NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:176.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Bahasa Cinta

Ekhem...

Shanum mendadak canggung sementara Naka terlihat biasa saja. Tak tau di dalam hatinya. Sebab, kini Naka sudah menarik tuas rem tangan kembali dan melajukan mobil lagi.

Benar, langit mendung tadi menandakan jika awan sudah tak tahan lagi untuk menurunkan hujan.

Rintik-rintik kecil dari langit mulai membasahi tanah membuat para penguasa hutan itu menyingkir dari jalanan mencari tempat teduh.

Mungkin untuk seminggu ke depan Shanum akan trauma memakan coklat, sisa yang ada di dalam mulutnya saat ini saja ragu untuk ia telan.

Diam, Shanum memilih memandang ke arah samping lainnya dengan tangan yang refleks menyeka bibirnya sendiri, ia bahkan sudah menggigit bibir bawahnya menahan rasa gemas, greget dan argghhh! Ia tak berani menoleh pada Naka sekarang, lihatlah wajahnya yang mendadak panas itu, sudah pasti memerah.

Ada jeda waktu untuk gerbang itu terbuka, dan saat itulah Shanum justru ingin keluar dari mobil menggebrak gerbang, woyyy buka buruan anjirrr! Lama banget deh, reseee!

"Mau ke istana panda dulu atau jajan?" suara Naka memecah keheningan yang sudah terjadi sejak tadi. Iya---sejak kissing mereka tadi.

"Liat panda aja yuk, gue lagi ngga pengen jajan." Jawabnya diangguki Naka.

Dan entah sejak kapan, ketika Naka meraih tangannya dari samping sesaat setelah memarkirkan mobil, seperti ada sengatan aliran listrik yang membuat tangan Shanum kebas dan tak berdaya untuk menepis.

Naka mengisi setiap sela jemari tangan Shanum dan menggenggamnya hangat, termasuk ketika telapak tangan mereka saling menempel.

Every inch of your skin is a holy grail I've got to find....

(Setiap inci kulitmu adalah cawan suci yang harus aku temukan)

Dan semua mengalir saja seperti adanya, seperti biasanya....kecanggungan itu tak lagi berarti ketika keduanya sama-sama melihat panda-panda lucu disana.

Ada 3 Giant Panda, yang berasal dari negri tirai bambu disana, dimana ketiganya tengah bermalas-malasan, salah satunya tengah mengunyah bambu.

Ada keeper yang mengoceh disana demi memberikan edukasi....sekilas Shanum mendengar nama ciri khas yang diberikan pada ketiganya. Namun Naka menunduk berbisik di sampingnya.

"Yang itu namanya Canza, yang lagi ngemil bambu."

Shanum tertawa kecil awalnya. Kemudian Naka kembali berbisik menunjuk panda lucu nan gemuk lainnya yang tidur diantara ban mobil, "yang itu Savero."

Shanum kembali tertawa geli, sampai-sampai membuat pengunjung di dekatnya melirik Shanum karena berisik.

"Terus yang satu lagi Lutfi gitu?" tanya nya meninju bahu Naka, benar...tentu saja, Naka mengangguk, "cocok banget tukang ngeles. Tuh...dia garuk-garuk pan tat begitu, kaya Lutfi."

Shanum masih tertawa, "kurang satu. Terus yang namanya Mainaka yang mana?"

Naka menggeleng, "ngga ada."

Berkeliling dan melihat hal yang jarang dilihat, akhirnya Shanum dan Naka mencoba berswafoto dengan Panda merah hewan asal Tiongkok juga yang ada disana.

Shanum terlalu sering mengumbar senyum manisnya pada Naka hari ini, terutama ketika ia berinteraksi dengan makhluk hidup.

"Ayo buruan gue fotoin..." ujar Naka telah memegang ponsel miliknya. Sementara Shanum dibimbing para keeper untuk memberi makan hewan gembul nan lucu itu.

"Yang ini Mei-Mei kak, ini sing-sing namanya..." ujar si keeper, Shanum tertawa, "Hay Mei-Mei...cantik banget warnanya... Sing-sing ini jantan kak? kalo aku panggil Naka aja boleh ngga?" Shanum tertawa begitupun si keeper. Namun Naka hanya mendengus geli saja.

Kini sang keeper membantu Shanum untuk berinteraksi lebih dekat lagi, tapi Shanum yang ragu sekaligus excited ini masih sedikit ketakutan dengan memegang lengan Naka, "buruan Ka, bareng aja kita...jangan gue sendiri..."

Hingga akhirnya...

Cekrek!

Sing-sing dan Mei-Mei berada di antara Naka dan Shanum. Bahkan jepretan kedua yang khusus ada di ponsel Naka dimana ia sempat menyerahkan ponsel ya pada keeper lain sejenak menampakan Shanum yang menarik lengan Naka dan berlindung di baliknya refleks saat Mei-Mei dan Sing-Sing mendadak mengendus dirinya lalu meraih tangan Shanum.

Sejenak Naka kesampingkan urusan OSIS, urusan proposal, dan urusan pekerjaan, ia nampak tertawa riang di foto itu.

Langit rupanya masih enggan memberikan kesempatan untuk mentari kembali mendominasi. Hingga pukul 3 sore pun mendung dan hujan gerimis belum jua menunjukan akan berhenti.

"Mau langsung balik?" tanya Naka diangguki Shanum, ia bahkan sempat menerima telfon dari bunda yang akhirnya ia jujur sedang bersama Naka...bunda tentu saja tak marah, melainkan Sheyna yang kemudian mengoceh sambil mengomel sebab tak diajak.

Shanum tak menyangka jika ide gila kencan di taman safari bisa jadi seseru ini.

"Besok gue langsung jemput dari rumah."

Wiper bergerak ke kanan dan kiri mengusir butiran air yang menghalangi pandangan sebab nyatanya hujan yang turun justru semakin deras.

"Tapi kalo balik kayanya aku balik sendiri deh Ka, besok Juna minta anak MPK buat kumpul dulu." Shanum kini tak lagi sungkan menunjukan layar ponselnya dimana room chat grup MPK terpampang.

"Gue tungguin." Jawabnya sesimpel itu. Dan Yap! Tak lagi mendebat Shanum terdiam menatap lurus ke arah wiper yang masih bergerak.

Cukup dingin, AC mobil pun turut dikecilkan dengan Naka yang menurunkan sedikit kaca mobil bagiannya sekitar 2 cm. Dan percayalah cuaca dingin ini membuat mata ikut merasakan kantuk terlebih rasa lelah mendera tubuh.

Shanum sempat terantuk kaca jendela mobil membuatnya terperanjat termasuk Naka yang mengetahui itu, "tidur aja Sha..." tangannya bahkan sudah menunjuk ke arah belakang, dimana bantal leher berada.

"Eh, engga kok...gue cuma ngga sengaja ketiduran aja." Jawabnya mencoba menegakan badan yang---aduh! Kenapa mesti kejedot segala lagi gara-gara ketiduran.

Naka mendengus dengan senyum yang tersungging, "kenapa, Lo takut gue cium lagi waktu tidur?" tanya nya membuat Shanum langsung menoleh, "engga." wajahnya kembali memerah, ya ampun!

Naka terkekeh tanpa suara. Meski kemudian kata engga itu terhianati oleh tubuhnya sendiri. Shanum tertidur, dan kali ini ia tak lagi terantuk mobil.

Naka sempat menepikan sejenak mobil di sebuah minimarket, bukan untuk membeli sesuatu melainkan untuk meraih sesuatu dari bangku belakang.

Bantal leher yang kemudian ia pasangkan di Shanum, menatap gadis masa kecilnya dan masa depannya, insyaallah.

Tidak mencuri ciuman lagi meski hanya di kening, Naka justru meraih sesuatu lain dari bagasi...ia ingat jika terakhir kali mobil ini dipakai mama ke Jakarta, dimana mama selalu melengkapi diri dengan kain Bali tipis...Naka menyelimuti Shanum.

Ia memang tak banyak bicara dan mengumbar janji yang belum tentu bisa ia penuhi nantinya, tapi bagi Naka....bahasa cinta memang tidak harus selalu *i love you* dan itu hanya dimiliki Mainaka untuk Shanum Kamala.

.

.

.

.

1
mommyanis
dek Shanum....cita citamu su gguh sungguh sangat mulia,tapi tentunya karna takdir yg dituliskan oleh sang othor,teh Shin.In the riil in the true worlddddd.....cwe mesti punya pengalaman nyari rupiah dulu alias pekerja baru dech cwo cwo mau.Syahrini aj klo bukan artis belum tentu Reino Barak mau 😔🙏🙏🙏🙏🙏😁
sweet escape
Teh up lagi yok yok crazy up hahaha, nemenin shanum yg lagi crazy sama naka 😂😂😂😂😂 kok ankh ngareo naka terusin aja ngomong ngaku hahahahahaha mau liat pandu sama chika shock
sweet escape
Wahahahaha kereeeen cara naka ah sukaaa hahaha emang harus di gituin cewek tipe shanum hahahahaa. Wah tuan muda aku like banget sama kamu. Ini sih cool nya papa ganesh tapi tengilny dan nekatny dewo wkaakka
sweet escape
Hahaha marah marah wkakaakaka yak kita lihat bagaimana tuan muda menaklukkan num num tercinta🥰🤌
sweet escape
Temen temen cowokny shanum sm naka ini tengil jg y, kayak mereka tuh punya kode sama carany sendiri buat tau keadaan temenny sama tindak tanduk temennya. Cowok tuh emang nggk bnyk ngomong tp diem2 mereka tuh di perkumpulan bahasanny y kita2 cewek wkkwkw
sweet escape
Aaaa siapaaaaaa , smg tuan muda naka
sweet escape
Emang kayanya naka yg perlu buat aksi dar der dor biar orang pada tau nih shanum tunanganny. Nungguin keribetan shanum dgn pemikiranny sendiri pasti lama wkwkwkw
sweet escape
Emang kalo sahabat tuh yg paling tau wkakkaa betul nza bukan cewek malahan tunangan
sweet escape
Nah itu mainaka wkakakakaa batuk juga kelur duit😂
Bulan-⁶
kenapa sih sha kamu gak mau publish? kan justru bakalan lebih tenang kalo temen2 pada tau, gak bakalan ribet dan mesti kucing2an
sweet escape
Wah ini sih kecintaan banget sm mima. Ditunggu launching rumahny mima canza teh. Kayak ada sesuatu y d balik kacamata dan kalemny mima dan tengilny canza🥰
sweet escape
Iya hahaha lelaki pekerja keras y nza wkwkwk serah deh nza asal seneng😂
sweet escape
Hahaa gaya mak pandu udah pak ketu bangettt
sweet escape
Hahahhaha bau matahari menyengattyyt
sweet escape
Waaah menarik deh num num🥰
Salim S
udah lah num num ngalah aja lagian ngga mungkin bisa menang kalau debat sama naka mah...tenang num num naka pasti bisa jadi suami seperti yang kamu inginkan...
ieda1195
🤣🤣🤣🤣 jurus naka jitu bgt
ieda1195
selamat, anda salah sasaran, coba lagi yaaa, siapa tau beruntung🤭
ieda1195
wkwkwkwk, aslinya ngamuknya gk karena dpet konsumsi, tp karena naka sama rea,
ieda1195
alih profesi jadi kang mas gitu?? jgn lah kaa ngalah ngalahin hotman Paris ntar kmu 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!