NovelToon NovelToon
Dimana Waktuku?

Dimana Waktuku?

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Wanita
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.

buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Prang!

" Prang!

"Prang!

" Ugghh,,, lenguh Damien kewalahan menahan pedang lawan nya, tangan pemuda itu sedikit bergetar.

Ia menatap tajam lawan nya dengan sedikit senyuman.

"Apa yang membuat mu tersenyum? Tanya lawan Damien.

" Entahlah " Balas pemuda itu, ia men geleng-geleng kan kepala.

"Ck!

" Gila" Ucap lawan Damien, ia lalu melapisi pedang nya dengan sihir api dan mulai menyerang Damien beruntun.

"Prang!

" Prang!

"Prang!

" Prang!

Pemuda itu menangkis serangan lawan nya dengan lihai, meskipun sedikit terpojok,ia masih bisa mengimbangi power lawannya yang seorang Allas.

"Damien!! Teriak Estevan dengan panik.

Seorang wilfred di belakang pemuda itu mengayunkan pedang pada nya.

" Prang!! Damien menangkis pedang milik orang di belakang nya, namun lawan pertama nya justru memanfaatkan kesempatan itu.

"Bugh!! Ia memukul perut Damien hingga pemuda terdorong ke belakang.

" Ugh,,, lenguh Damien kesakitan, pemuda itu memegangi perut nya yang terasa nyeri dan sakit.

"Tetaplah di belakang ku! Ucap Estevan, pemuda itu lalu berdiri di hadapan Damien melindungi pemuda itu.

" Kita terkepung ,,, ucap nya dengan sedikit keringat dingin, lawan mereka adalah bangsawan kelas atas dengan tingkat tinggi, jumlah mereka diperkirakan sekitar 12 orang, sedangkan mereka hanya berdua.

Arthur pergi ke tempat kelompok Arsene karena Athena mendapatkan kendali atas pemilik segalanya.

Sedangkan orang orang Solon yang bersama mereka sudah dinyatakan gugur.

Ini adalah situasi yang buruk.

"Lebih baik kalian menyerah" Ucap salah seorang Wilfred.

"Tidak ada gunanya meski kalian mencoba meledakkan diri disini" Lanjut nya dengan nada malas.

"Kami penyihir tingkat tinggi, sedangkan kalian berdua hanya amatir yang hampir mati.

" Kalian pikir kalian masih memiliki kesempatan untuk menang?!

"Tidur siang di pangkuan ibumu sana!!

" Hahahahaha!

"Hahahahahha!

Damien menatap tajam Wilfred yang saat ini sedang tertawa keras, pemuda itu lalu bangkit, ia melapisi pedang nya dengan sihir api milik ibu nya.

" Kalian akan mati karena di lahap sihir ibu ku" Ucap pemuda itu dingin.

Ia lalu memasang kuda-kuda dan langsung menerjang secepat kilat.

"Apa?! Heran Wilfred, ia tidak terlalu mendengar ucapan Damien tadi.

Tu- ia terbata-bata, hanya dalam waktu kurang dari satu detik, Damien sudah berada di hadapan nya dengan pedang api.

" Jleb!! Pemuda itu lalu menusuk perut Wilfred yang tadi menertawakan nya.

"Boom!! Beberapa saat kemudian tubuh Anggota Team B yang berasal dari Grand duke Wilfred itu meledak dan terbakar hangus.

" Cristop Jammy Wilfred dinyatakan gugur"

"Astaga,,,,gumam salah seorang dari karsa, ia memijit pelipis nya pelan.

" Apakah kau sudah bisa menggunakan kekuatan ibumu keponakan ku? Tanya seorang Karsa pada Damien.

"Aku sudah bisa menggunakan nya dari lahir bodoh!! Teriak pemuda itu emosi, ia lalu menyerang Karsa yang melontarkan pertanyaan pada nya tadi.

" Benarkah?? Tanya Karsa itu lagi, ia menangkis serangan Damien dengan sangat akurat.

"Prang!! Pedang pemuda itu terlempar.

" Aku bersyukur putra kakak ku mewarisi kekuatan nya,, ucap Karsa itu tersenyum di hadapan wajah Damien.

Pemuda itu lalu mundur secepat mungkin menjauh, ia lalu mengambil pedang nya kembali dari tanah.

"Hmphh"

Marcelino Asegar Karsa, adik kandung Grand Ducces Vesper atau istri Perez.

"Bagaimana keadaan disana kak!! Tanya Arsene di pikiran Damien.

" Kita terpojok " Ucap Damien.

"Apa?!

" Kami mungkin akan tiba di sana beberapa saat lagi!!

"Terus lah bertahan kak!!

" Astaga,,,

"Adik mu benar benar menghawatirkan mu ya? Celetuk Estevan.

" Terimakasih " Ucap Damien tersenyum, namun ini bukan waktu nya bersantai santai.

Pemuda itu menarik pedang nya dan menerjang Marcelino.

"Prang!!

" Kak!! Teriak Arsene saat ia Arthur dan yang lain nya sampai di tempat Damien dan Estevan.

Terlihat genangan darah dimana mana, kedua belah pihak terlihat bertarung dengan seimbang.

Team B yang melawan Damien dan Estevan kini mulai berkurang sedikit demi sedikit hingga hanya menyisakan mereka yang kuat saja.

"Kalian terlambat" Ucap Damien menyeka darah di wajah nya.

"Maaf" Balas Arsene.

"Apa kalian tidak apa apa? Tanya Estevan pada mikaela dan Kevin.

" Kami tidak apa apa" Balas kedua nya bersamaan.

"Lalu dimana Athena? Tanya Damien.

" Aku disini"

"Apa tubuh mu sudah membaik?

Gadis itu mengagguk.

" Syukurlah "

"Lawan kita sangat kuat kalian Berhati-hatilah"

"Baik!

" Baik!

Disisi lain.

"Prang!

" Prang!

"Prang!

" Astaga!! Teriak Zelka Frustasi, ia tidak menyangka garda depan di tembus.

Kini ia dan yang lain nya harus melawan team B yang sebanyak ini .

Bagaimana pun cara nya ia harus mencegah mereka mendekati Zender.

"Ashley!

" Gunakan sihir angin mu untuk mendorong mereka menjauh!! Teriak Zelka.

"Baik! Ashley lalu mengaktifkan sihir angin nya dan mendorong satu persatu Team B menjauh.

" Prang!

"Prang!

" Kalian tidak ada habis nya!!

"Aku bersyukur yang datang kemari hanya lah keroco!

" Prang!

Duo kembar sedang bertarung dengan beberapa orang pengguna pedang.

"Hufftt"

"Bagaimana bisa kita kecolongan? Gumam Zelka pasrah dengan keringat yang terus tercucur dari kening nya.

" Prang!!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!