NovelToon NovelToon
Cleaning The Thorne'S Empire

Cleaning The Thorne'S Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Action
Popularitas:726
Nilai: 5
Nama Author: Chi Chi chantika

Alistair Thorne, bos mafia London yang kaku dan perfeksionis, bertemu dengan Sloane Sterling, gadis jalanan galak yang ahli bersih-bersih tapi ceroboh luar biasa. Pertemuan mereka terjadi di tengah baku tembak, di mana Sloane justru memarahi Alistair karena mengotori lantai yang baru ia pel.

Terpikat oleh keberaniannya, Alistair membawa Sloane pulang sebagai asisten rumah tangga. Hidup sang bos dingin pun berubah jadi kacau: ia terus diteriaki karena menaruh jaket sembarangan dan terpaksa turun tangan ke dapur setiap kali Sloane hampir membakar rumah saat memasak. Di antara desingan peluru dan omelan sehari-hari, dimulailah kisah cinta yang lucu, kaku, dan penuh aksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chi Chi chantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cieee... dapat hadiah

Setelah insiden di sofa yang membuat detak jantungnya melampaui batas kecepatan yang tidak diizinkan, Alistair Thorne mendapati dirinya dalam kondisi "malfungsi sistem". Ia adalah pria yang bisa memetakan strategi pengepungan pelabuhan dalam waktu singkat, tapi sekarang, ia menghabiskan waktu tiga jam hanya untuk menatap sebuah katalog belanja daring.

"Alistair! Kau sedang apa? Kau sudah duduk di depan tablet itu sejak matahari terbit! Kau sedang merencanakan kudeta atau apa?!" suara melengking Sloane memecah konsentrasi Alistair.ia bereaksi seperti seorang pencuri yang tertangkap.

Alistair segera menutup layar tablet nya. dengan wajah yang sangat kaku—bahkan untuk standarnya. "Saya sedang melakukan evaluasi terhadap efisiensi logistik domestik kita, Nona Sterling. Jangan melakukan interupsi."

Sloane berkacak pinggang, masih memegang kemoceng bulu ayamnya. Ia mengenakan baju barunya yang kemarin "dipinjamkan" Alistair—sebuah kaus sutra yang sebenarnya sangat mahal tapi ia pakai untuk mengelap debu. "Evaluasi logistik? Kau bicara seolah-olah rumah ini adalah pangkalan militer! Cepat sarapan, aku sudah membuat roti panggang. Dan kali ini tidak gosong!"Kau harus mencoba karya seniku yang indah kali ini.

Alistair bangkit dan berjalan menuju ruang makan. Ia melihat dua keping roti panggang yang warnanya cokelat sempurna (hasil perjuangan Sloane yang luar biasa di depan pemanggang roti).

Alistair duduk, tapi sebelum ia mulai makan, ia memberikan sebuah kotak kecil berwarna perak kepada Sloane.melihat kotak hadiah di depannya kening sloane sedikit mengerut. ia bertanya-tanya apa lagi yang pria kamu itu belikan untuk nya.

"Apa ini? Kalau ini perhiasan lagi, aku akan melemparkannya ke sungai Thames!" ancam Sloane dengan mata menyipit.

"Ini bukan perhiasan. Secara administratif, ini adalah 'Alat Komunikasi Taktis Terenkripsi'," jawab Alistair formal.namun sedikit bergetar.

Sloane membuka kotak itu. Isinya adalah sebuah ponsel model terbaru dengan casing anti-benturan yang sangat kokoh dan berwarna putih bersih. "Ini kan ponsel, Alistair! Aku sudah punya ponsel yang layarnya retak sedikit, dan itu masih bisa dipakai!"

sloane sedikit Tersentak melihat HP baru di hadapan nya. dalam hatinya. kenapa pria kamu itu mau membeli sesuatu yang mahal. padahal HP milik nya masih layak di pakai.

"Ponsel Anda yang 'retak sedikit' itu memiliki celah keamanan yang bisa diretas oleh peretas amatir sekalipun," Alistair beralasan, meskipun sebenarnya ia hanya ingin Sloane memiliki alat komunikasi terbaik jika terjadi keadaan darurat. "Ini sudah dilengkapi dengan GPS pelacak medis dan tombol darurat yang terhubung langsung ke ponsel saya. Gunakan ini. Ini adalah perintah dalam pekerjaan anda."

Sloane mendengus kecil, namun ia tidak bisa menutupi rasa senangnya karena ponsel itu sangat cantik. "Baiklah! Tapi aku akan menganggap ini sebagai hadiah dari kantor! Dan jangan harap aku akan mengirimkan pesan 'selamat pagi' padamu!"

"Saya tidak mengharapkan variabel emosional seperti itu," gumam Alistair, meskipun dalam hati ia sedikit kecewa.mendengar sloane tidak mau mengirimkan pesan untuk nya.

Setelah sarapan, Alistair bersiap pergi ke kantor. Ia mengenakan jas hitamnya, berdiri di depan cermin besar di lorong. Tiba-tiba, ia merasakan tarikan pada jasnya.tarikan sedikit kasar namun juga penuh perhatian.

Sloane sedang berdiri di belakangnya, menggunakan tangannya untuk merapikan bagian belakang jas Alistair yang sebenarnya sudah sangat rapi. "Kau ini... selalu saja ada benang kecil yang menempel. Kau mau orang-orang menganggap asisten rumah tanggamu malas, hah?"slalu bersikap acuh tak acuh pada debu kecil cihh!.

sloane mengomel kecil. seolah sedang memarahi suaminya.

Alistair membeku. Sentuhan Sloane di punggungnya membuat sistem sarafnya seperti tersengat listrik. Ia bisa mencium aroma sabun apel dari tubuh Sloane yang sangat dekat. Ia ingin berbalik dan menarik gadis itu ke dalam pelukannya lagi, tapi otaknya langsung memberikan peringatan: Protokol Kaku: Aktifkan.

"Terima kasih atas audit kebersihan Anda, Nona Sterling," kata Alistair, suaranya sedikit bergetar.

"Sama-sama! Dan jangan berani-berani menaruh jas ini di kursi mana pun saat kau di kantor! Aku akan tahu lewat sensor di kepalaku!" Sloane memarahi Alistair sambil mendorongnya menuju pintu keluar.

Alistair masuk ke dalam mobil Rolls-Royce-nya. Di dalam mobil, ia terus menatap ponselnya, menunggu "notifikasi uji coba" dari Sloane. Lima menit kemudian, ponselnya bergetar.

Pesan dari: Mawar Berisik

"Tuan Kaku, ada debu di meja kerjamu yang belum sempat kubersihkan tadi. Jangan ditiup, nanti bakteri masuk ke hidungmu! Tunggu aku besok!"

Alistair menatap pesan itu lama. Bagi orang lain, itu adalah omelan. Tapi bagi Alistair, itu adalah surat cinta paling indah yang pernah ia terima. Ia menyimpan pesan itu dan memberinya tanda bintang (favorit).

"Tuan Thorne, Anda tampak... tersenyum?" tanya Marcus, tangan kanannya yang sedang menyetir.namun matanya diam diam memperhatikan alistair dari kaca spion.

Mendengar kata tersenyum.Alistair segera mengubah wajahnya kembali menjadi sedingin es. "Anda salah lihat, Marcus. Saya hanya sedang melakukan peregangan otot wajah untuk meningkatkan aliran oksigen ke otak."

Marcus hanya bisa menggelengkan kepala. Ia tahu bosnya sudah jatuh cinta setengah mati pada seseorang, meskipun Alistair lebih memilih mengaku sedang melakukan "peregangan otot wajah" daripada mengakuinya perasaan nya.

Sementara itu, di mansion, Sloane sedang membersihkan kamar Alistair. Ia berhenti di depan tempat tidur Alistair dan memegang bantal pria itu. Ia mencium aroma parfum maskulin Alistair yang tertinggal di sana.jantung nya berdebar hebat.

"Dasar bos kulkas kaku..." gumam Sloane dengan wajah memerah. "Memberi ponsel saja pakai alasan 'taktis'. Bilang saja kau ingin aku selalu bisa dihubungi."

Sloane tersenyum lebar dan mulai menggosok meja samping tempat tidur Alistair dengan kekuatan dua kali lipat dari biasanya. Semakin ia merasa sayang pada Alistair, semakin bersih pula mansion itu dibuatnya.

Namun, kedamaian itu terusik saat Sloane melihat sebuah kotak kecil di bawah tempat tidur Alistair yang tersembunyi. Karena rasa penasarannya (dan kewajibannya untuk membersihkan kolong tempat tidur), Sloane menarik kotak itu keluar.rasa penasaran yang besar mendorong nya untuk melihat isi kotak itu.

Setelah di buka. Isinya bukan senjata. Isinya bukan uang.atau hal mewah lainnya.

Isinya adalah setumpuk foto-foto masa kecil Alistair yang tampak sangat kesepian, dan sebuah catatan kecil bertuliskan: "Mansion ini terlalu luas untuk satu orang."

Sloane terdiam. Ia baru menyadari bahwa di balik kekuasaan dan kekayaan Alistair, pria itu memiliki lubang besar di hatinya yang sama seperti dirinya: kesepian. Dan Sloane bersumpah, ia tidak hanya akan membersihkan rumah Alistair dari debu, tapi juga membebaskan pria itu dari rasa kesepian itu.

To be continued.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!