NovelToon NovelToon
Olaf & Cyntaf

Olaf & Cyntaf

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Orang lama menang karena sejarah, tapi orang baru menang karena masa depan."

Azeant Apolo-valerio kehilangan cintanya, namun menemukan kembali harga dirinya. Kata "Putus" dari Claudia Astor seharusnya menjadi akhir, namun bagi pewaris tunggal keluarga Valerio ini, itu hanyalah sebuah awal dari pembebasan.

Apolo adalah pria yang hidup dalam presisi rumus teknik, namun ia gagal menghitung variabel ego seorang wanita yang hanya haus akan validasi.

Segalanya berubah saat sebuah notifikasi dari aplikasi kencan masuk, membawa nama Veronica Brooklyn.
Gadis itu adalah anomali; dia tidak memuja ketampanan Apolo, malah menantangnya dengan kejujuran yang Brutal.

Veronica hadir bukan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Claudia, melainkan untuk menciptakan standar baru yang tak pernah Azeant Apolo-valerio bayangkan sebelumnya.

Apolo belajar bahwa terkadang, orang yang datang paling akhir adalah satu-satunya yang layak menjadi yang pertama.

🦋
Selamat Membaca 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Ruang VVIP Rumah Sakit Mount Sinai malam itu terasa begitu hening, kontras dengan gemuruh badai emosi yang baru saja meledak di kediaman Garfield.

Hanya ada suara mesin monitor jantung yang berdetak teratur dan desah napas halus Matthew yang kini tertidur pulas setelah mendapatkan penanganan darurat.

Dokter spesialis anak berdiri di samping ranjang, menjelaskan kondisi Matthew dengan nada bicara yang sangat terperinci.

"Dia mengalami dehidrasi cukup serius akibat demam tinggi dan kurangnya asupan cairan selama beberapa hari terakhir. Proses pertumbuhan gigi memang seringkali memicu panas, namun jika dibiarkan tanpa penanganan medis, ini bisa sangat berbahaya bagi balita seusianya."

Namun, Azeant Apolo-Valerio sama sekali tidak fokus pada terminologi medis itu. Matanya terpaku pada sosok wanita yang berdiri di seberang ranjang bayi.

Ia menatap Veronica. Menatap wajah yang dulu selalu terlihat cerah dan penuh ambisi sebagai mahasiswi Manajemen terbaik di NYU.

Kini, wajah itu tampak begitu tirus, tulang pipinya menonjol, dan ada lingkaran hitam yang dalam di bawah matanya. Gaun yang dipakainya tampak longgar, seolah tubuhnya telah menyusut drastis selama tiga tahun terakhir.

Azeant merasa dadanya dihantam palu godam. Selama ini ia melarikan diri ke seluruh penjuru dunia untuk melupakan "Vea" yang ia anggap pengkhianat. Ia membangun benteng kemarahan untuk menutupi rasa sakitnya.

Namun kenyataannya, di saat ia sedang memanjakan diri dalam kesedihan di Eropa, Veronica di sini sedang menanggung sendiri hasil dari malam panas mereka yang terakhir.

Azeant ingin marah. Ia ingin sekali memaki Veronica, bertanya mengapa wanita itu begitu jahat hingga menyembunyikan darah dagingnya sendiri. Namun, saat melihat bagaimana tangan Veronica yang gemetar terus mengelus jemari kecil Matthew, kemarahan itu berubah menjadi pedih yang tak tertahankan.

Azeant tersenyum sinis, sebuah senyuman yang menyembunyikan luka dalam. Di depan dokter yang masih bicara, ia tiba-tiba memotong.

"Apa Matthew hasil malam kita yang terakhir?" tanya Azeant, suaranya parau. "Kau lupa meminum pilmu malam itu, Vea?"

Veronica mendongak, matanya yang berkaca-kaca bertemu dengan tatapan Azeant yang menyayat.

"Kalo aku tahu kau akan hamil, aku tidak akan pernah pergi, Veronica," ucap Azeant lirih, setetes air mata jatuh di pipinya.

"Aku melewatkan masa mengidammu. Aku melewatkan saat perutmu membuncit, saat-saat di mana seharusnya aku memujamu dan menjagamu setiap detik."

Suara Azeant mulai pecah, napasnya tersengal. "Aku tidak pernah membayangkan bagaimana kau harus menahan semua itu sendirian, atau bagaimana kau harus disentuh pria lain yang bukan aku hanya demi perlindungan."

Dokter yang merasa atmosfer ruangan itu berubah menjadi sangat pribadi, segera menutup catatannya dan pamit keluar, meninggalkan mereka dalam ruang yang dipenuhi sesak.

"Kenapa, Veronica? Kenapa kau tidak menikah denganku saja saat itu?" Azeant melangkah mendekat, suaranya naik satu oktav karena frustrasi.

"Keluargaku bukan seperti keluarga kejam yang ada di drama-drama picisan. Daddy-ku, Mommy-ku... mereka akan menerimamu jika mereka tahu ada anak di antara kita. Kenapa kau malah memilih pria yang bahkan tidak bisa memperlakukan putraku dengan baik?"

"Oh Tuhan... aku melewatkan langkah pertama putraku. Aku melewatkan kata pertama yang ia ucapkan," Azeant menutup wajahnya dengan telapak tangan, bahunya terguncang hebat.

Veronica hanya bisa terisak, suaranya pecah di tengah keheningan. "Maafkan aku... maafkan aku, Azeant..."

Azeant kemudian terduduk di kursi samping ranjang, ia menunduk dan menciumi jemari Matthew yang begitu mirip dengan jemarinya. Ia tersenyum pahit membayangkan reaksi keluarganya.

Daddy-nya, Alvaro Bautista Valerio, pasti akan memukul kepalanya karena ketidaktahuannya selama tiga tahun ini, namun sang Daddy pasti akan langsung memeluk Matthew sebagai cucu kesayangan. Mommy-nya, Florence, pasti akan sangat terkejut sekaligus bahagia karena ternyata ia sudah menjadi seorang nenek.

Tiba-tiba, Azeant mengangkat kepalanya. Ekspresinya berubah menjadi sangat serius, matanya menatap dalam ke arah Veronica.

"Apa dia menyentuhmu dengan kasar selama kau hamil?" tanya Azeant dengan nada yang begitu dingin namun sarat kekhawatiran.

Deg.

Veronica mendongak, membalas tatapan itu. Ia ingin berteriak bahwa Andrew Garfield tidak pernah menyentuhnya, bahwa pernikahan mereka hanyalah kontrak hitam di atas putih demi citra sosial, dan bahwa Andrew bahkan tidak pernah masuk ke kamarnya. Namun, bibirnya kelu. Lidahnya seakan terkunci oleh rasa bersalah yang teramat dalam.

Azeant melihat keraguan itu dan salah mengartikannya. Ia memalingkan wajah, menghela napas berat. "Tidak apa-apa. Kau hanya disentuh olehnya selama dua tahun. Aku tidak keberatan. Mari kita menikah besok."

Veronica tertegun. "Besok?"

"Iya. Besok. Aku akan menyiapkan segalanya. Semua kulakukan untuk putra kita," ucap Azeant lagi dengan nada yang sengaja ia buat kaku. "Altar pernikahan besok bukan karena aku masih mencintaimu, Veronica. Tapi karena aku... karena aku menginginkan putraku kembali ke sisiku."

Di dalam hati, Veronica tersenyum pilu. Ia tahu Azeant sedang berbohong. Pria ini tidak bisa marah padanya meskipun ia sudah melakukan kesalahan sebesar itu. Azeant masih pria yang sama—pria yang menggunakan keangkuhan sebagai tameng untuk menutupi kebaikan hatinya yang luar biasa.

"Terima kasih," jawab Veronica pendek.

Keheningan kembali melanda sejenak, sebelum Azeant kembali berbisik, "Boleh aku memelukmu, Vea?"

Veronica tidak menjawab dengan kata-kata, ia hanya mengangguk pelan.

Dengan cepat, Azeant Apolo-Valerio mendekat dan menarik Veronica ke dalam dekapannya. Ia memeluk wanita itu dengan sangat erat, seolah takut jika ia melepaskannya, Veronica akan menghilang lagi seperti asap. Ia mencium kening Veronica berkali-kali, menghirup aroma lavender yang kini kembali memenuhi dunianya.

"Kau ibu yang hebat, Vea. Terima kasih sudah melahirkan putra kita dengan selamat meskipun tanpa aku. Aku mencintaimu... aku masih sangat mencintaimu," bisik Azeant di telinga Veronica.

Mendengar pengakuan itu, pertahanan Veronica benar-benar runtuh. Ia menangis tersedu-sedu di dada Azeant, memukul-mukul dada pria itu dengan lemah.

"Huhu... huhuhu... maafkan aku, Azeant! Aku jahat padamu! Aku sangat jahat! Pukul aku saja, marahi aku!" tangisnya pecah.

Azeant hanya menggeleng pelan, ia mengeratkan pelukannya dan mengusap punggung Veronica dengan lembut. "Tidak, Sayang. Bagaimana mungkin aku memukulmu? Tanpa adanya Matthew saja aku sudah begitu rapuh tanpa dirimu selama tiga tahun ini... apalagi sekarang."

Malam itu, di bawah cahaya steril rumah sakit, dua jiwa yang sempat terpisah oleh jurang ketakutan kini kembali menyatu. Bukan lagi sebagai teman ranjang, bukan lagi sebagai orang asing, melainkan sebagai orang tua yang akan melawan dunia demi masa depan putra mereka.

1
pika shu
up setiap hari dong Thor
Ros 🍂: siap kak🙏🏻
total 1 replies
winpar
keren
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
ren_iren
nah loh zeant berbahagia di Eropa maksudnya gimana.....
jd teh celup ka dia disana.... 😂
Ros 🍂: Berbahagia dengan lukanya kak😭🤣
total 1 replies
ren_iren
vero sich sok sok keras, keras betulan kan kehidupanmu... kmren dilamar zeant aja nolak2 🤭
Ros 🍂: hahah Veronica minta disadarkan 😭🤣
total 1 replies
pika shu
ditungguin Thor bab selanjutnya 🤭
Ros 🍂: wkwkw siap kak 🥰🙏🏼
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Dia itu perwakilan perempuan paling nyebelin sedunia
Ros 🍂: hihi🤭
total 1 replies
ren_iren
semangatt kak nulisnya, ceritamu selalu tak tunggu 🤗
Ros 🍂: ma'aciww ya kak. author tunggu masukannya 🫶
total 1 replies
Wifasha
kok gk da,ngulang lg nih bca nya dri awal
Ros 🍂: Maaf ya kak 🫶 cerita nya sudah direvisi, Dan mulai dari awal lagi. dan dengan cerita yang berbeda 🙏🏼🥰
total 1 replies
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Bagus lh, ngaku sendiri 🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader silent Silent 🤣🤣🤭
total 3 replies
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
B.... ehhh ini aja, Ade, lebih manis, Pemain 🤣🤣🤣
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Logan, 2 kali kena Karma ya, De 🤣🤣🤣
total 2 replies
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
wkwkwk menang di 'card' juga sih 🤣🤣🤣
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: 'Black', yg keluar, auto kalah smua y, De, temen² Apolo itu 🤣🤣🤣
total 2 replies
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kiwww Kiwww Visual di lempar ke 'Arena' ini 🤣🤣🤣
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Hi hi Fav ya, De 🤣🤭🥳
total 2 replies
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Ht², jgn sampe hangus 🤣🤣🤣
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Hi hi 🤣🤣🤣
total 4 replies
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Biasaa, cwo msh kudu dgetok martil dulu baru sadar-sesadarny 🤦🤦🤦
Ros 🍂: Mari kita getok Bersama Kak 🤭🤣🤣🫣
total 1 replies
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Awas y, jgn nyesel udh putusin Apolo
Ros 🍂: iyaa kak 🫶🥰
total 3 replies
ren_iren
selalu menyukai debaran tulisan yg kau ciptakan kak.... serasa diriku masuk ke ceritanya liat adegan2 mereka yg malu2 meowwww... 😂🤣
Ros 🍂: ma'aciww ya kak 🫶😍 semoga suka cerita nya🥰
total 1 replies
ren_iren
gasssss bacaa bacaaa....... 🤗
ren_iren: always kak 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!