Di tengah kemegahan Klan Naga Api, Ren hanyalah aib dan sampah masyarakat. Dilahirkan dengan meridian yang tertutup rapat, ia dianggap tidak memiliki bakat sama sekali. Hinaan, pukulan, dan pengkhianatan menjadi makanan sehari-harinya, hingga akhirnya ia diusir dengan kejam dari klannya sendiri, dibiarkan mati di alam liar.
Namun, takdir memiliki rencana lain. Di ambang kematian, darah nenek moyang yang terpendam di dalam tubuhnya akhirnya berdenyut. Meridian yang dianggap cacat itu ternyata adalah Ruang Suci Naga, tempat bersemayamnya kekuatan purba yang telah tertidur ribuan tahun!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21: Menguak Misteri Siapa Sebenarnya Nenek Moyangku?
Malam semakin larut, namun Ren sama sekali tidak mengantuk.
Setelah mengucapkan janji suci di bawah bintang-bintang, rasa penasaran di dalam hatinya justru membuncah lebih besar dari sebelumnya. Ia duduk bersila, matanya terpejam, namun kesadarannya menyelam jauh ke dalam kedalaman jiwanya, menuju ruang di mana sosok agung itu berada.
Alam Batin.
Di hadapannya, melayang sosok naga raksasa yang terbuat dari cahaya emas murni. Sisik-sisinya berkilau indah, dan sepasang matanya memancarkan kebijaksanaan yang sudah ada sejak zaman dahulu kala.
"Leluhur..." panggil Ren pelan, penuh hormat.
Aku tahu apa yang ingin kau tanyakan, bocah. Duduklah. Malam ini... memang sudah waktunya kau tahu segalanya. suara Naga Emas bergema, tidak lagi bercanda, melainkan sangat serius dan megah.
Ren duduk dengan tegap. "Selama ini aku tahu aku memiliki darah Naga. Aku tahu aku berbeda. Tapi... siapa kau sebenarnya? Bukan sekadar roh leluhur biasa kan? Dan kenapa kita bisa memiliki kekuatan yang melampaui segalanya?"
Naga Emas itu mengibaskan ekornya, menciptakan gumpalan-gumpalan awan energi yang membentuk gambar-gambar di ruang hampa.
Dengar baik-baik, cucuku. Cerita ini dimulai jauh sebelum Klan Naga Api, jauh sebelum kerajaan-kerajaan besar ada, bahkan sebelum benua ini terbentuk seperti sekarang.
Ada sebuah zaman yang disebut Zaman Kuno Keemasan. Di zaman itu, dunia diatur oleh makhluk-makhluk yang disebut Ras Tertinggi. Mereka bukan manusia biasa. Mereka adalah perwujudan dari hukum alam semesta.
Gambar di depan mata Ren berubah. Terlihat sosok-sosok raksasa yang luar biasa kuat, terbang di langit, mengendalikan cuaca, dan menciptakan pegunungan.
Di antara Ras Tertinggi itu, ada satu yang paling kuat, paling bijaksana, dan dihormati oleh semua yang lain. Namanya adalah Kaisar Naga Primordial, penguasa empat samudra dan sembilan langit.
Ren ternganga. "Kaisar Naga Primordial? Itu... itu kau?"
Aku adalah sebagian kecil dari sisa kekuatan dan ingatannya yang tertinggal. jawab Naga Emas bangga. Aku bukan nenek moyangmu yang baru beberapa generasi. Aku adalah warisan dari leluhur tertinggi yang jauh di masa lalu!
Darah yang mengalir di tubuhmu ini... bukan darah naga biasa. Ini adalah darah Kaisar! Darah yang memiliki wewenang untuk memerintah semua makhluk bersisik dan berbulu di dunia!
Ren menelan ludah. Jantungnya berdegup kencang karena terkejut sekaligus bangga. Jadi dia... adalah keturunan dari makhluk legendaris yang setara dengan dewa?
"Tapi... kenapa? Kenapa turunannya bisa menjadi selemah aku dulu? Kenapa aku dianggap cacat?" tanya Ren bingung.
Karena kekuatan Kaisar itu terlalu besar! Seperti menampung lautan di dalam gelas kecil. Naga Emas menjelaskan. Selama ribuan tahun, garis keturunan kita melemah karena menikah dengan manusia biasa. Darah itu menjadi semakin encer.
Sampai pada ayahmu, dan kemudian padamu... darah itu mencapai titik kritis. Tubuhmu tidak bisa menampung kekuatan itu secara alami, sehingga energinya bocor keluar dan orang-orang menyangka itu kerusakan.
Tapi Batu Prasejarah yang kau tanam di dalam perut itu... itulah kuncinya! Itu adalah harta pribadi milik Kaisar Naga sendiri! Benda yang digunakan untuk menstabilkan kekuatannya!
Mata Ren membelalak lebar. Segala teka-teki kini tersambung sempurna!
"Jadi... aku tidak hanya membawa warisan biasa. Aku membawa kembali kejayaan masa lalu yang sudah hilang ribuan tahun?"
TEPAT! Suara Naga Emas menggelegar penuh semangat. Dunia sekarang ini sudah rusak, cucuku. Para pendekar sibuk saling membunuh, sekte-sekte besar sombong dan korup, iblis bersembunyi di balik bayang-bayang.
Langit sudah gelap. Dan alam semesta memanggil kembali penerusnya. Kau lahir bukan karena kebetulan. Kau dikirim untuk menjadi Penerus Tahta Kaisar Naga! Untuk menata kembali dunia yang kacau ini!
Gambar di depan Ren berubah lagi. Kali ini terlihat sebuah istana megah yang terbuat dari kristal dan emas, berada di atas awan, dikelilingi oleh ribuan naga pelindung.
Itu adalah Istana Naga Terbang yang legendaris. Tempat tinggalku dulu. Sekarang sudah hancur dan hilang ditelan zaman. Tapi... dengan kekuatanmu yang semakin bangkit, suatu hari nanti kau bisa menemukannya kembali, dan membangkitkan kembali kemegahan itu!
Ren berdiri perlahan di dalam alam batinnya. Tubuhnya bersinar samar. Ia merasa seolah-olah ada arus listrik yang mengalir di pembuluh darahnya. Rasa hormat, rasa bangga, dan rasa tanggung jawab yang besar menyelimuti hatinya.
Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, memberikan hormat tertinggi.
"Jadi... kau adalah Kaisarku. Dan aku adalah wakilmu di dunia fana."
Benar. Aku ada di dalam jiwamu. Kau adalah tanganku, kau adalah kakiku, kau adalah suaraku.
"Baiklah, Leluhur. Aku mengerti takdirku sekarang," Ren mengangkat wajahnya, matanya berbinar tegas. "Aku tidak akan menyia-nyiakan darah ini. Aku tidak akan mempermalukan nama Kaisar Naga Primordial."
"Aku akan berlatih lebih keras. Aku akan mencari semua harta karun kuno yang tersisa. Dan suatu hari nanti... aku akan berdiri di puncak dunia, dan aku akan mengembalikan kejayaan ini! Aku janji!"
Hahaha! Bagus! Itulah yang ingin kudengar! Naga Emas tertawa gembira, suaranya mengguncang alam batin. Mulai sekarang, teknik yang kau pelajari tidak akan sama lagi. Kita akan mulai mempelajari Ilmu Kaisar yang sesungguhnya!
Kembali ke dunia nyata.
BUUUUUMMMM!!!
Ren membuka mata. Dua sinar cahaya emas melesat keluar dari pupilnya! Seluruh ruang di sekitarnya dipenuhi dengan kabut energi yang sangat padat dan wangi.
Ia merasa berbeda. Bukan hanya level kekuatan yang bertambah, tapi Aura-nya berubah total.
Dulu ia seperti singa lapar yang ganas. Sekarang... ia terasa seperti Raja Hutan yang tenang, agung, dan membuat siapa saja ingin menunduk hormat tanpa alasan jelas.
"Ren?!"
Xue Ying yang tertidur di sampingnya terbangun kaget. Ia melihat tubuh Ren bersinar terang, dan di belakang pemuda itu, seolah-olah ada bayangan naga raksasa yang sedang tertidur pulas.
"Kau... kau apa-apaan tadi? Aura kau... luar biasa mulia!" Xue Ying merasakan air matanya keluar secara reflex, seolah-olah ia sedang melihat makhluk yang jauh lebih tinggi derajatnya.
Ren tersenyum. Ia mengulurkan tangan, menyentuh pipi gadis itu lembut.
"Aku baru saja tahu siapa aku sebenarnya, Xue Ying."
"Apa itu? Cepat ceritakan!"
"Aku... adalah keturunan dari Kaisar Naga Primordial. Penguasa zaman kuno." Ren menarik napas panjang, menatap mata kekasihnya dalam-dalam. "Jadi, mulai hari ini, aku tidak hanya berjuang untuk diriku dan untukmu. Aku berjuang untuk sebuah takdir besar."
"Tapi ingat satu hal," Ren menggenggam tangan Xue Ying erat-erat. "Siapa pun aku di masa lalu, apa pun gelar yang aku miliki... bagiku, aku tetaplah Ren. Pria yang mencintaimu lebih dari segalanya. Gelar dan kekuatan itu... semuanya akan kugunakan demi kebahagiaan kita berdua."
Xue Ying terharu setengah mati. Ia memeluk leher Ren erat-erat.
"Aku tahu... aku tahu kau bukan orang sembarangan. Rasanya bangga sekali bisa mencintai seseorang yang begitu hebat," bisik Xue Ying bahagia. "Kita akan menaklukkan dunia ini bersama-sama, ya, Kaisarku?"
Ren tertawa lepas, tawa yang penuh percaya diri dan kekuatan baru.
"Ya! Bersama-sama! Kita akan menulis sejarah baru!"
Misteri terbesar akhirnya terungkap. Jalan ke depan kini semakin jelas. Perjalanan menuju puncak kekuasaan dan kejayaan abadi resmi dimulai!
.🙏🏾🙏🏾🙏🏾 maafkan saya sedikit sok tau🤭