NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Alam Dewa (Divine Realm) – Pinggiran Wilayah Klan Dewa Bintang.

Retakan dimensi raksasa berwarna emas kehitaman yang terbuka di angkasa Klan Dewa Bintang tidak memuntahkan pasukan invasi kosmik atau badai kehancuran. Alih-alih serangan, retakan itu menutup dengan sangat sunyi dan cepat, seolah takut ketahuan oleh sesuatu yang jauh lebih mengerikan di seberang sana.

Dari dalam retakan itu, melangkah keluar pemuda berjubah sutra putih dan seekor kucing yang bertengger santai di bahunya.

Pemuda itu menghela napas panjang, mengusap keringat dingin di dahinya. "Syukurlah... Formasi pelacak Ibu sepertinya tidak bisa menembus dinding dimensi Tiga Ribu Dunia ini. Paman, apakah kita sudah aman?"

Kucing itu menguap lebar, memperlihatkan taring kecilnya. Matanya yang berwarna hijau zamrud memindai lautan awan spiritual dan pilar-pilar giok di bawah mereka.

"Untuk sementara, ya," suara telepati kucing itu menggema di kepala sang pemuda. "Ibumu terlalu sibuk mengurus wilayah di Dimensi Kekacauan Utama. Dia tidak akan menyadari kita menyelinap ke dunia kecil yang miskin Qi ini untuk sementara waktu. Ah, rasanya menyenangkan bisa kabur dari omelannya."

Pemuda itu tersenyum canggung. Mereka berdua, yang memiliki ranah menembus batas nalar dunia ini, tidak datang untuk menaklukkan atau menginvasi. Mereka hanyalah paman dan keponakan yang melarikan diri dari kekangan keluarga mereka, berniat mencari tempat persembunyian yang tenang untuk bersantai dan melihat-lihat.

Mata kucing itu kemudian tertuju pada sebuah paviliun terapung di kejauhan, tepat di pusat wilayah Klan Dewa Bintang. Di sana, seorang wanita yang sangat cantik Xiao Mei sedang mengayunkan ranjang bayi yang dijaga oleh seekor rubah surgawi berekor sembilan.

Wanita itu menantu kesayangan yang dibawa ke Alam Dewa untuk dilindungi oleh kakek suaminya, sang Patriark Klan Dewa Bintang.

Kucing itu memicingkan matanya, merasakan fluktuasi ketiadaan yang sangat samar dari bayi perempuan di dalam ranjang tersebut.

"Benih ketiadaan yang aneh di tengah lautan cahaya bintang," gumam kucing itu penuh minat. "Klan Dewa Bintang ini memiliki rahasia yang lucu. Ada benang karma yang sangat tebal mengikat bayi itu dengan dimensi ini, dan mungkin... dengan takdir kita di masa depan."

"Apakah kita harus memeriksanya, Paman?" tanya pemuda itu, merasakan bahwa bayi itu mewarisi garis keturunan yang luar biasa buas, meskipun ia tidak tahu siapa ayah bayi tersebut.

"Tidak perlu," kucing itu menepuk pipi keponakannya dengan cakar berbulunya. "Kita di sini untuk tidur dan bersembunyi, bukan untuk mencari masalah dengan hukum sebab-akibat dunia ini. Biarkan karma berjalan sebagaimana mestinya. Jika takdir menghendaki, kita akan bertemu dengan ayah dari bayi itu suatu hari nanti. Sekarang, cari gunung spiritual yang sepi. Pamanmu ini butuh tidur siang selama seratus tahun."

Pemuda itu mengangguk patuh. Dengan satu jentikan jari, keduanya melebur ke dalam aliran udara murni Alam Dewa, menjadi pengamat tak kasat mata di dunia yang asing ini, menunggu hingga roda takdir mempertemukan mereka kembali.

Alam Iblis – Reruntuhan Aula Darah, Wilayah Ye Sha.

Hawa panas dan bau belerang terasa semakin pekat. Di dalam aula yang terbuat dari tulang rusuk naga iblis, suasana pertemuan berlangsung sangat serius.

Zhao Xuan duduk bersila di udara, matanya terpejam saat ia memurnikan sisa-sisa Qi Iblis di sekitarnya. Long Chen, sang sahabat sejati, duduk santai di atas sebuah peti harta yang baru saja mereka jarah, menenggak arak neraka langsung dari guci tanah liat.

Di depan mereka, Pangeran Iblis Ye Sha yang kini murni berstatus sebagai sekutu strategis dan pion Zhao Xuan menggelar sebuah perkamen kuno yang memancarkan aura pembunuhan.

"Zhao Xuan, Long Chen," Ye Sha memulai, menunjuk ke arah peta Alam Iblis. "Sisa empat Raja Iblis, Raja Iblis Mo Yan dari Lautan Api, Raja Iblis Gui Sha dari Rawa Racun, Raja Iblis Xue Hai dari Lautan Darah, dan Raja Iblis Tian Mo dari Puncak Ilusi telah mengirimkan gulungan tantangan ini."

Ye Sha menatap Zhao Xuan dengan ekspresi tegang. "Mereka menolak untuk berperang secara terbuka karena takut pada Leluhur faksi masing-masing. Alih-alih perang skala penuh, mereka mengaktifkan hukum kuno Alam Iblis: Sayembara Takhta Darah."

Long Chen meletakkan guci araknya, menyeka bibirnya dengan punggung tangan. "Sayembara? Terdengar seperti arena pertarungan biasa. Berapa banyak kepala yang harus kuremukkan?"

"Ini bukan sekadar adu otot," Ye Sha menggeleng pelan. "Sayembara ini akan diadakan di Alam Rahasia Kuburan Leluhur Iblis. Pertarungan di sana menjunjung tinggi keadilan mutlak dalam formasi arena, namun di luar arena, kelicikan, racun, jebakan, dan pengkhianatan dihalalkan. Hanya yang selamat dan membawa Mahkota Tulang Iblis yang berhak duduk di Takhta Tertinggi."

Ye Sha menghela napas panjang. "Aturan mutlak dari sayembara kuno ini adalah: Setiap kandidat Raja Iblis hanya diizinkan membawa satu orang pendamping ke dalam Alam Rahasia."

Mendengar aturan tersebut, Long Chen mengerutkan kening, menoleh ke arah sahabatnya. "Hanya satu pendamping? Zhao Xuan, kau dan aku tidak bisa masuk bersamaan."

Zhao Xuan perlahan membuka matanya. Tujuh pusaran galaksi berputar pelan di pupilnya, memancarkan kalkulasi sedingin es.

"Aturan yang sangat klasik," gumam Zhao Xuan, sudut bibirnya terangkat membentuk seringai tiran. "Mereka ingin membatasi dari luar dan mengandalkan trik busuk di dalam. Sempurna."

Zhao Xuan melayang turun, menepuk bahu Ye Sha. "Aku yang akan menjadi pendampingmu di Sayembara Takhta Darah itu."

Long Chen langsung melotot. "Hei, hei! Jangan bilang kau akan mengambil semua kesenangan membantai para iblis jenius itu sendirian?! Aku tidak turun ke neraka ini hanya untuk duduk menjaga pintu, Zhao Xuan!"

Melihat sahabatnya merengut, Zhao Xuan tertawa pelan. "Siapa bilang kau akan duduk diam, Long Chen? Kau memiliki tugas yang jauh lebih penting dan jauh lebih menguntungkan."

Zhao Xuan menunjuk ke arah empat wilayah Raja Iblis di peta.

"Saat keempat Raja Iblis itu, beserta para jenderal elit dan pendamping terkuat mereka, terkunci di dalam Alam Rahasia bersamaku dan Ye Sha... markas utama dan gudang harta rahasia mereka akan berada pada titik penjagaan terlemahnya."

Mata Long Chen perlahan melebar, seringai buas mulai terbentuk di wajahnya yang kasar. Ia mulai memahami rencana sahabatnya.

"Aku butuh jutaan Giok Abadi untuk menembus Ascendant Menengah dan membuka jalan menuju Roda Kedelapan," ucap Zhao Xuan mutlak. "Sementara aku mengalihkan perhatian Sembilan Surga di dalam arena sayembara, aku ingin kau menyelinap layaknya naga perampok. Hancurkan sisa penjaga mereka, bobol pusaka pertahanan mereka, dan jarah setiap Giok Abadi, Pil Iblis, dan akar spiritual di empat wilayah itu."

"HAHAHAHA!" Long Chen meledak dalam tawa euforia yang menggetarkan aula tulang tersebut. Ia memukulkan kepalan tangannya ke dada. "Merampok gudang harta Raja Iblis saat pemiliknya sedang sibuk?! Kau benar-benar brilian, Saudaraku! Serahkan padaku. Saat kalian keluar dari kuburan itu, akan kupastikan empat Raja Iblis itu kembali ke istana yang kosong melompong!"

Ye Sha menelan ludah melihat kebrutalan dan kelicikan dua sahabat fana ini. Mereka tidak hanya mengincar Takhta Iblis untuknya, tapi juga berniat menguras habis kekayaan seluruh alam bawah ini!

"Sayembara akan dimulai tiga hari lagi," lapor Ye Sha, membungkuk hormat. "Setiap Raja Iblis akan membawa pendamping terkuat mereka, beberapa di antaranya adalah monster tua tingkat Ascendant Puncak yang sengaja menekan ranah mereka. Kita harus berhati-hati dengan racun jiwa dari Gui Sha dan ilusi dari Tian Mo."

Zhao Xuan menyarungkan tangan ke dalam jubahnya, matanya menatap tajam menembus dinding aula, membayangkan panggung pembantaian yang akan segera ia masuki.

"Biarkan mereka membawa racun, ilusi, dan kelicikan mereka," desis Zhao Xuan dingin. "Di hadapan hukum pemusnahan, segala trik hanyalah lelucon. Bersiaplah, Ye Sha. Kita akan mengambil mahkota itu, dan mengubah sayembara mereka menjadi lautan keputusasaan."

1
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
saniscara patriawuha.
istirahat dulu....
saniscara patriawuha.
gassddd pokokerr
Sang_Imajinasi
2 BAB UNTUK HARI INI YA PARA READER, KARENA AUTHOR DEMAM JADI TIDAK FOKUS UNTUK MEMBUAT LANJUTAN NYA. DOAKAN AUTHOR CEPAT SEMBUH SUPAYA BISA CRAZY UP 🤭
saniscara patriawuha.
gasssdd polllll...
saniscara patriawuha.
sikatttty dan hsncurrrrksnnn sudahhhh
saniscara patriawuha.
gasss pollll pokokeee manggg...
saniscara patriawuha.
serappppp kabehhhhh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!