NovelToon NovelToon
Melodi Cinta Untuk Davin

Melodi Cinta Untuk Davin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:29.7k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hati Davin hancur ketika mengetahui cintanya pada Renata juniornya, bertepuk sebelah tangan dan ternyata hanya dimanfaatkan untuk kepentingan karir.

Dia lalu memilih pergi menjadi relawan medis di daerah bencana, dan bertemu Melodi, gadis yatim piatu nan tangguh merawat adiknya yang lumpuh

Ketulusan dan ketegaran Melodi mampu membuat Davin terpikat. Namun, perbedaan status di antara mereka terlalu besar membuat Melodi ragu.

Mampukah Davin meyakinkan Melodi bahwa cinta sejati tak mengenal batas? Atau justru perbedaan akan memisahkan mereka selamanya?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini;
"Melodi Cinta Untuk Davin" karya Moms TZ, bukan yang lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Drama Dahlia

"Jadi kalian berdua sekongkol ya, di belakang, kakak? Jawab, Dik?" desak Melodi, setelah beberapa saat lalu ia mencerna ucapan adiknya.

"Maaf, Kak. Vian nggak sekongkol, kok. Tapi kerjasama saling menguntungkan, itu kata Pak Dokter." Alvian menjawab dengan entengnya. Namanya juga anak-anak.

"Lagian, Vian nggak keberatan kalau Pak Dokter jadi kakak ipar, kok. Malah seneng, soalnya Pak Dokter orang yang baik hati dan nggak sombong juga rajin menabung," tambahnya sambil tersenyum ceria.

Melodi tidak bisa menahan tawanya, mendengar jawaban polos adiknya. Ia mengusap kepala kecil itu dengan gemas.

"Dari mana kamu tahu Pak Dokter rajin menabung?"

"Vian pernah lihat uangnya warna merah sangat banyak," jawab bocah itu antusias. "Memangnya kalau jadi dokter uangnya banyak ya, Kak?" lanjutnya bertanya.

"Mungkin... Kakak juga nggak tahu, Dik."

Melodi menarik napas panjang, mencoba melepaskan kegalauan hatinya. Dengan cepat akhirnya ia menyantap sarapannya hingga ludes. Ia membawa piring bekas makannya dan Alvian ke belakang lalu mencucinya.

"Kak Mel, berangkat kerja, ya," pamitnya pada sang adik. "Kamu hati-hati di rumah."

"Iya, Kak." Alvian segera menutup pintu dan menguncinya begitu Melodi keluar dari rumah.

.

Melodi menaiki sepedanya menyusuri jalan desa. Sepeda itu pemberian Davin, biar couple katanya. Awalnya Melodi merasa sungkan menerimanya, karena Davin sudah sangat baik padanya, juga pada adiknya. Namun, Davin memaksa dengan alasan tak baik menolak rejeki.

Tin

Tin

Tin

Melodi langsung berhenti. Kejadian waktu itu di mana ia terjatuh di parit, masih membekas dalam ingatannya.

"Kenapa kamu berhenti? Takut sepeda barunya rusak gegara nyungsep lagi di parit, ya?" ejek Dahlia sambil tertawa remeh.

"Sepeda kayak gitu mah, murah. Siapapun bisa membelinya," lanjutnya seraya menjentikkan jari kelingkingnya.

Melodi terdiam tidak menanggapi. Ia hanya melihat saja tingkah bidan desa yang menurutnya sangat minus itu.

"Heh...! Kenapa kamu nggak jawab? Kamu tuli ya, hahhh!" Dahlia terpancing emosi karena Melodi hanya diam saja.

Namun, tiba-tiba saja Dahlia merobohkan motornya sendiri, lalu duduk berselonjoran di jalanan. Bajunya ia lumuri dengan pasir, sehingga tampak kotor.

Melodi terkesiap melihat apa yang Dahlia lakukan. Namun, sedikitpun ia tak beranjak, tangannya bahkan masih memegang stang sepedanya dengan erat. Sesaat ia mengedarkan pandangannya melihat sekeliling, baru kemudian dirinya paham drama yang dilakukan oleh Dahlia.

"Oh, jadi begitu rupanya cara mainnya," gumam Melodi dalam hati. "Mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya."

Sementara itu, dari kejauhan tampak Davin mengayuh sepedanya dengan cepat lalu berhenti di belakang Melodi.

"Loh, Ada apa, Mbak Mel?" tanya Davin, wajahnya tampak cemas.

"Mbak Mel nggak kenapa-napa, kan?" Pandangannya menelisik memastikan tidak terjadi sesuatu pada Melodi.

Baru Dahlia hendak bicara, Melodi lebih dulu menjawab, "Saya nggak pa-pa, Pak Dokter. Tapi, nggak tahu ini, tiba-tiba Bidan Dahlia menjatuhkan dirinya sendiri di jalanan. Sepertinya ayan-nya kumat, Dok."

Selesai berkata Melodi melipat bibirnya berusaha menyembunyikan senyumnya.

Mendengar ucapan Melodi, Davin tampak mengernyit bingung. Sementara Dahlia, matanya langsung mendelik tajam ke arah Melodi, tak percaya gadis itu bisa berkata di luar nalar.

"Hahhh... a-yan? Apa itu, Mbak Mel?" tanya Davin seraya menaikkan sebelah alisnya.

Sebelum Melodi menjawab, Dahlia langsung menyerobot.

"Awww...tolong bantu saya berdiri, Dok," pintanya dengan tatapan memohon.

"Sepertinya kaki saya yang terkilir kemarin kambuh lagi." Dahlia memegangi pergelangan kakinya sambil meringis seolah benar-benar kesakitan.

Davin dan Melodi saling pandang seakan tengah melakukan telepati satu sama lain.

Dahlia mendengus geram melihatnya. "Si*alan...! Mereka malah pakai acara pandang-pandangan segala lagi. Dasar pamer!" umpatnya kesal.

"Harus bagaimana caraku menarik perhatiannya, coba!" Dahlia ngedumel sendiri.

Davin melihat jam di pergelangan tangan kirinya, sebelah kakinya sudah siap mengayuh sepeda.

"Mbak Mel, tolong dibantu Bidan Dahlia, ya," pintanya pada Melodi. "Takut timbul fitnah jika saya yang menolongnya," imbuhnya seraya mengedipkan sebelah matanya.

Dahlia yang melihat hal itu, lantas mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.

Melodi menstandarkan sepedanya, lalu mendekati Dahlia seraya mengulurkan tangannya.

"Mari saya bantu, Bu Bidan," kata Melodi dengan suara yang lembut.

"Ck, aku nggak butuh bantuan kamu. Najis!" ucap Dahlia ketus, sambil menepis uluran tangan Melodi dan memilih berdiri sendiri.

"Ya sudah, kalau nggak mau." Melodi menepuk-nepukkan telapak tangannya.

"Capek, kan? Sudah berpura-pura jatuh, eh... malah nggak di-notice." Melodi terkekeh kecil.

"Kasihan..." Ia pun langsung beranjak menaiki sepedanya. Mengayuhnya dengan cepat meninggalkan Dahlia yang masih sibuk membersihkan pakaiannya yang kotor terkena pasir.

"Aah, kurang ajar sekali mereka!" marah Dahlia, matanya melotot tajam ke arah Melodi yang semakin menjauh.

"Awas aja...! Aku nggak akan membiarkan mereka senang di atas penderitaanku," ujarnya penuh dendam.

.

Sampai di Puskesmas Pembantu, rupanya Davin sudah ditunggu oleh beberapa warga yang ingin berobat. Dia segera masuk ke dalam dan duduk di kursi kerjanya, kemudian melayani mereka dengan sabar dan telaten.

"Sudah berapa hari batuknya, Pak?" tanyanya sembari memeriksa bagian dada menggunakan stetoskop.

"Sudah seminggu nggak sembuh-sembuh, Dok."

"Tarik napas, lalu embuskan ya, Pak." Si bapak mengikuti intruksi dari Davin.

"Oke, cukup. Silakan duduk kembali."

Davin kemudian meresepkan obat kepada bapak tersebut. "Jangan lupa diminum obatnya, tiga kali sehari sesudah makan ya, Pak," ucapnya seraya menyerahkan resep obat.

"Terima kasih, Dok."

"Sama-sama, Pak. Semoga lekas sembuh."

Hingga menjelang siang, Davin terus sibuk menangani pasien yang datang silih berganti membuatnya tak ada waktu untuk bersantai.

Sementara di sudut ruangan, Dahlia menatap ambigu ke arah Davin. "Dia bahkan nggak menoleh ke arahku," desisnya pelan.

"Ck...nggak ada pedulinya sama sekali. Punya empati dikit, kek!" sambungnya sembari menahan kekesalan.

"Sama Melodi dia bisa bersikap lembut, kenapa sama aku nggak? Apa istimewanya babu itu, coba?" tanyanya pada diri sendiri.

Dahlia sepertinya perlu membawa cermin HD untuk berkaca. Memang dirinya siapa? Saudara bukan apalagi pacar, tetapi berharap ingin diperhatikan. Apa ia waras?

1
〈⎳ FT. Zira
coba suruh dia minum atau makan yg sudh dicampur obat.. cwonya kasih acak aja selama jangan cogan/Silent//Silent//Silent/
bibuk Hannan & Afnan
untyk=untuk typo mom
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sudah direpisi sih, tp masih repiu
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
si Renata sakit jiwa😬
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
makanya Renata terima nasib jangan jadi serakah😏😏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Masukan rumah sakit jiwa ajah Bu pol si Renata emang udah gila ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin nanti🤧
total 1 replies
Tiara Bella
aku suka nh adegan ini Renata ditangkep polisi tp....kynya dia pantesnya msk RS jiwa.....🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya udah, klo pada suka🤭
total 1 replies
vj'z tri
terpuji ya Bu /Slight//Slight//Slight/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kurang tak, dalam pikiran udah tp yg terketik beda,.... ampun dah ahhhh🤧
total 1 replies
Dew666
💜💜
Nar Sih
seperti nya perlu dr spesialis jiwa nih renata ,biar bnr lgi jiwa nya yg eror
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😂🤭😂🤭😂🤭😂
total 1 replies
ora
Penjara langsung/Determined//Angry/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap....
total 1 replies
ora
Masih kecil kamu Alvian🤭🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
ora
Euuh banget tidur sama kamu😤😤😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh Renata mw di usirrr.. senang nyaaaa😂😂😂
Dew666
🍎🍎🍎
Nar Sih
pasti end nasip mu renata 🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
Esther
Suster Dewi garda terdepan bagi Davin di rumah sakit, dari gangguan Renata.

Menunggu kehancuran Renata
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap bimsalabim 😂🤭
total 1 replies
Tiara Bella
dipenjara dan nama baik jatoh sejatoh²nya ....tp Renata nya blm sadar itu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah😂
total 1 replies
vj'z tri
sepuluh apa Bu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ keterangan atuh bu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: menit kali ya😂🤭
total 1 replies
vj'z tri
eh kelakuan ulat bulu ya /Drowsy//Drowsy//Drowsy//Drowsy/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🐛🐛🐛🐛🐛🐛
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
pasti dipenjara lah,apalagi...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!