bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berkelahi dengan sahabat sendiri
*Waktu terus berjalan hari hari berganti*
saat itu aku sedang iseng bermain gaple/domino bersama beberapa temanku di pos ronda.
Saat itu muka teman ku penuh dengan coretan, begitu juga dengan wajah ku, karena perjanjianya yang kalah harus di coret mukanya, aku dan teman ku tertawa bareng saat memandang wajah satu sama lain, kemudian kami kembali fokus bermain.
" Buset dah lama bener, bagian loe jalan sekarang, lama banget, loe kira ini maen catur pake kebanyakan mikir segala.." ucapku mencadai teman yang di sebelah ku.
" Iya iya sabar, " jawab temanku dengan kebingungan.
Dan tak lama kemudian handphond ku berdering menerima panggilan dari elina, aku mengangkatnya. “ hallo, kenapa lin?”
>kang jemput aku sekarang, papah gak bisa jemput aku katanya, cepetan sekarang< ucap elina di telpon.
“ Iya iya bentar aku berangkat lin” jawabku. dan setelah itu aku pamit pergi kepada temanku untuk menjemput elina.
" Bentar ya gue cabut dulu.." pamitku sambil bergegas berangkat menjemput elina.
" Loe mau kemana sat ?, ini belum beres juga.." tanya teman ku.
" Gue mau jemput cewek gue dulu, entar gue balik lagi.." jawabku sambil menyalakan motor vespa ku, saat hendak aku berangkat, teman ku berkata.
" Sat loe gak di bersihin dulu itu muka belepotan gituh..!!! " Ucap temanku sambil ketawa.
" Astaga iya gue lupa, untung loe ngasih tau Gue.." ucap ku, lalu aku turun dari motor, dan pergi sejenak ke kamar mandi mebersihkan muka ku yang penuh dengan coretan.
" Yah loe mah malah di kasih tau lagi, padahal udah biarin aja, paling juga ketawa orang orang liat dia..!! " Ucap salah satu teman ku sambil ketawa.
" Jangan ah, kasian .." ucap salah satu teman ku.
Setelah aku membersihkan wajah ku, aku pun langsung berangkat pergi menjemput elina ke sekolahan.
*Di sekolah*
Dan sementara elina saat itu ia sedang menunggu ku di tempat biasa, tiba tiba ia merasa seperti ada yang tertinggal, ia lupa dengan buku yang akan ia pelajari di rumah, ia mengecek di dalam tas nya namun tidak ada. Ia baru ingat bukunya tertinggal di kelas. lalu ia kembali berjalan masuk kelas dengan ter buru buru.
Dan sementara aku sesampainya di sekolahan, di tempat biasa elina menunggu, aku tidak melihat elina, aku melihat ke setiap sudut arah, namun aku tidak melihat elina.
dan sementara elina, saat itu ia sedang mencari buku yang tertinggal di dalam kelasnya itu.
Dan sementara aku, aku duduk di motorku dengan santay menunggu elina datang, dan tanpa sengaja aku melihat dony dan maya sedang jalan bareng sambil ngobrol, mereka berjalan ke arah ku, lalu aku menyapa mereka.
" May, don.." sapaku kepada mereka berdua. maya menyapa ku, namun tidak dengan dony, mereka berhenti di hadapan ku.
" Eh loe sat, loe lagi ngapain di sini..? " Tanya maya kepadaku.
" Gue lagi nunggu elina, ngejemput dia, loe liat elina gak.." tanyaku kepada maya.
" Gak, gue gak liat..." Jawab maya.
Aku melihat dony diam saja tidak berkata sepatah pun, aku merasa aneh dengan sikap dony kepadaku yang begitu cuek.
" Udah may, kita cabut yuk ah.." ajak dony kepada maya dengan expresi wajah kesal.
Dan sementara aku benar benar merasa heran dengan sikap cuek dony kepadaku, dengan kesal aku langsung bertanya kepadanya. " Loe kenapa sih don,? dari kemarin kemarin loe beda banget sama gue..?" Tanyaku dengan heran dan kesal, dan tiba tiba saja dia marah kepadaku, dan berkata dengan nada tinggi.
" EH, LOE YANG KENAPA.." ucapnya dengan nada tinggi sambil menunjuk ku dengan tanganya, lalu aku turun dari motor ku dan menghampirinya.
" GUE PUNYA SALAH APA SAMA LOE HAH, KALAU GUE PUNYA SALAH BILANG DONG, JANGAN KAYAK GINI, KAYAK ANAK KECIL TAU GAK LOE.." timpalku dengan kesal menghampirinya.
lalu maya menahanku ." Udah udah, kalian kenapa sih...? " Ucap maya menahan emosi ku.
" Tanya dia tuh kenapa.." jawab ku dengan kesal.
" Eh B**SAT, LOE YANG KENAPA.." ucapnya kasar kepadaku dengan nada tinggi.
Aku sungguh tidak kuat menahan emosiku, aku langsung menghampirinya. " A*JING EMANG LOE YA.." ucapku dan langsung memukul wajah dony. dia pun tidak terima di pukul oleh ku, dia pun melawan dan membalas pukulan ku. Perkelahian pun tidak terhindari. aku berkelahi dengan sahabatku sendiri.
Maya panik, bingung, dan takut terkena pukulan jika ia memisahkan aku dan dony.” TOLONG ADA YANG BERANTEM” teriak maya meminta tolong. Namun tidak ada yang mendengarkanya, dan karena kebetulan saat itu di tempat itu sepi. Sementara aku dan dony masih terus berkelahi, saling pukul, saling tindih. Lalu dengan cepat maya berlari mencari pertolongan.
Maya meminta tolong kepada penjaga sekolah, dan memberi tau bahwa ada yang berkelahi.
Dan tak lama kemudian. maya dan pak penjaga sekolah datang, dengan cepat pak penjaga sekolah memisahkanku yang berkelahi dengan dony, aku di tarik oleh pak penjaga sekolahan itu saat aku sedang menghajar dony. dan sementara maya membangunkan dony.
" Sudah cukup, Apa apaan kalian ini hah, bikin onar saja, kenapa kalian ini.." ucap pak penjaga sekolah dengan kesal.
" Tanya dia pak tuh kenapa.." jawabku sambil menatap dony, aku terus di pegangi oleh pak penjaga sekolah itu. dony menatapku sambil menahan sakit di wajahnya. Mukanya bonyok, begitu juga denganku.
" Loe berubah sekarang sat, loe udah bukan loe yang gue kenal lagi.." ucapnya pelan menatap ku.
lalu maya memegangi dony. “ UDAH UDAH CUKUP” ucap maya menahan amarah dony, lalu maya menatapku dengan kesal.” PARAH LOE SAT, GAK NYANGKA GUE, LOE EMANG UDAH BERUBAH SEKARANG” ucap maya kepadaku. Kemudian ia mengajak pergi dony.
“ Pak makasih ya” terimakasih maya kepada pak penjaga sekolah sambil berjalan menarik dony pergi. Mereka meninggalkanku.
" awas kalau kalian berantem lagi, saya laporkan kamu.." ucap pak penjaga sekolah.
“ iya pak” jawabku. kemudian dia pergi meninggalkan tempat itu lalu aku terdiam menatap kepergian maya dan dony pergi berjalan meninggalkan ku.
Dan tak lama kemudian, setelah kejadian itu, setelah mereka pergi.
Tak lama elina datang menghampiri ku, lalu aku tersenyum menyapanya. " Lin, kamu kemana aja, aku nungguin kamu dari tadi..? " Ucap ku kepada elina berpura pura se olah tidak terjadi apa apa.
elina tak menjawabnya, dia menatap wajah ku sambil berjalan menghampiri ku. " Ya ampun,, muka kamu kenapa ini kang.." ucap elina di hadapanku sambil menyentuh wajah ku dan menatap luka memar di wajah ku.
" Em, tadi aku jatoh dari motor lin, Cuma kecelakaan kecil kok, udah gak papa. yuk kita berangkat sekarang..! " Jawabku berbohong kepada elina.
" Ya ampun kang, ada ada aja,, lain kali hati hati ah bawa motor nya, yaudah yuk kita berangkat sekarang, sekalian di jalan beli obat buat luka kamu.." ucap elina.
" Iya lin..! " Aku dan elina pun naik ke motor dan berangkat pergi.
Aku terpaksa berbohong kepada elina, aku tidak ingin elina tau bahwa aku dan dony berkelahi, jika tau elina pasti marah kepadaku, karena ia tidak suka jika aku berkelahi.
terimkasih.