Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.
Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.
Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.
"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PP Bab 22 - Tawa Kecil
Gonggongan Aluna sedikitpun tidak membuat Davion iba. Bagi Davion di hadapannya bukanlah gadis suci seperti yang orang lain anggap. Di hadapannya hanyalah seorang wanita licik yang akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia mau.
Melihat Aluna membuat Davion kembali terbayang akan mendiang Shanaya. Wanita yang bahkan sampai bunuh diri hanya karena tidak mendapatkan cintanya. Sampai wanita itu mati pun terus menjadi bayang-bayang untuk Davion.
"Katakan pada mommy kita akan pindah dari rumah ini, katakan kita butuh waktu berdua untuk saling mengenal," titah Davion selanjutnya, setelah menyetujui hendak membantu perusahaan keluarga Myles kini Davion semakin merasa leluasa untuk mengatur Aluna.
Memang benar, sebelumnya Daddy Aston telah memberinya pesan untuk membantu perusahaan itu sampai benar-benar pulih. Tapi Davion tentu tak akan melakukannya dengan mudah. Harus ada harga yang harus dibayar untuk semua bantuannya, dan bayaran itu berupa Aluna.
Saat Davion kembali ke kursi kerjanya, Aluna pun perlahan bangkit kembali. Menghapus semua air matanya dengan satu tangan kanan.
"Malam ini juga kita akan pindah ke apartemen ku," putus Davion. Di rumah ini ia benar-benar tak bisa leluasa dengan pernikahannya. Belum lagi mom Ivana terus memperlakukan Aluna dengan baik dan Davion begitu muak melihat pemandangan tersebut.
"Baik Dav, aku akan menemui mom Ivana sekarang. Tapi... Kamu akan benar-benar membantu perusahaan keluarga Myles kan?" tanya Aluna. Dia harus memastikan tentang hal ini, karena setelah perusahaan itu stabil dengan bantuan Davion maka Aluna akan benar-benar melepas nama keluarga Myles dari namanya. Aluna hanya akan hidup sebagai Aluna, bukan Aluna Myles.
"Benar, aku akan membantu perusahaan keluargamu sampai stabil. Tapi jika perusahaan itu kembali tumbang, aku tidak akan sudi lagi."
Aluna menghela nafas lega dan menganggukan kepalanya setuju. "Terima kasih, Dav," jawab Aluna, seolah lupa bahwa beberapa detik lalu dia pun telah dipermalukan oleh pria tersebut. Namun sungguh, saat ini Aluna hanya memikirkan tentang balas Budi yang Sarah minta. Sementara tentang harga dirinya lagi Aluna tahu, ia sudah tak memiliki itu di hadapan Davion.
Dan lagi-lagi sikap itu membuat Davion muak.
"Aku keluar sekarang," pamit Aluna, dia mundur satu langkah dan segera keluar dari ruangan ini.
Sebelum menemu mom Ivana, Aluna menuju kamarnya dan memperbaiki penampilan. Bahkan kembali memperbaiki riasannya juga. 'Aku tidak boleh sedih, Davion sudah setuju untuk membantuku, aku harus bahagia seperti kata mom Ivana,' batin Aluna.
"Ya, aku harus bahagia, bahagia, bahagia. Aku bukan lagi Jesselyn," ucap Aluna, akhirnya kata-kata itu keluar dari mulutnya seperti mantra.
"Bahagia, bahagia."
Ini adalah kali pertama Aluna mengambil keputusan sendiri untuk hidupnya, masa depan yang awalnya diatur oleh kedua orang tua angkatnya kini akan Aluna ubah. Takdirnya tak akan lagi sama.
Setelah selesai Aluna segera menuju kamar mom Ivana, mengetuk pintunya pelan. "Mom, ini aku Aluna," ucap Luna dengan lembut.
Karena susah terbiasa jadi pembawaannya memang seperti ini. Tak butuh waktu lama pintu dibuka oleh mom Ivana.
"Sayang, ada apa Nak?"
"Ada yang ingin aku bicarakan, Mom," jawab Aluna dengan tersenyum kecil.
Senyum yang membuat mom Ivana bertanya-tanya ada kabar bahagia apakah ini?
Mereka kemudian menuju ruang santai yang tak jauh dari sana, mom Ivana tak berhenti menatap wajah menantunya yang terlihat bahagia. "Sekarang katakan, ada apa?"
"Aku ingin izin," jawab Aluna, "Aku dan Davion ingin pindah ke apartemennya, kami merasa butuh waktu untuk berdua."
"Ah romantisnya, tentu Mommy setuju," balas mom Ivana tanpa perlu berpikir panjang.
Aluna terkekeh, untuk pertama kalinya akhirnya dia mengeluarkan suara tawa kecil tersebut. Bahkan Aluna tak pernah tertawa seperti ini di hadapan Sarah.
Mungkin memang benar bahwa kasih sayang mom Ivana begitu tulus.
"Bahkan tawamu saja terdengar indah Sayang. Kamu harus ingat, dimana pun kamu berada, kamu harus bahagia," pesan mom Ivana.
sekarang kamu milik keluarga papy Aston