Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 : Sabotase
Widya dan juga jaya mendatangi kantor polisi dimana putrinya diperiksa.
"Selamat sore pak?" Sapa Widya pada salah seorang petugas kepolisian.
"Selamat sore Ibu silahkan!" Ujarnya
"Saya ingin bertemu pak hadi, yang menangani kasus yang sedang mendakwa anak saya" Katanya.
"Baik bu tunggu sebentar saya akan beritahu" Katanya sembari masuk ke dalam kantor.
"Kamu yakin?" Tanya jaya.
"Gak ada cara lain" Kata widya.
"Kamu bener, ini satu satunya cara terakhir, tidak mungkin kita bisa nyogok Harris, orang itu terlalu jujur" Katanya
"Itu kamu tau"
"Selamat sore ibu?" Sapa salah seorang polisi bernama hadi.
"Selamat sore Pak" Widya tersenyum sangat ramah.
"Saya sangat mengenal ibu dan banyak melihat ibu di televisi, ibu terkenal sangat baik dan bijaksana" Katanya.
"Terimakasih, saya jadi tersanjung" Balas Widya.
"Silahkan!" Hadi mempersilahkan kedua orang itu untuk duduk di kursi.
"Emm maaf sebelumnya pak? apa ada ruangan yang bisa di pakai untuk bicara privat? saya ingin bicara berdua saja dengan bapak" Katanya.
"Ohh boleh boleh, mari ikut saya!" Ajak hadi.
Widya mengangguk lalu mengisyaratkan jaya untuk ikut kemana hadi pergi, keduanya masuk ke salah satu ruangan kerja milik kepala Polisi tersebut.
"Jadi ada apa ibu?"
"Sebenarnya saya ragu untuk melakukan ini tapi ini juga demi citra dan nama baik saya, sebelumnya saya ingin menanyakan hasil otopsi dari siswi bernama mimi itu, bagaimana kesimpulan nya?"
"Tentang mimi kami memang menemukan beberapa luka lebam dan juga luka bakar yang belum sepenuhnya mengering, tidak ada sidik jari yang menunjukkan bahwa luka tersbut adalah bentuk kekerasan oleh siapapun karna mungkin sebelumnya anak itu sudah membersihkan diri, dan karena laporan yang kami Terima oleh pak Harris kami juga akan memeriksa apakah korban benar mengalami pemerkosaan atau tidak, kami sedang menunggu hasil lab nya, mungkin besok akan keluar, dan dari itu kami bisa mengetahui kecocokan dna atas terduga pelaku bernama angga ataupun Ryan" Ungkapnya panjang lebar.
Widya tampak menutup mulutnya kaget, wanita itu berlagak dramatis, begitupun dengan jaya yang menggeleng geleng seolah tak percaya.
"Jika memang benar terduga pelaku termasuk anak ibu michele melakukan perundungan kami akan memberikan pasal penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, dan jika terduga pelaku benar melakukan pemerkosaan kami akan memberi sanksi yang lebih, jadi begitu yang bisa saya jelaskan ibu" Kata hadi.
"Sebenarnya saya tidak pernah mendidik anak saya menjadi pribadi yang sempurna, tapi karena kesibukan yang saya dan suami saya jalani membuat michele kehilangan seseorang yang menjadi tempat berpegangan, kami tidak kaget kalau dia benar melakukan hal ini" Kata Widya.
"Tapi tetap saja sebagai orang tua kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk anak kami, termasuk melindunginya, jika bapak memiliki anak pasti bapak akan mengerti posisi kami" Tambah jaya
Hadi mengangguk anggukan kepalanya paham dengan apa yang dikatakan oleh kedua orang ini.
"Sebenarnya bukti sebuah surat dan juga pengakuan salah seorang siswa tidaklah kuat, apalagi saya dengar bahwa siswa tersebut sempat bersitegang dengan michele, tapi tetap saja kami akan menyelidiki ini, dan jika michele terbukti tidak bersalah kami akan menjatuhkan sanksi pencemaran nama baik oleh saudari Zara" Ungkap hadi.
Widya mengangguk paham, kemudian wanita itu tampak merogoh tas mahalnya dan mengeluarkan sebuah amplop tebal berwarna coklat.
"Kami hanya berusaha melakukan yang terbaik, ini adalah uang 100 juta, hanya di awal" Katanya pelan.
"Maksudnya apa ibu?" Tanya hadi.
"Saya yakin bapak mampu membereskan ini semua, jangan biarkan dokter mengungkap dna atau forensik siapapun, saya sangat mengutamakan nama baik saya, saya akan beri uang lebih jika bapak mampu melakukan nya dengan baik" Katanya.
"Saya mengerti tapi pasti ibu tau bukan hanya saya yang akan menerima uang di sini, tapi juga dokter" Balasnya.
Widya tampak tersenyum puas oleh ucapan hadi, terdengar laki laki itu setuju dengan permintaan nya.
"Saya akan mengurus dokternya , tolong lakukan ini dengan baik" Pintanya.
"Baik bu"
...****************...
3 hari kemudian....
"Pemirsa kami laporkan kasus dugaan perundungan yang dilakukan oleh anak politikus Widya Natanegara menemui titik terang, di simpulkan bahwa korban berinisial mm di vonis melakukan bunuh diri tanpa bukti penyiksaan oleh saudari MN dan teman teman nya, baik kita dengarkan keterangan dari pihak kepolisian saya sudah bersama dengan hadi lesmana kepala polisi daerah yang menangani kasus ini, jadi bagaimana pak?" Tanya nya.
"Ya kami sudah mendapatkan hasil otopsi dna yang tidak menunjukan tanda tanda kekerasan seksual apapun oleh dua siswa yang di sebutkan, dan sebab tidak ada bukti digital atau apapun kami menduga luka yang di alami korban adalah self injuri, michele sendiri dan teman teman nya merasa terpojok oleh salah satu siswa yang sempat bertengkar dan berakhir menuduhnya" Ungkapnya.
"Oh jadi siswi bernama zara itu sempat bertengkar dengan michele, apakah Zara mencoba membela mm?"
"Bukan bukan, mereka memiliki masalah personal lain sehingga dapat kami simpulkan bahwa saudari Zara mengambil kesempatan untuk melakukan fitnah oleh saudari michele, mungkin ada dendam yang tersembunyi" Balas hadi.
"Jadi michele dan teman teman nya terbukti tidak bersalah?"
"Ya mereka masih dalam pengawasan namun dapat saya pastikan bahwa mereka tidak bersalah, dan selama saya bersama mereka, mereka berkelakuan baik sangat berbeda dengan apa yang di beritakan selama ini"
"Baik Pak terimakasih waktunya"
"Sama sama!"
Harris mematikan siaran televisi yang menampilkan berita tentang perkembangan kasus yang menimpa beberapa murid di sekolahnya.
"Selalu aja berakhir kaya gini" Kayla berbicara pelan.
Harris menoleh pada putrinya Kayla, gadis itu menatap televisi kosong, ia tampak putus asa.
"Kay?" Panggilnya.
"Bu Widya pasti sabotase semuanya, kaya dulu" Isaknya tiba tiba.
Harris menarik Kayla ke dalam pelukan nya, putrinya semakin terisak kuat, rasa putus asa dan kecewa ia tunjukkan.
"Kamu yang tenang" Kata Harris.
"Mereka semua salah" Katanya.
"Kenapa kamu bisa yakin kay?"
"Karna aku sendiri ngalamin, dulu bu Widya juga bayar kepala sekolah atas bukti yang udah aku kasih, bahkan sekarang aku yakin dia bayar polisi untuk nutupi kasus ini, mereka jahat, semuanya diselesaikan hanya dengan uang!" Jelasnya.
Harris semakin merasa resah dan khawatir mendengar apa yang baru saja di ungkapkan oleh putrinya, ia tiba tiba saja teringat oleh Zara, bagaimana keadaan gadis itu? ia tahu betul bahwa Widya mungkin akan memberikan sanksi atas kegaduhan yang ia ciptakan.
Tiba tiba saja ponselnya berbunyi dan tertera nomor yang tidak di kenali.
"Halo? siapa ini?" Tanya harris.
"Om! saya Leon om! Zara di kantor polisi!" Ungkapnya.