UPDATE WARNING ⚠️
baca bukan nya liat doang hheee
btw makasihh ya yang udah mampir ke novel aku hhe
update nya sesuai mood yaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 30
"Ini nona" ucap anak buah priscilla
"Bagaimana mau mulai darimana hm"? Tanya priscilla sambil berjalan mendekat
"A-apa yang akan a-anda l-lakukan" ucap pria itu mundur
"Hei tenanglah aku tidak bisa memakai alat ini, ini hanya seperti gertakan hehehe" ucap priscilla terkekeh
"Kemarilah tuan aku ingin tanganmu" ucap priscilla dingin
"T-tidak pergi sana" usir pria tersebut
Saat ia sangat ketakutan apalagi setelah mendengar suara dingin priscilla. Angel wing sudah biasa melihat itu
semua. Hanya geng Tirex yang terlihat sangat penasaran.
priscilla menarik tangan pria itu secara kasar lalu
mencabut satu persatu kukunya. priscilla mengalir dari jari-jari pria tersebut.
"Aaakkkhh s-sakit brengsek" ucap pria tersebut berteriak kesakitan
"Teruslah berteriak aku sangat suka" ucap priscilla tersenyum
"Ambilkan pisau" titah priscilla
"A-apa lagi yang akan kau lakukan gadis kecil" ucap pria tersebut sambil meringis sakit
"Ini nona" ucap anak buah priscilla
"Pipi mu mulus juga tuan hm aku sangat tertarik bolehkah aku minta sedikit dagingnya" ucap priscilla
"T-tidak pergi sana pergi" teriak pria tersebut
"Cih badan saja yang gede baru segini saja sudah takut"ejek priscilla
Srek!
SREKK!
ΑΑΚΗΗ
Wah sungguh priscilla sangat menyukai jeritan dari musuhnya seperti ini. Darah mengalir deras dari pipi pria itu setelah dirobek oleh Farah menggunakan pisau lipat kesayangannya.
Tidak sampai disitu priscilla juga menggores kedua kaki pria tersebut bahkan salah satu jari kaki pria tersebut lepas.
Seperti ini kekejaman priscilla disaat menyiksa musuhnya. Tidak ada ampun untuk musuhnya. Geng tirex yang melihat secara langsung bagaimana priscilla menyiksa musuhnya hanya bisa diam mematung sungguh mereka tak menyangka dengan sifat kejam priscilla.
"Bagaimana enak tidak hm" tanya priscilla
"B-bunuh s-saja s-saya" ucap pria tersebut
"Oh ayolah apa ini tidak terlalu cepat" ucap priscilla sendu
Begitulah priscilla ia akan terus menyiksa musuhnya hingga musuhnya sendiri yang akan meminta kematian.
"A-aku m-mohon b-bunuh saja a-aku i-ini terlalu s-sakit" ucap pria tersebut Terbata
"ambilkan kapak" titah priscilla
Semua yang disana terkejut saat priscilla meminta kapak.
"Ini nona" ucap anak buah priscilla
"Hm baiklah karna anda yang meminta sendiri akan dengan senang hati aku kabulkan" ucap priscilla tersenyum
priscilla mendekat dan mulai mengayun kapak yang ada ditangan nya.
KRAKK
KRAKK
SRETT
KRAKK
"Aakkhhhhhhhh" pria tersebut menjerit panjang disaat priscilla memotong kedua kakinya. Tidak sampai disitu priscilla juga memotong tangannya dan yang terakhir kepalanya.
Darah mengalir sangat deras bau anyir sangat tercium diruangan tersebut. Wajah dan tubuh priscilla sudah penuh dengan darah. priscilla tersenyum melihat pemandangan indah didepan mata nya saat ini.
"Kirimkan kepala pria ini ke markas harimau hitam tuliskan 2 kata didalam nya buat saja SALAM PERKENALAN" ucap priscilla tersenyum miring
priscilla membalikkan badan dan ia melihat temannya yang berdiri kaku. Bahkan wajah rehan sudah pucat.
"Hoekk" rehan mual dan segera berlari keluar diikuti Bima dan Aldi
Narendra hanya menatap priscilla dengan pandangan datar nya entah apa yang pria itu pikirkan.
"Kamu semakin terlihat cantik baby dengan darah yang ada di wajahmu" ucap Narendra dalam hati sambil tersenyum miring
...****************...
Cipto Murka saat pengawal nya mengatakan bahwa orang yang ia kirim untuk memata-matai priscilla telah lenyap ditangan priscilla. Ia salah jika mengira priscilla adalah sosok gadis lemah.
"Bajingan bagaimana bisa gadis itu melenyapkan orangku" murka Cipto
Maaf tuan menurut info yang saya dapat gadis itu memang termasuk orang yang harus dihindari karena kekejaman nya" ucap asisten Cipto
"Aku tidak peduli cepat kau siapa kan semuanya 3 hari lagi kita serang markas griselda blanco" ucap Cipto marah
"Baik tuan saya permisi" ucap asisten tersebut undur
"Bersenang-senanglah gadis kecil akan ku pastikan kau mati ditangan ku, dan untuk kau anak muda bersiap lah setelah ini kau juga akan menjadi targetku selanjutnya" ucap Cipto sambil tersenyum miring
...****************...
MARKAS GRISELDA BLANCO
"Bagaimana hasil pengamatan kalian beberapa hari ini" tanya priscilla kepada temannya
Saat ini mereka sedang berada diruangan rahasia milik priscilla.
"Dari pemantauan gue dan rehan orang yang mencurigakan saat ini hanya penguntit itu" ucap raisa memberi tahu hasil pantauan nya
" Menurut pantauan gue dari sistem yang gue retas mereka akan menyerang markas kita 3 hari lagi dan saat ini target dia hanya lo Queen" ucap Caca
"Seluruh pasukan sudah siap Queen soal latihan kekuatan mereka saat ini sudah bagus dan untuk senjata semua sudah disiapkan" ucap Devina
"Jadi mereka akan menyerang gue aja gitu hm"? Tanya priscilla kepada Caca
"Iya benar dia akan menargetkan Narendra jika dia berhasil membunuh Lo" jawab Caca
"Hm menarik bukan" ucap priscilla sambil tersenyum kearah Narendra
Narendra yang melihat senyum priscilla pun seketika mengerti. Tidak ada yang tau apa yang mereka pikirkan hanya mereka berdua lah yang tau.
"Siapkan semuanya jangan terlihat jika kita telah menyiapkan semuanya, bersikaplah santai agar mereka mengira jika kita tidak ada persiapan sama sekali" ucap priscilla lalu diangguki oleh temannya.
"Santai lalu kita bantai" ucap Narendra dingin
Mereka semua terdiam dengan pikiran masing-masing hingga ketukan pintu membuyarkan lamunan mereka.
TOK TOK TOK
"Masuk" jawab priscilla
CEKLEK!
"Apa aku menganggu" ucap Putri sambil
menyembulkan kepalanya dipintu
Hal itu pun membuat mereka terkekeh melihat tingkah putri.
"Masuklah" ucap priscilla
"Bagaimana latihan Lo tadi" tanya Putri
"Ck ini sangat melelahkan kak sungguh pria itu sangat menyebalkan aku tidak diberi waktu istirahat sama sekali" ucap Putri menggebu
HAHAHAHA seketika gelak tawa memenuhi ruangan tersebut. Entahlah Dimata mereka putri adalah gadis polos yang harus mereka jaga
"Dengarkan gue baik-baik, yang namanya latihan beladiri tidak ada yang mudah yang lo lakukan itu adakah latihan dasar nya itu belum ke intinya. Lo juga nanti akan diajarkan beberapa ilmu beladiri lainnya. Lo juga akan diajarkan cara menggunakan senjata. Setiap 3 minggu sekali gue akan turun langsung buat ngelatih Lo" ucap priscilla
"Yang priscilla bilang itu benar ini hanyalah latihan dasar kau akan mengerti jika kau sudah berhadapan dengan musuh betapa penting nya belajar ilmu beladiri" ucap Aldi
"Baiklah aku akan belajar sungguh-sungguh agar nantinya aku bisa bergabung bersama kalian melawan musuh" ucap Putri semangat
"Tidak masalah jika kau memang telah menguasai ilmu beladiri" sahut priscilla
"Yaudah cukup sampai disini aja untuk informasi selanjutnya beritahu di Whatsap saja" titah priscilla
"Pulang dan hati-hati lah" ucap priscilla
Mereka semua pamit pulang termasuk priscilla dan temannya. priscilla berjalan' menuju pintu keluar dan ia berpapasan dengan Alif.
"Gue hubungin nanti malam ada yang mau gue omongin" ucap priscilla
"Baik Queen"sahut Alif cepat
Mereka sudah dalam perjalanan pulang. Semua nya hanya terdiam dan hanyut dalam pikiran masing-masing.
Mereka juga merasa lelah untuk hari ini.
...****************...
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai juga di mansion mewah milik Bagaskara.
"Assalamualaikum" ucap mereka serempak
"Waalaikumsalam" jawab Liam dan winda
"Malam mom" sapa priscilla langsung memeluk mommy nya
"Malam sayang kenapa hm" tanya winda lembut tak biasanya anaknya itu seperti itu
"Hm hanya sedikit lelah mom" ucap priscilla sambil memejamkan matanya sejenak
Liam yang melihat putri nya seperti itu pun mendekat dan mengelus lembut kepala anaknya. Ia tahu bahwa anaknya ini sedang ada yang dipikirkan.
"Kalian istirahatlah kalian juga melelahkan" ucap liam
"Iya dad kita keatas dulu ya" ucap raisa dan diangguki oleh yang lainnya
"Ada apa sayang hmm" tanya liam lembut
"Aku hanya lelah dad" jawab priscilla
"Yakin? Tidak ada yang kamu pikirkan" tanya liam lagi
priscilla mengangkat kepala nya lalu berdiri dan menghambur di pelukan Daddy nya. Ia menenggelamkan kepalanya didada bidang liam.
"3 hari lagi dad" ucap priscilla
liam yang mengerti arah pembicaraan putrinya pun menghembus nafas pelan sudah ia duga ini akan terjadi begitu cepat.
"Persiapkan semuanya dengan baik nanti Daddy akan menurunkan anak buah Daddy untuk melindungi princess Daddy dan Mommy ini" ucap liam
"Baiklah terimakasih Dad" ucap priscilla
"Istirahatlah sayang kamu pasti melelahkan" ucap winda lembut
"Iya mom" jawab priscilla
"Ayo dad" ajak priscilla
liam dan winda bingung atas ajakan putrinya ini.
"Ayo kemana sayang" tanya liam
"Ayo ke atas aku sedang malas berjalan Dad"ucap priscilla sambil mengeratkan pelukannya
liam dan winda pun terkekeh dengan sikap manja anaknya. Tanpa aba-aba liam langsung menggendong priscilla bak bayi koala diikuti priscilla dari belakang.
Sekejam apapun seseorang dia tetap memiliki sisi lembut dan manja yang akan ditunjukkan kepada orang-orang terdekat nya. Sama seperti priscilla diluar ia akan bersikap dingin dan datar berbeda lagi jika dirumah seakan sikap dingin nya hanyalah topeng sementara anaknya.
Tanpa aba-aba liam langsung menggendong priscilla bak bayi koala diikuti winda dari belakang.
CEKLEK!
Pintu kamar dibuka oleh winda. Mereka melangkah masuk lalu liam menurunkan dengan pelan tubuh putrinya.
"Sudah sekarang kamu bersih-bersih dan istirahatlah kita bertemu dengan meja makan nanti malam" ucap winda sambil mengecup kening putrinya diikuti Liam mengecup pipi putrinya.
...****************...
MANSION ALEXANDER
Dikediaman Alexander saat ini sedang kedatangan tamu dari rekan kerja Benu.Mereka sedang duduk diruang tamu sambil mengobrol.
"Aku benar-benar tidak menyangka dia adalah pelaku yang selama ini menghambat proses pengerjaan proyek kita Ben" ucap Satria Wicaksono sahabat serta rekan kerja Beni
"Aku juga tidak menyangka tidak ada sama sekali pikiranku mengarah pada dirinya" jawab Beni
"Ini silahkan diminum dan nikmati cemilan nya" ucap Vina yang datang dari arah belakang
"Tidak perlu repot-repot jeng" ucap Kartika Wicaksono istri satria
"Tidak repot kok ayok Bella dimakan dan minum"ucap Vina
kepada anak satria dan Kartika Bella Arumi Wicaksono
"Iya Tante terimakasih ya" ucap Bella lembut
BRUM BRUM BRUM
Suara motor terdengar diruang tamu tersebut. Itu adalah motor milik Narendra. Ia hanya melihat sekilas mobil asing yang terparkir dihalaman mansion nya.
"Malam mom Dad" sapa Narendra
"Malam son ke marilah" ucap beni
Narendra menurut walau sebenarnya ia enggan untuk duduk karena ia merasa lelah.
"Kenalkan sat dia adalah putraku namanya Narendra Alexander" ucap Beni mengenalkan Narendra kepada
"Hallo boy kenalkan saya satria teman Daddy mu ini istri saya Kartika dan ini putri tunggal saya Bella" ucap Satria
"Iya" jawab Narendra singkat
"Hallo kak Narendra aku Bella" ucap Bella sambil mengulurkan tangannya namun tak direspon oleh Narendra.
Merasa terabaikan Bella menarik kembali tangannya.
Sungguh ia tertarik dan mengklaim bahwa Narendra adalah miliknya saat ini.
"Narendra keatas dulu mom dad aku lelah" ucap Narendra berdiri
"Permisi om tan" pamit Narendra
Mereka hanya mengangguk saja lalu melanjutkan obrolan nya.
"Kamu akan menjadi milikku kak aku tau kamu terpesona dengan kecantikan ku hanya saja kamu malu mengakuinya" ucap Bella dalam hati dengan sangat percaya diri
Aku tidak mau tau pa pokoknya aku mau pindah ke sekolah kak Narendra" rengek Bella
Sejak pulang dari rumah Narendra Bella terus saja meminta kepada orang tuanya untuk memindahkan dirinya ke SMK ADIWIYATA A.
"Hah baiklah akan papa urus besok dan ingat jangan pernah membuat masalah" ucap satria
"Aku janji pa tidak akan membuat masalah aku pindah kesana hanya ingin dekat dengan kak Narendra karena Bella yakin kak Narendra itu suka sama Bella tapi dia gengsi" ucap Bella sangat percaya diri