Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu
Kehidupan rumah tangga Iqram dan Cahaya tampak sangat harmonis. Iqram merasa sangat beruntung sekali mau mendengarkan saran bunda nya yang menjodohkan dia dengan Cahaya.
Hari ini Iqram mengajak Cahaya jalan jalan ke mall. Saat sedang duduk di sebuah resto untuk istirahat sambil mencicipi hidangan di sana, Iqram dan Cahaya di dekati oleh Vania yang tak sengaja melihat kehadiran mereka berdua di sana.
" Kamu suka" tanya Iqram pada istri nya saat sang istri sedang mencicipi nasi goreng seafood yang terkenal di resto tersebut.
Cahaya langsung mengangguk," suka, racikan bumbu nya sangat pas, sesuai dengan selera aku bang" jawab Cahaya sambil tersenyum.
" Ooo ini rupanya tampang wanita dari kampung pilihan ibu mu itu" tiba tiba Vania sudah berada di dekat mereka sambil bicara dengan nada keras pada Iqram.
Iqram dan Cahaya langsung terkejut dan melihat ke arah Vania.
Cahaya yang awal nya terkejut langsung merubah raut wajah nya dengan senyuman. " Apa ini yang nama nya Vania" ucap nya .
Vania langsung mengangkat dagu nya dengan gaya sombong," iya,saya Vania. Kenapa?? Kalah cantik kan" jawab Vania.
Cahaya kembali tersenyum mendengar ucapan Vania yang menyombongkan diri nya. " cantik itu relatif, tergantung siapa yang mandang" ucap Cahaya dengan lembut.
" Perkenalkan,saya Cahaya, istri nya bang Iqram " ucap Cahaya sambil mengulurkan tangan nya untuk mengalami Vania.
Vania melihat ke arah tangan Cahaya yang terulur pada nya. " Nggak perlu kenalan segala. Aku kesini mau bicara empat mata dengan Iqram,calon suami ku yang kamu rebut" ucap Vania.
Cahaya langsung melihat ke arah suami nya. Iqram langsung tersenyum saat istri nya melihat ke arah nya.
" Kalau mau bicara,bicara aja di sini. Aku tidak mau ada rahasia antara aku dan istri ku" ucap Iqram.
Vania langsung kesal mendengar ucapan Iqram," aku mau bicara serius sayang. Ini menyangkut masa depan kita" ucap Vania.
Iqram langsung menatap tajam ke arah Vania saat mendengar kata sayang dari mulut Vania. " Tolong jaga tutur kata mu Vania. Aku ini sekarang sudah menikah,aku suami orang. Jangan asal panggil sayang,kuping ku risih mendengar nya. Tolong juga hargai perasaan istri ku yang pasti terluka mendengar kata panggilan mu itu" tegur Iqram dengan nada tegas.
Vania langsung memutar bola mata nya karena kesal. " Buat apa aku harus menjaga perasaan wanita itu. Dia yang sudah merebut kamu dari ku. Dan aku tau kalau kamu menikah dengan nya pasti karena terpaksa. Iya kan" ucap Vania.
Iqram memejamkan mata nya untuk mengendalikan emosi nya saya mendengar ucapan Vania, setelah itu dia menatap tajam ke arah Vania.
" Dengar baik baik Vania. Cahaya tidak merebut aku dari mu. Hubungan kita sudah berakhir saat aku meminta bunda ku datang untuk meminang Cahaya. Pernikahan kami bukan karena paksaan siapa pun. Cam kan itu baik baik" ucap Iqram.
Cahaya yang melihat situasi mulai memanas, langsung berdiri dan menarik pelan tangan suami nya.
" Yang,aku udah kenyang. Pulang yuk. Aku capek mau rebahan di kamar" ajak Cahaya pada suaminya dengan gaya sedikit memanja.
Iqram langsung tersenyum dan mengikuti kemauan istri nya. Saat Iqram sudah berdiri, Cahaya langsung menggandeng tangan suami nya dengan mesra. Hal itu langsung membuat Vania marah.
" Jangan sok mesra di depan ku. Asal kamu tau,kamu itu hanya di jadikan sebagai alat untuk memanas manasi aku oleh suami mu itu. Yang dia cintai hanya aku seorang. Saat dia bosan sama kamu,dia akan kembali ke pelukan ku" ucap Vania sambil menatap tajam ke arah Cahaya.
Mendengar ucapan Vania, Cahaya langsung tersenyum," aku nggak peduli dengan semua yang kamu ucapankan Vania. Yang jelas sekarang bang Iqram sudah jadi milik ku. Hubungan kami halal dan legal di mata hukum" ucap Cahaya.
" Sudahlah sayang,yuk jalan" ajak Iqram sambil berjalan bergandengan tangan dengan istri nya.