NovelToon NovelToon
Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Istri Polos Untuk Sang Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Xavier Volkov, adalah seorang pemuda tampan yang dikenal dingin dan sangat sulit didekati. Namun ia memiliki sisi gelap sebagai seorang mafia yang ditakuti banyak orang. Meski banyak wanita yang mendekatinya, Xavier sama sekali tidak tertarik pada cinta ataupun hubungan serius. Namun hidupnya berubah saat sang ibu memaksanya untuk segera menikah. Karena tidak ingin dijodohkan dengan wanita hasil pilihan keluarganya, Xavier akhirnya memilih menikahi seorang mahasiswi polos yang bernama Lyko. Bagi Lyko, pernikahan itu bukan tentang cinta. Ia membutuhkan uang untuk bayar hutang dan pengobatan ibunya. Dengan terpaksa gadis itu menerima tawaran Xavier dan masuk ke dalam kehidupan pria yang sama sekali berbeda dari dunianya. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Xavier tetap bersikap dingin dan cuek pada Lyko. Tetapi semakin lama tinggal bersama, Xavier mulai merasa ada sesuatu yang tumbuh dihati. Di saat perasaan itu mulai tumbuh, berbagai macam bahaya mulai datang menganggu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 : Kembali kuliah

Pagi itu suasana ruang makan mansion terasa hangat dan tenang. Sinar matahari yang masuk dari jendela besar menerangi ruangan dengan lembut. Di meja makan, Lyko sedang menikmati sarapannya bersama sang bunda.

Hari ini penampilannya terlihat berbeda dari biasanya.

Ia mengenakan jumpsuit berwarna biru langit yang dipadukan dengan baju rajut lengan panjang berwarna biru muda.

Rambut kuning lembutnya diikat menjadi kuncir kuda yang rapi, sementara sebuah slayer cantik menghiasi bagian atas kepalanya.

Penampilannya sederhana, namun justru membuat kecantikannya semakin menonjol.

Sejak pagi tadi Lyko sudah menghubungi Xavier. Ia meminta izin untuk kembali masuk kuliah hari ini karena sudah beberapa hari tidak datang ke kampus.

Awalnya Xavier sempat menawarkan untuk mengantarnya. Namun Lyko menolak dengan halus, karena ia ingin berangkat sendiri. Berbeda dari biasanya kini Xavier tidak memaksa.

Setelah sarapan selesai, Lyko berdiri dari kursinya. “Lyko berangkat dulu ya, Bun.”

Bundanya tersenyum hangat. "Baiklah, hiti-hati di jalan ya, Sayang."

Lyko mengangguk. “Baik,” kemudian ia berjalan menuju pintu utama mansion sambil mengecek ponselnya.

Puluhan pesan dari Kelly dan Ruby masih memenuhi layar. Sebagian besar berisi pertanyaan kenapa dirinya menghilang selama beberapa hari terakhir.

Namun saat baru beberapa langkah keluar dari pintu utama mansion, Lyko tiba-tiba berhenti. Di depan sana berdiri seorang wanita muda berpakaian formal seperti pelayan ibunya.

Wanita itu tersenyum sopan begitu melihat Lyko, ia langsung membungkukkan tubuhnya. "Selamat pagi, Nona Lyko."

Lyko berkedip, namun segera tersenyum. “Ah, pagi juga.”

"Nona, saya adalah asisten pribadi Anda mulai saat ini,” katanya. “Perkenalkan nama saya, Bella,” ia kembali membungkuk.

Lyko membeku. “A-Asisten?” ulangnya terkejut.

Bella mengangguk dan kemudian melanjutkan dengan tenang. "Tugas saya adalah menemani dan menjaga Nona ke mana pun Anda pergi."

Mata Lyko langsung membesar. Ia bahkan tidak tahu harus menjawab apa. Ia memiliki asisten pribadi? Benarkah ini nyata?

Sudut bibirnya perlahan terangkat. Tak perlu menebak lagi, ia sudah tahu bahwa pelakunya pasti Xavier. ‘Dasar, haruskan sampai begini,’ batinnya. Lyko kemudian tersenyum kecil sambil menggelengkan kepala.

Benar-benar khas Xavier. Diam-diam mengatur semuanya tanpa memberitahunya lebih dulu.

Bella kemudian mempersilakan Lyko menuju mobil yang sudah menunggu. “Nona mari, saya antar ke kampus Anda.”

Lyko akhirnya mengikuti wanita itu dari belakang. “Ah baiklah.”

Sesampainya di depan mobil mewah berwarna hitam, Bella membukakan pintu untuknya. "Silakan, Nona."

"Terimakasih," Lyko kemudian langsung masuk ke dalam mobil.

Tak lama kemudian kendaraan itu meninggalkan mansion dan melaju menuju kampus.

Sepanjang perjalanan Lyko sibuk memainkan ponselnya.

Ia membalas satu per satu pesan yang masuk. Dan Lyko sampai tertawa kecil membaca pesan-pesan mereka.

Sekitar tiga puluh menit kemudian mobil akhirnya memasuki area THE RYLANCE SENIOR INTERNATIONAL UNIVERSITY. Kampus elit yang isinya mahasiswa dari keluarga terpandang di kota.

Di halaman depan terlihat ada banyak siswa siswi yang baru turun dari mobilnya masing-masing namun ada juga yang sedang berjalan masuk kedalam bangunan kampus.

Bella turun lebih dulu. Kemudian ia berjalan memutari mobil dan membukakan pintu untuk Lyko. "Kita sudah sampai, Nona."

Lyko turun sambil tersenyum. "Terimakasih banyak, Bella."

"Sama-sama, Nona.”

Namun baru beberapa langkah berjalan Lyko mulai menyadari sesuatu. Orang-orang disana mulai memperhatikannya. Mulai dari mahasiswa yang sedang berjalan.

Dan bahkan beberapa orang berhenti berbicara hanya untuk menoleh ke arahnya.

Mereka tampak pangling dan sepertinya tidak ada yang mengenalinya.

Bella memperhatikan wajah Lyko yang berubah. "Nona, apakah ada yang membuat Anda tidak nyaman?" tanyanya.

Lyko menggeleng pelan. "Tidak apa-apa ko Bella," katanya sambil tersenyum.

Meski sebenarnya ia sedikit gugup. Namun kemudian ia sadar. Mereka tidak tahu kalau dirinya adalah Lyko.

“Kalau begitu aku masuk dulu ya,” kata Lyko.

Bella mengangguk. “Silahkan, Nona.”

“Permisi,” kamudian ia berjalan santai menuju gedung utama.

Di sepanjang perjalanan terdengar beberapa bisikan-bisikan.

"Hei lihat, siapa gadis itu?”

“Aku belum pernah lihat dia sebelumnya."

"Apa dia mahasiswi baru?"

"Wah dia cantik sekali ya..."

Lyko terlihat seperti pura-pura tidak mendengar. Lalu ia perlahan menaiki tangga menuju lantai dua.

Begitu sesampainya di depan kelas, ia menarik napas pelan. Kemudian membuka pintu kelas.

CEKLEK

Suasana langsung hening. Semua mata langsung tertuju kepadanya. Beberapa mahasiswa bahkan sampai terpaku. Karena mereka juga berpikir bahwa gadis cantik itu adalah mahasiswa baru.

Namun Lyko hanya berjalan santai melewati mereka satu per satu orang yang menatapnya dengan bingung.

Lalu ia dengan santai duduk di bangkunya sendiri.

Dan seketika seluruh kelas membeku.

"Tunggu dia susuk bangku Lyko kan?"

"Ih ko dia mau sih duduk di bangku si miskin itu.”

“Sungguh menjijikan.”

Lylo haya bisa diam. Sampai tiba-tiba terdengar suara yang sangat dikenalnya.

"Lyko!!"

Lyko langsung menoleh.

Kelly berlari dari pintu kelas.

Di sampingnya terlihat ada Ruby yang sama terkejutnya. Kedua gadis itu sampai melongo saat melihat penampilannya.

"I-Ini kamu... Calyko Everly Cyras?" tanya Kelly yang masih memastikan.

"Tampilan Lyko... berbeda sekali...” ucap Ruby yang terkejut.

Lyko tertawa kecil, “ini au teman-teman,” katanya.

Kelly dan Ruby langsung menghampirinya. Lalu tanpa peringatan memeluknya erat.

"Lyko!!"

"Kami kangen banget sama kamu!”

“Benar, kamu mengapa tidak mengabari kami.”

Lyko tersenyum hangat. Ia membalas pelukan mereka berdua. "Aku juga kangen."

Begitu pelukan terlepas, Kelly langsung memegang bahu Lyko. Kemudian memutar tubuhnya ke kanan dan kiri. "Matamu masih ada dua, hidung masih satu, telinga juga lengkap.”

"Bagus berarti Lyko tidak apa-apa,” timpal Ruby.

Lyko hanya bisa tertawa.

Namun sebelum mereka sempat mengobrol lebih jauh tiba-tiba pintu kelas terbuka.

Dan terdengar deheman yang nyaring.

Semua orang yang ada didalam jelas langsung menoleh. Disana berdiri seorang gadis dengan penampilan yang serba glamor dan feminim, ia adalah Jenny.

Dan dibelakang gadis itu terlihat 2 orang gadis yang tampilannya yang tak kalah glamor, yaitu Meli dan Fania. Ketiganya masuk dengan ekspresi sombong seperti biasa.

Jenny memandang Kelly dan Ruby dari atas sampai bawah. “Wah, wah, wah. Aku tidak menyangka kalian berdua sudah berani mendekati siswi baru, memangnya kalian pantas manjadi temannya?”

Kelly langsung mengerutkan dahi. “Apa maksudmu, ha?!"

Jenny melipat tangan. "Bukannya sudah jelas? Dia ini cantik dan berasal dari keluarga yang kaya, sedangkan kalian? Uh biaya kampus saja tidak mampu bayarkan?”

Meli tersenyum sinis. "Yang Jenny katakan benar, minimal kalian sadar diri dong."

Fania ikut menambahkan. "Benar tuh, dia itu lebih cocoknya berteman dengan kami."

Kelly langsung terbakar emosi. "Hei jaga ucapanmu itu!”

Namun sebelum Kelly sempat mendekat kearah mereka Lyko langsung menahannya.

Kelly langsung berhenti dan menatapnya. Kemudian Lyko menatap Jenny dengan senyum tenang.

"Memangnya kenapa ya kalau aku tidak boleh berteman dengan mereka?" tanya Lylo sambil menatap Kelly dan Ruby secara bergantian.

Jenny menjawab tanpa ragu. "Tentu saja karena kalian tidak setara, jangan mau dibodohi anak baru... siapa tahu mereka hanya memanfaatkanmu?” Meli dan Fania ikut tertawa.

Kelly semakin kesal.

Namun Lyko justru tersenyum. "Tapi... kalau kalian tahu siapa aku sebenarnya... apakah kalian masih mau berteman denganku?"

Jenny, Meli, dan Fania saling berpandangan bingung. "Apa maksudmu?"

Tanpa banyak bicara, Lyko mengeluarkan kartu mahasiswanya. Lalu menunjukkannya kedepan wajah Jenny.

“Aku Calyko Everly Cyras," kata Lyko.

Suasana seketika langsung hening.

Mata Jenny langsung membesar karena terkejut, Meli ternganga, dan Fania bahkan sampai kehilangan suara.

"T-Tidak mungkin..."

"Kamu...”

"Lyko?!"

Lyko tersenyum lembut. "Hai, Jenny."

Kelly langsung tertawa terbahak-bahak. "Hahahahaha! Rasakan itu! Terkejut kan? Hahhahahaha!”

Sementara Ruby sampai menutup mulutnya sambil tertawa.

Ekspresi Jenny benar-benar tidak ternilai. "Ka-Kamu benar-benar Lyko?!"

Lyko mengangguk.

Jenny terlihat masih tidak percaya. "Tapi kenapa kamu berubah sejauh ini?!"

Lyko tersenyum tenang. "Semua orang bisa berubah, Jenny."

Kalimat sederhana itu justru membuat Jenny semakin kesal. Karena untuk pertama kalinya ia merasa malu. Dan yang membuatnya lebih kesal lagi Lyko sekarang jauh lebih cantik darinya.

Di tengah pembicaraan itu tiba-tiba dosen masuk kedalam kelas. Seketika semua mahasiswa kembali ke tempat duduk masing-masing.

Namun selama pelajaran berlangsung tatapan kesal Jenny tidak pernah lepas dari Lyko. ‘Ih... kenapa dia bisa secantik itu sih awas saja kamu Lyko,’ batinnya.

.

.

Waktu berlalu, kini pukul sepuluh pagi. Bel istirahat pun berbunyi. Semua mahasiswa terlihat langsung berhamburan keluar kelas.

Saat ini Lyko, Kelly, dan Ruby sedang berada di kantin. Setelah mengambil makanan masing-masing, mereka menuju tempat favorit mereka yaitu rooftop kampus.

Begitu sampai, angin pagi langsung berhembus sejuk. Ketiganya langsung duduk di lantai rooftop sambil menikmati makanan.

Kelly terlihat masih mengomel dari tadi, "kenapa sih menu hari ini isinya sayur semua? Aku kan tidak suka!"

Ruby juga tidak kalah kesal. "Benar... buahnya juga bukan stroberi...” keluhnya.

Lyko hanya tersenyum sambil membuka susu kotaknya. Kemudian meminum sedikit melalui sedotan. Melihat tingkah kedua sahabatnya selalu berhasil membuat suasana hatinya membaik.

“Sudahlah teman-teman, kalian ini,” katanya sambil terkekeh kecil.

Saat diselah-sela makan Kelly menatapnya dan bertanya sesuatu. "Ngomong-ngomong kenapa kamu tidak masuk kuliah selama beberapa hari?"

Ruby ikut mengangguk. "Benar, apa ada yang salah Lyko?

Lyko terdiam dan ia berpikir sesaat. Ia tahu kalau mengatakan kejadian sebenarnya hanya akan membuat Kelly dan Ruby semakin marah pada Jenny dan gengnya.

Jadi akhirnya ia memilih alasan yang lebih sederhana. "Aku menjaga Bundaku yang sakit, ponselku juga rusak saat aku sedang membantu tetangga, jadi aku baru bisa memperbaikinya."

Kelly dan Ruby saling berpandangan. Mereka masih sedikit curiga. Namun akhirnya mereka memilih untuk percaya.

"Oh begitu, pantas saja," ucap Kelly.

Beberapa saat kemudian Ruby kembali bertanya. "Kalau begitu Lyko pindah ke mana? Kami ke rusun waktu itu tapi kamu sudah tidak ada di sana dan juga kata tetangga kamu sudah pindah.”

Lyko yang sedang minum susu langsung berhenti. Ia menatap kedua sahabatnya. Kemudian tersenyum canggung. "Aku pindah ke tempat yang lebih baik dan... lebih bagus dari pada dirusun.”

Kelly langsung penasaran. "Benarkah? Dimana itu?”

Ruby ikut mendekat. "Iya, di mana?"

Lyko terdiam senyumnya perlahan membeku. Karena sekarang muncul masalah baru. Bagaimana ia harus menjelaskan bahwa dirinya tinggal di sebuah mansion besar pemberian keluarga Volkov?

Dan yang lebih sulit lagi bagaimana ia menjelaskan hubungannya dengan Xavier?

Lyko benar-benar kehabisan jawaban. "A-Aku..."

Kalimat itu menggantung di udara.

Sementara Kelly dan Ruby masih menatapnya penuh rasa penasaran.

Dan entah mengapa Lyko mulai merasa bahwa menyembunyikan semuanya dari kedua sahabatnya akan terasa semakin sulit jika nanti terbongkar.

1
Raicy Starmoonix
bnr lgi/Facepalm/
It's me Sky: efek trlalu kaya bgtu tuh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bohongnya nyambung lagi/Facepalm/
It's me Sky: bkn skrip dlu mrka/Slight/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
gmna g terpesona Lykonya aja cantik gituu/Sly//Rose/
It's me Sky: //Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
tegang tor, aura mafianya ada bgt/Shame/
It's me Sky: bulu kudup aman?/Blush/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
bagusss bgt ceritanyaa/Kiss//Kiss/
Raicy Starmoonix
si mc ganteng bgt tor/Drool/
It's me Sky: kiww🤭
total 1 replies
Raicy Starmoonix
Xavier tanggung jwb anak orng salting/Facepalm/
It's me Sky: xavier aja salting sendiri/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
salting.... saltingg/Smirk/
It's me Sky: gengsi... gengsi/CoolGuy/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
omak, terbakar cemburu dan posesif/Doubt/
It's me Sky: shhtt/Shhh/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
astaga diksih black card.../Doubt/
It's me Sky: iya dong/Casual/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
lyko nya polos bgt pilss/Proud/
It's me Sky: hu um, soalnya dya bukan batik/Tongue/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
pingin punya cowok spek Xavier ihh, royal bgt😍/Rose/
It's me Sky: heii aku jg mau lohh/Proud/
total 1 replies
Raicy Starmoonix
wahh alurnya keren/Joyful/
Arditya
luar biasa mantap thor
It's me Sky: makasihh/Hey/
total 1 replies
Arditya
Mampir baca thor😍
It's me Sky: yuk¹ mampir/Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!