis nya.
" Kau cukup sombong untuk ukuran kekuatan mu yang masih di bawah rata-rata " Balas Arthur datar.
Wajah Marcelino memerah, pemuda itu mengalirkan energi sihir yang jauh lebih besar ke pedang nya.
"Mari kita lihat, apakah beberapa detik lagi kau masih hidup untuk melihat saudara saudara mu mati! Ucap Marcelino dingin, pemuda itu lalu mengerahkan tebasan suci pada Arthur.
" Arghhh!!
"Srakh!!
Tubuh Arthur terdorong ke belakang dengan darah segar yang keluar melalui luka tebasan yang di berikan Marcelino pada dada nya.
" Tebasan suci dewa Rathor" Gumam Marcelino Menghunuskan pedang nya pada Arthur.
"Menyerah lah jika kau masih ingin hidup" Ucap pemuda itu memandang remeh Arthur.
"Hahaha Arthur tertawa kecil, pemuda itu bangkit dengan segenap kekuatan nya.
Api biru mulai melumuri pedang pemuda itu, luka di dada nya kini tertutupi oleh api biru itu hingga menciptakan kemampuan regenerasi.
" apa kau ingin tahu kemampuan pendekar Vesper? tanya pemuda itu tersenyum hingga memperlihatkan gigi gigi putih rapih bersih nya.
Marcelino tersenyum.
"apa putra kakak ku ini mampu mengimbangi ku? kedua nya memasang kuda kuda siap menerjang.
" swusshh" hanya kurang dari 1 detik kedua nya kini sedang bertempur dengan kecepatan yang bahkan tidak mampu diikuti oleh mata manusia biasa.
"Prang!
" prang!
"prang!
" aku tidak percaya kemampuan calon penerus keluarga Vesper seperti ini" ucap seorang pria tua berbaju putih dengan lambang wilfred di dada nya.
"kau bahkan tidak mampu mengimbangi ku"
"saya tidak bisa mengatakan bahwa saya adalah penerus" balas Damien sambil terus menangkis serangan pria tua itu.
"apa kau mengatakan dengan mulut mu sendiri bahwa kau tidak pantas menjadi penerus? tanya pria tua itu.
" saya tidak yakin" balas Damien.
"hahaha, bahkan penerus Grand Duke wilfred 200 kali lebih hebat darimu, jika kalian bertarung, aku yakin kau akan kalah hanya dalam sekali serangan"
"benarkah? Damien menaikkan satu alis nya, pemuda itu lalu memperbesar tenaga nya dan dalam sekejap mengalahkan pria tua di hadapan nya.
"prang!
" prang!
"prang!
" jleb!
" saya hanya lah seorang pendekar pedang biasa yang tidak memiliki bakat"
"srekh!!
"namun anda keliru saat mengatakan bahwa saya bahkan tidak bisa mengimbangi anda"
"jika saya serius, saya bisa saja mengalahkan anda saat pertarungan kita belum berlangsung" ucap Damien di hadapan pria tua yang tubuh nya perlahan-lahan menghilang.
"anak muda memang keterlaluan pada yang lebih tua" ucap pria tua itu tersenyum kecut.
"Johnson amir wilfred di nyatakan gugur"
"fiuhh" Damien menyeka keringat di dahi nya, jika bukan karena sihir Athena ia pasti sudah tumbang karena kelelahan.
pemuda itu lalu bergerak ke arah lain nya membantu.
"Astaga!!!! teriak Arsene frustasi sambil terus menjauh, kenapa juga ia yang seorang penyihir cahaya di paksa melawan penyihir hewan.
" apa kau itu seorang wanita?
"pria sejati tidak akan seperti itu saat melihat ceri" ucap seorang pemuda dengan baju putih berlambang wilfred, ia adalah seorang penyihir pengendali hewan.
ia akan memanipulasi pikiran mereka dan menggunakan nya sesuka hati, namun ada beberapa hewan yang memang ia anggap sebagai teman, kekuatan mereka yang di anggap teman akan akan terus meningkat mengikuti sang pengguna.
"aku adalah seorang pria sejati, namun semua pria sejati di dunia ini pasti akan jijik melihat ceri mu,,, ucap Arsene bergidik ngeri, tubuh pemuda itu bahkan jauh lebih bergetar dari pada saat melawan siput 2 meter di kompetisi berburu.
" apa kau menghina teman ku?!! tanya pemuda itu kesal.
"teman mu menjijikkan bangsat!!!! teriak Arsene murka, dengan wajah memerah padam ia melancarkan sihir cahaya tingkat tinggi pada pemuda itu.
siapapun yang melihat sihir itu secara langsung tanpa pelindung mata maka mereka akan langsung kehilangan penglihatan mereka secara permanen.
" apa? pemuda itu cengo, apakah ceri nya se menjijikan itu hingga pemuda di hadapan nya ini ingin membuat nya buta?
"aku menyerah saja" gumam nya pasrah merelakan kekalahan nya.
"lebih baik aku tidur" lanjut nya menutup mata saat tubuh nya perlahan-lahan menghilang.
"Raciel Galen Wilfred di Nyatakan gugur"
"huekkkk!! Arsene seketika muntah saat hewan bernama ceri di hadapan nya menghilang.
ia sungguh tidak kuat jika di masa depan harus melihat wujud itu lagi.
Ceri milik Raciel adalah gabungan dari mayat para hewan yang sudah hampir membusuk, ia mengumpulkan para mayat itu dan mengabungkan mereka semua menjadi satu untuk mengubah mereka menjadi mayat hidup.
namun Ceri milik Raciel yang ia gunakan untuk melawan Arsene tadi adalah gabungan dari 2 juta siput dan lintah mati dengan beruang coklat.
"lebih baik aku mati saja" gumam Arsene sebelum akhirnya pingsan.
Athena mengangkat tubuh pemuda itu ke atas pohon agar tidak terbunuh.
ia juga hampir muntah melihat wujud hewan tadi, namun untung saja bukan ia yang melawan nya.
gadis itu kemudian menarik anak panah nya dan mulai Membidik salah satu musuh.
"ctass!
" Jleb! anak panah itu menusuk sempurna di dada salah seorang musuh yang langsung membuat nya gugur.
tugas gadis itu hanya satu, menembak dan membunuh.
"ctass!
" Jleb!
"ctass!
" Jleb!
"ctass!
" jleb!
tembakan demi tembakan ia layangkan dan semua nya tepat sasaran, gadis itu lalu membuka sihir ruang nya dan bersembunyi di dalam sana bersama Arsene.
"prang!
" prang!
"prang!
pertarungan Arthur dan Marcelino masih terus berlanjut hingga kedua nya hampir kehabisan tenaga.
" hosh hosh hosh" mereka bahkan sudah ngos ngosan dengan darah yang terus mengalir keluar membanjiri tubuh masing-masing.
"apa kau ingin menyerah? tanya Marcelino sambil memegangi perut nya yang tadi tertusuk pedang Arthur.
" jika melihat keadaan mu, bukankah kau yang seharusnya menyerah? balas Arthur dengan nafas yang masih tidak teratur.
"hahaha" Marcelino tertawa kecil, ia lalu mengangkat pedang nya dan menerjang Arthur sekuat tenaga.
"ini adalah tenaga terakhir ku" gumam pemuda itu.
"tebasan suci dunia ilahi, patah nya dua pedang"
"tebasan biru api pembakar, tertusuk"
"Prang!!
" srekhh!
pedang Marcelino patah, tangan nya bergetar memegang gagang pedang milik nya, darah segar perlahan-lahan keluar dari mulut nya.
"uhuk,,
tubuh pemuda itu roboh, ia sudah tidak memiliki tenaga yang tersisa untuk melawan Arthur.
" kenapa kau mengalah? tanya Arthur pada Marcelino.
pemuda itu hanya tersenyum, ia menggunakan sihir api untuk mengeluarkan sebuah liontin emas dari leher nya dan meletakkan liontin itu tepat di samping tubuh nya.
"Kau adalah keponakan ku, mana mungkin aku tega membunuh mu kan? gumam pemuda itu sebelum akhirnya menutup mata dan tubuh nya perlahan-lahan memudar lalu menghilang.
" Marcelino Asegar Karsa di nyatakan gugur "
Arthur menatap liontin yang di keluarkan Marcelino tadi, ia lalu membungkuk dan mengambil liontin itu.
pemuda itu awal nya hanya menatap liontin di genggaman nya, namun karena penasaran ia membuka liontin itu.
di dalam liontin kecil berwarna emas itu terdapat sebuah foto yang menampilkan seorang gadis cantik berambut merah panjang dengan seragam akademi.
gadis itu terlihat sangat cantik dan anggun saat tersenyum, tahi lalat di dagu nya terlihat sama persis dengan milik Athena, wajah gadis itu bahkan sangat mirip dengan Damien.
satu satu nya yang mirip dengan bagian diri nya hanyalah senyuman gadis itu.
air mata pemuda itu perlahan-lahan mengalir, dengan tatapan sendu ia tersenyum lalu mencium liontin itu.
Sianne Medeia Karsa sebuah nama indah yang terukir di foto itu.
ia adalah putri ke 2 keluarga Duke Karsa atau yang beberapa tahun lalu di panggil Grand Duccess Vesper, ia Adalah ibu dari Vesper bersaudara dan ia adalah satu-satunya orang yang mampu menaklukkan hati perez.
the late Grand Duccess, Sianne Medeia Vesper.