NovelToon NovelToon
CINTA TERLARANG : BOSS DAN KARYAWAN

CINTA TERLARANG : BOSS DAN KARYAWAN

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

seorang gadis muda yang harus benting tulang menghidupi kedua adik kembarnya setelah kedua orang tuanya meninggal. adik perempuannya sakit-sakitan, mengharuskannya bekerja lebih keras. saat pulang bekerja tak sengaja dia tertabrak mobil, dan ternyata yang menabrak itu adalah pemilik perusahaan tempat dia bekerja. saat itu lah pria pemilik perusahaan itu jatuh hati pada gadis itu. bukan hanya karena kecantikannya, tapi juga karena sifatnya yang baik dan sangat menyayangi adik-adiknya. namun saat melihat adik laki-laki gadis itu, dia mengingat seseorang di masa lalunya. tentang ayahnya yang pernah mengaku melakukan kejahatan sebelum dia meninggal. ayah pria itulah yang menjadi penyebab kematian kedua orang tua nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Dika melangkah keluar dari rumah sakit dengan perasaan kalut. Ia harus mengambil beberapa helai pakaian bersih untuk Dinda di kontrakan. Sebelum pergi, ia menatap tajam ke arah Alan yang duduk di lobi. "Jangan berani-berani mendekati kamar kakakku selagi aku pergi," ancamnya dingin.

Namun, begitu bayangan Dika menghilang di balik pintu otomatis rumah sakit, Alan berdiri. Persetujuan Dika bukan hal yang ia butuhkan saat ini. Ia melangkah menuju ruang perawatan Dinda, melewati perawat yang sungkan menegurnya karena ia adalah penyumbang dana terbesar rumah sakit itu.

Di dalam ruangan, aroma antiseptik menyeruak. Dinda masih terbaring lemah, wajahnya pucat dengan selang infus yang menancap di tangannya. Alan mendekat, duduk di tepi ranjang. Ia menatap wajah wanita yang telah ia hancurkan sekaligus ia cintai dengan cara yang salah.

Tanpa sadar, Alan membungkuk. Ia mendaratkan kecupan lembut namun penuh kepemilikan di kening Dinda yang masih terasa hangat karena demam. Kecupan itu beralih ke pipi, lalu ia membisikkan sesuatu di telinga Dinda. "Bangunlah, Dinda. Aku tidak akan membiarkanmu pergi."

Dinda mengerang kecil. Kelopak matanya yang berat perlahan terbuka. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Alan yang begitu dekat. Refleks, Dinda mencoba menjauh, namun tubuhnya terlalu lemas untuk sekadar bergeser.

"Tuan... sedang apa di sini?" suara Dinda serak, nyaris hilang.

Alan tidak menjawab. Ia justru menatap Dinda dengan tatapan yang sulit diartikan. "Dinda, aku sudah menyelidiki masa lalumu. Tentang keluargamu. Tentang Maheswari Group yang dulu milik ayahmu."

Dinda tertegun. Jantungnya berdegup kencang. Nama itu... nama perusahaan ayahnya yang telah lama ia kubur dalam ingatannya. "Itu cerita lama, Tuan. Tidak ada hubungannya dengan keadaan saya sekarang."

"Cerita lama yang membuatmu berakhir di pabrikku sebagai buruh?" Alan mendengus. "Aku tahu perusahaan itu jatuh bukan karena bangkrut murni. Ada akuisisi paksa yang dilakukan secara licik sepuluh tahun lalu. Siapa yang melakukannya, Dinda? Kenapa kau diam saja melihat warisan ayahmu dirampas?"

Dinda memalingkan wajah, air matanya menetes. "Menceritakannya hanya akan membuka luka lama yang tidak akan pernah sembuh. Ayah sudah tiada, Dita sudah menyusulnya. Perusahaan itu tidak penting lagi bagi saya."

Alan terdiam sejenak. Ia tahu persis siapa yang merampas perusahaan itu: pamannya sendiri, adik dari Sofia, yang kini memegang kendali atas aset-aset lama keluarga Maheswari. Namun, Alan tidak mengatakan itu. Ia memilih menggunakan informasi itu sebagai kartu as untuk mengikat Dinda selamanya.

"Dinda, tatap aku," perintah Alan. Ia meraih dagu Dinda agar menatapnya. "Aku tahu siapa yang memegang perusahaan itu sekarang. Dan aku punya kekuatan untuk mengambilnya kembali."

Dinda menatap Alan dengan pandangan tidak percaya. "Maksud Tuan?"

"Aku menawarkan kesepakatan," Alan merendahkan suaranya, terdengar sangat serius. "Menikahlah denganku. Jadilah istriku secara sah. Dan sebagai mas kawinnya, aku akan mengembalikan Maheswari Group ke tanganmu dan Dika. Kau tidak akan menjadi sekretaris lagi, kau akan menjadi pemilik sah dari warisan ayahmu."

Dinda terpaku. Tawaran itu sangat menggiurkan sekaligus mengerikan. Mengembalikan kejayaan ayahnya adalah impiannya selama ini, namun harganya adalah dirinya sendiri.

"Tuan... Tuan ingin membeli saya lagi?" bisik Dinda dengan suara bergetar.

"Ini bukan sekadar transaksi, Dinda. Ini perlindungan," sanggah Alan. "Dika akan memiliki masa depan sebagai pewaris perusahaan, dan kau... kau akan berada di sisiku, di tempat yang seharusnya. Pikirkan Dika. Dia baru saja kehilangan Dita. Apa kau mau dia terus hidup di gang sempit itu tanpa masa depan?"

Dinda memejamkan mata. Bayangan Dika yang bekerja di pasar dan Dita yang menahan sakit di kontrakan kumuh melintas di benaknya. Ia merasa terjepit di antara harga diri dan kesejahteraan adiknya yang tersisa.

Tepat saat itu, suara pintu ruangan terbuka dengan kasar. Dika berdiri di sana dengan tas berisi pakaian, menatap pemandangan di depannya dengan kilat kemarahan yang kembali menyala.

"APA YANG KAMU LAKUKAN PADA KAKAKKU?!" teriak Dika, menjatuhkan tas pakaian itu dan menghambur ke arah ranjang.

Alan berdiri dengan tenang, merapikan jasnya. "Aku hanya sedang berbicara serius dengan calon istriku, Dika."

"CALON ISTRI?!" Dika menoleh ke arah Dinda yang hanya bisa menangis sesenggukan. "Kak, apa lagi yang dia katakan? Jangan dengerin dia, Kak!"

Dinda menatap Dika dengan tatapan penuh kepedihan. "Dika... Tuan Alan... dia bilang bisa mengembalikan perusahaan Ayah."

Dika tertegun. Langkahnya terhenti. Nama perusahaan ayahnya adalah satu-satunya hal yang bisa membuat pertahanan Dika goyah. Ia tahu betapa hancurnya ayah mereka saat perusahaan itu dirampas, yang akhirnya membuat kesehatan sang ayah menurun hingga meninggal dunia.

"Perusahaan Ayah?" gumam Dika. Ia menoleh pada Alan. "Kamu tahu siapa yang mengambilnya?"

"Aku tahu. Dan aku bisa mengembalikannya padamu, Dika. Tapi hanya jika Dinda berada di bawah perlindunganku sebagai istri," jawab Alan licik.

Dika mengepalkan tangannya. Ia ingin berteriak menolak, namun bayangan kejayaan ayahnya yang dirampas membuat lidahnya kelu. Ia menatap Dinda, mencari jawaban di mata kakaknya yang hancur.

"Kak... jangan lakukan ini demi aku... jangan lagi," bisik Dika, suaranya kini terdengar sangat rapuh.

Dinda hanya bisa menatap langit-langit rumah sakit. Ia tahu, ombak yang dibawa Alan jauh lebih besar dari yang bisa ia tahan. Di satu sisi ada dendam masa lalu keluarganya, di sisi lain ada pria yang telah merenggut segalanya darinya.

*

Keheningan yang mencekam menyergap ruangan itu. Dika berdiri mematung di samping ranjang, dadanya naik-turun menahan amarah yang hampir meledak. Matanya yang merah karena kurang tidur dan duka yang belum usai kini menatap Alan seolah ingin menghunjamkan belati ke jantung pria itu.

"Keluar," desis Dika, suaranya rendah namun bergetar hebat. "Keluar sekarang juga dari sini sebelum aku benar-benar lupa kalau kamu manusia, Tuan Alan."

Alan tidak bergerak. Ia hanya menatap Dinda, mengabaikan Dika seolah remaja itu hanyalah debu di sepatunya. Ia menunggu. Ia tahu Dinda sedang menimbang-nimbang sesuatu di balik matanya yang sayu.

"Aku bilang KELUAR!" Dika merangsek maju, mencengkeram lengan jas Alan dan mencoba menyeretnya ke arah pintu. "Jangan pernah sebut nama Ayah lagi! Jangan pakai nama Ayah untuk membeli kakakku!"

Alan baru saja hendak menepis tangan Dika ketika sebuah suara lirih namun jernih menghentikan segalanya.

"Tunggu, Tuan Alan."

Dika tertegun. Ia menoleh cepat ke arah ranjang. "Kak? Jangan, Kak... jangan dengerin iblis ini. Kita bisa pergi, kita bisa cari kerja lain—"

Dinda menarik napas panjang, sebuah tarikan napas yang seolah menguras seluruh sisa tenaganya. Ia menatap Alan dengan pandangan yang kosong, sebuah tatapan yang menandakan bahwa jiwanya sudah menyerah pada keadaan.

"Saya menerima tawaran Tuan,"

***

Bersambung ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!