NovelToon NovelToon
VENA - AIR YANG MATI

VENA - AIR YANG MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Fantasi
Popularitas:147
Nilai: 5
Nama Author: Catnonimous

Aris hanyalah seorang petugas instalasi pipa bawah tanah yang dibayar murah untuk melakukan pekerjaan kotor yang dihindari semua orang. Namun, upah rendahnya tidak sebanding dengan apa yang ia temukan.
Seekor tikus yang berubah setelah meminum tetesan air dari pipa.
Tubuhnya mengeras lalu meledak tapi sisa tubuhnya masih bisa bergerak.
Apakah benar hanya tetesan air itu yang membuat tikus itu berubah?
Bagaimana dengan manusia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Catnonimous, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Pintu dan serangan di tengah kota

Pagi buta, sekitar pukul lima subuh, Detektif Rasyid terbangun oleh suara dering telepon yang sangat bising. Dari ujung telepon, seorang petugas piket memberi tahu bahwa ada kejadian luar biasa di lokasi tanah amblas, tempat bekas pabrik yang dulunya dihuni oleh Cahyadi dan teman-temannya. Dua orang polisi yang berjaga malam di sana ditemukan tewas mengenaskan.

Tanpa membuang waktu, Rasyid langsung memacu mobilnya menuju lokasi kejadian. Langit masih abu-abu kebiruan ketika ia sampai. Namun, area sekitar kubangan air raksasa itu sudah sangat ramai. Warga sekitar dan para relawan yang masih bertahan di posko pencarian korban tampak berkerumun di balik garis polisi yang baru dipasang. Bisikan-bisikan ketakutan terdengar dari mulut ke mulut.

Rasyid menerobos kerumunan dan langsung menghampiri dua jasad polisi yang tergeletak di dekat pos darurat. Kondisi mereka sangat mengerikan. Pakaian seragam mereka robek-robek, dan tubuh mereka terkoyak seperti habis diserang oleh sekumpulan binatang buas. Ada bagian daging yang hilang, seolah sengaja digigit dan dicabik paksa.

"Tidak mungkin ini karena hewan liar di tengah kota seperti ini," gumam Rasyid sambil berjongkok, memeriksa luka robekan pada leher salah satu korban. Luka itu terlihat lebih seperti bekas gigitan manusia yang sangat brutal.

Rasyid teringat kejadian semalam, saat teleponnya dengan Dokter Ferdi terputus secara misterius. Ia merasa ada benang merah yang sangat kuat antara hilangnya Ferdi dan kematian dua polisi ini.

Rasyid langsung merogoh saku celananya dan mengambil ponsel. Ia mencoba menghubungi nomor Dokter Ferdi.

“Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan…” Suara operator wanita terdengar datar.

Rasyid mendecak kesal. Ia lalu mencari nomor kontak Rumah Sakit Pusat, tempat Ferdi bekerja sebagai ahli forensik utama. Setelah tersambung dengan pihak administrasi, Rasyid langsung menanyakan keberadaan dokter tersebut.

"Halo, saya Detektif Rasyid. Apakah Dokter Ferdi sudah masuk dinas pagi ini? Atau mungkin dia ada jadwal otopsi darurat?" tanya Rasyid cepat.

"Mohon maaf, Pak Detektif," jawab petugas administrasi di seberang telepon. "Dokter Ferdi hari ini belum datang. Kami juga sudah mencoba menghubungi beliau sejak satu jam lalu karena ada dokumen yang harus ditandatangani, tapi ponselnya mati. Di rumahnya pun tidak ada laporan."

Rasyid perlahan menurunkan ponselnya dari telinga. Kecurigaannya semakin bulat.

Ferdi tidak sekadar mematikan telepon semalam, kemungkinan besar diculik ada sesuatu yang terjadi disana.

Rasyid berdiri dan menatap kubangan air hitam di depannya. Airnya nampak tenang pagi ini, seolah tidak terjadi apa-apa semalam. Namun, jejak kaki berlumpur yang tercetak samar di sekitar jasad polisi itu mengarah keluar dari area kubangan, menuju ke jalanan kota yang mulai ramai.

Bahaya yang selama ini di takutkan, kini sudah benar-benar melangkah ke permukaan.

Rasyid segera menutup telepon dari pihak rumah sakit. Tanpa membuang waktu, ia langsung menghubungi dokter kepolisian untuk segera merapat ke TKP dan melakukan pemeriksaan awal pada jasad kedua polisi tersebut.

"Periksa secara detail dan langsung laporkan ke saya kalau ada hal yang janggal, sekecil apa pun itu," tegas Rasyid melalui sambungan telepon.

Setelah itu, Rasyid menghubungi rekan kerja kepercayaannya di kepolisian untuk meminta bantuan sekaligus menemani proses penyelidikan lebih lanjut. Rasyid merencanakan investigasi mendalam pada sore hari. Ia juga meminta kepada pihak kepolisian agar segera mengosongkan dan mensterilkan seluruh area TKP dari warga maupun relawan demi kelancaran pemeriksaan.

...----------------...

Sore hari pun tiba. Suasana di sekitar kubangan bekas amblasan tanah sudah sepi, menyisakan garis polisi yang melingkar luas. Rasyid dan rekannya sudah berada di lokasi.

Rasyid menatap permukaan air hitam yang tenang, lalu menoleh ke rekannya. "Hubungi siapa saja yang bisa membawa mesin penyedot air ke sini. Kita harus menguras kubangan ini sampai habis."

Rekannya segera mengangguk dan melakukan beberapa panggilan telepon. Tak butuh waktu lama, sebuah truk tangki besar lengkap dengan peralatan selang penyedot berukuran besar tiba di lokasi. Para petugas yang dibawa sudah diberi perintah tegas untuk menghabiskan air di dalam kubangan tanpa sisa.

Proses penyedotan memakan waktu beberapa jam. Karena kapasitas tangki truk tidak mencukupi untuk menampung seluruh volume air, sebagian air sisa dialirkan menggunakan pipa-pipa besar ke area saluran pembuangan di luar kubangan guna mempercepat pengosongan.

Setelah air benar-benar habis, truk tangki tersebut pergi meninggalkan lokasi. Hari mulai beranjak gelap. Rasyid dan rekannya menyalakan senter masing-masing, lalu perlahan mulai menuruni dasar kubangan yang kini menyisakan lumpur tebal.

Langkah kaki mereka terasa berat di atas tanah yang becek. Bau amis yang pekat bercampur aroma karat besi menyengat hidung mereka dengan sangat kuat. Mereka terus mengarahkan cahaya senter ke setiap sudut dasar kubangan yang dipenuhi puing-puing bangunan lama.

"Rasyid, coba lihat ini!" panggil rekannya setengah berteriak dari sudut yang agak dalam.

Rasyid segera menghampiri. Senter rekannya menyorot ke sebuah pipa besi berukuran sangat besar yang tertanam jauh ke dalam tanah. Mereka berdua kemudian berjalan menelusuri arah jalur pipa tersebut. Tak jauh dari sana, mata Rasyid menangkap sesuatu yang tergeletak di balik sebongkah beton. Ia memungutnya; sebuah radio panggil bekas (handy talky) yang masih memiliki stiker tag nama kelompok relawan milik Aris.

"Aris dan Liora pasti pernah ada di sekitar sini, tapi lokasi ini jauh dari tempat di temukannya kelompoknya Aris." gumam Rasyid, menyimpan benda itu ke dalam kantong.

Penyelidikan berlanjut. Saat memeriksa area di ujung pipa besar tersebut, cahaya senter mereka tertuju pada tumpukan reruntuhan batu dan tanah yang menggunung. Di sela-sela bongkahan tanah yang longsor itu, Rasyid melihat ada refleksi logam datar. Setelah didekati, itu terlihat seperti sebuah pintu besi besar yang kokoh, tersembunyi di balik reruntuhan bangunan.

"Bantu aku, kita bersihkan puing-puing ini," ujar Rasyid bersemangat, merasa bahwa mereka sudah sangat dekat dengan jawaban.

Namun, baru saja mereka mulai menyingkirkan beberapa batu besar yang menghalangi pintu, ponsel rekan Rasyid berdering keras. Rekannya mengangkat telepon tersebut dengan terburu-buru.

Wajahnya seketika berubah pucat saat mendengar suara panik dari seberang saluran.

"Rasyid! Ada keadaan darurat. Ada serangan massal yang brutal di tengah kota saat ini!" seru rekannya dengan suara bergetar.

Rasyid tersentak. Ia menatap pintu besi di depannya dengan berat hati, namun situasi di atas jauh lebih mendesak. "Ayo naik sekarang!" perintah Rasyid. "Hubungi markas komando, minta mereka mengirimkan personel tambahan ke tempat ini. Pastikan kubangan ini dijaga oleh pasukan dengan senjata laras panjang dan lengkap. Jangan biarkan siapa pun mendekat!"

Mereka berdua berlari cepat menaiki dinding kubangan yang licin, mengabaikan lumpur yang mengotori sepatu dan celana mereka. Begitu sampai di atas, mereka langsung melompat ke dalam mobil dinas.

Rekannya segera menyalakan sirine, dan mobil itu melesat membelah malam menuju pusat kota, tempat di mana kengerian baru saja dimulai.

...****************...

1
Anak_misterius😑
bagus novel nya👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!