Cerita Chef yang ogah nikah dan Dokter yang juga ogah menikah.
Arletta Peterson, cucu-cicit-buyut chef terkenal dari keluarga Reeves McCloud itu belum kepikiran menikah di usianya yang menginjak 26 tahun. Chef cantik itu sangat menikmati hidup lajangnya. Hingga di bulan Desember, dia melayani pesta natal di sebuah rumah sakit di London Inggris . Disana Arletta bertemu dengan Dokter Jeff Clarke yang 12 tahun lebih tua darinya. Gara-gara sebuah mistletoe dan kecerobohan Arletta, dokter Jeff mencuri dua kali ciuman dari chef cantik itu. Pertemuan kacau mereka, membuat dokter tampan itu jatuh cinta pada Arletta. Bagaimana cara Dokter Jeff bisa meyakinkan chef cantik itu kalau mereka memang berjodoh?
Generasi ke delapan klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Piknik
Setelah satu jam lebih lima belas menit perjalanan dari London menuju Glasgow, pesawat kecil itu pun tiba di bandara pribadi milik dua keluarga, Ferguson dan Neville. Sebenarnya itu bandara pribadi milik keluarga Ferguson tapi saat Gavin membutuhkan rekan bisnis untuk investasi, Jayde Neville menawarkan diri dengan membawa bendera kantor akuntannya.
Berkat manajemen dari Jayde, bisnis bandara Gavin menjadi ramai dan menguntungkan. Dan sekarang Jeff memakai salah satu lokasi parkir pesawat di bandara itu. Dia pun meminta petugas untuk mengisikan avtur ke pesawatnya.
"Kita terus naik apa?" tanya Arletta yang berjalan bersama Jeff menuju pintu keluar.
"Mobil lah! Aku sudah persiapan semuanya," jawab Jeff.
"Kita sampai disana ...."
"Tepat jam makan siang. Apa kamu bawa makanan banyak?" tanya Jeff sambil menghampiri petugas yang sudah menyiapkan kunci mobilnya.
"Well ... Entah itu cukup atau tidak buat perutmu," jawab Arletta cuek dan melihat mobil yang terparkir disana. "Land Rover?"
"Defender," sambung Jeff.
"Aku tahu itu Jeff! Tapi ini ... mobil kamu?"
"Sewa. Mobilku hanya Porsche di London."
Arletta manggut-manggut.
"Cocok kan buat medan kesana," senyum Jeff sambil membuka pintu penumpang sebelah kiri ( Inggris Raya setir kanan seperti di Indonesia ).
Arletta pun naik mobil itu dan Jeff memasukkan tas piknik mereka lalu naik ke bagian pengemudi.
"Shall we?" Jeff menstater mobil itu dan mereka pun menuju Loch Lomond & The Trossachs National Park.
Land Rover Defender
Arletta menikmati pemandangan alam yang masih dijaga ketat oleh pemerintah Skotlandia. Apalagi Raja Louis dan perdana menteri pertama Skotlandia, sangat menentang deforestasi. Berkaca dengan apa yang terjadi di Konoha, meskipun sudah diambil alih oleh PRC Group, kerajaan Belgia dan Belanda serta negara Timur Tengah hingga hutan-hutan pun kembali, tetap Inggris Raya menjadi negara yang bergabung bersama dengan negara Eropa yang menentang deforestasi serta memberikan hukuman tidak main-main.
"Kapan terakhir kamu pergi jalan-jalan seperti ini?" tanya Jeff sambil menyetir santai ke arah Arletta yang tampak berbinar melihat salju masih ada menjelang pertengahan Januari.
"Entah. Bahkan malam tahun baru pun aku masih disibukkan dengan pesanan makanan untuk pesta. Aku sendiri tidak tahu kalau tahun sudah berganti dan aku semakin bertambah usia," jawab Arletta.
"Apa kamu yakin tidak mau menikah?"
Arletta mengangguk. "Aku suka hidup sendiri. Bisa dibilang aku introvert yang menjadi extrovert karena hobi memasak aku."
"Intinya, jika berhubungan dengan masakan, berati kamu jadi extrovert?" tanya Jeff.
"Bisa dibilang begitu."
"Kamu umur berapa?" tanya Jeff lagi.
"27 tahun ini."
"Bulan dan tanggal?"
Arletta menoleh ke Jeff. "Kenapa tanya-tanya?"
"Siapa tahu, aku bisa memberikan kado untukmu."
Arletta tertawa. "Google it! Kamu bisa cari info disana."
Jeff tersenyum. "I will."
Perjalanan mereka menempuh waktu satu jam dan mereka melihat ada beberapa mobil sudah terparkir di area parkir Loch Lomond & The Trossachs National Park. Jeff menuju area khusus piknik karena mereka tidak akan hiking atau kegiatan lainnya.
Note
Loch Lomond & The Trossachs National Park di Skotlandia menawarkan keindahan alam menakjubkan dengan danau besar ( Loch Lomond ), pegunungan ( 21 Munro ), dan hutan rimbun. Aktivitas utamanya meliputi mendaki ( Conic Hill, Ben A'an ), berlayar/kayak, bersepeda, serta mengunjungi desa bersejarah seperti Luss.
Berikut adalah hal-hal menarik yang ada di taman nasional ini:
- Danau dan Air (Lochs & Water): Loch Lomond adalah yang terbesar, diikuti oleh Loch Katrine ( wisata kapal uap Sir Walter Scott ), Loch Venachar, dan Loch Ard.
- Pendakian dan Pemandangan:
Ben Lomond: Puncak tertinggi di taman.
- Conic Hill: Pemandangan indah panorama Loch Lomond.
- Ben A'an: Jalur populer dengan pemandangan lembah.
- The Cobbler ( Ben Arthur ): Pegunungan berbatu yang ikonik.
- Hutan dan Alam: Taman Hutan Queen Elizabeth dan Hutan Loch Ard, cocok untuk bersepeda dan jalan santai.
- Desa dan Sejarah: Desa Luss yang menawan di tepi danau, serta Gereja Balquhidder.
- Aktivitas Luar Ruangan: Berkemah, memancing, menunggang kuda, dan olahraga air ( kayak, perahu dayung, speed boat ).
Sumber Google
Mobil Land Rover Defender itu pun terparkir rapi di area parkir dan Jeff pun turun untuk membukakan pintu Arletta. Namun gadis itu sudah membukanya sendiri.
"Kenapa tidak tunggu aku?" tanya Jeff sambil tertawa.
"Lha? Harus gitu?" tanya Arletta bingung.
Jeff hanya tertawa kikuk. "Ayo, kita makan siang. Aku lapar." Dia mengambil keranjang piknik di kursi belakang dan menggandeng tangan Arletta untuk berjalan menuju area khusus piknik.
"Ada hiking, ada kayak, ada jogging track ... Kapan-kapan bisa kesini sambil pamer Strava aku," gumam Arletta.
"Ayo! kapan aku bisa libur dua hari, kamu bisa libur ... Kita escape from work dan kemari. Aku lebih suka kesini kalau London sudah hectic. Terkadang kita butuh recharge baterei semuanya. Fisik, mental dan mood. Bukankah kamu juga sama hectic nya kalau sudah di dapur?" ajak Jeff bersemangat.
"Itu kan maumu, Jeff!" cebik Arletta sambil cemberut.
Jeff hanya nyengir. Mereka berjalan di jalan yang sudah dibuat untuk mempermudah orang-orang untuk berjalan terutama para lansia. Tak lama mereka tiba di area piknik dimana banyak meja dan kursi kayu berada di pinggir danau.
Loch Lomond & The Trossachs National Park
"Waaaaahhhhh ... Pemandangannyaaaaa," puji Arletta. "Ya Allah ini cantik sekali!"
"Kamu belum pernah kemari?" tanya Jeff sambil meletakkan tas piknik diatas meja.
"Belum. Daddy selalu sibuk dengan pekerjaannya. Kalau pun berlibur, lebih sering ke negara Eropa lain, Timur Tengah dan Asia. Justru yang di dalam negeri malah di skip sama Daddy. Aku tidak tahu alasannya apa," jawab Arletta apa adanya.
"Oh, jadi aku tidak salah kan jika mengajak kamu kemari," ucap Jeff.
Arletta mengangguk dan melihat ada sepasang suami istri yang bisa dipastikan mereka muslim karena istrinya memakai hijab. Arletta tahu ini sudah waktunya akan Dhuhur dan dia harus tahu dimana bisa melaksanakan ibadahnya.
"Excuse me!" Arletta langsung menghampiri pasangan itu dan mereka memberitahukan bahwa bisa ibadah di sebuah rumah kecil yang memang disediakan oleh pihak taman nasional. Arletta mengucapkan terima kasih dan mereka baru sadar jika wanita itu adalah chef terkenal, auto minta foto bersama.
Setelahnya Arletta kembali ke meja piknik dimana Jeff sibuk menata makanan tapi sambil mengawasi gadis itu.
"Kamu tanya apa?" tanya Jeff.
"Tempat sholat," jawab Arletta santai.
"Sholat? Kamu ... muslim?" Jeff terkejut.
"Lha? Baru tahu?" balas Arletta bingung.
***
Yuhuuuu up malam yaaaaa gaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
ternyata unpredictable.... Jeff juga muslim
wow Jeff mengejutkan, apa jeff muslim juga ?