NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Zara Ayleen adalah perempuan religius dari keluarga sederhana yang percaya bahwa hidup selalu punya jalan lurus untuk tetap dijalani. Namun satu malam yang kelam menghancurkan keyakinannnya. Dalam keadaan yang tak pernah ia kehendaki, Zara menjadi korban dari kesalahan seorang lelaki yang bahkan tak kenal dengan baik—Arsyad Faizandra Wiratama pewaris perusahaan besar yang hidupnya penuh kendali, kekuasaan dan kesombongan. Kesalahan itu memaksa mereka terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Bagi Arsyad pernikahannya dengan Zara merupakan bentuk tanggung jawab bukan perasaan. Bagi Zara, pernikahannya dengan Arsyad adalah ujian terberat dalam hidupnya. Dibawah satu atap, mereka hidup sebagai suami istri yang asing. Arsyad dingin dan berjarak, sementara Zara memendam luka dan berharap dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antar Aku Pulang

“Prankk…” suara pecahan piring. Baru saja aku melangkahkan kaki pada lantai ruangan tengah, dihalaman ada mobil mama, apa yang sedang mama lakukan kepada Ayleen.

“Kamu sangat tidak pantas bersanding dengan anak saya.” Mama berkata dengan penuh penekanan, dibalik dinding dapur aku menguping sambil mengintip, disana Mama yang sedang bersandar pada dinding dengan melipat kedua tangannya didepan dada, sementara Ayleen mematung dengan mata yang terarah pada Mama. Tatapan mata Ayleen yang kosong.

Masih hening, Ayleen tidak merespon.

“Segeralah pergi dari rumah ini, anak saya akan segera menikahi wanita yang setara dan sederajat. Bukan seperti kamu wanita penggoda yang lahir dari keluarga sederhana. Ayah dan ibumu pasti sangat miskin.”

Aku melihat jari jemari Ayleen yang mulai bergetar, matanya berkaca-kaca tapi gadis itu masih berusaha untuk menahannya.

“Saya akan segera pergi dari rumah ini dengan syarat, anak tante sudah menjatuhkan talak untuk saya. Dan tante boleh hina saya asalakan jangan hina kedua orangtua saya. Saya memang terlahir dari keluarga sederhana tapi kedua orangtua saya memiliki hati yang bersih, bukan hati yang dibutakan oleh kekayaan dan kesombongan.” Ia berkata dengan menahan isak.

“Selain penggoda ternyata kamu kurang akar juga yah. Oh ini anak perempuan yang didik dengan kedua orang tua yang berhati bersih?”

“Letak kurang ajarnya dimana tante?, apa tante merasa tersindir dengan perkataan saya. Jika sperti itu saya meminta maaf dari hati yang tulus.”

Wanita ini sangat pintar.

Mama makin tersulut emosi, “Kurang ajar. Bersihkan pecahan beling itu!” Mama berlalu pergi.

Aku melipat tangan didepan dada, menunggu Mama yang keluar dari dapur.

“Arsyad.” Mama tampak kaget saat melihatku.

“Apa yang sudah Mama katakan pada istriku?”

“Istri?, kamu mengakui dia istrimu?” Mama tampak kaget.

“Memang pada kenyataanya dia istriku.”

“Apa kamu sudah mencintainya Arsyad?”

Aku tidak ada menjawab pertanyaan mama untuk yang ini, karena jujur aku tidak mencintai Ayleen. Dia memang istriku, sebatas istri dari pernikahan atas dasar tanggung jawab.

“Apa yang sudah wanita itu berikan kepadamu, sampai kamu berani mengakuinya sebagai istri?”

Aku menatap mama dengan ekspresi datar, tidak mau berdebat. “Ketenangan.” Jawabku singkat, sambil memasuki dapur. Memang benar, setelah hampir satu bulan Ayleen tinggal dirumah ini, aku mulai merasakan hangat dan kenyamanan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Langkahku makin mendekat. Ayleen sudah berjongkok dan mulai memunguti pecahan beling. Wanita itu masih belum menyadari keberadaanku. Langkah kakiku mekin mendekat, sampai aku berhenti didepannya. Tangannya yang sedang memungut pecahan kaca berhenti sejenak, ketika melihat ada langkah kaki didepannya. Sekilas, lalu Ayleen melanjutkan lagi aktifitasnya. Air mata masih mengalir dipipinya.

“Aww…..” sontak aku menunduk dan menarik jari telunjuk Ayleen yang berdarah, tanpa berfikir lama aku menyesap jari telunjuknya yang masih mengeluarkan darah. Ayleen hanya terdiam, wanita itu kini menatapku dengan air mata yang masih keluar.

“Pulangkan aku mas!” Ucapnya pelan. Dengan sorot mata yang sayu penuh kesedihan. Akut belum menanggapinya, fokusku sekarang pada jari telunjuknya yang masih mengeluarkan darah.

Aku berdiri, membuah darah yang berada dimulutku, menuntun tangan Ayleen kemudian mencucinya, wanita itu hanya menurut. Setelahnya aku membawanya menuju sofa.

“Tunggu!” Perintahku, Ayleen sudah duduk diatas sofa. Jarinya masih mengeluarkan darah. Aku berjalan mengambil kotak p3k.

“Perih mas,”

“Tahan dulu bentar.” Ucapku mengoleskan cairan alkohol dijarinya.

“Kenapa kamu tidak menanggapi perkataanku mas, aku mau pulang. Aku tidak mengandung anakmu, sesuai dengan perjanjian. Kamu akan melepaskanku jika aku tidak mengandung anakmu.”

Jari telunjuknya sudah terbalut rapi oleh kain kasa. Aku menatap wajahnya, rasa pilu masih meyelimuti wajah kecil milik Ayleen.

Aku menarik nafas pelan. “Berat mana janji ijab yang terucap dihadapan para saksi atau janji yang terucap diantara kita berdua?”

Mata Ayleen sedikit melotot kala mendengar ucapan yang keluar dari mulutku. Mulutnya ingin berucap, tapi sepertinya tidak bisa, suaranya tercekat ditengan tenggorokannya.

“Jika aku melepasmu, apa kamj tidak memikirkan kondisi orangtuamu, bagaimana jika hati mereka bersedih karena rumah tangga anaknya hancur begitu saja. Saya sudah berjanji pada ayahmu Ayleen, sudah berjanji didepan penghulu dan didepan para saksi.” Ucapku tegas dihadapan Ayleen, wanita itu masih menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan, seperti tidak terima dengan keputusan yang aku pilih.

“Saya bukan laki-laki pengecut, ijab terucap maka darisitulah semua tanggung jawab ayahmu beralih padaku.” Masih manetap bola matanya, yang kini makin berderai air mata.

“Kamu tidak mencintaiku mas, lantas atas dasar apa kamu mempertahankan pernikahan ini. Kondisi mentalku tidak akan baik-baik saja jika terus bertahan dalam pernikahan ini.”

“Saya sudah menjawabnya tadi Ayleen. Bertahanlah sejenak.”

“Tidak semudah itu mas” suara Ayleen meninggi.

“Aku tidak kuat mas…. kamu bisa menghargaiku sebagai istrimu, tapi tidak dengan ibumu.” Ayleen terduduk disamping sofa, pundaknya begetar dengan tangis.

Hatiku sedikit iba melihatnya seperti ini, maafkan aku Ayleen telah mendatangkan luka dihidupmu. Tanganku terulur ingin mengusap kepalanya, namun terhenti begitu saja. Ragu.

“Mas..”

Belum sempat Ayleen mengucapkan kata-katanya, aku manarik tubuh kecilnya kedalam pelukanku. Aku memeluknya erat, entah mengapa aku mulai menemukan kenyamanan dalam sosok Ayleen.

“Mas..aku mau pulang.”

“Bertahanlah Leen, entah mengapa saya merasa nyaman didekatmu.”

Ayleen terdiam dalam pelukanku, aku mengusap puncak kepalanya pelan.

“Arsyad, dimana mama mu?”

Papah, lagi-lagi papah memergokiku yang sedang memeluk Ayleen.

*

*

Uhuk uhuk. Udah ada yang mulai nayamn nih, lama-lama juga cinta ni Mas Arsyad.

Jangan lupa like, komen dan botenya sayang-sayangku.💗

1
Aniza
lanjut thooor
roses: siap kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Suren
mantappp👍 Arsyad butuh org ada disampingnya tapi egonya tinggi
roses: berul ka, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Ineu
baru mulai baca
roses: makasih kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Lisa Kusmiran07
ceritanya menarik,tp agak bingung pas percakapan.atau dialog nyaga ada tanda nya.
Sri Jumiati
cantik .cocok thor
roses: Makasi yah kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
iya kak, selamat membaca dan siap-siap diobrak abrik perasaan
Sri Jumiati
bagus ceritanya
Buku Matcha
Typo nya banyak ni thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!