NovelToon NovelToon
Bukan, Cinta Terlarang

Bukan, Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Keluarga / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Nara, seorang gadis cantik yang tinggal bersama keluarga angkatnya sejak usia lima tahun karena semua keluarganya meninggal dalam sebuah bencana yang terjadi kampungnya lima belas tahun lalu.
Saat ini Nara sedang berkuliah di salah satu kampus swasta di kota tempat ia tinggal saat ini. Orang tua angkatnya bukan lah orang sembarangan mereka termasuk orang yang sangat berpengaruh di kota itu. Mereka tidak memiliki anak karena anak satu-satunya dinyatakan hilang di saat bencana yang terjadi di kampung halaman Nara.
Nara anak yang sangat patuh namun suatu hari dia jatuh cinta pada pria yang merupakan pengawal pribadi sahabatnya Airin yang bernama Iam.
Namun Iam pria yang dingin dan cuek sangat sulit untuk di dekati. Namun Nara memiliki banyak cara agar bisa dekat Iam. Namun di saat Iam mulai luluh dan sebuah kebenaran terbongkar membuat Nara harus patah hati karena Iam merupakan anak dari keluarga angkatnya yang hilang.
Bagaimana kelanjutan cerita mereka? simak yu ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di jemput Reynaldi.

Akhirnya Nara setuju dengan usulan ibunya Reynaldi untuk tunangan dulu dan malam ini rumahnya sudah ramai di datangi para saudara dari sang ayah karena saudara sang ibu hanya Chika dan Haikal. Haikal dia menemui Nara yang berada di kamar. Saat Haikal masuk Nara masih belum siap dan Haikal mendekati Nara.

"Kakak kenapa belum siap? " tanya Haikal lalu duduk di belakang Nara.

Nara bukannya menjawab pertanyaan Haikal dia balik bertanya.

"Abang Ilham udah tau? " tanya Nara.

"Sudah dan dia titip pesan sama kakak, " jawab Haikal dan Nara langsung berbalik ke arah Haikal.

"Bang Ilham bilang kakak jangan ragu toh ini sudah keputusan kakak dan jangan mengecewakan bunda dan ayah, " beritahu Haikal membuat Nara sedih.

"Ini sudah keputusan mu kak, tamu bentar lagi datang jangan sampai kakak telat, " ucap Haikal sebelum keluar dari kamar Nara.

Nara pun akhirnya bangkit dan dia langsung mengganti baju dan mulai merias wajah. Tak butuh waktu lama Nara sudah siap dan dia tinggal menunggu Kania memanggilnya. Tak lama Kania datang dan Nara langsung berdiri dan menuntun Nara keluar dan membantu Nara turun tangga. Saat Nara turun semua orang langsung melirik ke marah Nara dan terpesona dengan kecantikan Nara. Nara langsung menghampiri sang ibu dan duduk di sampingnya. Acara pun di mulai dan pikiran Nara entah kemana karena saat acara tukar cincin dia gak fokus.

"Kak, " panggil sang bunda namun Nara diam saja.

Kania yang melihat itu langsung mendekat dan menepuk pundak Nara.

"Bang Reynaldi udah nungguin, " bisik Kania barulah Nara tersadar.

"Maaf, tadi aku melamun, " ucap Nara dan Reynaldi dia tersenyum manis.

Acara tukar cincin selesai dan semua tamu di minta untuk mencicipi hidangan sedangkan Nara dia hanya duduk bersama Airin.

"Akhirnya lo tunangan juga, padahal dulu gue pikir gue yang bakal duluan tunangan eh ternyata malah elo, " ucap Airin namun tidak di tanggapi Nara.

"Eh, bang Ilham tahu sekarang lo tunangan? " tanya Airin membuat Nara melirik yang dan menganggukkan kepala.

"Responnya gimana? ".

" Gue gak tau karena bukan gue yang ngabarin nya, "jawab Nara.

" Sekarang lo udah milik Reynaldi jadi lo harus buka hati lo buat dia agar lo menjalaninya tidak berat, "nasehat Airin yang hanya di dengar saja oleh Nara.

Semua tama undangan telah pulang dan sekarang tinggal keluarga inti saja yang masih berkumpul. Nara duduk di samping Reynaldi dan para orang tua sedang membicarakan rencana kedepannya mau seperti apa.

"Kamu gak terpaksa kan kita tunangan seperti ini? " tanya Reynaldi membuat Nara kaget karena dari tadi dia hanya melamun saja.

"Enggak kok mas, " jawab Nara sedikit gugup.

"Ya sudah kalau gitu aku pulang, " pamit Reynaldi membuat Nara kaget.

"Pulang mas? " tanya Nara.

Ucapannya terdengar oleh sang bunda dan yang lain membuat semua orang kaget.

"Sayang, kan acara sudah selesai dan sudah malam juga jadi mas harus istirahat, "ucap sang ibu dan Nara hanya tersenyum.

Setelah keluarga Reynaldi pulang Nara pun langsung naik ke kamarnya dan membersihkan make di wajahnya, setelah selesai dia langsung membaringkan tubuhnya. Namun sebelum tidur Nara mengambil ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Ilham yang mengucapkan selamat atas pertunangannya. Nara bukannya senang dia malah meneteskan air mata karena dia tau jika Ilham pasti sakit hati.

Hari berlalu begitu saja, sudah satu minggu setelah pertunangan Nara dan Reynaldi tidak bertemu karena Reynaldi sibuk dengan pekerjaannya. Tapi mereka selalu mengirim pesan dan Nara dia sibuk dengan kuliahnya karena sebentar lagi akan ujian akhir.

"Ra, jalan yu! " ajak Airin saat mereka sedang duduk santai di taman kampus.

"Jalan kemana? " tanya Nara.

"Kemana ke bosen gue di rumah mulu, " balas Airin.

"Bentar lagi ujian, lo jangan macam-macam deh, " omel Nara yang tau maksud dari ucapan Airin.

"Gak asik lo, " kesal Airin.

"Biarin, " balas Nara.

"Ra, gue boleh minta nomor Rizal gak? " tanya Airin minta nomor sepupunya Nara.

"Ngapain lo minta nomor Rizal?, jangan aneh-aneh deh, " ucap Nata.

'Udah lo kasih aja, lagian gue gak akan bawa-bawa lo juga, "ujar Airin.

" Masalahnya bukan itu, lo tau Rizal kaya gimana, lo mau bokap lo marah, "balas Nara.

" Bokap sama nyokap gue gak di rumah jadi gue bisa bebas ngapain aja, "beritahu Airin.

" capek gue ngasih tau lo, terserah lo deh, "ucap Nara sambil memberikan ponselnya pada Airin.

Setelah selesai Nara langsung ngajak Airin pulang karena sudah tidak ada kelas lagi. Nara seperti biasa dia naik motor ke kampus dan Airin dia di jemput sopir. Nara tidak langsung pulang melainkan mampir ke butik milik sang tante. Tibanya di butik Nara langsung masuk dan mencari sangat tante.

"Siang tante, " sapa Nara saat masuk ke ruangan Sari.

"Siang ponakan ku, " balas Sari sambil tersenyum.

"Tumben kemari, " ucap Sari setelah Nara duduk.

"Iya ni kangen aja sama tante sekalian cari baju, " balas Nara.

"Gimana hubungan kamu sama Reynaldi? " tanya Sari membuat Nara tersenyum tipis.

"Walau kamu belum ada perasaan sama dia, saran tante coba ngenalin dia lebih dalam siapa tau dia cocok, " ucap Sari memberi Nasihat.

"Gimana mau lebih dekat, dia aja sibuk, " balas Nara.

"Sibuk?, "

"Sudah satu minggu ini dia cuman kirim pesan malam aja, gak ada niatan ngajak jalan atau ketemu, " beritahu Nara.

"Wajar sih dia sibuk toh dia CEO, " ujar Sari.

"Eh tante, Rizal sibuk apa sekarang? " tanya Nara karena penasaran dengan anak sang tante yang satu itu.

"Dia, dia sibuk di kafe karena akhir-akhir ini dia lagi coba buka kafe, " jawab sang tante.

"Dimana? " tanya Nara.

Sang tante pun memberitahukan alamatnya dan Nara langsung memberitahu Airin biarin dia temui Rizal di kafe nya.

"Tante sih senang saat dia bilang ingin buka kafe, hanya saja tante gak percaya seratus persen dia sukses, " ujar sang tante.

"Bukannya di Do'akan sukses malah seperti itu, " ucap Nara.

"Ya lagian kamu kaya gak tau aja Rizal kaya gimana, "balas sang tante.

Tiba-tiba ponsel Nara berdering dan ternyata itu panggilan dari Reynaldi yang mengajak jalan dan Nara langsung memberitahu keberadaannya. Tak butuh waktu lama Reynaldi sudah tiba dan Nara langsung pamit pada sang tante.

" Sangat sayang, "ucap Sari dan Nara hanya tersenyum.

Nara pun turun dan langsung menemui Reynaldi. Nara keluar dengan senyum manis namun tiba-tiba senyuman nya itu langsung hilang saat melihat Reynaldi dia sedang bicara dengan seorang cewek yang berpenampilan seksi.

1
Anto D Cotto
lanjut crazy up donk Thor
Anto D Cotto
cerita nya sangat menarik, tapi kebanyakan typo nya Thor..
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!