NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 22 ] Di Antara Detik dan Rahasia

Malam mulai menyelimuti Akademi Nuoding, namun gema kejadian di depan kantin tadi sore belum juga surut dari ingatan para siswa. Di salah satu sudut perpustakaan yang remang, seorang siswa senior bernama Li Wei duduk terdiam dengan buku botani yang terbuka, namun matanya sama sekali tidak membaca.

Li Wei bukan siapa-siapa. Ia hanyalah siswa tingkat tiga yang tidak memiliki latar belakang bangsawan maupun bakat roh yang menonjol. Namun, ia memiliki satu kelebihan: ia adalah seorang pengamat yang teliti. Dan tadi sore, ia melihat sesuatu yang seharusnya tidak mungkin terjadi.

"Bagaimana mungkin..." bisik Li Wei pada kegelapan di antara rak buku.

Ia mengingat momen itu dengan sangat jelas. Saat pengawal Xiao Chenyu melesat, Li Wei sedang berdiri tepat di belakang mereka. Dalam satu kedipan mata, benar-benar hanya satu kedipan, dunia seolah melompat. Ia tidak melihat Tang Siyun bergerak. Ia hanya melihat hasil akhirnya: seorang pengawal besar yang celananya melorot dengan kaki terikat, dan Xiao Chenyu yang menghisap jempolnya sendiri.

Itu bukan sekadar kecepatan. Li Wei pernah melihat guru tingkat tinggi bergerak cepat, tapi mereka meninggalkan jejak angin atau bayangan sisa. Siyun tidak meninggalkan apa pun. Itu seolah-olah Siyun telah menghapus potongan waktu dan menggantinya dengan kenyataan baru yang ia inginkan.

"Tang Siyun..." Li Wei merinding. "Siapa sebenarnya anak itu?"

Sementara itu, di sebuah ruangan mewah yang dialokasikan khusus untuk putra penguasa kota, suasana terasa sangat mencekam. Xiao Chenyu duduk di kursi beludru nya, wajahnya masih merah padam, bukan karena memar, tapi karena penghinaan yang tak terbayangkan.

"Tuan Muda, kami sudah memeriksa seluruh catatan pendaftaran," lapor seorang bawahan dengan suara gemetar. "Tang Siyun terdaftar sebagai kakak angkat Tang San. Dia datang dari Desa Roh Kudus. Rohnya tercatat sebagai... jam saku tua yang rusak. Tanpa kekuatan tempur."

"RUSAK?!" Xiao Chenyu membanting gelas kristal ke lantai. "Kau lihat sendiri tadi! Dia membuatku terlihat seperti bayi bodoh di depan seluruh sekolah! Bagaimana mungkin roh rusak bisa melakukan itu?"

Xiao Chenyu menyentuh lehernya. Ia masih bisa merasakan sensasi dingin yang tertinggal saat Siyun mencengkeram kerahnya. Saat itu, ia tidak merasa sedang berhadapan dengan bocah berusia enam tahun. Ia merasa sedang berhadapan dengan kematian itu sendiri. Tatapan Siyun... itu adalah tatapan seseorang yang sudah terbiasa menghancurkan hidup orang lain.

"Dia bukan manusia biasa," gumam Xiao Chenyu, suaranya kini lebih mirip bisikan ketakutan daripada kemarahan. "Dia membiarkanku hidup hanya karena dia menganggap ku tidak layak untuk dibunuh. Itu lebih menghina daripada pukulan."

Bawahan itu menelan ludah. "Apa kita harus melaporkan ini pada Ayah Anda, Penguasa Kota?"

Xiao Chenyu terdiam lama. Keangkuhannya sebagai bangsawan berteriak minta balas dendam, namun insting bertahan hidupnya, yang baru saja dibangunkan oleh teror Siyun, memperingatkannya untuk tetap diam. "Jangan. Jika dia benar-benar monster yang bersembunyi di balik kulit anak kecil, melaporkannya hanya akan mempercepat kematian kita. Untuk sekarang... jauhi Asrama Tujuh. Berikan mereka jalan setiap kali kau melihat mereka."

Di gedung utama, Grandmaster berdiri di dekat jendela, tangannya berada di belakang punggung. Di sampingnya stands Instruktur Mo Lan, yang saat itu baru saja hendak kembali ke ruang kerjanya setelah rapat staf yang melelahkan.

"Apa pendapatmu tentang dia, Mo Lan?" tanya Grandmaster tanpa menoleh.

Mo Lan, yang masih membawa tumpukan dokumen risetnya, menatap ke arah halaman yang kini kosong. "Tang San adalah jenius yang murni. Bakatnya jelas, jalurnya lurus. Tapi kakaknya, Tang Siyun... dia adalah anomali. Dia seperti teka-teki yang sengaja mengunci dirinya sendiri."

Grandmaster mengangguk pelan. "Aku telah mengamati banyak Spirit Master dalam hidupku, namun Siyun adalah satu-satunya yang tidak bisa ku prediksi. Roh jam sakunya... aku curiga itu bukan roh tipe alat biasa. Ada aura ruang dan waktu yang sangat tipis di sekitarnya. Namun yang lebih menggangguku adalah kepribadiannya."

"Maksud Anda?" Mo Lan memiringkan kepalanya.

"Dia terlalu... dewasa," lanjut Grandmaster. "Dia melindungi Tang San dan Xiao Wu seperti seorang ayah pelindung, bukan seorang kakak. Dan cara dia menangani Xiao Chenyu tadi... itu bukan kemarahan anak-anak. Itu adalah taktik psikologis untuk menghancurkan mental lawan tanpa perlu mengeluarkan setetes darah pun. Dia sangat berbahaya, Mo Lan. Tapi sejauh ini, dia memilih untuk berada di pihak kita."

Mo Lan terdiam. Kata-kata Grandmaster tentang "kedewasaan" Siyun bergema di pikirannya. Sepanjang rapat staf tadi, ia merasa seseorang memperhatikannya, bukan dengan tatapan meremehkan seperti instruktur pria lainnya, tapi dengan tatapan yang seolah-olah memahami beban yang ia pikul. Dan ia tahu siapa pemilik tatapan itu.

"Mungkin," bisik Mo Lan, "dia hanya membutuhkan seseorang yang bisa melihatnya lebih dari sekadar 'kakak si jenius'."

Di Asrama Tujuh, suasana jauh lebih ceria. Xiao Wu sedang sibuk menceritakan kembali momen jatuhnya pengawal Xiao Chenyu sambil memeragakannya dengan gerakan kaki yang lincah. Tang San duduk di tempat tidurnya, mengasah beberapa baut logam untuk senjata rahasianya, namun pikirannya tertuju pada kakaknya yang sedang berbaring malas di tempat tidur paling pojok.

"Ge," panggil Tang San pelan. "Terima kasih untuk tadi."

Siyun membuka satu matanya, memberikan senyum tipis. "Jangan dipikirkan, San kecil. Aku hanya tidak suka ada orang yang berisik saat aku ingin tidur. Lagipula, jika aku tidak turun tangan, kau mungkin akan menggunakan senjata itu, kan? Kita belum saatnya menunjukkan kartu as kita."

Tang San tertegun. Siyun selalu tahu apa yang ia pikirkan. "Tapi... tatapanmu tadi... itu benar-benar menakutkan."

Siyun bangkit berdiri, meregangkan tubuhnya hingga terdengar bunyi tulang yang bergemeletuk. "Dunia ini kejam, San. Terkadang, kau harus menjadi lebih menakutkan daripada musuhmu agar mereka tidak berani mendekat. Sekarang, aku akan keluar sebentar mencari udara segar. Jangan menungguku."

"Tapi ini sudah jam malam, Ge," sela Xiao Wu.

"Peraturan adalah saran bagi mereka yang tahu cara menghentikan detik," jawab Siyun sambil mengedipkan mata, lalu melangkah keluar dari pintu asrama dengan gerakan yang begitu ringan hingga tidak menimbulkan suara.

Siyun berjalan menyusuri koridor akademi yang gelap. Baginya, kegelapan bukanlah hambatan. Dengan kemampuan Time Perception, ia bisa melihat pergerakan partikel debu di udara, memungkinkannya menghindari setiap patroli penjaga dengan presisi milimeter.

Ia sempat berhenti di depan gudang akademi. Dengan manipulasi waktu singkat, ia "meminjam" beberapa bahan teh kelas atas dan kue kering yang disimpan untuk kunjungan tamu penting. Baginya, ini bukan mencuri; ini adalah redistribusi sumber daya untuk tujuan yang lebih mulia, yaitu menyembuhkan jiwa yang lelah.

Langkahnya kemudian terhenti di depan gedung paviliun guru. Ia menatap ke lantai dua, di mana sebuah jendela masih memancarkan cahaya lampu minyak yang kesepian.

Mo Lan, pikir Siyun.

Dalam ingatannya yang luas dari kehidupan sebelumnya, Siyun tahu bahwa wanita seperti Mo Lan adalah permata yang paling sering disia-siakan oleh dunia. Wanita intelektual yang memiliki visi mendalam namun terjebak dalam masyarakat yang hanya menghargai kekuatan kasar. Ia tahu Mo Lan sedang berada di titik nadir egonya setelah rapat staf tadi pagi.

"Seorang wanita jenius yang kesepian adalah sekutu yang paling setia," gumam Siyun pada dirinya sendiri. "Dan dia butuh sedikit dorongan untuk menyadari bahwa dia tidak sendirian di dunia yang buta ini."

Siyun memperbaiki kerah bajunya, memastikan nampan teh yang ia bawa tetap hangat dengan sedikit manipulasi energi roh untuk menahan laju pendinginan suhu. Ia tidak hanya membawa teh; ia membawa pengakuan, rasa hormat, dan janji akan masa depan di mana pikiran lebih dihargai daripada otot.

Ia menaiki tangga kayu dengan langkah yang disengaja. Setiap langkahnya adalah bagian dari rencana besar yang sedang ia susun, membangun jaringan pendukung yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga secara administratif dan intelektual di dalam akademi ini.

Di depan pintu kayu jati itu, Siyun berhenti sejenak. Ia bisa mendengar suara gesekan pena di atas kertas dari dalam, suara seorang wanita yang mencoba membuktikan nilainya pada dunia yang tidak peduli.

Siyun tersenyum. Jam saku di sakunya berdetak sekali, sebuah konfirmasi bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk masuk.

Tok, tok, tok.

Dan dengan ketukan itu, penghinaan yang dialami Xiao Chenyu di halaman tadi sore telah menjadi sejarah lama, sementara sebuah babak baru dalam strategi "pemrograman hati" Siyun baru saja dimulai. Ia bukan lagi sekadar pelindung adiknya; ia mulai membangun fondasi kerajaannya sendiri, satu jiwa pada satu waktu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!