Seorang pemuda yang tewas dalam kecelakaan dan berpindah tempat ke sebuah dunia baru yang penuh dengan kekacauan karena Monster yang menyerang dunia itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoe69, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Memperlihatkan kemampuan bertempur.
Area ini memiliki pemandangan sebuah gurun yang untungnya tidak memiliki udara yang sangat panas seperti seharusnya, semua terbangun level 2 itu kini sudah bersiap dengan semua senjata semua dan sebuah formasi sudah terbentuk di pasukan terbangun itu dimana para pembawa perisai sudah ada di depan dengan barisan pembawa pedang dan tombak di belakangnya. Sedangkan para pemanah dan juga penyihir ada di belakang para petarung jarak dekat sedang penyembuh ada di tengah para pemanah dan penyihir.
Xie Long yang melihat formasi itu segera mengambil posisi di belakang 15 rekannya dan mengeluarkan perisai yang segera terpasang di lengan kirinya semula teman temannya itu merasa sedikit aneh karena Xie Long yang justru mundur dan mengeluarkan perisai ditangannya.
Xie Long meminta semua temannya untuk tidak khawatir karena dia akan melindungi mereka dari serangan yang mungkin akan muncul dari belakang karena itu dia mengeluarkan perisai untuk melindungi mereka jika serangan itu datang. Mereka sudah berjalan cukup jauh di saat Xie Long berteriak memberi peringatan kepada para pembawa perisai untuk bersiap akan datangnya serangan dari depan dan samping mereka.
Meski sedikit terkejut dengan peringatan itu namun 20 orang pembawa perisai itu dengan segera berganti posisi melindungi semua orang, dan di saat semua pembawa perisai itu sudah bersiap dari dalam pasir kecoklatan bermunculan kelabang raksasa dengan mulut yang memiliki banyak gigi di balik dua capit besarnya. Di tubuh kelabang itu juga terdapat duri hitam yang mirip tombak di tubuhnya yang memiliki diameter 3 meter dan panjang hampir 15 meter itu.
Para kelabang itu menyerbu ke arah para terbangun namun terhalang perisai yang mengeluarkan banyak macam elemen meski sebagian besar adalah elemen tanah. Begitu para kelabang itu tertahan bermacam perisai besar, para petarung jarak dekat dengan segera menyerbu para kelabang itu dan membunuh mereka.
Setelah gelombang pertama itu selesai dilewati, semua orang terbangun level 2 itu melihat ke arah Xie Long dengan kekaguman yang tidak bisa di sembunyikan dari sorot mata mereka. Indra pendeteksi Xie Long sangat membantu mereka menentukan dari mana serangan akan datang yang membuat mereka cukup mudah mengalahkan para kelabang yang menyerang.
Bahkan para pembawa barang segera berterima kasih karena Xie Long sudah melindungi mereka dari dampak serangan para kelabang itu dengan perisainya. Semua orang terus melanjutkan perjalanan mereka karena material kelabang itu tidak bermutu tinggi meski masih berharga bagi para pembawa barang.
Mereka terus membantai berbagai jenis monster yang datang dari berbagai penjuru dengan Xie Long yang selalu memberitahu setiap bahaya yang mendekat ke arah mereka. Bahkan Xie Long kerap melindungi para penyihir dan penyembuh yang di serang monster berbentuk serigala tanpa bulu lebat ditubuh mereka.
Serigala gurun itu memiliki kulit licin seperti kulit katak yang terus mengeluarkan lendir yang sepertinya membantu para serigala itu mengurangi hawa panas dari gurun ini saat matahari mulai ada di atas kepala mereka. Xie Long melemparkan pisau pisau pemberian Sui Long Han untuk menyelamatkan para penyihir dan penyembuh dari serangan para serigala gurun itu.
Pisau pisau itu dengan tepat mengenai mata mereka dan menembus otak para serigala itu yang membuat para terbangun level 2 itu mulai meragukan Xie Long sebagai terbangun level 1 karena lemparan pisau Xie Long itu mempunyai daya hancur para terbangun level 2.
Setelah mengambil pisau dan juga material dari para serigala gurun dan berjalan lebih jauh ke tengah gurun pasir itu, mereka menemukan komplek seperti koloseum yang memiliki banyak lorong ruang bawah tanah dimana tempat itu kini di tempati ratusan sosok kerbau besar berbentuk manusia setinggi 4 meter yang memiliki tangan 4 dengan membawa berbagai senjata.
Wajah para terbangun itu terlihat sedikit ngeri saat mereka melihat betapa banyak para kerbau raksasa itu, namun inilah yang menjadi misi mereka saat ini. Sosok inilah yang bisa mengancam kelangsungan kota mereka karena kemunculan mereka yang tiba tiba saja menjadi sangat banyak. Sebenarnya bukan mereka saja yang menerima misi ini namun ada beberapa kelompok lagi yang memasuki tempat itu dari gerbang yang lain.
Namun hanya kelompok Xie Long ini yang anggotanya tidak ada yang terluka apalagi terbunuh, sementara kelompok lain sudah kehilangan banyak anggota mereka selama perjalanan ke tengah gurun ini. Satu persatu kelompok mulai bermunculan di bukit pasir dan melihat ke arah koloseum yang ada di bawah mereka.
Seperti semua anggota kelompok Xie Long, wajah ngeri tampak di wajah semua orang melihat jumlah sosok yang dipanggil minotaur itu. Mereka tampak sangat tidak yakin jumlah mereka saat ini akan bisa mengurangi apalagi membantai para minotaur itu yang kekuatannya dua kali dari terbangun lv 2 terkuat. Mata Xie Long bersinar kebiruan dan dia dengan mudah segera mengetahui letak kelemahan para minotaur itu yang segera saja dia sampaikan kepada Mui Jun.
Pria besar itu yang tidak lagi meragukan semua perkataan Xie Long yang selama ini selalu benar dengan segera menyampaikan kepada kelompok lain dan segera membuat rencana serangan di saat para minotaur itu juga sudah bersiap akan serangan yang datang. Dan yang membuat semua terbangun terkejut adalah para minotaur itu juga memiliki pasukan perisai dan tombak, itu akan membuat para terbangun itu sedikit kesulitan dalam menyerang.
Mui Jun saat ini justru sedang meminta saran kepada Xie Long bagaimana mereka akan menyerang kelompok minotaur itu. Semua terbangun di kelompok itu menatap ke arah Xie Long dengan tatapan penuh antusias yang membuat Xie Long merasa sedikit jengah.
Xie Long menatap sekitarnya dan mulai menghitung dalam kepalanya, beruntung para minotaur itu sementara ini memiliki batasan untuk keluar dari koloseum itu. Jika tidak saat ini mereka pasti sudah di serang di saat merencanakan serangan, Xie Long kemudian menggambar sesuatu di pasir dan juga menjelaskan rencananya.
Semua pemilik elemen tanah dan angin akan bekerja membuat lubang dan badai pasir untuk menutupi pandangan para minotaur dan menjatuhkan mereka ke dalam lubang sebelum di serang para pemanah dan juga penyihir. Namun untuk bisa melakukan semua itu mereka membutuhkan seseorang yang bisa bergerak sangat cepat untuk memancing para minotaur itu menjauh dari koloseum menuju jebakan.
Koloseum itu tidak akan bisa di serang oleh sihir apapun untuk meruntuhkannya bahkan juga sengaja apapun tidak akan bisa menghancurkan koloseum itu. Xie Long kemudian menawarkan dirinya untuk mencoba mencari tahu seberapa jauh para minotaur itu bisa bergerak dari koloseum karena belum ada laporan sebelumnya karena para terbangun terlalu malas untuk berburu di tempat ini yang moneternya hampir tidak memiliki bahan yang bagus selain yang ada di dalam koloseum.
Hanya taring dari serigala gurun yang bisa di jadikan pisau yang bermutu tinggi yang memiliki nilai dari semua monster yang ada di sini selain batu inti mereka. Meski semua orang menolak usulan Xie Long yang Hendak menjadi umpan pertama, namun Xie Long meyakinkan mereka dengan kelas pencurinya yang bisa bergerak lebih cepat dari para minotaur itu.
Sebelum semua orang menahannya lagi Xie Long sudah menghilang dari tempat itu yang membuat semua orang hanya bisa terperangah tidak percaya, pada saat itu terdengar suara ejekan dari kelompok lain saat melihat Xie Long yang berkacak pinggang beberapa puluh meter dari para minotaur yang ada di sekitar koloseum itu.
Xie Long melihat ke arah para minotaur itu dengan tatapan seorang anak yang sedang melihat mainan baru dengan mata berbinar dan menggerakkan kepala kekanan dan kiri, apa yang di lakukan Xie Long membuat seekor minotaur mendatangi Xie Long. Xie Long hanya melihatnya dengan tatapan yang sama namun kepalanya mengukur jarak sosok itu dari koloseum sampai sosok itu hanya ada beberapa meter lagi dan berhenti.
Saat itu meski Minotaur itu melayangkan salah satu senjatanya, senjata itu tidak akan menyentuhnya, dan benar saja apa yang di pikirkan oleh Xie Long yang sudah menduga itu adalah jarak terjauh yang bisa di capai oleh makhluk di depannya itu. Xie Long melihat ke arah para terbangun kelompok Mui Jun yang segera menyadari arti tatapan itu dan meminta semua orang untuk bersiap untuk menyerang dengan menggunakan rencana mereka.
Begitu melihat isyarat dari Mui Jun yang mengatakan jika semua orang sudah bersiap, Xie Long tiba tiba saja sudah membawa pedang emas di tangannya dan sebelum minotaur di depannya menyadari apapun, pedang itu sudah memenggal kepalanya dan Xie Long sudah ada di belakang minotaur itu dengan pedang berlumuran darah.
Semua orang yang melihat ke arah Xie Long terkejut karena mereka tidak melihat bagaimana Xie Long bergerak memenggal makhluk itu. Xie Long berjalan dengan pedang berlumuran darah di tangannya ke arah para minotaur yang tampak marah salah satu temannya terbunuh begitu mudah, Terlebih di saat melihat para terbangun dari kelompok Mui Jun sudah turun dari bukit pasir dan melesat ke arah mereka.
Kelompok minotaur yang ada di depan Xie Long dengan segera melesat ke arah Xie Long dengan penuh kemarahan, namun Xie Long hanya tersenyum dan dia kembali menghilang dari tempatnya dan sudah ada di tengah tengah makhluk itu dan mulai membunuh para minotaur yang ada di dekatnya dengan pedang emas di tangannya.