Pernikahan Arga dan hana awalnya tampak sempurna. Sepuluh tahun kebersamaan, satu ikatan suci, dan kepercayaan yang tak pernah ia ragukan. Hingga suatu hari, Arga menemukan kebenaran yang menghancurkan seluruh hidupnya—istri yang ia cintai ternyata adalah perempuan yang diam-diam menjadi kekasih dari satu-satunya darah daging yang ia miliki: abang kandungnya sendiri. Perselingkuhan itu bukan terjadi semalam. Ia tumbuh perlahan, berakar dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Setiap senyum yang Arga kira tulus, setiap pelukan yang ia anggap rumah, ternyata menyimpan pengkhianatan yang terencana. Di antara dosa, rasa bersalah, dan luka yang tak terucap, Arga terjebak dalam dilema: mempertahankan pernikahan yang sudah tercemar, atau melepaskan semuanya—termasuk ikatan saudara yang sejak kecil ia jaga dengan nyawa. Ketika kebenaran terungkap, tak ada lagi yang benar-benar menjadi pemenang. Karena terkadang, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari orang asing, melainkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruang senandika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sebuah informasi
" Kenzo"
Kenzo menurunkan kardus di tangannya. Ia menoleh pada teman dekat nya yang memanggil.
" Istirahat lah dulu... Ini waktu nya makan siang..." Ucap teman nya membuat Kenzo tersenyum tipis dan mendekati teman nya itu. Ia ikut duduk di samping teman nya.
" Bagaimana kalau kita makan di kedai saja...?" Ujar teman nya yang bernama guci. Kenzo terdiam sejenak. Walau makanan di kedai itu cukup murah, namun menurut nya sangat di sayangkan. Kenzo masih memikirkan sang anak yang kemungkinan belum makan saat ini.
" Bagaimana jika aku yang mentraktir mu...?" Ucap guci yang mengerti diam nya kenzo pun menawarkan. Hal itu membuat kenzo menatap tak enak pada guci. Selama ini ia sudah cukup merepotkan teman nya itu, bahkan hanya hal sepele sekalipun.
" Tidak usah... Aku akan makan di rumah saja bersama anakku..." Ucap Kenzo menolak halus.
" Oh ayolah... Hari ini cukup menyenangkan bagi ku,jadi aku berniat mentraktir mu..." Ucap guci tidak kehabisan akal.
" Kau juga bisa membawa makanan untuk arka mungkin nanti arka merasa lapar dan sudah ada makanan yang kamu bawa..." Lanjut kenzo
" T-tapi..." Ucap Kenzo terbata bata merasa tidak enak hati tapi ucapan guci ada benar nya juga dia mengingat arka
" Ayo jangan banyak berpikir kau akan semakin tua kenzo..!" Ucap guci sembari menarik pelan tangan kenzo karena ia tak mau adanya penolakan. Sesampainya di kedai langganan mereka langsung di sambut oleh wanita paruh baya pemilik kedai.
" Kalian ingin pesan apa..."Ucap penjual makanan pinggir jalan jepang
" Aku ingin ramen saja 2 dengan soda juga 2..." Ucap guci yang menjawab karena melihat Kenzo yang hanya diam kebingungan dan merasa tidak enak hati kepada guci meskipun guci yang menawarkan makanan traktiran.
" Baiklah tunggu sebentar..." Ucap Waiter itu membuat guci tersenyum dan mengangguk. Kemudian ia menatap kenzo dengan intens.
" Apa kau sudah tau bahwa mereka ada di jepanh..?" Ucap guci membuat Kenzo mengkerutkan kening nya.
" Mereka? Siapa...?" Tanya Kenzo yang tidak tau apa yang sedang di bahas guci
" Mantan istri beserta anak bungsu mu..." Ucap guci membuat dunia Kenzo serasa beku.
Deg
Kenzo sangat terkejut mendengar itu. Benarkah yang di katakan teman nya. Mendengar hal itu membuat perasaan nya tidak tenang. Namun juga ada sedikit tekad untuk menemui anak bungsu nya.
" U-untuk apa mereka ada di sini...?" Tanya Kenzo terbata bata tidak percaya dengan apa yang dia dengan. Guci mengangkat bahu nya pertanda tidak tahu. Ia mengambil udon yang dia pesan juga kemudian memakan' nya sembari menunggu ramen mereka datang.
Sebelum kembali berbicara guci mengunyah udon nya hingga tertelan. Kemudian baru berucap.
" Mungkin bisnis... Tapi seperti nya mereka akan menetap di sini..."Jawab guci dengan santai memakan udon nya lagi. Kenzo terdiam sejenak. Hal itu membuat pikiran nya kalang kabut. Bahkan sekarang ia tidak tau harus bagaimana.
" Apa kau tidak berniat menemui anak mu...?" Tanya guci sembari menatap Kenzo yang sejak tadi diam dan bingung
" A-aku..." Ucap kenzo menatap ragu ke arah guci,seakan ingin mengucapkan sesuatu namun terasa sulit.
" Kau adalah ayah nya... Kau harus bertanggung jawab... Dia anak mu dan sudah seharusnya kau bertemu dengan nya... " Ucap guci menyakinkan Kenzo
" Mungkin mantan istri mu memiliki segala nya... Tapi kau memiliki tanggung jawab yang besar atas anak mu... Kau tidak bisa seperti ini terus... Walau tidak bisa memberi uang setiap bulan nya, setidaknya berilah kasih sayang..." Ucap guci berkata seperti itu karena ingin teman nya bertanggung jawab sebagai mana seorang ayah pada anak nya.
" Aku selalu di hantui rasa bersalah... aku tidak pernah bertanggung jawab pada anak bungsu ku... Apalagi janji yang pernah ku buat dulu telah ku ingkari... Dia pasti membenci ku..." Ujar Kenzo dengan sendu. Guci menatap Kenzo kemudian menggeleng.
" Aku yakin dia hanya kecewa... Dia pasti juga sangat-sangat merindukan mu dan arka... Temui lah dia..." Ucap guci kembali menyakinkan Kenzo
" Aku akan berbicara pada arka... Terimakasih guci..." Ucap Kenzo tersenyum tulus menepuk pundak teman nya.
#
Bian POV.
Aku sengaja memasuki ruang perpustakaan. Membaca termasuk hal yang ku suka. Namun kali ini bukan itu tujuan ku berada di perpus saat ini. Berkali-kali aku menengok ke seluruh sudut ruangan. Namun kenapa dia tidak ada. Sudah menjadi rutinitas pasti di jam saat ini dia selalu ada di sini. Duduk dengan manis membaca buku. Dengan wajah serius nya aku di buat terpesona karena dia semakin cantik jika sedang serius. Seorang gadis yang sudah cukup lama ku suka, bernama Rosseane Park gadis blasteran jepang Indonesia dan korea.
" Di mana kau Rose..." Aku terus bergumam tidak jelas sadari tadi, berharap dia muncul seketika. Mungkin dia berada di sudut lain. Karena perpustakaan kampus cukup besar, dan aku juga baru mengelilingi setengah nya. Namun aku sudah tau tempat favorit gadis yang ku suka, tapi mengapa hari ini dia tak ada. Sebuah hal terlintas di pikiran ku. Aku segera berjalan menuju rak yang di khususkan untuk buku kesenian. Senyum ku terukir dengan lebar saat melihat seseorang yang ku cari di depan sana. Berdiri terlihat seperti mencari sesuatu. Tanpa menunggu lama,aku segera menghampiri nya.
"Hai Rose..." Ucap Ku sembari melihat dia tersentak. Tentu saja terkejut mendengar seseorang menyapa di samping nya begitu saja. Lagian dia terlalu serius memilih buku.
"Hai tuan bian.. Aku terkejut dengan kedatangan mu..." Ucap Dia menampilkan senyum yang ku suka. Mendengar hal itu. Aku menjadi merasa bersalah. Seharusnya aku tidak menyapa nya dengan pekikan antusias.
" Maaf.. aku hanya senang melihat mu" ucap Aku tersenyum canggung. Entah mengapa dia langsung terlihat kebingungan atas perkataan ku.
" Senang melihat ku...?" Ucap roseanne bingung. Pertanyaan nya membuat ku salah tingkah seketika.
" I-iya... Aku melihat mu dan tentu nya harus menyapa mu bukan... Kita sudah saling mengenal, dan pasti akan saling sapa jika bertemu..." Ucap bian hampir saja. Lagi-lagi perasaan ku pada Rose membuat ku terlihat bodoh.
"Ah seperti itu..." Jawab Rose dengan polos mengangguk. Dan dia juga tersenyum sangat manis. Jantung ku berdetak tidak karuan sekarang.
"Kau sedang mencari buku apa...? Ucap ku berusaha menghilangkan rasa canggung ku dengan bertanya.
" Hanya buku sejarah kesenian... Ku pikir aku perlu mengetahui sejarah kesenian yang pernah ada di dunia ini..." Ucap Rose tersenyum menatap sebuah buku yang tadi di pegang, dan kembali menaruh nya ke rak.